Dildaar80's Weblog

Hak Mengangkat Nabi

Posted on: 7 Oktober 2009


AHMADIYAH:
Sikap Umat Islam

Sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh Bpk. Irfan S. Awwas, Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahiddin, pada kolom Komentar majalah Gatra 30 Juli 2005, patut diberi tanda-kutip. “Hak siapa sesungguhnya menetapkan seseorang menjadi nabi atau Imam Mahdi? Hak Allah SWT atau hak manusia?”

Menurut saya, hak untuk menetapkan seseorang menjadi nabi atau Imam Mahdi sepenuhnya menjadi hak Allah SWT yang tidak bisa diganggu-gugat apalagi diprotes oleh manusia. Masalahnya, bila Allah SWT mengangkat seseorang menjadi nabi, maka sifatnya sangat pribadi sekali. Hanya Allah SWT dan orang yang diangkatnya sajalah yang mengetahuinya. Selanjutnya, menjadi kewajiban bagi seseorang yang telah diangkat-Nya itu untuk menda’wakan diri kepada dunia. Dalam Al Quran terdapat perintah yang dimulai dengan ucapan “Qul !”, “Katakan !”, untuk memproklamirkan kenabian itu.

Adapun yang menjadi hak manusia hanyalah pilihan untuk memercayai pengakuan orang itu, atau mengingkarinya. Allah SWT Sendiri memberikan kebebasan itu, seperti firmannya dalam surah Al Kahfi ayat 29: “ Wa qulil Haqqu mirrobbikum. Fa man sya-a falyu’min, wa man sya-a falyakfur”. “Katakanlah, kebenaran ini dari Tuhanmu. Maka barangsiapa menghendaki, berimanlah. Dan barangsiapa menghendaki, ingkarilah”.

Menurut hemat saya, orang-orang pengikut aliran Ahmadiyah itu berada pada posisi yang sama dengan umat Islam lainnya, memercayai Rukun Iman yang sama dan Rukun Islam yang sama. Bedanya, setelah adanya pengakuan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (sebagai Imam Mahdi dan Nabi Isa yang dijanjikan), mereka memilih untuk memercayainya.
Menurut hemat saya pula, menetapkan sebuah golongan sebagai aliran sesat sepenuhnya menjadi wewenang Allah SWT. Firman-Nya: “Qul, kullun ya’malu ‘ala syaakilatihi, fa robbukum a’lamu bi man huwa ahda sabilaa”. Katakan, setiap orang beramal menurut cara dan keyakinannya sendiri, tetapi Tuhan-mu lah yang lebih mengetahui siapa yang lebih terpimpin jalannya. (Tercantum dalam surah Bani Israil ayat 84). Jadi, apa hak Majelis Ulama Indonesia dan Departemen Agama untuk menetapkan aliran Ahmadiyah sebagai sesat? Apakah Majelis Ulama Indonesia dan Departemen Agama merasa lebih tahu dari Allah SWT?

Mereka yang melakukan kekerasan karena penyerangan ke Kampus Mubarak jelas-jelas telah melakukan tindakan melanggar hukum. Justru seharusnya umat Islam mendesak Pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap pelaku kerusuhan, demi menjamin tegaknya hukum dan ketertiban di negeri ini.

Nur Hidayat Sadkar
Kp. Goler, Bayongbong
Garut.

Iklan

2 Tanggapan to "Hak Mengangkat Nabi"

senang berjumpa dengan teman blogger di jagat raya blogsphere yang tulisannya menarik-menarik seperti ini,
Saya Agus Suhanto, salam kenal…

salam kenal juga mas Agus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya

Oktober 2009
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Rating

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: