Dildaar80's Weblog

Mengapa Terlarang Menggambar (jg Mematungkan) Nabi?

Posted on: 14 September 2009


Saya membaca suatu tulisan dalam majalah ‘Time’ tanggal 18 April 1955 yang diterbitkan di Amerika Serikat. Di dalamnya dibicarakan perkara gambar Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam juga, hanya disini mengenai patung. Setelah membaca tulisan itu saya merasa sedih karena dari ini tulisan itu ternyata bahwa bukan hanya khalayak ramai saja, malahan orang-orang perwakilan diplomatik dari negara-negara Islam yang berada di Amerika juga tidak mengetahui apa sebabnya kita umat Islam tidak suka gambar Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam dibuat dan disiarkan. Karena ketidak-tahuan mereka itu maka jawaban yang mereka berikan untuk menerangkan persoalan itu jangankan akan menyebabkan orang-orang lain mengerti malahan menyebabkan mereka ini bertambah tidak tahu. Dan hasilnya begitu rupa sehingga jangankan mereka akan bersimpati dengan kita, malahan orang-orang lain itu menertawakan kita.

Dalam tulisan majalah ‘Time’ itu diceritakan bahwa pada sebuah gedung pengadilan negeri di New York akan ditempatkan kembali lima buah patung dari ahli-ahli hukum dunia yang terbesar sesudah diturunkan dari sana untuk diperbaiki karena sudah mulai rusak. Diantara kelima patung itu terdapat sebuah patung dari junjungan kita Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam tetapi akhirnya atas desakan Pakistan, Indonesia dan negara-negara Islam lain pengurus yang mengatur pekerjaan menempatkan kembali patung itu memutuskan untuk tidak menempatkan kembali patung Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam. Penulis majalah itu telah memainkan penanya secara tak jujur dan melahirkan celaan-celaan dengan tidak terus terang. Akhirnya ia berkata bahwa sedikitpun tidak ada alasan bahwa penduduk kota New York akan bisa menyembah patung Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam. Berhubung dengan tidak jadinya patung Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam itu ditempatkan pada gedung pengadilan yang terletak di Manhattan (sebagian dari kota New York) itu maka penulis itu memberi karangannya dengan kepala/judul “Hegira from Manhanttan” ( Hijrah dari Manhattan ).

Suatu Pertanda

Kita tidak berkeberatan kalau peristiwa tidak jadi ditempatkannya patung Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam di gedung Manhattan itu disebutkan sebagai Hijrah. Malahan kita menggangap hal itu sebagai suatu pertanda atau alamat yang mengggembirakan. Karena dengan demikian Tuhan rupanya telah mentakdirkan Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam seorang manusia yang tidak ada duanya, dengan segala kebesaran sebagai seorang panglima yang baru menang akan kembali pada tempat dari mana beliau telah hijrah itu. Kita mengucapkan: ‘alhamdu lillah, orang Amerika telah menyerahkan negerinya kepada Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Mughirah ibni Syu’bah pernah berkata: “Allahu Akbar, Kisra (Raja Persia) telah menyerahkan tanah airnya ke tangan kami.”
Tetapi kalau penulis itu berkata bahwa orang tak usah khawatir bahwa penduduk kota New York tidak akan mungkin sampai menyembah patung Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam maka hal itu adalah tidak benar. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan penduduk kota menyembah seorang manusia bernama ‘Jesus’ yang bilamana mereka nanti mengerti hakikat dan kedudukan Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam yang sebenarnya, sedang pendidikan (agama) mereka tidak pula terjaga baik, maka sangatlah dikuatirkan bahwa penduduk itu akan meninggalkan pemujaan terhadap Jesus dan sebagai gantinya akan memuja dan menyembah lebih besar lagi terhadap Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam. Kenapa demikian? Hal demikian karena jika kedua orang (Nabi ‘Isa ‘alaihissalam dan Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam) itu dibandingkan maka Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam beribu-ribu lebih besar dan mulia dari Jesus. Maka itu untuk menegakkan tauhid atau keesaan Tuhan dan untuk kepentingan dan kebaikan orang-orang Amerika maka kemungkinan akan terjadinya yang dikuatirkan itu hendaklah dicegah dari sekarang.

Kita kembali lagi kepada persoalan yang kita bicarakan tadi. Dari tulisan majalah ‘Time’ itu nyatalah bahwa orang-orang perwakilan diplomatik dari negara-negara Islam tidak memberikan penerangan yang seharusnya sehingga karena itu musuh-musuh Islam mendapat kesempatan untuk melampiaskan keinginan-keinginannya yang tidak baik terhadap pribadi nabi kita, Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam. Maka itu saya sengaja membuat karangan ini dan saya berharap agar isi karangan ini dapat memberi penjelasan kepada orang-orang yang belum tahu apa maksud dari laragan membuat gambar Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam

Penerangan Atas Larangan

Islam adalah suatu syari’at yang paling sempurna dan yang terakhir. Setiap hukum dan perintahnya sangat memperhatikan fitrat dan rasa manusia. Itulah sebabnya maka bila ia melarang sesuatu perbuatan itu terlarang tetapi ia jua menerangkan apa yang menjadi faktor dan pendorong dari perbuatan terlarang itu dan melarang kedua hal itu dikerjakan dan larangan itu diberikan secara demikian sehingga kita dapat melawan yang terlarang itu dengan mudah dan dapat membentengi diri kita dari kejahatan.

Menghindarkan diri dari suatu perbuatan dosa yang sudah dilakukan manusia turun-temurun dan yang sudah merpakan adat kebiasaan bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk mencapai itu segenap rasa dan perhatian manusia harus dibelokkan ke jurusan lain. Mereka bukan hanya harus dicegah mengerjakan perbuatan-perbuatan bid’ah yang mereka adakan sendiri itu, tetapi mereka juga harus dilarang melakukan sesuatu perbuatan yang dapat menimbulkan ingatan dan perasaan kepada hal yang terlarang dan yang akan melemahkan kekuatan iradah/kehendak mereka. Dalam bahasa Punjab ada pepatah: ‘Jangan kamu tanyakan jalan ke suatu desa bila engkau tidak berkehendak pergi ke sana’. Islam menjalankan cara seperti itu. Ia mengatakan bahwa kalau engkau tidak ingin pergi ke suatu tempat karena ingin memperoleh keridhaan Tuhanmu, janganlah engkau tanyakan jalan ke tempat itu, bahkan mukamu jangan engkau hadapkan ke sana.
Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam dengan sabda beliau: Bila penggembala menggembala ternaknya di dekat tempat terlarang sangat mungkin sekali bahwa ternaknya akan masuk kedalam tempat terlarang itu sehingga karena itu yang empunya tempat itu akan marah kepada penggembala itu. Selanjugnya beliau bersabda: Tempat terlarang kepunyaan Allah, Raja dari langit dan bumi, ialah apa-apa yang yang diharamkannya. Kalau engkau ingin menghindarkan dirimu dari larangan-larangan Tuhan itu, janganlah kaudekati tempat terlarang itu, karena hewan nafsumu buta dalam memenuhi kehendaknya. Kalau engkau lengah sekejap saja ia akan masuk ke tempat terlarang itu. Oleh karena itu gembalakanlah ternakmu pada tempat yang terhindar dan terjauh dari tempat yang terlarang. Kalau ia pergi juga ke jurusan tempat yang terlarang engkau akan sempat menghalaunya sebelum ia sampai ke sana.

Al-Lamam

Tentang hal ini Allah berfirman dalam Al-Quran Suci:
‘alladziina yajtanibuuna kabaairol itsmi wal fawaahisya illal lamam’
“Orang-orang yang beramal baik ialah yang suka menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji kecuali lamam” (An-Najm: 32)
Yang dimaksud dengan lamam ialah daerah yang berada di dekat tempat larangan. Maksud firman Allah itu ialah bahwa orang-orang yg beramal baik adalah mereka yg bisa mengendalikan menahan nafsunya, yang karena kelemahannya sebagai manusia kadang-kadang sampai kepada daerah di dekat tempat terlarang tetapi kemudian memutar nafsunya ke arah lain.

Adalah karena mengingat dasar Islam yang diuraikan diatas ini maka Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam melarang pemakaian sesuatu benda yang akan dapat menggerakkan hati manusia melanggar perintah larangan meminum minuman keras setelah firman Allah tentang larangan minum turun. Beliau melarang pengikut-pengikut memakai alat-alat pembuat dan tempat menyimpan minuman itu. Selanjutnya beliau menjauhkan pikiran orang dari ingatan minuman dengan jalan memerintahkan supaya waktu-waktu yang tadinya dipakai untuk meminum minuman keras itu digunakan untuk dzikir kepada Allah dan beribadah kepada-Nya. Dalam usaha membasmi kejahatan minum itu beliau telah berhasil secara gilang gemilang jang tidak ada taranya. Dan ini adalah suatu mukjizat beliau yang tidak pernah terdapat pada nabi-nabi lain.

Musyrik Pemalu

Untuk menegakkan keesaan Allah yang merupakan tujuan utama dari Islam dan pendirinya, maka dasar yang dikemukakan di atas dipentingkan pula. Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam diutus ke dunia pada waktu syirik sedang bersimaharajalela dan itu sudah merupakan suatu warisan bangsa dan kaum turun-temurun. Bukan hanya orang-orang yang tidak beragama saja yang terperosok kedalam bencana itu bahkan orang-orang ahli kitab juga tidak terlepas dari cengkeramannya. Justru di saat itulah Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam mulai mengibarkan bendera tauhid. Beliau terangkan kepada kita macam-macam dari syirik sampai kepada bentuknya yang sehalus-halusnya. Begitu jelas dan jitu beliau menerangkan keburukan syirik itu sehingga jutaan orang penyembah berhala sekarang ini merasa malu kalau mereka disebutkan kaum musyrik (pagan/penyembah berhala). Sedang orang-orang yang menyembah tiga Tuhan dan bahkan mereka yang memuja seorang perempuan Maryam (Maria) disamping Tuhan atau yang sujud kepada berbagai-bagai wali berkeras mempertahankan anggapan mereka bahwa mereka tetap berpegang kepada tauhid (penyembahan hanya terhadap Tuhan dan mengakui keesaan/ketunggalan-Nya).

Jadi ajaran Islam telah berhasil besar membasmi syirik. Hasil yang besar ini tak akan mungkin dicapai oleh agama lain selain Islam; bahkan seperseribunya saja tidak. Dan usaha yang amat besar itu tidak akan dapat dilaksanakan Islam sendiri kalau ia hanya mencegah syirik-syirik yang lahir saja dan tidak melarang juga syirik-syirik yang tersembunyi serta bibit atau hal yang akan menyebabkan syirik tumbuh. Diantara macam-macam cara yang dilakukan Islam untuk memberantas syirik itu ialah melarang pembikinan gambar-gambar dan patung dari orang-orang (yg dicintai) Tuhan yang saleh. Larangan itu lebih-lebih berlaku terhadap pembuatan gambar dan patung nabi-nabi yang muncul ke dunia ini sebagai mazhar dari Tuhan. (berarti termasuk penggambaran/pelukisan thd Nabi ‘Isa/Jesus, Nabi Buddha, Kong Hu cu, Brahma/Abraham/Ibrahim, Socrates, dan nabi-nabi lainnya ‘alaihimusssalam yg sampai sekarang dipuja-puja sebagai dewa atau semacamnya. Barangkali termasuk juga penggambaran/pelukisan thd para wali/orang-orang suci-Dildaar)

Maksud larangan ini ialah supaya orang-orang jangan terperosok lagi kedalam jurang syirik karena melihat gambar dan patung itu sebagaimana sudah terjadi dengan orang-orang dahulu. Jadi sebab pertama maka islam melarang pembuatan gambar dan patung dari ialah untuk mencegah kemungkinan terbukanya kembali pintu syirik yang sangat berbahaya itu. Tetapi disamping sebab yang terutama dan terpenting itu masih ada lagi sebab-sebab lain buat larangan itu. Sebab yang pertama itu berhubungan dengan pengikut-pengikut dan murid-murid nabi. Sedang sebab-sebab yang lain bertalian dengan hal-hal lain.

Gambar Nabi Tidak Ada

Pekerjaan membuat gambar dan patung Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam adalah bertentangan dengan kesucian beliau sendiri. Tarikh/sejarah menunjukkan bahwa diwaktu beliau Nabi kita tak pernah bargambar dan kawan atau lawan beliau tak pernah pula membuat gambar –gambar atau patung beliau. Pun kemudian setelah beliau wafat tidak pula ada kehendak diantara orang-orang yang telah melihat keindahan dan kemuliaan rupa beliau untuk melakukan pembuatan gambar atau patung itu. Karena itu nyatalah bahwa gambar dan patung beliau yang dibuat orang belakangan adalah hasil dari daya khayal pembuat gambar atau patung itu belaka.

Kita berpendapat bahwa seseorang yang menggambarkan atau mematungkan Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam yang lahir ke dunia sebagai mazhar yang terbesar dari Tuhan, adalah menghina beliau, sekalipun yang melakukan pekerjaan itu ialah orang besar yang sangaqt cinta kepada beliau dan pekerjaan itu dikerjakannya dengan keikhlasan dan kesungguhan yang sebesar-besarnya. Bahkan saya dapat mengatakan bahwa Al-Masih Israili sekalipun, kalau ia betul-betul datang kembali ke duni ini, tidak akan sanaggup menciptakan rupa Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam yang sebetulnya dalam gambar atau patung karena maqam dan martabat Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam demikian luhur dan mulianya sehingga manusia yang bagaimanapun tak akan berdaya membayangkannya, bahkan malaikat sekalipun tak berani tampil kemuka untuk mengatakan hal itu.
“Karena tingginya kedudukan beliau maka bulu dan sayap Jibrail akan hangus karena pancaran yang maha-hebat dari nur Tuhan yanag menjelma pada diri beliau”, demikian bunyi suatu syair.

Meskipun maqam itu adalah maqam/kedudukan rohani, tetapi melukiskan gambar keindahan dan kemuliaan dari suatu tubuh dimana bersemayam suatu roh yang begitu luhur maqamnya tidaklah suatu pekerjaan yang berada dalam kemampuan seseorang manusia, kecualli seorang orang yang Allah sendiri memperlihatkan kemuliaan dan kecantikan itu kepadanya. Jadi sebab yang kedua maka kita tidak suka dibuat gambar dan patung yang dikatakan punya Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam ialah karena hal itu merendahkan bahkan menghina maqam beliau yang amat tinggi itu.

Selain itu patut pula diingat bahwa pekerjaan melukis tidaklah sama dengan memotret. Dalam pemotretan yang terjadi ialah penyalinan atau pemindahan yang betul dan tidak berlebih atau berkurang dari yang dipotret dan hasil potret itu serupa dengan bayangan yang terdapat di dinding karena sorotan sinaar. Yang demikian itu tidak tersua dalam pekerjaan melukis.

Kuas Pembohong

Tidaklah benar angggapan orang bahwa berbohong hanya dapat dengan lisan dan tulisa saja, karena pelukis juga dapat berbohong dengan kuasnya sebagaimana pembicara berbohong dengan lisannya dan penulis berdusta dengan penanya. Seorang pelukis tidaklah serupa dengan sebuah pesawat potret. Potret hanya menjelmakan yang terlihat keatas kertas, sedang pelukis selain dari berbuat seperti itu pula dengan indra penglihatannya juga menggunakan daya khayalnya. Jadi pekerjaan pelukis adalah dua kali. Ia tidak hanya melukiskan apa yang dilihatnya saja tetapi ia juga berusaha memasukkan semacam jiwa kedalam lukisannya. Ia tidak hanya menggambarkan tubuh manusia saja tetapi berikhtiar juga mengesankan roh pada tubuh yang dilukisnya itu, sehingga dari lukisan itu kelihatan baik atau buruk orang yang dilukiskannya. Karena orang yang dilukiskan menurut anggapan pelukis adalah jahat, maka ia akan memperlihatkan orang itu jahat dan kalau baik ia akan melukiskan baik.

Karena yang membuat gambar dan patung Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam hamper semuanya adalah orang-orang Kristen yang tidak mampu melihat nur Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam dan yang malahan menyimpan anggapan-anggapan salah dalam otak mereka terhadap beliau itu sebagai akibat propaganda salah yang didengar mereka dari pendusta-pendusta maka kedalam gambar atau patung Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam sudah tentu mereka masukkan juga anggapan atau sangkaan mereka yang salah itu. Bahkan mereka sengaja membuat gambar atau patung itu dengan maksud hendak memperlihatkan rasa benci orang yang melihat gambar atau patung itu terhadap diri Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam. Jadi sebagaimana banyak terdapat pembicara dan penulis Kristen yang berdusta dengan lidah dan pena mereka juga pellukis-pelukis Kristen berdusta dengan kuas mereka terhadap diri Nabi Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam.

Sampai di sini kita baru membicarkan kekeliruan atau kesalahan yang mungkin masuk kedalam barang-barang lukisan yang dibuat pelukis-pelukis itu. Karena lukisan-lukisan itu boleh dikatakan hanya abuah dari daya angan atau piker mereka sendiri. Sekarang mari kita tinjau lukisan-lukisan itu sendiri yang disebutkan sebagai gambar Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam dan yang dibuat pelukis-pelukis itu. Ternyata bahwa gambar itu adalah dusta karena berlainan dari yang sebenarnya. Dalam buku-buku hadis dan tarikh diperlihatkan dengan jelasa wajah yang penuh diliputi berkat dari Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam penghulu segala makhluk. Kesaksian-kesaksian para sahabat beliau menyatakan bahwa mereka tak pernah menemukan kebagusan wajah Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam pada orang lain. Sekarna dapatkah gambar-gambar yang tersiar dan yanag dikatakan kepunyaan Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam itu betul-betul dianggap sebagai rupa dari wajah beliau yang indah dan cantik? Mungkinkah orang menjelmakan kedalam gambar sekujur badan Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam yang dilingkupi kepermaian dan keagungan dari ujung rambut kepala sampai keujung kuku kaki? Jawabnya: tidak!

Kekasih Sulaiman

Nabi Sulaiman ‘alaihissalam sendiri terpesona oleh kepermaian tubuh Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam dan ia sangat rindu hendak bertemu dengan beliau yang mempunyai sifat-sifat sebagai yang didendangkannya: “Kekasihku ialah dari emas yang sangat halus, dari emas yang amat padu; rambutnya ikal, hitam laksana gagak. Matanya sebagai mata burung dara yang berapa dekat aliran air, bercuci dengan susut, dan berjemur diri dipanas. Pipinya bagaikan petak-petak dari rempah-rempah, bagaikan keharumah; bibirnya laksana bunya baakung, yang menitikkan minyak mur. Tangannya penaka cincin emas yang bertatahkan permata cempaka; pinggangnya bagai terbuat dari gading, bertaburan permata nilam. Kakinya seperti tian-tiang marmar, beralaskan emas tulen. Tubuhnya seperti Libanon, terpilih seperti pohon araz. Langit-langitnya semata-mata manisan, dan sesuatu yanag ada padanya diinginkan. Begitulah kekasihku, ya, demikianlah kawanku, wahai putri-putri Yerussalem (Kitab Perjanjian Lama, Syi’rul Asyar/Nyanyian Sulaiman 5: 10-16)

Jadi gambar-gambar yang tersiar atas nama Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam itu sekali-kali tidak dapat dikatakan punya beliau. Perbandingan rupa gambar itu dengan rupa beliau yang sebenarnya adalah sebagai gelap dan terang. Gambar yanag termuat edalam majalah ‘Life’ tanggal 27 Desember 1954 itu tidak dapat dikatakan gambar dari Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana ia tidak dapat dikatakan gambar dari Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Kalau orang-orang Kristen dari majalah itu dapat mengatakan bahwa itu adalah gambar Nabi Muhammad kita juga dapat mengatakan bahwa itu adalah gambar Almasih (Kristus) sendiri, bukan gambar Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam karena tak ada suatu alas an pun untuk menguatkan bahwa gambar itu ialah gambar dari salah seorang dari kedua nabi itu. Untuk menyatakan bahwa gambar itu adalah lukisan Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam mesti ada alas an yang kuat secara akal dan tarikh/sejarah, tetapi yang demikian tak seorang pun dapat mengemukakannya. Hal ini adalah suatu keterangan tegas bahwa gamber tersebut dan gambar-gambar lain yang dikatakan sebagai gambar Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam dibuat semata-mata karena dorongan niat yang buruk, karena busuk hati atau karena rasa dendam saja. Gambar itu diciptakan dan disiarkan dengan maksud membangkitkan rasa permusuhan orang-orang Barat terhadap Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam dan untuk memperlihatkan Nur Tuhan itu sebagai kegelapan dimata mereka.

Kebebasan Tak Bertali

Dalam hubungan ini ingin pula saya mengemukakan jawaban pemerintah Amerika terhadap protes umat Islam mengenai gambar Muhammad shollollohu ‘alaihi wa sallam itu. Dalam jawaban itu dinyatkan bahwa pemerintah Amerika tak dapat berbuat apa-apa terhadap peristiwa itu karena didalam negerinya pers diberi kemerdekaan penuh dalam pekerjaannya. Jawaban demikian hanya dapat lahir dari orang-orang Amerika yang sudah mabuk dengan kemewahannya. Kemerdekaan bagi pers bukanlah berarti bahwa kepada sebagia penduduk diberikan kebebasan seluas-luasnya sebagaimana kambing tidak bertali mereka dapat berbuat sekehendak hati; mereka dapat membunuh; mereka boleh merampas hak orang; mereka boleh mencemarkan nama orang lain. Sekali-kali tidak demikian hanya. Kemerdekaan itu bukan berarti bahwa tak usah diindahkan kehormatan seseorang yang dalam pandangan para pengikutnya jauh lebih besar daripada yang dipandang besar di dunia ini.

Sekiranya pengertian-pengertian kebudayaan, kemajuan, hukum dan lain-lainnya seperti itu tidak ada artinya sama sekali dan jika demikianlah yang dimaksudkan kebebasan itu, maka kebudayaan, kemajuan dan hukum yang selama ini dibanggakan oleh orang-orang Amerika adalah semata-mata kebohongan belaka. Didalam perkataan dikatakan bahwa kepada orang-orang kulit hitam negeri itu diberi kebebasan seperti yang diberikan kepada orang-orang kulit putih. Tetapi kalau orang-orang kulit putih mau mereka dapat membunuh orang kulit hitam. Filsuf Inggris, Bertrand Russel, juga mengatakan bahwa di Amerika masih banyak terdapat perampasan terhadap perempuan-perempuan kulit hitam yang cantik dan terhadap golongan ini masih dilakukan perbuatan kejam yang bertentangan dengan demokrasi.

Yang sebenarnya ialah karena orang-orang Islam sekarang berada dalam keadaan lemah, maka Pemerintah Amerika tidak mengacuhkan protes mereka. Lebih-lebih karena hal itu tidak menyinggung kepentingan bangsa Amerika. Tetapi sekiranya ada sesuatu perbuatan pers yang merugikan bangsanya maka pemerintah Amerika pasti akan bertindak untuk itu. Dalam bukunya Sir Winston Churchill ada menyebutkan beberapa contoh dimana pemerintah Amerika melakukan tekanan pada pers untuk mencegah tersiarnya berita-berita yang tak disukainya.

Tetapi insya Allah Amerikalah suatu Negara yang akan membayar mahal sekali buat sikapnya tidak mengacuhkan jeritan umat islam mengenai orang yang dicintai mereka itu. Akan tiba suatu waktu, dan kedatangannya itu akan segera, dimana orang-orang Amerika akan menggigit jarinya karena menyesal sambil berkata: ‘yaa laitanit takhodztu ma’ar rosuuli sabiilaa’
“Wahai, alangkah baiknya jika aku tadinya mengikuti jejak Rasul itu” (surah al-Furqon 27)

Wa akhiru da’wanaa anil hamdu lillaahi robbil ‘aalamiin
Oleh Mirza Rafi Ahmad H.A. (Honor of Arabic) B.A. (Bachelor of Arts)

Iklan

4 Tanggapan to "Mengapa Terlarang Menggambar (jg Mematungkan) Nabi?"

Subhanallah

pemikiran yg menakjubkan bahkan sampai sedetil itu

jazakumullah

jazakumullah…thank’s..

tercerahkan….jazakumullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya

September 2009
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Rating

Tweetku

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: