Dildaar80's Weblog

Kepercayaan Tak Bisa Kiamat

Posted on: 8 November 2009


Selasa, 06-05-2008 13:40:33 oleh: Binsar Antoni Hutabarat
Kanal: Opini

Janji pemerintah untuk melindungi warga Ahmadiyah lagi-lagi tak menjadi kenyataan, tanggal 28 April dini hari, aksi massa sekitar 400 orang berhasil membakar dan merusak masjid dan fasilitas Madrasah Al Furqon, milik anggota Ahmadiyah di kampung Parakan Salak RT/RW 02/02, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Massa baru meninggalkan tempat kejadian setelah masjid benar-benar terbakar.

Meski tak ada korban jiwa, Jemaat Ahmadiyah kembali harus tunggang langgang menyelamatkan diri dari amuk massa yang kedatangannya sebenarnya telah diketahui, namun tak mendapat antisipasi dari pihak kepolisian. Peristiwa seperti ini bukan hal baru di negeri ini. Terlalu banyak kekerasan massa terjadi di negeri ini yang tampaknya mendapatkan pembiaran dari pemerintah, entah apa yang menjadi alasan, masih menjadi teka-teki yang tak pernah terkuak hingga hari ini.

Sungguh mencengangkan, tindakan kriminal seperti itu tak pernah membawa seorang pun ke dalam penjara, akibatnya kejadian seperti itu terus berulang. Yang lebih memprihatinkan adalah, kekerasan di negeri ini tumbuh subur di atas pemahaman bahwa kekerasan massa bisa membuat suatu keyakinan atau kepercayaan mengalami kiamat.

Padahal, sampai hari ini pandangan itu tak pernah terbukti. Pandangan itu bisa tumbuh subur bukan hanya karena indoktrinasi yang tak bertanggung jawab, tetapi juga karena masyarakat tampaknya kurang belajar mengenai sejarah. Seandainya rakyat di negeri ini mau belajar dengan teliti tentang sejarah, pastilah kita akan paham, mengapa keyakinan tak pernah bisa dikiamatkan dengan menggunakan kekerasan, baik melalui kekerasan massa, maupun melalui tangan pemerintah yang berkuasa.

Bahkan terhadap kepercayaan yang disebut bidat sekalipun, seperti Yearn For Zion misalnya. Mengamati sejarah lahirnya Sekte Yearn For Zion (YFZ), sekte poligami pimpinan Warren Zeffs di Eldorado, Amerika Serikat akan sangat bermanfaat untuk memahami betapa pembelengguan keyakinan tak pernah membuahkan hasil, apalagi mengkiamatkannya.

YFZ adalah pengikut mormon fanatik, dengan nabinya Joseph Smith muncul pertama kali pada tahun 1847. Karena tekanan pemerintah, Gereja Mormon ini melepaskan paham poligami pada tahun 1890. Namun, pengikut mormon fanatik itu diam-diam membentuk sekte yang mempertahankan poligami, seperti YFZ.

Pihak berwajib di Amerika pada tanggal 3 April 2008 menggerebek kompleks sekte tersebut karena laporan tindak kriminal, yaitu penyiksaan terhadap seorang gadis berumur 16 tahun yang dipaksa menjadi istri ketujuh dari seorang pria berusia 49 tahun. Tindakan penggrebekan pemerintah itu menimbulkan kekecewaan para pengikut sekte, karena mereka telah ada di sana bertahun-tahun dan tak pernah ada persoalan. Oleh pengikut sekte itu pemerintah dianggap telah melangkah di luar kewenangannya karena tindakan kriminal oknum pengikut sekte tidak bisa dijadikan dasar untuk pemasungan kebebasan keyakinan, apalagi laporan tindak kriminal itu disanggah bukan hanya pengikut sekte laki-laki, tetapi juga kaum perempuan.

Pemberangusan sekte poligami di Amerika juga pernah terjadi pada tahun 1935, 1944 dan 1953. Meski demikian, pengacara dan sejarah poligami dari Atlanta, Ken Driggs berkomentar bahwa pemberangusan itu tidak akan pernah bisa memunahkan sekte poligami, bahkan dikuatirkan penampakannya akan semakin ekstrim. Kiamat untuk bidat tak akan pernah terjadi, meski dengan cara kekerasan sekalipun. Jelaslah, kebenaran bahwa kepercayaan tak pernah bisa dipunahkan meski dengan cara kekerasan sekalipun terbukti lewat pengalaman sejarah sekte poligami di Amerika yang berkali-kali mengalami tekanan pemerintah, namun tetap saja tak pernah mengalami kiamat.

Indonesia dapat mengambil pelajaran itu dalam bersikap dengan berbagai keyakinan yang ada di negeri ini, apalagi terhadap mereka yang tak melakukan tindakan kriminal seperti dengan kelompok Ahmadiyah yang dikenal taat dengan pemerintah yang berkuasa, meski harus mengalami banyak penderitaan karena didiskriminasikan, bahkan sering kali mengalami ancaman kematian.

Kebebasan berkeyakinan

Sangat jelas, Konstitusi di negeri ini memberikan jaminan terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan, yang juga ditegaskan dalam Deklarasi Universal HAM, khususnya pasal 1 dan 18. Pemilihan keyakinan adalah hak bebas semua manusia yang memiliki hati nurani. Bahkan, negara hanya dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik apabila memiliki toleransi terhadap Religious Pluralism, dan untuk bisa melakukan hal itu jaminan terhadap kedaulatan individu (Sovereignty of individual person) syarat mutlak yang mesti dipenuhi.

Abraham Kuyper benar ketika mengatakan, “Setiap individu berkedudukan sebagai seorang raja dalam hati nuraninya, kecuali dari semua kewajiban-kewajibannya.” Manusia memiliki “Absolud Liberty of Conscience” baik untuk beragama maupun tidak sebagaimana dinyatakan dalam Deklarasi Universal HAM. Dan pengakuan adanya kedaulatan individu ini merupakan hak asasi yang paling utama dan negara harus menjaga hak-hak ini, barulah dapat dikatakan, ada proteksi HAM dalam suatu negara.

Kemerdekaan hati nurani ini merupakan akar dari “Civil Rights”. Dengan demikian jelaslah, setiap usaha untuk membelenggu suatu keyakinan dengan cara kekerasan tak pernah membuahkan hasil, dan melestarikan tindak kekerasan untuk mengiamatkan keyakinan adalah usaha memboroskan waktu dan tenaga tanpa manfaat sedikitpun, sebaliknya bisa menimbulkan balas dendam agama yang tak ada habis-habisnya.

Kebebasan berkeyakinan itu sesungguhnya tak bisa dikurangi oleh siapapun, karena itu adalah pemberian sang Pencipta, karena itu perlindungan terhadap jemaat Ahmadiyah seharusnya dilakukan dengan lebih serius oleh pemerintah. Bisa jadi, kegagalan pemerintah memberikan perlindungan terhadap Ahmadiyah akan menjadi preseden buruk bagi negeri ini, yang akan melahirkan gejolak agama yang tak akan pernah selesai.

Binsar A. Hutabarat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

November 2009
M S S R K J S
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Rating

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: