Dildaar80's Weblog

RAHASIA KEWAJIBAN MEMBACA SURAT AL-FATIHAH DALAM SHALAT

Posted on: 12 Oktober 2009


Oleh : Abdul Rozzaq

Shalat adalah salah satu bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhannya. Dalam Islam gerakan dan bacaannya sudah ditentukan, namun pada saat sujud, ia diberi kesempatan untuk berdoa dengan bahasa sendiri tentang apa yang ia inginkan. Doa yang wajib dibaca dalam shalat itu adalah surat Al-Fatihah sebagaimana sabda Nabi suci Muhammad SAW berikut ini:

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَصَاعِدًا
Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Ummul-Kitab dan selanjutnya (Muslim, Abu Daud, An-Nasai dari Ubadah bin Ash-Shamid RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19664)

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُوْرَةٍ فِىْ فَرِيْضَةٍ أَوْ غَيْرِهَا
Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Hamdulillah dalam setiap rakaat dan satu surat dalam shalat Fardhu atau lainnya (Ibnu Majah dari Abu Sa’id RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19666)

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لاَ يَقْرَأُ فِيْهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خُدَاجٌ فَهِيَ خُدَاجٌ فَهِيَ خُدَاجٌ
Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Ummul-Kitab di dalamnya, maka itu adalah premature, maka itu adalah premature, maka itu adalah premature (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Abu Daud, At-Turmudzi, An-Nasai, Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19667)

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ فِيْهَا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul-Kitab di dalamnya (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Turmudzi, An-Nasai, Ibnu Majah dari Ubadah RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19669)

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَآيَتَيْنِ مِنَ الْقُرْآنِ مَعَهَا

Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul-Kitab dan dua ayat Al-Quran bersamanya (Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dari Ubadah RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19696)

Dari paparan beberapa Hadits tersebut dapat diambil beberapa pelajaran bahwa:

1. Disaat menunaikan shalat seseorang harus merasa hadir di hadapan Tuhannya dan dengan sadar menyampaikan doa-doa kepada-Nya, baik doa-doa yang sudah dibakukan oleh yang mulia Rasulullah SAW maupun doa yang disusun sendiri dalam bahasanya sendiri.

2. Doa yang harus mendapatkan perhatian istimewa adalah doa yang terdapat dalam surat Al-Fatihah, yaitu: Mohon agar senantiasa dibimbing di jalan yang lurus atau benar, yang dapat mengantarkannya menjadi golongan para Nabi, para Shiddiq, para Syahid dan para Shaleh sebagaimana firman Allah ta’ala dalam Al-Quran berikut:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا
Dan siapa saja ta‘at kepada Allah dan Rasul itu Muhammad shallallahu ‘alaihis salam, maka mereka itulah yang termasuk orang-orang yang telah dikaruniai kenikmatan oleh Allah, yaitu para Nabi, para Shiddiq, para Syahid dan para Shaleh. Mereka itu adalah sebaik-baik kawan. Itulah karunia Allah. Dan cukuplah Allah, Yang Maha mengetahui (An-Nisa, 4:69-70)

Kata MA‘A dalam bahasa Arab mempunyai 2 arti, terkadang berarti MIN artinya termasuk (bagian dari) dan JANIB artinya disisi (beserta). Kata MA‘A pada ayat tersebut harus diterjemahkan dengan MIN, karena Nabi Muhammad SAW, sejenis dengan orang yang ta’at kepadanya, yaitu sama-sama manusia sebagaimana firman Allah ta’ala berikut:
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ
Katakanlah, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, tetapi telah diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa (Al-Kahfi, 18:111)

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang Penyeru memanggil kami kepada keimanan, seraya berkata, bahwa “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu” maka kami telah beriman. Wahai Tuhan kami, karena itu ampunilah kami dosa-dosa kami, dan singkirkanlah dari kami kejahatan-kejahatan kami dan wafatkanlah kami termasuk golongan orang-orang saleh (Ali Imran, 3:194)
يَامَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Wahai Maryam, patuhilah Tuhan engkau dan sujudlah serta tunduklah hanya kepada Tuhan Yang Esa beserta orang-orang yang tunduk (Ali Imran, 3:44)
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا ءَامَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul ini, engkau lihat mata mereka mencucurkan air mata, disebabkan mereka telah mengenal kebenaran itu. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami beriman, maka catatlah kami di antara orang-orang yang menjadi saksi(Al-Maidah, 5:84)

Dalam ketiga ayat tersebut, kata kami dan orang-orang shaleh adalah sejenis; Maryam dan orang-orang yang tunduk juga sejenis; demikian juga kami dengan orang-orang yang menyaksikan juga sejenis. Oleh karena itu, kata MA‘A dalam setiap ayat tersebut harus dimaknai dengan MIN, artinya termasuk dalam golongan.

Adapun MA‘A yang mempunyai makna JANIB artinya disisi atau bersama adalah MA‘A yang digunakan dengan sesuatu yang tidak sejenis, misalnya Allah dengan manusia, manusia dengan kuda dll. Agar lebih jelas perhatikan ayat berikut :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan dengan sabar dan doa; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Al-Baqarah, 2:154)
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa (At-Taubah, 9:36)

الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Orang-orang yang menganggap ada tuhan lain disisi Allah, maka mereka akan lekas mengetahui (Al-Hijr, 15:97)

Iklan

3 Tanggapan to "RAHASIA KEWAJIBAN MEMBACA SURAT AL-FATIHAH DALAM SHALAT"

as wr wb naskah cukup baik semoga berguna, mohon ijin paste, trim ya

http://www…silakan brother…asal dicantumkan penulisnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

Oktober 2009
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Rating

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: