Dildaar80's Weblog

Unseen Power (Kekuatan yang Tak Terlihat)

Posted on: 20 Maret 2009


Oleh : Arif Rahman Hakim
JAMAI Tingkat II
Dua alam yang terjalin membuat cinta terus saling mencari, di mana sang Kekasih? Manusia selalu berusaha menemukan Cinta Sejati, di mana Ia? Kefanaan akan Cinta sejati membuat manusia tak mengenal keabadian, sebab Cinta Sejati-lah yang menuntun hamba-Nya ke tempat terindah di dalam dunia cinta. Manusia kadang merasa dirinya memiliki Sang Kekasih, tapi tak pernah menjumpai-Nya. Ada juga manusia yang benar-benar memiliki-Nya, ingin selalu tampil setiap saat di hadapan-Nya. Merenung dalam pekatnya kesunyian, membentur dinding rasionalitas agar mampu melihat-Nya. Tak kan, tak kan ada yang mampu! Kadang terbetik di hati, bagaimana ini semua terjadi? Hanya keyakinan yang dapat menjawab namun tak terjawab.
Sangat unik sekali, mengapa kita selalu mencari Sang Kekasih Sejati, ingin selalu sujud di hadapan-Nya, bukan ingin tetapi ‘akan’. Keunikan ada dalam diri-Nya, Ia tak terinderakan sama sekali, tetapi kenapa kita selalu mencari-Nya, ingin menjadi Kekasih-Nya, Ia tak bermula dan tak berakhir, ada di setiap tempat, namun tidak menetap di tempat mana pun. Segala sesuatu yang terinderakan adalah manifestasi-Nya. Yakin! memang yakinlah adanya. Hanya hati yang mampu menjawabnya.
Ketika eksistensi sesuatu sulit dibayangkan, sehingga mudah untuk ditolak, tak ada yang mampu menolak-Nya. Ia menampakkan, menyatakan bahwa Dia eksis dengan memberikan pemandangan, fenomena-fenomena alam yang terjadi. Itulah yang Dia gunakan sebagai cermin untuk merefleksikan kekuatan itu, kekuatan yang tak terlihat. Nobody, tak seorang pun yang mampu melihat kekuatan itu dengan matanya walapun menembus dimensi eksistensi. Hanya yang memiliki mata hati yang penuh dengan kebenaran keyakinan yang mampu memahami-Nya, hanya itu.
Mengenal-Nya, sadar akan Dia, merupakan rahmat terbesar. Bagi mereka yang mempunyai mata hati untuk melihat, segala sesuatu merupakan tanda yang menunjuk kepada-Nya, sebab
“Segera akan Kami perlihatkan kepada mereka Tanda-tanda Kami di wilayah-wilayah dunia ini dan di dalam diri mereka sendiri, sehingga akan nyata kepada mereka, bahwa (Al-Quran) itu benar.” (QS. Fushshilat: 54)
Itulah tanda-tanda nyata yang terbentang ke dalam cakrawala dan dalam diri manusia sendiri. Dengan demikian, mereka tahu bahwa atom adalah tentara-Nya yang dapat dikerahkan ke mana pun Dia mau.

“Karunia itu dari Tuhan, namun orang tak kan menemukan
karunia tanpa tabir ‘Taman’ “
Orang harus melihat relitas dibalik tabir, penunggang kuda di balik debu, dan mengetahui bahwa duri itu adalah bagian dari Bunga Mawar.

“Ranting pun mulai menari seperti orang yang
bertobat (yang baru saja menapak di jalan tasawuf),”
(Djalaludin Rumi, seorang Sufi dari Turki)

Seorang pencari Cinta Sejati, sebelum menemukan-Nya tak akan pernah merasa putus asa. Mereka terlena akan kenikmatan saat merasakan manifestasi dari kekuatan-Nya.
“Wahai yang nama-Mu adalah makanan lezat
bagi jiwaku yang mabuk!” (Djalaludin Rumi)
Begitulah respon yang real dari jiwa yang mabuk akan mencari Cinta Sejatinya, karena itulah fitratnya. Seorang sufi sang pencari Ma’bud Hakiki, Hz. Mz. Ghulam Ahmad, bersabda:
“Di antara keadaan-keadaan thabi’i manusia, yang merupakan bagian mutlak fitratnya ialah mencari Wujud Yang Maha Agung. Untuk pencarian itulah di dalam lubuk hati manusia terdapat suatu tarikan.” (Filsafat Ajaran Islam, hal. 65)
“Tuhan menginginkan kamu datang kepada-Nya dengan hati yang suci, tentu saja, keadaannya kamu harus menjadi apa yang Dia kehendaki; kamu harus mengubah dirimu yang menjadikan kamu seseorang yang cukup pantas hadir di hadapan Tuhan. Aku beritahu kebenaran kepadamu bahwa Tuhan Yang Maha Perkasa memiliki kekuatan yang indah dan rahmat serta berkat-Nya tidak terbatas, tetapi kamu harus memiliki mata kecintaan untuk melihat-Nya. Jika seseorang memiliki kecintaan yang tulus kepada-Nya, Dia sangat menerima doa-doanya dan menganugerahkan pertolongan-Nya kepadanya.” (Malfuzhat, vol. 1 hal. 338).

“Kalau tidak, mana mungkin bunga mawar tumbuh.”

Mana mungkin seorang manusia miskin berani menyapa Tuhan Maha Perkasa? Mana mungkin hati berani menyeru Sang Cinta Sejati Yang Maha Abadi? Namun, Dia-lah yang mendengar do’a yang tak terucapkan, dan dilihat dari sudut ini, setiap do’a itu sendiri merupakan jawabannya sendiri. Dia telah menganugerahi sebuah hati yang dapat mencari dan menemukan Dia. Dia tidak akan pernah menyuruh seseorang untuk berdo’a jika Dia tak mau mendengarkannya. Akan tetapi, setiap kenikmatan selalu teraih melalui pengorbanan. Setiap pengorbanan pun memiliki tantangan, sebab setiap pengorbanan dan tantangan memiliki nilai keimanan masing-masing. Dialah sang Ma’bud Hakiki yang selalu rahman dalam memberikan nilai.
“Kûh kun az kullahâ…
Ciptakan gunung tengkorak,
Ciptakan lautan dari darah kita….” (Djalaludin Rumi)
Untuk memperoleh nilai itu para Pencari Cinta Sejati pun siap mengorbankan apa yang ada pada dirinya baik jiwa, raga, harta maupun kehormatan. Dialah sang Cinta Sejati, sang Rahman dan Rahim yang selalu memberikan sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al Insyirah: 5) Tak terhitung berapa sudah tengkorak yang berusaha ingin menjadi kekasih-Nya, tak terbendung pula berapa liter darah yang telah menjadi lautan untuk menjumpai-Nya. Namun, pada akhirnya hanya yang terberkati yang mampu memenuhi undangan-Nya.

Bagaiman perasaan jiwa untuk menghadapi suasana ketika ia harus berdiri di hadapan Hakim teragung untuk memberikan pertanggungjawaban mengenai kelakuan, pemikiran, dan ucapan-ucapannya? Harapan untuk mendapatkan surga dan kedamaiannya, seperti digambarkan dalam Al-Quran, telah menggerakkan orang-orang mukmin ke arah ketaatan. Untuk mencintai Tuhan dengan cinta yang murni, bukan karena harapan atau rasa takut, tetapi karena keindahan kasih-Nya yang abadi. Tidakkah Al-Quran mengatakan:
“Ia (Allah) mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (QS. Al Maidah: 54)?
Para pecinta Tuhan tidak lagi takut kepada kematian, tetapi justru mengharapkannya, karena “kematian adalah jembatan yang menghubungkan antara orang yang mencintai dengan yang dicintai”. Apa yang lebih diinginkan selain menemukan saat-saat, setelah terbebas dari segala urusan, berkontemplasi tentang Keindahan Ilahi yang abadi, yaitu menghadap Wujud Ilahi yang tak terkirakan, tempat segala sesuatu berasal dan berpulang? Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. (QS. Al Baqarah: 156)
Seperti yang telah dikatakan Rumi:

“Bila kematian itu manusia
Yang dapat kupeluk erat-erat!
Aku akan mengambil darinya jiwa, yang bersih
dan tak berwarna;
Dan ia akan mendapat dariku jubah berwarna,
hanya itu….”

Manusia suatu saat akan sadar dan menyadari, tetapi saat itu sudah di mana dia?. Di surga manusia akan menikmati apa yang telah dia lakukan di dunia dan di neraka manusia juga akan merasakan apa yang dia perbuat di dunia. Di neraka, para penghuni neraka akan merasa lebih bahagia dibanding di dunia, sebab di dunia mereka tidak ingat kepada Allah, sedangkan di neraka mereka ingat kepada-Nya dan tidak ada yang lebih manis selain mengenal Allah. Demikian pula di surga. Manusia akan menikmati makanan yang dia tanam sendiri dan memakai pakaian yang dipintal sendiri, tak ada yang saling menangguhkan. Mereka dapat merasakan kenikmatan yang lebih, sebab baik di dunia maupun di surga mereka selalu mengingat Allah. Mereka itulah yang di dunia diberkati Allah untuk mampu berjumpa dengan sang Cinta Sejati yaitu Dia “Allah”. Oleh karena itu, manusia akan selalu mengingatnya, sebab dia mengingat Allah. Begitulah sang Cinta Sejati memanifestasikan kekuatan-Nya yang tak terwujudkan.
“Diamlah, dan berjalanlah
melalui kesunyian menuju ketiadaan,
Bila engkau sudah jadi ketiadaan,
dirimu akan jadi pujian!” (D R)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

Maret 2009
M S S R K J S
« Jun   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rating

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: