Dildaar80's Weblog

Mengapa pada hari Idul Fithri kita Bergembira??

Posted on: 24 September 2009


إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Hari ini selain hari Rabu, orang-orang menyebutnya hari Ied juga. Namun kebanyakan manusia tidak tahu apa arti Ied itu. Anak-anak juga merasa senang pada hari Ied ini, sebab mereka memakai pakaian serba baru dan mendapat banyak makanan dan kueh-kueh yang sedap dan lezat. Anak-anak sekolah juga merasa senang, sebab pada hari ini mereka libur sekolah atau tidak pergi untuk kegiatan lainnya lagi. Anak-anak merasa senang karena hari yang ditunggu-tunggu sejak beberapa hari yang lalu sekarang sudah tiba waktunya. Namun mereka merasa gembira bukan karena paham apa arti Ied itu, melainkan hanya karena mereka mendapat makanan yang lebih banyak dan lebih spesial dari makanan yang mereka makan sehari-hari.

Banyak sekali orang-orang yang tidak paham mengapa pada hari Ied ini mereka merasa sangat gembira sekali. Hal apa yang menambah spesial yang tidak diperoleh sebelumnya sehingga mereka merasa benar-benar gembira sekali pada hari Ied ini. Jika kegembiraan ini disebabkan hanya mendapat makanan yang sedap dan lezat saja, toch pada hari lain juga makanan seperti itu dapat dibuat dan dihidangkan. Tidak berarti makanan yang dihidangkan pada hari ini tidak dapat dihidangkan pada hari-hari lain. Bahkan pada hari-hari lain juga makanan yang lebih baik dari itu pun dapat saja dihidangkan. Atau apakah karena pada hari ini orang-orang memakai pakaian serba baru sehingga hati mereka merasa sangat gembira ? Tidak. Bukan karena hal itu, sebab pada hari-hari lain juga manusia bisa memakai pakaian yang baru dan bagus mungkin lebih baik dan lebih bagus dari itu.

Jadi, apabila ditanya kepada orang-orang, mengapa pada hari Ied ini semuanya merasa gembira? Maka kebanyakan mereka menjawab bahwa, Ied adalah hari kegembiraan bagi kita semua. Nampaknya perkataan Ied inilah penyebab kegembiraan bagi mereka. Banyak kata-kata yang mempunyai pengertian yang sangat erat hubungannya dengan pembawaannya, sehingga dengan mendengar kata itu saja kesannya segera terasa di dalam hati. Demikianlah perkataan Ied juga dengan mendengarnya saja kesannya langsung masuk kedalam hati manusia. Banyak sekali orang Islam yang tidak mengetahui hikmah yang terkandung di dalam perkataan Ied itu. Namun demikian orang-orang pasti merasa gembira dengan mendengar perkataan Ied ini, sehingga akan menimbulkan kesan semangat di dalam hati mereka.

Dengan memakai pakaian baru dan pergi bertemu dengan kerabat atau handai taulan banyak sekali orang-orang menjadi gembira. Akan tetapi orang-orang yang berakal dan bijaksana tidak akan merasa gembira hanya dengan keadaan begitu saja. Perhatian orang berakal dan bijaksana selalu terpusat kepada hikmah dari pada pekerjaan yang ia lakukan. Orang yang bergembira tanpa mengenal pasti apa gerangan hikmah yang menjadikannya gembira itu, maka kegembiraannya itu sedikitpun tidak mengandung hakikat apa-apa. Kesenangannya, kegembiraannya dan keriangannya seakan-akan seperti hasil memakan sebutir kapsul obat yang memberi kesembuhan hanya sementara sifatnya. Pada hari ini jika semata-mata karena hal-hal tersebut di atas seseorang menjadi sangat gembira, maka orang yang bijaksana tidak perlu bergembira. Sebab dibanding dengan hari-hari sebelumnya perbelanjaan untuk kepentingan hari ini sangat banyak sekali. Sebab pada hari-hari lain juga sarana-sarana untuk menciptakan kegembiraan semacam itu dapat dipersiapkan juga.

Secara zahirnya kita bisa menyaksikan keadaan sehari-hari bahwa perkara yang menyebabkan manusia gembira di antaranya adalah, apabila seorang anak lelaki telah lahir, di saat itu seluruh keluarga menjadi gembira. Atau seseorang yang baru menikah, ia sangat bergembira karena waktu yang diidam-idamkannya sudah terlaksana. Atau seseorang telah memperoleh rizki atau harta setelah ia berusaha keras, atau ada juga yang bergembira karena telah naik pangkat di dalam pekerjaannya, atau seorang pengusaha merasa sangat gembira karena telah mendapat keuntungan yang sangat besar, atau seorang petani sangat senang dan gembira karena telah memperoleh hasil panenannya yang melimpah, sawah ladangnya sangat subur mampu mendatangkan hasil yang sangat baik dan unggul. Atau sebuah negara telah berhasil memerangi dan menaklukkan musuhnya sehingga seluruh negeri merayakan kemenangan itu dengan penuh gembira. Atau seorang pelajar telah berhasil meraih kelulusan di dalam ujiannya, Ia merasa sangat gembira, sebab sepanjang tahun ia telah belajar keras. Jadi semua kegembiraan itu ada penyebab-penyebabnya yang tertentu.

Akan tetapi mengapa orang-orang yang merayakan Ied atau mengapa pada hari Ied orang-orang merasa gembira ?? Apakah pada hari itu di rumah mereka juga telah lahir seorang anak lelaki ?? Apakah pada hari itu seorang kawan telah melakukan pernikahan? Ataukah seorang pedagang telah meraih keuntungan yang sangat besar di dalam bisnisnya? Atau seseorang petani telah menghasilkan panenannya sangat baik dan melimpah? Atau seorang pelajar telah lulus di dalam ujiannya? Atau seseorang telah berjaya mengalahkan musuhnya ? Tidak ada satupun alasan di atas yang membuat orang bergembira merayakan Iednya. Maka jika tidak ada satupun alasan di atas itu menjadi penyebab bergembiranya seseorang merayakan Iednya, atau tidak ada suatu penyebab lain lagi yang paling luhur sekalipun, yang menjadikan ia bergembira merayakan Iednya, maka kegembiraan merayakan Ied semacam itu merupakan pekerjaan orang yang tidak waras otaknya.

Pada hari Ied itu harus ditanyakan kepada orang-orang yang merayakan Ied ini. Apa yang menyebabkan kamu bergembira merayakan Ied ini? Jika ia bergembira karena telah memakai pakaian baru, atau karena memakan makanan dan kueh-kueh yang lezat, maka bergembira disebabkan hal itu saja, bukanlah pekerjaan orang berakal dan bijak. Sebab seorang bergembira karena karya sederhana yang juga dapat dilakukannya setiap hari dan untuk melakukannya diperlukan banyak sekali perbelanjaan, karya itu tidak bisa disebut karya orang bijak.

Membahas tentang kegembiraan seperti itu menggugah ingatan saya (Khalifah ke-2) kepada peristiwa di zaman Hazrat Khalifatul Masih I r.a. Yaitu, ketika kami sedang belajar kepada Hazrat Khalifatul Masih I r.a., seorang perempuan tua telah datang kepada beliau dan berkata sambil tertawa-tawa, Maulana Sahib ! Anak saya telah mati terserang penyakit ta’un !! Setelah berkata demikian ia pun pergi lagi sambil tertawa-tawa sepanjang jalan. Hari berikutnya datang lagi sambil tertawa-tawa berkata kepada beliau r.a., Huzur !! Anak saya yang kedua pun sudah meninggal lagi !! Pada hari ketiga datang lagi dengan susah ia mau tertawa, namun tertawa juga dan berkata, Maulana Sahib !! Suami saya pun sudah meninggal juga !! Sampai ada empat orang meninggal di rumah perempuan itu, namun perempuan itu tetap tertawa-tawa terus, sehingga mengalirlah air dari kedua matanya.

Mengapa perempuan itu tertawa terus, apakah ia gembira karena kematian anak-anaknya dan suaminya itu?? Bukan, ia bukan gembira karena kematian anggota keluarganya itu, melainkan karena ia mengidap penyakit saraf atau gila. Hati perempuan itu merasa sedih, kejadian yang telah menimpanya secara berturut-turut itu sangat menyedihkan hatinya. Seharusnya perempuan itu menangis tersedu-sedu, akan tetapi ia bukan menangis bahkan tertawa-tawa. Apakah perempuan itu betul-betul gembira? Tidak, ia gembira karena ia perempuan gila, disebabkan gangguan saraf.

Sekarang saya (Khalifah ke-2) ingin bertanya mengapa pada hari ini semua bergembira ?? Hari ini banyak orang-orang Islam diseluruh dunia bergembira-ria. Jawabnya tidak lain, karena hari ini hari Ied. Akan tetapi bagi orang yang telah mengetahui serta memahami intisari syari’at agama, ia akan menjawab begini; “Pada hari ini orang-orang Islam berkumpul untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan, sebab sebagai orang Islam ia telah menunaikan ibadah kepada Allah swt secara kamil atau sempurna selama satu bulan di dalam bulan Ramadhan. Jadi kegembiraan yang tengah dirayakan pada hari ini bukan atas dasar nikmat-nikmat keduniawian, melainkan kegembiraan dirayakan atas dasar terpenuhinya perjanjian yang telah dibuat dengan Tuhan dan selama satu bulan penuh telah meninggalkan barang-barang yang telah dihalalkan sekalipun, semata-mata demi meraih keridahaan Allah swt.”
Akan tetapi orang-orang yang telah meninggalkan ibadah puasa tanpa uzur, tanpa alasan syari’at, makan-minum pada waktu siang hari, mengikuti godaan hawa nafsu mereka, dan melanggar perintah Allah swt tanpa alasan syari’at, mereka itu telah berbuat zalim terhadap diri mereka sendiri. Pada hari ini tidak ada kebahagian dan kegembiraan bagi mereka, bahkan hari ini harus menjadi hari berkabung atau hari berduka cita bagi mereka.

bersambung

KHUTBAH IEDUL FITHRI 1 SYAWAL 1335
HAZRAT KHALIFATUL MASIH II r.a.
DI MASJID AQSHA QADIAN
TANGGAL 22 JULY 1917

5 Tanggapan to "Mengapa pada hari Idul Fithri kita Bergembira??"

Hari ‘Ied secara ritual dilaksanakan pada bulan ramadhan dengan seribusatu macam hikmahnya. Namun, penggenapan surat-l-Maidah : Allaahumma anzil ‘alaynaa maiidatan-minas-samaa-i, takuunu lanaa ‘Iidan-li-l-awwaliina wa-l-aakhiriin,… tidak untuk bulan ramadhan, melainkan untuk berkesinambungan bagi orang yang telah mendapatkan karunia tersebut. Nah, apa yang Tuan ketahui dengan hidangan dari langit yang akan menjadikan hari ‘ied yang terus-menerus, bukan hanya di bulan sesudah ramadhan tok ?

perjumpaan dengan Tuhan/ma’rifaat hakiki..karunia/ma’rifat baru didapat ketika bulan romadhon dan terus-menerus dimiliki setelahnya..

boleh sy tahu anda siapa? Kenapa memanggil sy tuan? apakah anda JAI?

dihari itulah umat islam merdeka.

merdeka melawan nafsu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya

September 2009
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Rated

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: