Dildaar80's Weblog

Ratusan Tahun Banyumas Tanpa Hari Jadi

Posted on: 15 Maret 2009


Yayasan Pesarean Dawuhan Banyumas, 21 Februari, mengadakan lokakarya dan perenungan hari jadi Banyumas. Dalam lokakarya itu disimpulkan hari jadi jatuh pada tanggal 27 Ramadan 978 Hijriah atau 22 Februari 1571. Itu berbeda dari hari jadi yang diperingati selama ini, yaitu 6 April 1582. Berikut tulisan budayawan Banyumas, Ahmad Tohari, menanggapi kontroversi tersebut. ADALAH sangat wajar apabila sebuah kabupaten memiliki hari jadi, tak terkecuali Banyumas. Gunanya banyak. Misalnya dengan peringatan hari jadi, pemerintah dan masyarakat bisa membangun emosi kolektif untuk bersama-sama membangun daerah. Hal itu hanya bisa lahir bila hari jadi diperingati dengan pemikiran matang dan tidak semata-mata bersifat seremonial. Lagi pula sebagai bagian masyarakat berbudaya, hari jadi punya peran sebagai salah satu data curiculum vitae suatu daerah. Kabupaten Banyumas pun telah memiliki hari jadi, yakni 6 April. Menurut pendapat pihak yang kompeten, pada tanggal itu tahun 1582 Kadipaten Wirasaba dipecah menjadi empat kabupaten, salah satu pecahannya adalah Kabupaten Banyumas. Penetapan 6 April sebagai hari jadi diambil setelah dilakukan penelitian oleh para ahli. Beberapa ahli sejarah dari perguruan tinggi dilibatkan. Saya tak berperan karena masih jadi orang rantau. Peresmian hari jadi 6 April dikuatkan dengan peraturan daerah yang dikeluarkan pada masa Bupati H Djoko Soedantoko tahun 1990-an. Jadi, sebelum ada perubahan peraturan daerah tersebut, 6 April tetap resmi sebagai hari jadi Banyumas. Prioritas Namun saya dengar, sejak awal ada kontroversi. Itu terjadi karena seorang ahli sejarah Banyumas, Drs Sugeng Priyadi MHum, menemukan fakta sejarah lain. Sugeng menyatakan dalam Babad Kalibening, pemecahan Kadipaten Wirasaba terjadi pada 22 Februari 1571. Karena itu dia mengusulkan hari jadi Kabupaten Banyumas ditinjau ulang (Suara Merdeka, 22/2). Sebagai ilmuwan, Sugeng telah berjalan di alur yang benar. Dia telah mengusulkan sesuatu berdasar penelitian, yang tentu saja dipercaya benar adanya. Sebagai masyarakat yang mengerti peraturan, tentu 6 April itulah yang masih harus dirayakan sebagai hari jadi. Peringatan hari jadi selain tanggal itu tidak sah dan bisa mengundang masalah. Jika begitu, bagaimana dengan hasil penelitian Sugeng Priyadi? Saya punya usul, silakan Sugeng menyusun buku putih tentang hari jadi Banyumas. Pertahankan tesisnya di hadapan para ahli sejarah dalam forum ilmiah. Lalu sosialisasikan kebenaran itu. Jika sudah mendapat pengakuan umum, langkah berikut adalah mengusulkan amandemen parturan daerah yang berkait. Namun pemerintah tak boleh meninggalkan prinsip ambeg para marta(prinsip skala prioritas). Sebab, selain masalah hari jadi, masih banyak hal penting lebih konkret dan lebih pantas didahulukan. Keparanormalan Selain ada pihak yang ingin menangguk ikan dalam isu hari jadi, saya mendengar ada kelompok paranormal ingin menunjukkan pengaruh di bumi Banyumas. Dari kalangan mereka terdengar semacam pangerang-erang (black mail), jika hari jadi Banyumas tetap 6 April, di wilayah panginyongan akan terjadi apa-apa. Aduh, Mas. Jika kabar itu benar, mbok jangan begitu. Paranormal ya paranormal. Silakan saja. Namun keparanormalan tidak bisa diklaim sebagai monopoli siapa-siapa. Di tanah Banyumas banyak wong ngerti. tetapi tetapsesingidan, tidak mengaku-ngaku punya ngelmu. Dan setahu saya, paranormal sejati berilmu tanpa pamrih karena benar-benar sumarah kepada Yang Mahatahu. Lebih baik masyarakat Banyumas dibawa ke alam kehidupan yang nalar. Bencana yang menimpa suatu daerah tak berkait dengan hari jadi. Contohnya, blabur Banyumas yang terkenal itu menimpa nenek moyang kita sebelum ada polemik hari jadi. Malah saya sangat percaya, Adipati Mrapat tak pernah menyuruh merayakan hari jadi, baik 6 April maupun 22 Februari. Sejak tahun 1582 hingga tahun 1990-an hari jadi Banyumas tak pernah dirayakan. Nyatanya, kita baik-baik saja. Jadi, mari kita hadapi masalah hari jadi dengan senyum, dengan jernih, dan dengan nalar. Tidak baik mengada-adakan sesuatu menjadi masalah pada zaman yang sudah sarat masalah ini. Kesuwun, klilan. ( 86) Suara Merdeka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya

Maret 2009
M S S R K J S
« Jun   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rating

Tweetku

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

RSS Berita Detik

%d blogger menyukai ini: