Dildaar80's Weblog

Muslim Television Ahmadiyya: Tanda Zaman Mahdi

Posted on: 7 Juli 2010


Tafsir al-Qummi mengenai ayat ‘wastami’ yauma yunadil munaadi mim makaanin qoriib’ Dan dengarkanlah ! Pada hari ketika seorang penyeru memanggil dari tempat yang dekat. (Qoof: 41) menyebutkan:

“Camkanlah dan dengarlah baik-baik, pada hari itu di kala seorang penyeru akan berseru, yakni ia akan mengajak semua bangsa di dunia kepada agama yang tunggal”. Beliau mengatakan: “Maksudnya ialah seorang Penyeru itu tidak berseru atas namanya sendiri melainkah atas nama Imam Qaim dan atas nama bapaknya yaitu Hadhrat Muhammad Mustafa saw.
Kitab ‘Anwar Nu’maniyah’ hlm 16: ‘Yunawwirulloohu subhaanahu asmaa-ahum wa afwaarohum hattaa innahum idzaa kaanuu fii bilaadin wal mahdiyyu fii bilaadil ukhroo yakuunuu lahum minas sam’I wal bashori maa yarounahu wa yusyaahiduunahu wa anwaarohu wa yasma’uunahu kalaamahu wa mukhoothobatuhu wa idz yatakallamuuna ma’ahu’. Terjemahnya: “Ciri-ciri datangnya zaman pengganti Imam Mahdi yang diutus Tuhan ialah kekuatan pendengaran dan kekuatan penglihatan manusia di zaman itu akan sangat dipertajam, yakni mereka akan mampu mendengar suara-suara yang sangat jauh dan akan mampu melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di tempat-tempat yang sangat jauh. Jika seseorang tinggal di sebuah kota dan Imam tinggal di Negara lain maka orang-orang akan dapat melihat wujud Imam itu dan akan dapat mendengar suaranya dan akan dapat berbicara dengannya.”

Maulana Syeikh Rafi’uddin Sahib ibn Syah Waliyullah Muhaddats Dehlawi dalam ‘Qiyamat Naaman’ penerbit dan pencetak Mujtabai Dehli, India terdapat kata: ‘ wa dar waqte bai’at aawaazi az aasmaan syuud ba-ii’ ‘ibaarat:
Haadza Khaliifatullaahil Mahdi fasma’uu lahuu wa athii’uu.’
Wa ii’ aawaaz khaaso ‘aam aa’ makaan hamah basyunuuwand”
“Pada waktu bai’at, dari langit akan datang suara berupa kata-kata ini yaitu, ‘Ini adalah khalifah Allah al-Mahdi, dengarlah kta-katanya dengan cermat dan taatilah dia’ dan suara ini akan didengar oleh orang-orang istimewa maupun awam di tempat itu.

Allamah Muhladi dalam ‘Mahdi Mau’uud’ terjemahan jilid XVI dimuat dalam Bihaarul Anwar hlm 1118 terbitan Daarul Kutubil Islamiyyah, Teheran-Iran. ‘inna qooimanaa idzaa qooma maddalloohu lisyii’atinaa fii asmaa’ihim wa abshoorihim hatta yakuuna bainahum wa bainal qooimi bariidun yukallimuhum fayasma’uuna wa yanzhuruuna ilaihi wa huwa fii makaanihi’ yakni: “Ketika Imam Qooim (al-Mahdi) kita diutus maka Allah akan menambah kemampuan pendengaran dan penglihatan syi’ah/golongan kita sehingga akan terasa seolah-olah jarak antara mereka dan Imam Qaaim hanya berupa sebuah bariid. Dan ketika beliau berbicara dengan mereka maka mereka mendengar ucapan beliau, dan juga pada aktu yang sama mereka pun dapat melihat beliau walaupun Imam tersebut berada di tempatnya sendiri.” Bariid: stasion – tahapan-tahapan telekomunikasi .

Kitab Al-Mahdi al-Mau’ud al-Muntazhar ‘inda ‘Ulamaai Ahlis Sunnati wal Imaamiyyah al-Juz ats-Tsaani shofhah 284 muallif/penulis Syaikh Najmuddin Ja’far ibn Muhammad al-‘Askari, Daruz Zahraa, Beirut edition 1977 tertulis ‘Yunaadi Munaadim minas samaai bismil Mahdiyyi fayusmi’u man bil masyriqi wa mam bil maghribi hatta laa yabqoo rooqidun illa staiqozho’ artinya: “Imam al-Baqir bersabda: ‘seorang penyeru akan menyeru dari langit dengan mengatasnamakan al-Mahdiyyu. Suaranya akan didengar oleh orang-orang di Timur dan di Barat sehingga orang-orang yang tidur pun terjaga.” (Ketiga nomor diatas ada pd khutbah Huzur IV tgl 19-2-1993, darsus 22/93)

Beberapa contoh lain yang relevan juga sangat menarik:

Suatu suara yang memanggil namanya … dan bahkan orang-orang di timur dan barat akan mendengarnya.
(Ibnu Hajar Haytsami, Al-Qawl al-Mukhtashar fi ‘Alamat al-Mahdi al-Muntazhar)

Suara ini akan tersebar ke seluruh penjuru dunia, dan setiap suku bangsa akan mendengarnya dalam bahasa mereka.
(Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi ‘Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman)

Sebuah suara dari langit yang mana setiap orang akan mendengarnya dalam bahasa mereka sendirisendiri.
(Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi ‘Alamat al-Mahdi Akhir az-Zaman)

Hadis ini menyebutkan sebuah suara yang akan terdengar ke seluruh penjuru dunia dan dalam bahasa setiap orang masing-masing. Jelaslah, yang dimaksud adalah radio, televisi, dan metode-metode komunikasi lainnya yang semacam itu. Adalah sebuah keajaiban bahwa, 1.400 tahun yang lalu, Nabi Muhammad saw. memberi isyarat suatu perkembangan yang bahkan tak terbayangkan pada seratus tahun yang lalu.

Jama’ah Muslim Ahmadiyah didirikan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) pada 1889. Beliau dipercaya sebagai Imam Mahdi yang dikabarkan kedatangannya oleh Nabi Muhammad s.a.w. Setelah wafatnya, Jama’ah ini dipimpin khalifah-khalifah. Pada 1992-1993 didirikanlah Moslem Television Ahmadiyya yang bisa dikatakan Televisi Muslim pertama secara internasional pada masa Khalifah keempat, Mirza Tahir Ahmad sebagai tanda sempurnanya kabar gaib diatas. Televisi tersebut masih berlanjut hingga sekarang pada masa kekhalifahan kelima, Mirza Masrur Ahmad.
http://www.mta.tv/

3 Tanggapan to "Muslim Television Ahmadiyya: Tanda Zaman Mahdi"

Alhamdullah.!smoga syiar kebaikan tidak terhenti oleh kemunafikan

KHUTBAH IDUL FITRI 2010 OLEH IMAM MAHDI AL JABIR

Ditulis oleh himpass di/pada Oktober 2, 2010

Itu ayat-ayat Allah, kami membacakannya kepadamu dengan benar, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara rasul-rasul.

Wahai sekalian manusia, sudah 10 tahun aku bacakan ayat2 Allah kepadamu, maka sebagian kamu ada yg percaya dan sebagian mereka ada yg mengingkari. Yg percaya mengetahui dan menyadari bahwa yg aku bacakan adalah muthlak ayat2 Allah yg tidak ada keraguan padanya. Yg tidak dicampuri oleh sebarang kitab yg dikarang oleh manusia, baik kitab arab, kitab jawi, kitab kuning atau kitab2 selain AlQur`an yg selalu oleh orang2 yg mengingkari menempatkan kitab2 tsb berdampingan dgn AlQur`an. Dgn kata lain bagi orang2 yg mengingkari, ada bagi mereka kitab selain atau sebelum AlQur`an yg mesti atau wajib mereka perpegangi dgn teguh.

Atau Adakah kami memberikan sebuah Kitab kepada mereka sebelum Al Quran, lalu mereka berpegang dengan Kitab itu ?

Ketahuilah olehmu, aku sampaikan Ayat Allah atas perintah Allah, sehingga tidak diterima alasanku untuk mengelak dengan mengatakan: “Maa ana bi qari”, “aku tidak bisa bahasa Arab”, “aku tidak pandai ilmu tafsir”, “aku tidak ahli nahwu” dan sebarang kata untuk menghindar. Maka bagi yg percaya tidak sedikitpun mereka ragu dengan apa yg aku bawakan berupa keterangan2 yg jelas yakni AlQur`an. Tidaklah orang beriman banyak bernyata atau bertanya ketika aku sedang menyampaikan AlQur`an dgn perkataan, “ini cerita orang dulu Pak Jubeir…” atau “dhamirnya ini kemana Pak Jubeir…”, bahkan mereka tersungkur sujud berserah diri dengan pengakuan dihadapanku bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad Utusan Allah. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa Muhammadar rasuulallaah.

Bagi yg mengingkari, AlQur`an yg aku bacakan menjadi kebimbangan dan keraguan yg menggelisahkan, shg AlQur`an bagi mereka menjadi kegelapan. Aku seru mereka dgn AlQur`an bagaikan menyeru dari tempat yg sangat jauh.

Dan Jikalau kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak pernah dijelaskan ayat-ayatnya?” apakah yang membacakannya orang selain Arab sedangkan ini Bahasa Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.

Aku bacakan AlQur`an kepadamu sekalian dengan kekuatan Allah yg tiada menandingi kekuatannya oleh manusia manapun dimuka bumi ini, walau mereka menuntut ilmu sampai kenegri Arab dgn berbagai gelar dunia atau sampai alam gaib, sekalipun mereka bersatu dgn para jin. Maka degarkanlah baik2 ayat2 Allah yg aku bacakan kepadamu sekalian dan terimalah! Percayalah!, baik dengan suka atau terpaksa. Dogma dan doktrin agama yg kamu telah dapatkan sedari nenek moyangmu, yg dipelajari dari sekolah2 dgn memakai kitab2 yg dikarang dan dibuat2 manusia mengakibatkan timbulnya keyakinan, perkataan sampai perbuatan yg bunyinya, “dgn mempelajari kitab2 sekolah itu barulah bisa mengerti ayat2 Allah atau AlQur`an”. Dgn kata lain, mereka menyakini bahwa, kitab2 yg mereka pelajarilah yg menerangkan AlQur`an. Pada hal AlQur`anlah yg menjelaskan segala sesuatu serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi yg percaya.

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Alaahu akbar 3x walillaahilhamd

Itu ayat-ayat Allah, kami membacakannya kepadamu dengan benar, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara rasul-rasul.

Wahai jama’ah shalat ‘idul fithri yg di rahmati Allah. Aku bacakan kepadamu AlQur`an ini dengan sebenar2nya, agar kamu berpegang teguh padanya karena ini adalah Kalam Tuhanmu, bahwa sesungguhnya kamu benar2 salah seorang diantara rasul-rasul itu. Apakah kamu percaya Kalam Tuhanmu ini dengan ikhlash?! Akupun tau bahwa amat berat mempercayainya. Sebahagian akan mengatakan: “mustahil ini bisa terjadi”, “ini mengada-ada”, “ini sihir yg nyata” dan sebarang perkataan keraguan bahkan pengingkaran. Namun ingatlah olehmu sekalian bahwa dikalangan kamu ada rasul Allah. Yg ia lebih mengikuti perkataan Tuhannya dari pada perkatan manusia dimuka bumi ini, walau semua manusia dimuka bumi ini telah sepakat dgn kata2 pada kitab selain AlQur`an yg disejajarkan mereka dgn AlQur`an karena ada ayat2 Alqur`an didalamnya.

Bagi kamu yg percaya dgn ikhlash, maka benarlah kerinduanmu pada rasul Allah kecintaanmu kepada Rasul Allah dan benarlah kamu sedang berada diatas jalan yang lurus. Kamulah orang2 yg cerdas walaupun kamu tak pernah duduk dibangku sekollah, tak pernah kenegri Arab apalagi tau Bahasa Arab.

Dan Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

Sebaliknya kamu ragu2 bahkan tidak menerima atau tidak percaya pada kalam Tuhanmu ini, walaupun kamu sudah jadi professor dalam bidang agama, sudah dipanggil ustad, kiayi, shekh, guru dsb, sudah pergi mengelilingi bangunan tua di Mekkah dgn disuntik babi berkali2 yg diberi gelar haji jika sudah pulang, ketahuilah olehmu kamu sedang dalam keadaan jahiliyah yg nyata. Na’udzubillaah, tsumma na’udzubillaahi min dzaalik.

Kedatangan Rasul Allah yang membawakan berita besar (naba` – nabi) ditandai dgn bertashbihnya segala apa yg dilangit dan dibumi kepada Allah sang Pencipta yg mendatangkan Rasul itu. Tapi oleh orang2 mengatakan musibah atau bencana alam. Kedatangan para pembawa berita besar (naba`- nabi) pada suatu negri ditandai dengan disempitkan dan menderitanya penduduk suatu negri itu, karena kebanyakan penduduk negri itu yg mendustakan dan mengingkari Rasul pembawa berita besar tsb.

Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

Namun seandainya penduduk negri itu menerima dan percaya dgn apa yg diturunkan Allah, yg berupa anak manusia sebagai nikmat Allah yg paling besar, yg diminta2 oleh manusia baik yg berada dilangit dan bumi setiap waktu, maka nikmat tuhan kamu yg mana lagi yg kamu dustakan?!

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadanya setiap waktu, dia dalam kesibukan.

Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Allaahu akbar 3x walillaahilhamd

Itu ayat-ayat Allah, kami membacakannya kepadamu dengan benar, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara rasul-rasul.

Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya[158] beberapa derajat. dan kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus[159]. dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, Maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

Allaahu akbar 3x walillaahilhamd

254. Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang Telah kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at[160]. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim.

255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

257. Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

MEDAN-SUMATRA UTARA – INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya

Juli 2010
M S S R K J S
« Jun   Agu »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Rated

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: