Dildaar80's Weblog

Organisasi Perempuan Keagamaan Ahmadiyah

Posted on: 21 Maret 2009


By mitrawacana Radio Anak Jogja; Obrolan Sore
1 Mei 2008; 15.30 – 16.30 WIB
Tema : “Organisasi Perempuan Keagamaan Ahmadiyah”
Pembicara : Enik Maslahah (PLIP Mitra Wacana)
Nurul Muslihah (Lajnah Ima Illah- Ahmadiyah)
Laela (Lajnah Ima Illah)

Host:
99.9 FM dan A.M 1188 Radio Anak Jogja, Sahabat Setia Anak Jogja. Halo selamat sore sahabat Jogja, apa kabar, kembali dari Kawasan Taman Pintar Jl. Panembahan Senopati Yogyakarta, Toni hadir menemani sahabat Jogja di hari pertama bulan Mei 2008 tentunya di hari Kamis 6 Mei 2008 jam ½ 4 sampai ½ 5, Toni menemani sahabat Jogja di obrolan sore dan tentunya Sahabat Jogja nanti boleh bergabung di 551321 atau 08122694242. dan seperti biasa, setiap hari Kamis, Toni selalu kedatangan tamu dari Mitra Wacana dan mitranya yang lain, dan ini ada mbak Enik, kemudian ada ibu Nurul Muslihah dan mbak Laela atau mbak Ela. Selamat sore

Nurul&Laela:
Selamat sore.

Host:
Ini dari Lajnah Imma Illah ya. Mungkin saya boleh tanya dulu sama bu Nurul dan juga mbak Laela ya mbak Enik ya?

Enik:
Ya silahkan.

Host:
Yang Lajnah Imma Illah ini sebenarnya apa ini mungkin sahabat Jogja yang ada di rumah mungkin belum terlalu familiar dengan Lajnah Imma Illah ini, ini apa ini?

Nurul:
Ya Lajnah Imma Illah ini adalah organisasi wanita di dalam Jamaat Ahmadiyah. Jamaat Ahmadiyah itu ada jamaah bapak-bapak, nah yang ibu-ibu itu namanya Lajnah Imma Illah.

Ela:
Kalau di NU itu mungkin ada Muslimat gitu ya. Nah Lajnah Imma Illah ini kalau di Jamaat Ahmadiyahnya.

Host:
Jadi organisasi perempuan yang ada di Jamaat Ahmadiyah. Mungkin sahabat Jogja akhir-akhir ini sering mendengar tentang Jamaat Ahmadiyah gitu ya, tapi ya itu kita kesampingkan dulu. Kita tanya-tanya dulu tentang pandangan nya dulu deh, pandangan Ahmadiyah atau Lajnah Imma Illah ini tentang sebuah organisasi perempuan atau tentang perempuan itu sendiri seperti apa ini bu?
Nurul:
Organisasi perempuan Ahmadiyah yang dalam hal ini namanya adalah Lajnah Imma Illah Jemaat Ahmadiyah Indonesia itu adalah organisasi wanita yang di bentuk oleh pimpinan Jemaat di pusat dan itu tujuannya untuk mengumpulkan atau menghimpun wanita-wanita dengan segala kegiatan maupun usahanya untuk meningkatkan kemandirian dan peningkatan harkat dan martabat wanita itu sendiri dan organisasi ini kita mendasarkan kegiatannya pada Al-Qur’an dan Hadist serta sunnah Rasulullah jadi kita tidak keluar dari itu, semua batasannya adalah Al-Qur’an Hadist.

Host:
Tapi tentunya wanita itu di kembangkan ya?

Nurul:
Ya mengenai kewanitaannya yang kita kembangkan di situ

Host:
Mulai kapan nih organisasi Ahmadiyah ini menangani masalah-masalah perempuan bu?

Nurul:
Ya kalau di kita, organisasi ini kan sifatnya internasional ya, kalau di pusat itu sejak 1922 itu dibentuk organisasi Lajnah Imma Illah yang sifatnya internasional, nah kemudian di Indonesia sebenarnya organisasi Ahmadiyah itu kan sudah masuk tahun 1925, waktu itu organisasi wanita kan sebenarnya sudah terhimpun dalam kegiatannya tetapi belum terorganisir kemudian baru pada tahun 1973 setelah kita banyak mendapatkan informasi dari pusat itu baru kita membentuk organisasi Lajnah Imma Illah yang mempunyai anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan sebagainya. Kita mempunyai kegiatan yang secara organisatoris ada itu mulai pada tahun 1973.

Host:
Berarti sudah cukup lama juga ya, berarti sudah sekitar 35 tahun ya. Kalau kegiatan-kegiatannya tadi sempat di sebutkan untuk memajukan potensi, seperti apa sih kegiatannya riilnya bu?

Nurul:
Yang riilnya itu kita lebih banyak pada meningkatkan pengetahuan mengenai keagamaan dalam hal ini pendidikan, pengajarannya dari mulai anak-anak sampai ke ibu-ibu. Jadi kita yang tingkat anak muda itu namanya Nasiratul Ahmadiyah itu untuk anak umur 7-15 tahun, kemudian 15 tahun ke atas masuk dalam Lajnah Imma Illah. Nah Lajnah Imma Illah itu kegiatannya juga di utamakan tentang pendidikan agama tapi juga kita supaya lebih terorganisir kita juga membentuk suatu organisasi yang mempunyai aktivitas bersama, artinya dengan anggaran dasar kita bisa mempunyai peraturan-peraturan, targetnya apa, programnya apa dan sebagainya. Jadi itu yang kita laksanakan selama ini.

Host:
Kalau mbak Ela sendiri, melihat Lajnah Imma Illah ini sendiri kan otomatis mbak Ela ini ada di dalamnya gitu ya, apakah sebagai kaum muda Lajnah Imma Illah ini setidaknya memberi sesuatu yang mungkin bisa di anggap, ini lho anak muda juga ada di Ahmadiyah dan perempuan pula.

Ela:
Ya, di dalam Lajnah Imma Illah itu kan juga ada pengurus-pengurusnya ya dan di situ juga terutama tadi sudah di sampaikan mbak Nurul tadi bahwa pendidikan itu yang utama. Di situ kami para pemuda ini juga di bekali, di anjurkan untuk memperluas wawasan, memperdalam ilmu pengetahuan sesuai dengan minatnya dan bidangnya masing-masing dan kemudian menularkan, mengajarkan ilmu itu kepada yang lain. Itu di satu sisi kami di bimbing secara kerohaniannya, keagamaannya, jadi sejak kecil kita di ajarkan tentang nilai-nilai keagamaan, peribadatan dan sebagainya dan di sisi lain kita juga di anjurkan untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya agar kita dapat berkiprah dalam masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing. Memang yang saya rasakan sendiri kami terbimbing dalam hal ibadahnya, kerohaniannya, kita selalu di ajarkan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban dalam Islam kemudian kita juga tidak lupa di sarankan untuk selalu berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, sosial, kemanusiaan, seperti itu.

Host:
Mungkin saya bisa beralih ke mbak Enik ini sebagai orang di luar Lajnah Imma Illah ini menurut anda kalau kita melihat gerakannya Ahmadiyah ini dan juga gerakannya dalam konteks gerakan perempuan Indonesia, seperti apa sih kira-kira?

Enik:
Terima kasih mas Toni. Kalau saya mendengar pemaparan mbak Ela dan ibu Nurul tadi saya kira kegiatan Lajnah Imma Illah itu sangat bagus ya karena mempunyai tujuan dan niatan besar untuk memajukan perempuan Indonesia pada khususnya, terutama meningkatkan pengetahuannya kemudian ada pemberdayaan perempuan juga dan saya kira ini ada satu link sama dengan gerakan perempuan yang ada di Indonesia walaupun gerakan perempuan sekarang kan tersekat-sekat, ada yang dari basis keagamaan, dari basis sosialis, dari basis nasionalis dan saya kira ini ada titik temu ya dengan perempuan-perempuan yang ada di Ahmadiyah karena kita mempunyai tujuan besar untuk memajukan perempuan yang ada di Indonesia. Nah selama ini melihat bahwa perempuan yang ada di Indonesia itu masih rendah pengetahuannya dan kalau kita lihat angka buta huruf juga masih banyak dan saya kira, negara harus berterima kasih kepada gerakan-gerakan perempuan yang berbasis keagamaan, karena sangat membantu tugas negara ya. Jadi itu saya kira kita ini harus berterima kasih banyak kepada gerakan-gerakan perempuan yang ada di basis karena ini akan menguatkan perempuan kita. Nah kalau kita melihat sejarah gerakan perempuan di Indonesia itu saya kira tidak lepas dengan gerakan perempuan keagamaan, karena waktu itu tahun 1928, gerakan perempuan, kongres perempuan itu bu, itu sudah ada organisasi perempuan keagamaan yang masuk yaitu ‘Aisyiyah karena ‘Aisyiyah lebih dulu daripada Muslimat. Nah saya kira Ahmadiyah juga sudah ya karena sudah 35 tahun cuma secara resmi terorganisir baru tahun-tahun 70 an. Nah jadi saya kira posisi ini masuk dalam gerakan perempuan di Indonesia ya, jadi saya berharap banyak untuk negara untuk memberikan ruang kepada semua gerakan perempuan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia ini.

Host:
Betul karena penduduk di Indonesia juga sebagian besar perempuan ya, jadi bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi perempuan ini supaya bisa mengembangkan negara Indonesia. Baik buat Sahabat Jogja nanti yang mau bertanya bisa masuk di 551321 atau SMS di 08122694242, nanti kita masih akan membahas tentang Lajnah Imma Illah ini ya dan buat Sahabat Jogja kita akan tunggu pertanyaan-pertanyaan Sahabat Jogja, jadi jangan ke mana-mana tetap di Radio Anak Jogja, Sahabat Setia Anak Jogja.

******************************BREAK***********************************
Host:
Ya masih di Radio Anak Jogja, Sahabat Setia Anak Jogja, masih menemani sahabat Jogja di obrolan sore di hari Kamis 1 Mei 2008. Dan Toni juga masih punya tamu-tamu yang istimewa ada ibu Nurul, ada mbak Laela dari Lajnah Imma Illah dan juga ada mbak Enik dari PLIP Mitra Wacana. Dan kita juga masih membicarakan tentang organisasi perempuan Ahmadiyah ini, Lajnah Imma Illah ini ya. Dan kalau Toni mau bertanya nih, kira-kira banyak gak sih yang tergabung di Lajnah Imma Illah ini bu Nurul?

Nurul:
Ya sebetulnya kita anggotanya karena kita memang sifatnya sukarela ya, tergantung keyakinan ya jadi kita tidak memaksakan, kita menyampaikan ajaran itu, yang tertarik silahkan masuk, jadi anggotanya di bilang banyak juga tidak, karena memang kita tidak mengutamakan pada jumlah anggota kita lebih mengutamakan pada mereka-mereka yang bisa menerima ajaran itu dan kemudian yang wanitanya tergabung dalam Lajnah Imma Illah. Jadi kita tidak dalam arti memaksa, kita hanya menyampaikan saja, kalau dalam Islam memang orang yang mengerti tentang sesuatu yang baik, sebaiknya di sampaikan kepada orang lain, begitu pula dengan kita tapi di dalam agama kita tidak ada paksaan dan sebagainya ya. Jadi kita memang menyampaikan tapi apakah mereka tertarik atau tidak tertarik itu adalah masing-masing hak asasi manusia.

Host:
Betul, selalu ada sesuatu yang berbeda dalam diri setiap manusia ya dan itu adalah pilihan masing-masing. Tapi kalau di Lajnah Imma Illah sendiri, mbak Ela, isu-isu perempuan apa saja yang benar-benar di fokuskan untuk di angkat begitu?

Ela:
Ya jadi untuk menambahkan tentang sedikit keanggotaan aja ya, jadi di setiap daerah kalau ada jemaah Ahmadiyah dan itu ada wanitanya itu akan tergabung di dalam organisasi Lajnah Imma Illah, artinya tetap sukarela dalam artian ketika mereka masuk ke dalam jamaah Ahmadiyah, kalau isu-isu yang di angkat dalam organisasi Lajnah Imma Illah memang yang pertama dan utama itu adalah masalah pendidikan, itu yang utama karena wanita sangat berperan penting dalam pendidikan, dari mulai anak lahir kemudian tumbuh dan berkembang, peran wanita itu sangat besar sekali dalam memberikan pendidikan kepada putra dan putrinya dan itu menjadi sorotan penting bahwa sebagai ibu harus mengembangkan pengetahuannya untuk kemudian mendidik anak-anaknya. Selain dari sisi pendidikan kami juga mempunyai kegiatan-kegiatan kemanusiaan, dari organisasi Lajnah Imma Illah juga menganjurkan kami untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan kemanusiaan misalnya kita melakukan donor darah, donor mata dan aksi-aksi sosial yang lainnya kemudian juga kami di anjurkan untuk di manapun kami berada kami berkiprah di dalam lingkungan sosial kita, apakah PKK, apakah Karang Taruna, kemudian sebagai mahasiswa ya di BEM, jadi ya aktif lah di mana di setiap lingkungan kita tinggal jadi tidak membatasi ya kemudian dari organisasi Lajnah Imma Illahnya itu sendiri kami di bimbing secara rohaninya jadi kita tidak lepas dari konteks ajaran Islam itu sendiri, dalam tata cara kita bergaul, berbusana itu sesuai dengan kaidah Islam itu sendiri.

Host:
Baik buat sahabat Jogja kalau mau bertanya-tanya silahkan ya sahabat Jogja ya masuk ke 551321 atau juga masuk lewat SMS di 08122694242 juga boleh. Nah ini yang dari tadi pengen Toni tanyakan, Ahmadiyah ini kan akhir-akhir ini, tapi sebenarnya sudah lama ya sering mendapatkan tekanan-tekanan gitu ya dari kelompok lain yang mungkin menghambat kemajuan dari perempuan-perempuan yang ada di Ahmadiyah sendiri, mungkin bisa di ceritakan strategi apa ini yang di lakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang seperti ini bu Nurul?

Nurul:
Ya Ahmadiyah itu pada prinsipnya di semua negara itu kita harus tunduk pada peraturan negera itu ya jadi kita tidak boleh melanggar apalagi menentang ya, tidak sesuai dengan aturan itu juga tidak boleh. Kalau kita ada di Indonesia ya kita harus sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada di Indonesia tapi kalau menghadapi keadaan-keadaan yang seperti kekerasan seperti sekarang ini ya kita tidak ada lain kecuali pasrah kepada pemerintah tapi mungkin juga kalau pemerintah belum begitu tanggap ya kita hanya berserah kepada Tuhan saja, sehingga orang Ahmadiyah ke dalam di anjurkan untuk banyak berpuasa, banyak beribadah, banyak berdoa, mengadakan kurban, ya semua itu untuk menarik rahmat Illahi supaya Tuhan menolong kita, siapa lagi yang akan menolong kita kalau tidak Tuhan, kita hanya meminta pertolongan kepada Tuhan kalau pemerintah saja ternyata kita masih menghadapi banyak penderitaan jadi akhirnya ya sudah kepada Tuhan lah kita larinya jadi untuk itu kita harus banyak beribadah, berdoa, berkurban segala macam itu kita galakkan sekali pada semua anggotanya, supaya Tuhan memberikan pertolongan kepada kita jadi kita tidak ada lain kecuali menyerah. kita selalu tunduk pada apa saja yang di tetapkan oleh pemerintah tapi kalau itu membuat kita menderita ya kita protes, bukan protes bagaimana-bagaimana tapi kita larinya kepada Tuhan, dalam keadaan seperti ini ya hanya Tuhan yang bisa menolong kita, sehingga kita di galakkan untuk meningkatkan ibadah kita tetapi kita tetap tenang karena Tuhan melindungi kita, karena Tuhan itu maha Pengasih, maha Pemurah, maha Pelindung jadi meskipun kita dalam keadaan seperti itu, orang Ahmadiyah tetap tenang karena kita percaya Tuhan mendengar dan melihat bagaimana pengorbanan kita, upaya kita termasuk dalam kesuakaran yang kita hadapi.

Host:
Kalau mbak Enik ini melihat keadaan yang seperti ini apa sih sebaiknya kegiatan yang harus di lakukan oleh Lajnah Imma Illah dan juga Ahmadiyah terkait dengan gerakan perempuan keagamaan khususnya mungkin mbak Enik?

Enik:
Kalau harapan ya pertama saya harapkan kepada negara untuk memberikan ruang kepada semua gerakan ya baik itu kelompok minoritas maupun bukan kelompok minoritas, karena saya lihat akhir-akhir ini negara cenderung memberikan tekanan kepada kelompok-kelompok minoritas dan saya kira itu muncul setelah pasca reformasi ya ketika kebebasan itu diberikan sepenuhnya oleh negara kepada warganya yang terjadi adalah paradoks, yang satu muncul banyak kebebasan, banyak keyakinan keagamaan yang timbul kemudian di sisi lain muncul adanya kelompok-kelompok lain yang saling menyesatkan yang saling mencemooh kelompok lain dan itu yang saya sesalkan ya. Pada jaman reformasi ini yang saya harapkan adalah memberikan ruang kepada kelompok minoritas untuk memenuhi hak-haknya sebagai warga negara ya. Karena kalau saya link kan kepada hari kebangkitan nasional ini jadi saya kira adanya persatuan dan kesatuan dari berbagai agama, etnis, suku, keyakinan ini harus kita rangkul semua karena sejarah kebangkitan nasional kan merangkul dari semua, berbagai pendapat aliran itu tapi sekarang malah itu turun. Kemudian yang kedua yang harapan kepada Lajnah Imma Illah itu, pertama saya terima kasih sekali untuk membuka diri dengan kita dan kita juga berharap bahwa Lajnah Imma Illah ikut bergabung dalam jaringan gerakan perempuan untuk bersama-sama mewujudkan perempuan yang maju kemudian juga bersama-sama dengan Ahmadiyah juga untuk menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan, saya kira itu.

Host:
Jadi harapannya ada toleransi-toleransi dari pemerintah dan juga masyarakat. Kalau selama ini yang di rasakan oleh mbak Ela sebagai generasi Ahmadiyah itu apakah toleransi dari organisasi-organisasi yang lain itu juga ada atau memang apakah toleransinya itu memang kurang?

Ela:
Dengan kondisi yang ada sekarang ini saya belajar banyak ya artinya begini bahwa di tengah-tengah tekanan yang di hadapi oleh Ahmadiyah ini kami belajar untuk bisa berlapang dada, bersabar dan juga kita menguatkan mental kita tanpa melakukan suatu tindakan kekerasan. Jadi tadi sudah di sampaikan oleh bu Nurul, strateginya kita ke dalam, kekuatan kita ke dalam berdoa dan mohon perlindungan dari Allah semata dan harapannya pemerintah juga memberikan perlindungan kepada setiap warganya dan sangat di sayangkan ketika saat ini yang di kedepankan adalah perbedaan-perbedaan, padahal di negara kita itu kan Bhineka Tunggal Ika ya, jadi bagaimana kita menciptakan kebersamaan di tengah-tengah perbedaan itu, bagaimana kita mengedepankan toleransi, kerjasama, respect terhadap setiap manusia yang ada di masyarakat kita ini artinya semangat itulah yang mestinya kita ke depankan bahwa demi kemajuan bangsa ini marilah kita bersama-sama, di tengah-tengah perbedaan etnis, suku, agama, dan sebagainya sepertinya ini yang sekarang harus di gaungkan ya jadi kebersamaan itulah dan Ahmadiyah sendiri punya motto Love It for All dan Hate It For None, jadi cinta untuk semuanya dan kebencian tidak untuk siapapun, jadi saya sendiri merasakan itu sangat mujarab buat kita jadi kepada siapapun, tampilkan kasih sayang, tampilkan kedamaian, tampakkan suatu kebaikan-kebaikan, amalan-amalan yang sekiranya itu menggambarkan Islam karena Islam itu kan damai ya, Islam itu penuh kasih sayang dan sebagainya. Dan apa yang nampak sekarang ini, orang-orang yang mengatas namakan Islam apakah itukah Islam jadi sangat di sayangkan ketika kemudian mereka mengedepankan kekerasan jadi saya menghimbau dan mengajak terlebih lagi dari kalangan Ahmadiyah dan mungkin teman-teman semuanya generasi muda, marilah kita belajar untuk menahan diri, untuk tidak menyakiti orang lain, menahan diri untuk tidak melakukan tindakan kekerasan dan anarkis pada siapapun, ke depankanlah persatuan dan persahabatan, itu yang sekiranya bisa menciptakan kedamaian di lingkungan kita.

Host:
Begitu ya jadi seharusnya memang ada toleransi, ini momennya juga tepat, hampir kebangkitan nasional gitu ya. Baik buat sahabat Jogja nanti boleh bertanya-tanya silahkan aja di 551321 atau SMS di 08122694242 juga masih terbuka, nanti kita masih akan kembali tapi setelah yang satu ini.
******************************BREAK***********************************
Host:
Ya masih di Radio Anak Jogja, sahaba setia anak Jogja, masih menemani sahabat Jogja di obrolan sore, masih bersama Toni dan juga ada ibu Nurul, mbak Laela dari Lajnah Imma Illah dan juga mbak Enik dari PLIP Mitra Wacana. Dan kita juga masih membahad seputar organisasi perempuan Ahmadiyah ini ya, Lajnah Imma Illah dan buat sahabat Jogja yang tertarik silahkan aja sahabat Jogja boleh bergabung di 551321 atau juga lewat SMS ya di 08122694242. Memang di beberapa tempat di Indonesia mungkin untuk jemaah Ahmadiyah sendiri juga mengalami beberapa tekanan-tekanan tapi apakah di Jogja juga mengalami hal yang serupa ini khususnya untuk Lajnah Imma Illah ini sendiri.

Nurul:
Ya kami di Jogja tidak pernah ada masalah seperti itu ya, Alhamdulillah suasana kondusif, masyarakat Jogja itu mungkin karena banyak yang lebih terdidik ya sehingga kelihatannya mereka lebih mengutamakan apa sih, kalau kita lebih banyak bergelut dengan masalah itu kita lebih banyak membuang waktu tapi marilah kita mencarikan jalan bersama untuk kemajuan bersama khususnya perempuan Indonesia ya, dalam hal ini kita Alhamdulillah di Jogja tidak ada tekanan-tekanan seperti itu dan kita juga bisa bergaul dengan organisasi-organisasi wanita lain seperti ‘Aisyiyah, seperti Muslimat dan lain sebagainya, dari agama Budha, dari agama Kristen kita juga ikut dalam kegiatan-kegiatan bersama mereka yang sifatnya mengenai kemajuan wanita, jender ya. Jadi itu yang kita rasakan kalau di Jogja itu bagus sekali keadaannya, mudah-mudahan untuk selanjutnya juga demikian.

Host:
Ya ini juga menjawab pertanyaan mbak Rahma yang ada di Kalasan, “apakah Lajnah Imma Illah juga bekerja sama dengan organisasi wanita yang lain yang ada di Jogja” tadi sudah di jawab. “bagaimana perlakuan organisasi lain dan pemerintah Jogja terhadap Lajnah Imma Illah?” ini mbak Rahma yang ada di Kalasan ini pengen tau bu.

Nurul:
Ya jadi pemerintah daerah di Jogja ini bagus sekali, jikalau ada apa-apa mereka mengundang kita juga jadi kita tau permasalahan lingkungan kita dan sebagainya. Respon dari organisasi wanita dan juga organisasi lainnya juga baik dengan Ahmadiyah jadi kita selalu di ajak untuk ikut serta dalam kegiatan mereka, itu kita selalu berpartisipasi dalam kegiatan diskusi atau apapun ya meskipun kita hanya memberikan sumbangsih dalam hal pendapat dan sebagainya ya, itu menunjukkan bahwa kita mengikuti jadi kita bukan steril terhadap kegiatan yang lain ya tapi kita aktif dalam kegiatan-kegiatan PKK misalnya, secara individu banyak juga anggota-anggota kita yang aktif dalam kegiatan PKK, dalam organisasi-organisasi di lingkungan masing-masing seperti saya sendiri juga menjadi dosen ya jadi kalau di hubungkan dengan keagamaan kita memang di Ahmadiyah tapi kalau di masyarakat ya kita tidak ada bedanya dengan masyarakat lain dan kita memang sama dengan orang-orang lain dalam bermasyarakat.

Enik:
Saya tambahkan mas.

Host:
Boleh, silahkan.

Enik:
Saya cuma ingin memberikan informasi bahwa satu minggu yang lalu Ahmadiyah kami undang untuk dialog bersama gerakan perempuan antar iman, antar kepercayaan di Krapyak, di pondok pesantren Al Maksum ya, jadi saya kira itu buktinya bahwa Ahmadiyah terlibat dengan gerakan-gerakan perempuan yang lain.

Host:
Ini juga sudah ada pertanyaan lagi dari mbak Fatimah yang ada di Sleman ini, “seperti apa kegiatan-kegiatan yang di lakukan oleh Lajnah Imma Illah ini dan apa saja kegiatan sosial yang pernah di lakukan?” mungkin aksi riil nya ya.

Nurul:
Kalau yang kemasyarakatan kita lebih banyak Lajnah Imma Illah menganjurkan setiap anggotanya untuk menjadi donor mata kemudian donor darah, artinya yang bisa ya atau yang di nyataka sehat ya. Kemudian yang lalu waktu ada bencana itu kita membentuk suatu posko Humanity Force jadi kita mengutamakan kemanusiaan lebih dulu kita tidak memandang siapa dan apa golongannya jadi itu memang yang di tanamkan dalam jamaat kecil kita, selalu berusaha untuk melaksanakan kegiatan yang sifatnya kemanusiaan karena kita itu semuanya itu menjadi kawan tidak menjadi musuh atau apa, berbeda dengan yang lain, berbeda dalam akidah oke tapi tidak berbeda dalam pengabdian ke masyarakat, dalam pengembangan pembangunan bangsa gitu ya.

Host:
Sesuai dengan semboyan nya tadi Love It for All dan Hate it for None.

Eli:
Sedikit mau menambahkan untuk bentuk-bentuk aksi sosialnya kita juga pernah mengadakan pengobatan gratis, kemudian juga ketika ada bencana banjir kita juga bekerja sama dengan Muslimat NU ya di Solo, kemudian juga di manapun ketika ada bencana melalui humanity force, Lajnah Imma Illah bergabung dalam organisasinya itu untuk melakukan aksi sosial dan juga memberikan santunan kepada anak yatim itu juga menjadi bagian dari kegiatan kami.

Host:
Mbak Enik, karena mungkin Ahmadiyah ini sedang mendapatkan tekanan ya jadi mungkin ibu Nurul dan mbak Laela juga merasakan tekanan-tekanan yang di alami oleh teman-teman yang berada di tempat-tempat lain, tapi kalau menurut mbak Enik sendiri sebagai aktivis NGO, perempuan lagi, ini menurut mbak Enik bagaimana sih melihat posisi gerakan perempuan yang mendapatkan tekanan ini seperti apa sih gitu?

Enik:
Kalau saya kira memang sejak orde baru, tekanan-tekanan terhadap gerakan perempuan itu banyak di lakukan terutama untuk gerakan-gerakan perempuan yang berbasis keagamaan yang minoritas, kemudian juga yang sosialis itu mendapatkan tekanan yang luar biasa dari pemerintah. Nah saya kira yang penting dari kita adalah kita tetap maju, kita tetap bergerak dan tidak menyerah tetapi kita juga tidak melanggar rambu-rambu yang ada misalnya kekerasan atau seperti apa yang di ungkapkan oleh mbak Ela tadi bahwa Ahmadiyah meskipun mendapatkan tekanan tapi tetap tidak melakukan kekerasan, itu saya kira yang patut kita hargai dan itu saya kira sebagai contoh untuk kelompok-kelompok minoritas lain untuk tidak saling membalas dendam dan sekarang yang paling penting adalah advokasi kita bagaimana kita mendesak pemerintah untuk mewujudkan kedamaian di Indonesia ini, untuk memberikan hak-hak nya kepada kelompok minoritas yang selama ini hak-haknya terampas, saya kira itu.

Host:
Jadi yang paling penting kita harus merapatkan barisan kembali ya dalam rangka sama-sama membangun Indonesia termasuk juga perempuannya karena perempuan ini juga merupakan elemen pokok dalam kemajuan Indonesia, baik terima kasih buat mbak Ela, ibu Nurul dan juga mbak Enik, semoga kita berdoa bersama-sama semoga Ahmadiyah maupun Lajnah Imma Illah di manapun berada tidak mendapatkan tekanan gitu ya, di Jogja tidak semoga di luar juga tidak apalgi bentuknya kekerasan begitu ya. Terima kasih buat sahabat Jogja yang sudah setia di 99.9 FM dan juga AM 1188 dan semoga apa yang sudah kita bicarakan tadi bisa membuka wawasannya sahabat Jogja, membuka sebuah wacana baru bahwa kekerasan itu memang tidak selayaknya ada di Indonesia dan akhirnya kita pamit, selamat sore dan sampai jumpa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya

Maret 2009
M S S R K J S
« Jun   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rated

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: