Dildaar80's Weblog

Archive for Juni 6th, 2017

  • In: Uncategorized
  • Komentar Dinonaktifkan pada Surat dari Aljazair

Contoh yang berada di Algeria (Aljazair) ada di hadapan kita pada hari-hari ini. Jemaat di sana bukan Jemaat lama [kebanyakan Mubayyi’in baru], namun setelah mereka mengimani Hadhrat Masih Mau’ud as, bergabung dengan Jemaat Aakhariin ‘kaum hari akhir’ dan telah mengikuti Khilafat Ahmadiyah, iman mereka ditinggikan kepada level puncak. Kita dapat menerangkan ketinggian iman mereka melalui surat dari salah seorang tahanan di kalangan mereka yang dikirim kepada saya kemarin atau yang sampai kepada saya kemarin: “Allah Ta’ala telah mengaruniai kami kenikmatan Islam sejati yang menghidupi hati-hati kami dan menghimpun jiwa-jiwa menjadi sebuah bangunan kokoh (bunyanum marshush) yang saling menyayangi karena Allah dibawah perintah seorang Khalifah.”

Kemudian, ia menulis ditujukan kepada saya, “Sayyidii (Tuanku, Hudhur)! Para Ahmadi dari berbagai pelosok negeri mengunjungi saya setelah saya keluar dari penjara. Mereka semua senang dan bahagia dengan pertolongan Allah.” (di satu sisi mereka menanggung kesulitan keluarga sementara di sisi lain menikmati sukacita dan kebahagiaan saat turun pada mereka karunia-karunia Allah)

Mereka mempercayakan saya tugas menyampaikan salam kepada Hudhur dan permohonan didoakan bagi mereka. Mereka terus aktif melanjutkan pekerjaan dan doa agar meninggikan kalimat kebenaran. Tiap kali musibah-musibah hilang dari kami, kami tetap melanjutkan penyebaran kebenaran sembari memohon pertolongan Allah dengan menunduk dalam doa.

Pada hari-hari ini kesulitan bertambah disebabkan adanya solidaritas, kecintaan dan ikatan kami dengan Khalifah kami nan tercinta. Kami telah menyaksikan dengan mata kami pengabulan dari Allah atas doa-doa Hudhur bagi kami. Kami telah melihat dalam musibah-musbah banyak tanda yang menambah iman dan keyakinan kami atas Hadhrat Masih Mau’ud as yang merupakan pecinta sejati terhadap Junjungan kami, Muhammad saw. Karunia-karunia Allah turun berlipat ganda kepada para Ahmadi di Aljazair.”

Beberapa Ahmadi dibebaskan dari penjara baru-baru ini. Kita doakan semoga Allah menyediakan sarana-sarana pembebasan bagi yang lainnya juga. (آمين)

Seorang Ahmadi lainnya yang pernah ditahan menulis: “Saya yakin saat di penjara bahwa Allah menakdirkan kami hidup beberapa lama dari kehidupan kami di sana supaya kami dapat mengungkap sebagian keajaiban-Nya. (maksudnya, penahanan, hukuman dan keputusan pengadian menentang kita ada hikmah khasnya dari Allah supaya Dia memperlihatkan kita sebagian keajaiban-Nya. Dengan demikian, hilanglah kesulitan dari kita.)

Tadinya kami berpikir dalam masa kebebasan, kemakmuran dan kelapangan, kami akan meraih banyak kesuksesan dan kami sangka akan melihat wajah Tuhan nan Mulia serta kami ketahui jalan-Nya. Tapi sekarang saya baru tahu bahwa dalam masa itu kami hanya tahu hal sedikit saja tentang itu dan sekarang keadaan inilah saya melihat contoh dari segala keajaiban-Nya.

Saya tidak pernah takut penjara karena yang saya cemaskan ialah jika saya belum memenuhi kewajiban terhadap Allah dan para makhluk-Nya dengan semestinya.

Dalam penjara saya melihat banyak mimpi yang memberikan ketenangan. Diantaranya ialah saya juga beberapa kali berjumpa dengan Hudhur. Doa-doa Hudhur memberikan saya ketentraman, keyakinan dan kepuasan selama saya di penjara.

Saya mohon doa kepada Hudhur untuk istri saya. Ia biasa banyak bersabar dan berjuang keras.” (Istrinya adalah satu-satunya Ahmadi dalam keluarganya – dan seluruh keluarganya adalah non-Ahmadi. Saat kejadian pemenjaraan suaminya ini, ayah istrinya wafat, saudara-saudarinya telah meninggalkannya (istrinya itu) karena keahmadiyahannya itu setelah muncul penentangan terhadap Jemaat.)

“Saat saya masuk penjara, banyak orang meninggalkan istri saya.” (Sepertinya keluarga suaminya yang bukan Ahmadi.) Namun, para wanita Ahmadi yang saleh mengisi kekosongan ini dengan cinta kasih mereka.”

Mereka semua menjadi seperti keluarga. Saat keluarga istrinya itu meninggalkan istrinya, para anggota Jemaat Ahmadiyah menjadi keluarganya.

(Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih V atba, 26 Mei 2017)


Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

Juni 2017
M S S R K J S
« Agu   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Top Rating

Tweetku

RSS Berita Detik