Dildaar80's Weblog

Kisah Seorang Afro-American Masuk Islam

Posted on: 18 Maret 2009


Bashir Afzal adalah Presiden/ketua Jama’at Muslim Ahmadiyyah New York, Amerika Serikat selama 30 tahun dan juga Zaim Majlis Ansharullah North NJ selama sepuluh tahun. Saudara kita Bashir Afzal meninggal pada tanggal 18 Juli 1993 pada usia 91 tahun. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Di bawah ini adalah kisah pengalamannya masuk ke dalam Islam lewat Jamaah Ahmadiyah. Beliau adalah seorang Afro-Amerika (seorang Amerika keturunan Afrika)

Saya lahir pada 1902 di wilayah Randolph, Alabama. Orangtua saya termasuk pemeluk Kristen yang setia. Mereka termasuk dalam Gereja Baptis. Saya mengalami lingkungan keagamaan yang kental di rumah dan biasa datang ke Gereja secara teratur semenjak kanak-kanak. Sejak awal sekali dari masa kanak-kanak, saya mempunyai rasa suka yang sangat kepada pribadi Yesus tanpa mengetahui benar-benar kebenaran tentangnya. Bertentangan dengan kepercayaan Gereja, saya mengembangkan sebuah persepsi bahwa Yesus Kristus masih hidup diantara kita hanya kita belum menemukan beliau.

Ketika saya bertambah dewasa, saya menjadi Missionary/Pendeta Gereja Baptis dan keinginan untuk menemukan dan bertemu dengan Yesus Kristus semakin kuat. Saat berumur 21 tahun, saya pindah ke Pittsburg, Pennsylvania, dimana saya mulai bekerja di sebuah pabrik logam. Sembari menjadi Pendeta Gereja Baptis, saya juga amat aktif menyebarluaskan keyakinan saya kepada semua teman-teman saya. Satu kali, seorang kolega dari tempat saya bekerja datang mengabarkan adanya organisasi agama baru di kota saya. Teman ini biasa saya berdiskusi dengannya tentang berbagai masalah agama dan dia mendesak saya untuk menghadiri pertemuan organisasi agama baru itu karena dia mengira saya menyukai datang kesana. Beberapa waktu kemudian organisasi ini saya ketahui bernama Gerakan Ahmadiyah dalam Islam.

Saya ingin tahu tentang apa yang diceritakan teman saya itu. Kemudian saya tanyakan jadual pertemuan mereka dan mempersiapkan diri guna menghadirinya beberapa hari setelah itu.

Pada waktu saya hadir pada pertemuan mereka, setiap orang begitu baik dan ramah kepada saya. Salah seorang jemaat meminta dengan sangat agar saya duduk di depan hal mana segera saya lakukan. Disampaikan kepada saya bahwa seorang pembicara Muslim bernama Yusef Khan akan menyampaikan ceramahnya. Saya mulai mendengarkan ceramah tersebut dengan penuh perhatian. Saya mendengarnya mengatakan bahwa Yesus Kristus tidak mati disalib dan bahwa ia meninggal secara alami atau wajar beberapa lama kemudian. Dia mengatakan tentang nubuwah/kabar gaib mengenai kedatangan kedua kalli Yesus Kristus. Menurutnya, nubuwah ini sudah sempurna dengan kemunculan orang lain yang mempunyai misi yang sama dengan Yesus Kristus yakni kehidupan kembali agama.

Setelah pertemuan saya menemui Tuan Yusuf Khan yang menyampaikan pada saya segala sesuatu mengenai Jamaat Muslim Ahmadiyah. Dia menjelaskan pada saya mengenai Khilafat dan organisasi Jemaat. Sementara saudara ini berbicara dengan saya, entah bagaimana, saya merasakan dalam hati saya sepertinya saya termasuk dalam kalangan mereka. Saya merasakan semacam kepuasan yang saya pikir belum pernah dirasakan sebelumnya. Saya menyadari bahwa Sang Pencipta diri saya, Tuhan Yang Maha Kuasa telah mengabulkan semua doa saya dan di sini saya berdiri di atas jalan yang benar menuju Allah. Saya tidak lagi ragu-ragu. Saya meminta Tuan Yusef Khan menerima bai’at saya masuk kedalam Ahmadiyah. Tuan Yusef Khan dengan halus menyarankan agar saya tidak terburu-buru bai’at. Beliau menginginkan saya berdoa dan merenungkan semua akibatnya bila saya bai’at. Namun, saya telah mengambil keputusan bahwa saya tidak akan meninggalkan tempat itu sampai bai’at saya diterima. Dengan karunia dan barokah dari Allah Yang Maha Kuasa, saya menjadi seorang Muslim dan Ahmadi pada malam itu. Semenjak bai’at itu, sampai hari ini saya tidak pernah melihat ke belakang dan akan Insya Allah mati sebagai Muslim Ahmadi.

Setelah saya menjadi seorang Muslim; ibu saya yang sangat mencintai saya menyangka saya takkan mengunjungi ia lagi. Ketika ia menyebutkan hal ini pada saya, saya sampaikan bahwa saya justru lebih sayang padanya dibanding sebelumnya karena Nabi Umat Islam, Muhammad s.a.w. sangat menekankan kecintaan dan ketaatan pada orang tua, khususnya ibu. Ia sangat senang mengetahui hal itu. Dengan sangat hati-hati saya menepati janji saya itu selama ibu saya masih hidup. Dia sangat bahagia sekali dengan saya hingga nafas yang penghabisan. Saya bisa melihat bagaimana keindahan ajaran Islam mulai merubah hidup saya.

Semenjak saya mempunyai kecintaan mendalam di dalam hati saya terhadap Yesus Kristus yang saya yakini masih hidup (sebenarnya inilah cara Allah memberitahukan kepada saya secara istimewa bagaimana kedatangan Yesus Kristus yang kedua, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih yang dijanjikan, salam atasnya), saya mulai membaca sebanyak mungkin saya mampu tentang karakter, kepribadian dan ajaran Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih yang dijanjikan, salam atasnya. Semakin saya baca lebih banyak buku, semakin kuat keimanan kutemukan. Saya mendapatkan hal penting dalam kehidupan saya ketika saya pikir saya sungguh-sungguh asyik dalam kecintaan terhadap Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih yang dijanjikan, salam atasnya. Kecintaan terhadapnya membuat saya mengunjungi Qadian dan Rabwah pada tahun 1950an (saya tidak ingat tepatnya tahun berapa-berumur 45 tahun lebih-pent.). Saya cinta pada apa-apa yang saya saksikan di Qadian. Saya melihat berbagai tempat dan membayangkan dalam pikiran saya tentang berbagai peristiwa yang terjadi di desa kecil pada waktu hidupnya majikanku yang tercinta (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih yang dijanjikan, salam atasnya).

Seseorang dapat menyaksikan kekuasaan Allah dengan menyadari bagaimana suara Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih yang dijanjikan, salam atasnya dari desa kecil telah menjangkau pelosok-pelosok dunia. Seluruh janji-janji samawi yang diberikan kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al-Masih yang dijanjikan, salam atasnya, terbentang di pelupuk mata saya dan saya dapat menyaksikan bagaimana Allah dengan jelas telah menyempurnakan janji-janji tersebut. Allah telah berbuat baik kepada saya. Saya telah menyaksikan berbagai tanda dalam pribadi saya sendiri setelah menjadi Muslim. Jamaat Muslim Ahmadiyah senantiasa sangat baik terhadap saya. Saya menjadi presiden/ketua Jemaat Ahmadiyah New York dan dengan karunia Allah memegang posisi tersebut selama 30 tahun. Para anggota selalu bekerjasama dengan saya dan menghormati saya. Saya tidak bisa berterima kasih kepada Allah secukupnya atas semua ganjaran yang Dia karuniakan kepada saya melalui Islam dan Ahmadiyah. Doa permohonan saya kepada Allah hanyalah semoga Dia memasukkan semua orang Kristen ke dalam Islam yang sejati dan menjaga saya agar tetap teguh di jalan-Nya hingga nafas penghabisan. Aamiin (disadur dari majalah Jemaat Ahmadiyah Amerika Serikat, An-Nahl, Musim Panas 1993-Penerjemah Dildaar Ahmad)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya

Maret 2009
M S S R K J S
« Jun   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rating

Tweetku

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: