Dildaar80's Weblog

Sosiolog: Pemerintah Harus Pertegas Indonesia Negara Sekuler

Posted on: 6 Maret 2011


Selasa, 1 Maret 2011 | 8:36
JAKARTA- Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola meminta kepada pemerintah agar tegas menekankan bahwa negara Indonesia merupakan negara sekuler guna mengatasi gesekan mengatasnamakan agama yang sering terjadi belakangan ini.

“Konstitusi tidak tegas, Presiden juga tidak tegas menyatakan bahwa negara kita adalah negara agama atau sekuler. Penegasan ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kekerasan terhadap kaum minoritas,” tegas Thamrin dalam diskusi “Ritus Kekerasan Berbasis Agama Mengapa Terus Terjadi” di The Wahid Institute, Senin (28/2).

Ia menilai kegamangan pemerintah yang menyebabkan kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok mayoritas terhadap kaum minoritas dengan mengatasnamakan agama.

Thamrin menjelaskan, selama ini Indonesia terkenal dengan sikap toleransi dalam lima agama, namun dengan adanya kekerasan mengatasnamakan agama terhadap kaum minoritas menunjukkan seolah-olah Indonesia merupakan negara agama, bukan sekuler.

Direktur Eksekutif The Wahid Institute Yenny Wahid, mengatakan, Indonesia menjadi salah satu negara yang selama ini dijadikan panduan bagi negara-negara di dunia sebagai negara dengan sikap toleransi tinggi, tetapi apakah Indonesia masih tetap menjadi panutan negara yang memegang teguh sikap toleransi tinggi setelah banyak muncul konflik, yang selama ini mengatasnamakan agama terhadap kaum minoritas.

“Ritus kekerasan yang sering terjadi, apakah betul Indonesia masih menjadi contoh toleransi di dunia. Padahal, masih begitu banyak insiden yang terjadi di Indonesia, tetapi justru kekerasan meningkat, bahkan sampai pembunuhan,” katanya.

Yenny menilai kekerasan yang menodai toleransi di Indonesia karena masyarakat bersifat permisif, seolah-olah menolerir adanya kekerasan.

Bahkan, terkadang masyarakat seolah diam-diam juga turut menyetujui terjadinya kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu terhadap kaum minoritas, seperti insiden Cikeusik yang mengumbar kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah.

Ia mengatakan, semua agama di Indonesia mengajarkan pesan-pesan damai dan ajaran toleransi, tetapi kadang masyarakat justru salah menafsirkan ajaran-ajaran itu sehingga dijadikan pembenaran terhadap aksi kekerasan.

Yenny menambahkan, sikap-sikap kekerasan ini justru melunturkan sikap toleransi Indonesia yang selama ini terbangun dan dijadikan panutan dunia.

Ahmadiyah Lahirkan Pertentangan

Ditempat yang sama, pengajar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Atho` Mudzhar, mengatakan, penyebaran faham Ahmadiyah menciptakan polarisasi dalam masyarakat Islam serta melahirkan pertentangan dalam masyarakat, sehingga pemerintah harus bersikap tegas.

“Menyebarkan faham itu, turut mendorong pertentangan dan mengganggu ketertiban,” kata Atho`.

Menurut dia, pemerintah harus memulihkan ketertiban masyarakat yang terganggu akibat penyebaran faham Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI).

Sikap tegas yang dimaksud, kata Atho` yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama itu, pemerintah dapat membubarkan Ahmadiyah melalui jalur hukum, melalui pengadilan.

“Banyak yang bilang tidak perlu pengaturan kebebasan beragama dalam segi hukum, saya kira ini yang salah. Pemerintah harus ambil langkah penting. Bisa lewat undang-undang,” tutur Atho`.

Selain itu, tambah dia, pemerintah dapat memperingatkan pengikut JAI terlebih dahulu untuk tidak menyebarkan pahamnya sebelum membubarkan JAI, yakni dengan mengeluarkan sejumlah surat keputusan bersama (SKB).

“SKB jadi peringatan pertama. Jika Ahmadiyah melanggar, maka dikeluarkan SKB II sebagai peringatan kedua. Jika melanggar lagi, dikeluarkan lagi SKB III. Kalau sudah tiga kali melanggar, baru bubarkan,” demikian Atho` Mudzhar.(ant/hrb)

http://www.investor.co.id/home/sosiolog-pemerintah-harus-pertegas-indonesia-negara-sekuler/6658

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya

Maret 2011
M S S R K J S
« Feb   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rating

Tweetku

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: