Dildaar80's Weblog

Puasa bagi Musafir dan orang sakit

Posted on: 10 September 2009


Soal/Pertanyaan XI: Bagaimana peraturan puasa bagi orang sakit dan musafir/orang dalam perjalanan?

Jawab: Islam adalah suatu agama fitrat dan dan agama wasthi (yang mengambil jalan tengah/moderat), setiap hukumnya senantiasa seimbang, yaitu tidak kurang dan tidak berlebihan (tidak melewati batas).

POKOK, DASAR DAN POROS AJARAN-AJARAN ISLAM IALAH:
(Laa yukallifulloohu nafsan illaa wus’ahaa), yakni: “Allah ta’ala tidak membebani setiap jiwa dengan beban yang melebihi kemampuannya” (pen.)

Dan itulah sebabnya Islam di satu pihak mewajibkan puasa Romadhon bagi setiap orang Islam yang berakal, baligh dan sehat, di lain pihak Islam mengizinkan orang sakit dan musafir untuk tidak berpuasa tapi diwajibkan menggantinya sesudah melewati keadaan itu (Kalau penyakitnya menahun/terus-menerus dan diperkirakan susah sembuhnya cukup bayar fidyah saja-Dildaar).
Seperti firman Allah ta’ala:
Yakni; “Barang siapa yang sakit di antara kamu atau yang dalam keadaan musafir, maka dia mesti mengganti puasa itu,pada hari-hari lain” (S. Al-Baqarah : 185 ).
1. Hadrat Masih Mau’ud as.menyatakan bahwa, puasa dalam “keadaan sabagai musafir” adalah suatu pelanggaran, sebagaimana Beliau bersabda :
– Orang sakit dan orang musafir, jika mereka berpuasa, maka ke atas mereka tertimpa fatwa pelanggaran (Badr, 17 Oktober 1907);
– Orang yang berpuasa dalam perjalanan sambil menanggung derita dan kesusahan/kesulitan, maka seakan-akan ia dengan kekuatannya sendiri memaksa Allah ridha kepadanya. Bila tidak mau menggembirakan Tuhan melalui ketaatannya pada pemerintahannya, maka hal ini adalah kesalahan, iman yang benar ialah, ketaatan kepada Allah ta’ala dalam segala perintah dan larangannya (al-hakam, 26 Januari 1899)
Ketentuan dari Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam tersebut berdasarkan ayat al-Quran yang berbunyi: ‘fa’iddatummin ayyaamin ukhor’ dan mafhum dari hadits-hadits Nabawi (Nabi) mendukung ketentuan tersebut. Hadhrat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, orang yang berpuasa dalam kondisi safar adalah sebagai ‘pelanggar’ (‘Ushooh) (Hadits Muslim). Imam Zuhri mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits masa permulaan.
2. Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam mengatakan, bahwa Qadian adalah negeri kedua bagi orang yang datang dari luar Qadian. Oleh sebab itu orang-orang tersebut dapat berpuasa selama di Qadian. Dan kalau tidak berpuasa, maka juga dinyatakan ‘boleh’.
3. Perjalanan ke negeri kedua adalah tentu juga terhitung perjalanan. Dan tidak boleh berpuasa dalam keadaan perjalanan. Hudhur ‘alaihissalam pernah sebelum waktu ifthar/berbuka menyuruh buka puasa mereka yang datang dari luar Qadian.
4. Puasa nafal (sunnah/bukan fardhu atau wajib) boleh dilakukan dalam keadaan musafir/sebagai orang yang dalam perjalanan.
5. Mereka yang tugasnya dalam bentuk perjalanan, seperti pekerja di kereta api, sopir, pilot, biro perjalanan, pesuruh dari desa ke desa dan lain-lain semisalnya dikenai ‘hukum muqiim’ (yaitu dianggap orang yang bukan dalam perjalanan/bukan musafir-pen). Mereka musti berpuasa Romadhon. Kalau tidak dapat berpuasa, maka dimasukkan dalam peraturan orang sakit (keputusan majlis iftah markaziyah)

Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam menjelaskan puasa dalam perjalanan sebagai berikut: “Kalau perjalanan dengan kereta api, perjalanan tidak menyebabkan kesulitan dan penderitaan dalam bentuk apa pun, maka berpuasalah. Kalau tidak demikian, maka adalah faedah dari izin yang diberikan oleh Allah ta’ala” (al-hakam 24 Desember 1900)>>>> (kalau perjalanannya menyebabkan kesulitan dan penderitaan, maka faedah ijin berbuka diperkenankan diamalkan-Dildaar)

Soal/pertanyaan XII: Kalau orang yang sedang berpuasa terpaksa harus bepergian jauh (safar), maka apakah dia dapat membuka puasanya?

Jawab: Di bulan Romadhon sedapat mungkin menghindari perjalanan jauh. Penetapan safar yang penting, tergantung pada pertimbangan matang orang yang melakukan safar tersebut. Dan dia sendirilah yang akan mempertanggung-jawabkannya di hadapan Allah ta’ala. Orang lain tak dapat menetapkannya untuknya. Safar yang selain itu dan selama masih dalam keadaan safar, semestinya jangan berpuasa.

Hadhrat Mushlih Mau’ud r.a. Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad bersabda: “Berkenaan/berkaitan dengan safar, akidah saya adalah demikian; mungkin sebagian ahli fiqh berpendirian lain dari pendirian saya ini yaitu safar yang dilakukan setelah sahur dan berakhir pada waktu sore, maka dari segi puasa, yang demikian itu bukanlah safar. Syariat melarang berpuasa dalam keadaan safar tapi syariat tidak melarang safar dalam berpuasa. Maka, safar yang dilakukan setelah berpuasa (makan sahur) dan berakhir waktu ifthaar/buka puasa, maka dari segi puasa, yang demikian itu tidaklah dipandang safar. Safar dapat dilakukan dalam keaadan puasa. Tapi dalam keadaan safar, tak boleh puasa” (Al-Fadhal, 25 Desember 1942)

Catatan penerjemah: Jadi, berdasarkan akidah Hadhrat Mushlih Mau’ud r.a. diatas, maka yang disebut dengan safar ialah perjalanan jauh yang diperkirakan tibanya waktu ifthaar (buka puasa) atau lewat. Orang tsb disebut musafir. Sedangkan yang tiba sebelum ifthaar maka perjalanan itu bukan safar dan orangnya bukan musafir”.
Penerjemah : Mln. Zhafrullah Ahmad Pontoh

Iklan

5 Tanggapan to "Puasa bagi Musafir dan orang sakit"

Alhamdulilah makin bertambah pengetahuan saya
Jazakumullah

Izin copas pa..
Sangat bagus untuk bahan daras ramadhan, biar umat makin pinter… ^^
JazaakumuLLaah ahsanal jazaa.

mangga kang yudhi bilih bade copas ieu artikel..

selamat menjalankan ibadah puasa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

September 2009
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Top Rating

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: