Dildaar80's Weblog

Apakah Ruh itu Kekal?

Posted on: 7 November 2009


Soal: Apakah ruh itu fana (tidak kekal) atau tidak fana?
Jawab: segala sesuatu itu fana dlm pengertian, bahwa segala sesuatu tidak dpt mempertahankan wujudnya dngn sendirinya. Hanya Zat Allah s.w.t. sajalah yg bisa mempertahankan keadaannya. Ruh pun berdiri di atas dasar pengertian itu.

Ruh-ruh selain ruh manusia yg Allah tidak mengadakan hubungan dengannya, semuanya itu pasti akan musnah dan fana. Tetapi manusia – zat yg bisa memperoleh wahyu dan ilham, dan jg mereka memperoleh/memiliki kemampuan utk dpt berbicara dengan Allah – keberlangsungan hidupnya tidak bergantung kpd badan jasmaninya, sebab sekali pun sudah berpisah dengan badan jasmaninya, ia masih tetap dpt bertahan.

Timbul satu pertanyaan, yaitu berapa lamakah ida dpt bertahan dalam keadaan seperti itu? Keputusannya hanya Allah sajalah yg tahu.
Menurut pendptku, ruh itu dari derajat yg satu bisa terus maju meningkat kpd derajat yg lebih tinggi, dan begitu pula dngn adanya berkat nusrat dan pertolongan Ilahi, keadaannya akan meingkat semakin baik dan secara mutawatir (berkesinambungan) akan terus menempuh safar (perjalanan) menuju Tuhannya. Safar tersebut merupakan perjalanan yg tidak ada hiingganya.

Untuk hal itu kita tidak bisa menggunakan kata ‘abadi’ (langgeng). Ukuran kelanggengan menurut kita tdk bisa kita terapkan kpd hal tersebut. Pada kenyataannya manusia itu tdk bs hidup abadi, akan tetapi setelah ia mati , ia tetap ‘hidup’.

Jadi, apakah sebenarnya ‘maut’ atau kematian itu? Maut adalah berobahnya satu keadaan kpd keadaan yg lain. Oleh karena itu, apabila dlm kenyataannya ruh pun menempuh tingkatan perobahan yg berbeda-beda, maka menurut keadaan itu sesungguhnya banyak macam kematian yg dialami. Sebab, manakala ruh menempuh kemajuan yg lebih tinggi, maka di puncak penghabisan martabat yg dicapainya itu – setelah ia berhenti utk beberapa lama – kemudian ia akan meningkat naik lagi. Hal itu berarti, bahwa di satu pihak ada kematian sedangkan di lain pihak timbul kelahiran baru.

Dengan berpedoman kpd beberapa ayat suci Al-Quran, saya bisa mengatakan, bahwa ruh itu langgeng, dalam pengertian ruh itu tidak akan mati, akan tetapi di pihak lain, ruh iru tdk dpt bertahan selamanya (tidak abadi), sebab ia (ruh) itu mutawatir (berkesinambungan) dan akan terus menempuh martabai-martabat serta derajat-derajat rohani yg berbeda-beda. Hal itu berarti keadaannya akan selalu berobah-obah.

Apabila surga dan neraka dijadikan obyek (misal), maka haikat di atas akan semakin jelas. Sebab, gamberan dan kesan yg ditampilkan oleh Al-Quran bhwa surga itu tdk pernah habis dan berakhir.

Banyak yg berpendapat bahwa puncak maqam/kedudukan ornag-orang suci hanya sampai di surga, akan tetapi saya kira pendapat itu tidak abenar, sebab menurut Al-Quran, sebagian manusia akan hidup selamanya di surga.

Atas dasar itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ruh manusia dlm menempuh derajat-derajat rohaninya itu akan memperolah maqam dimana ia akan tinggal untuk selama-lamanya.

Majlis Irfan/Tanya Jawab dng Mirza Tahir Ahmad, Imam Ahmadiyah 1982-2003 tgl 24 April 1987 di London, Inggris.
Peringkas: Ny. Surayya Ghazmi Sahibah, London
Penerjemah: Mlv. Munirul Islam Yusuf Sy.
diambil dari Darsus no 04/88 22 Januari 1988

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya.

November 2009
M S S R K J S
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Rated

Tweetku

RSS Berita Detik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: