Dildaar80's Weblog

Orang Makassar di Banyumas

Posted on: 19 Maret 2009


Waktu Kecil Dikenal Bandel
AA Mapparessa

BARU-BARU ini Radar Banyumas (jpnn) kebanjiran short message service (SMS) yang isinya memuji dan memberi dukungan pada Kapolwil Banyumas Kombes Pol AA Mapparessa. Kapolwil dinilai berani dalam memberantas narkoba. Tidak main-main, 14 orang yang ditangkapnya adalah orang-orang terkenal di Purwokerto.

Diantaranya para manager perusahaan terkenal, ketua organisasi kepemudaan ternama yang juga mantan anggota DPRD dan sejumlah PNS. Mapparessa tak gentar. Banyak yang menduga kasus itu akan segera berlalu namun ternyata tidak.

Waktu itu, banyak yang menyanjung Kapolwil. Termasuk para pejabat yang mengagumi keteguhannya dalam bersikap. “Dia itu bersih dan taat beragama,”ujar seorang pejabat di Banyumas. Kapolwil memang rajin mengikuti kegiatan keagamaan maupun bertemu tokoh agama. Dia bahkan pernah tampil sebagai qari (pembaca al qur’an) dalam sebuah acara.

Masa mudanya memang pernah memiliki latar belakang keagamaan yang kuat. Di masa kecilnya Maparessa terkenal sangat bandel. Sedikit pun tidak terbesit pada benak pria yang memiliki nama AA Mapparessa untuk menjadi seorang polisi meski ayahandanya, H Andi Mapparessa seorang polisi. Ayahnya mundur dari polisi karena diminta warga untuk menjadi tetua adat.

Meski bandel, namun pria kelahiran Makasar pada tanggal 18 September 1955, itu malah berkeinginan untuk menjadi seorang santri di pondok pesantren. Keinginan pun semakin bulat saat orang tuanya mendukung kepada Mapparessa untuk masuk ke pondok pesantren selepas lulus dari bangku SMA. “Orang tua saya sangat mendukung masuk pesantren,” ungkap Mapparessa.

Pria yang memiliki hobi sepak bola dan tenis ini terus menimba ilmu dari guru ngaji yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Hal itu yang membuat dirinya cukup memahami masalah agama.

Diungkapkan Mapparessa, kenangan yang berkesan adalah pada masa kanak-kanak. “Saya ini anak yang paling bandel di keluarga,” tuturnya. Pria yang berpenampilan apa adanya ini pun mengaku suka usil terhadap teman sebayanya. Orang yang umurnya lebih tua pun juga acapkali digoda. Bahkan, pria yang kini menjabat sebagai Kapolwil Banyumas itu kerap mengusili polisi.

Tingkah laku masa kecil Mapparessa yang membuat gemas dan jengkel orang itu ternyata memiliki kenangan tersendiri bagi dirinya. Bahkan, kenangan pada masa kecil itu masih membekas pada Mapparessa yang kini sudah dikaruniai satu putra dan dua orang putri. Mereka adalah Andhika Paramartha Putra M, Nindhita Atidhira Putri M dan Novira Pratistha Putri M.

Akibat kebandelannya, kakak tertuanya acapkali memarahi atas tindakannya yang suka usil tersebut. Hal ini yang membuat dirinya tidak diperbolehkan untuk masuk ke pondok pesantren. “Kakak saya khawatir kalau dimasukan pondok nanti malahan kabur, karena saya memang terkenal sangat bandel,” ungkap Maparessa.

Sementara itu, meskipun tahu akan kebandelan dirinya, namun orang tuanya tidak pernah memarahinya. Apalagi hingga memukul. “Ayah saya hanya berpesan, jadi orang itu harus sabar,” kata Mapparessa sembari mengungkapkan pesan lainnya yang masih terngiang dibenaknya yaitu mencari ilmu dan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Seiring waktu berjalan, Mapparessa yang menamatkan SD hingga SMA di Maros, Sulawesi Selatan, kemudian mencoba untuk mendaftar sekolah AKABRI. “Pada saat saya mendaftar AKABRI, tanpa sepengetahuan orang tua saya,” kata pria yang selalu tersenyum ramah imi. Pada saat itu, ayahandanya sudah wafat.

Inisiatif masuk AKABRI itu didasari atas kemauan sendiri yang dilatarbelakangi oleh pengaruh sosok ayahandanya. “Saya ini suka tantangan, dan sekolah di AKABRI adalah tantangan bagi saya,” katanya. Tak cukup mendaftar di AKABRI, tanpa sepengetahuan ibunya Mapparessa diam-diam juga mendaftar sebagai pilot dan di angkatan laut.

Nasib orang memang ditentukan yang di atas. Hingga beberapa saat kemudian Mapparessa diterima di AKABRI. Sedangkan pendaftaran sebagai pilot dan di angkatan laut yang masih dalam tahap seleksi tes, ditinggalkan olehnya. “Saya memilih di AKABRI, karena lebih dahulu diterima,” ungkapnya.

Pria yang pada awal karier di kepolisian berpangkat letnan dua lalu magang di Poltabes Semarang selama tiga bulan itu, terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Segudang prestasipun disabetnya hingga membuat karier di kepolisian melesat.

Pada tahun 1978, Mapparessa bertugas di Polwil Jogjakarta hingga kemudian pindah ke Polresta Jogjakarta. Hingga kemudian, pada tahun 1987 pindah ke Jawa Timur setelah merampungkan Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Di Sebah Polri Mojokerto itu, dirinya bertugas sebagai instruktur.

Selanjutnya menjadi Kepala Korps Siswa (Kakorsis) dan pindah ke Lumajang sebagai Kapolres pada tahun 1992. Satu tahun kemudian masuk Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) hingga selesai.

Bapak tiga anak ini kemudian ditugaskan di direktorat pendidikan polri. Tidak lama kemudian pindah ke KSPN di Karombasan, Menado selama dua tahun dari 1995 hingga 1997. Kemudian balik ke Mabes Polri dan bertugas di Direktorat Administrasi dan Personil Polri selama tujuh tahun. Dan pada Agustus 2003 lalu, Maparessa menjadi Kapolwil Banyumas.

Tak sedikit negara yang dijelajahnya dalam menjalankan tugas negara untuk menimba ilmu di negara maju seperti Inggris, Jepang, Australia yang rata-rata menurutnya polisi dinegara maju harus selalu bisa dekat dengan masyarakat.

Saat diwawancarai radarmas belum lama ini Mapparessa menceritakan obsesinya sebagai polisi. “Obsesi saya adalah agar polisi betul-betul diakui masyarakat,” katanya.

Pria yang tinggal di rumah dinas di Jalan Merdeka nomor 29 Purwokerto itu pun mengaku harus bolak-balik dan keliling empat polres yang berada di wilayah Polwil Banyumas yaitu Polres Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap. “Setiap saat saya keliling ke polres-polres untuk memberi pengarahan kepada anggota, kalau polisi sekarang harus bisa mengayomi masyarakat ” kata Mapparessa.

Anggota polisi, lanjutnya, dituntut untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. “Seperti halnya perusahaan yang harus mengetahui pangsa pasarnya, polisi harus mengetahui keinginan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Maparessa mengatakan paradigma polisi sekarang adalah bukan dilayani masyarakat, melainkan melayani masyarakat. “Jangan sampai dalam melakukan tindakan, polisi malah mengganggu masyarakat,” imbuhnya.

Namun tiba-tiba wajah Mapparessa muncul di mana-mana. Bukan sebagai ‘pahlawan’ pemberantas narkoba. Dia muncul sebagai orang yang dianggap menggiring anak buah dan keluarga serta purnawirawan Polri untuk mendukung calon presiden tertentu. Sebagai seorang petugas negara yang dianggap tidak netral.

Sekaj kasus ini mencuat, Mapparessa benar-benar menutup diri. telepon genggamnya tidak pernah diangkat. Wartawan yang menunggui seharian di depan pintunya pun terpaksa pulang gigit jari. Wartawan koran ini yang bertahan memang akhirnya sempat berbincang dengan ‘peran utama’VCD dukung capres itu. Namun dia tidak banyak bicara. Meski tetap tampak bersahabat. Dia tampak berhati-hati dengan jawabannya. Jawab-jawaban standar diberikan, seperti, “saya tidak tahu.” “Masih akan kita cek.” keluar dari mulutnya. Namun dia tidak berprasangka buruk dengan adanya kasus ini. “Saya tidak berpikir apakah akan ada yang menjatuhkan nama baik saya,”ujarnya sembari tersenyum.

Apa boleh dikata. Mungkin ini yang namanya kemarau setahun dihapus hujan sehari. SMS pujian bergantian dengan cacian. Sanjungan berganti cemoohan. Mungikin semua lupa, sebagai perwira menengah, Maparessa juga ‘hanya’ seorang prajurit. (arif widodo)

Iklan

2 Tanggapan to "Orang Makassar di Banyumas"

JANGAN MUDAH MENYERAH MAJU TERUS AA MAPARESSA DARI EDI KARPON

Sip. Trims atas infonya. Ditunggu kunjungan baliknya di http://www.infopurwokerto.infoTulis komentar di sini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

Maret 2009
M S S R K J S
« Jun   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rating

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: