Dildaar80's Weblog

Presiden, Nabi Muhammad Melaksanakan Perubahan Maha Besar

Posted on: 1 April 2009


Image
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Islamic Center Indonesia, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2009)

Jakarta-Kalau kita ingin mencontoh dan meneladani Nabi Muhammad saw, kita harus ihklas tidak boleh hanya berpura-pura. Berpura-pura sabar, berpura-pura tegar, berpura-pura santun dan sebagainya. Mari kita belajar betul memperbaiki kepribadian kita yang jauh dari sempurna ini.
“Dengan demikian semuanya adalah pemimpin, paling tidak memimpin diri sendiri dan memimpin keluarga.” Demikian kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada perayaan Maulid Nabi Muhammad saw yang diadakan Majelis Ta’lim Al Habib Ali Al Habsy di Islamic Center Indonesia Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (26/3).

Selain SBY, Acara ini turut hadir antara lain Menteri Agama Maftuh Basyuni, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan para Duta Besar negara-negara Islam serta puluhan ribu jamaah.

“Kita mengetahui Rasulullah saw adalah seorang yang sangat sabar dan tegar menghadapi ujian, tantangan dan cobaan. Seorang yang lembut hati dan baik tutur katanya, santun dan bijak. Beliau tegas dalam menegakkan hukum dan keadilan. Beliau menaburkan kasih saya kepada umat dan sesama. Beliau anti kekerasaan. Beliau memiliki ahlak yang sangat mulia dan tiada tandingannya. Dan apabila beliau mempertahankan kehormatan dengan berperang sebagai jalan, berperang karena harus mempertahankan kehormatan, kedaulatan dan harga diri umat Islam yang beliau pimpin,” ujar SBY.

Masih dari ceramah, Presiden memaparkan, Rasulullah saw adalah pemimpin besar, pemimpin agung. Bukan hanya bagi bangsa Arab, tetapi juga bagi umat sedunia. Sejarah mencatat, beliau melaksanakan perubahan maha besar. Beliau memimpin umat dan berhasil membangun peradaban Islam dengan mengubah dari jaman kegelapan menjadi jaman yang ditaburi cahaya iman.
“Beliau juga mampu membangun bangsa da negara yang sekarang disebut nation building dan state building,” lanjutnya.

Nabi saw memimpin dengan memahami dan menyikapi bahwa perubahan yang harus dilaksanakan itu mesti dilaksanakan secara bertahap, tetapi berlanjut dan tidak pernah berhenti. Beliau tidak melaksanakan perubahan yang radikal. Rasulullah dalam melakukan perubahan pandai menjaga keseimbangan.
“Karena seimbang maka negaranya stabil, dan mengajak serta melibatkan semua untuk membangun masa depan yang baik. Beliau memilih jalan tengah dan tidak menyukai kekerasan dalam mencapai tujuan,” ujar SBY. (sby.info)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya

April 2009
M S S R K J S
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Top Rating

Tweetku

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: