Oleh : Abdul Rozzaq
Syahid adalah satu gelar yang dikarunikan Alloh swt kepada pengikut Islam berkat menta’ati Alloh dan Rosul-Nya (4:70), Muhammad al-Mushthofa saw yang karena mempertahankan keimanannya dan atau membela agamanya hingga titik darah yang penghabisan (Jadi yang tepat dan paling berhak memberi gelar syahid adalah Allah dan rosul-Nya atau para khalifah rosul-Nya). Di sisi Alloh swt, syahid itu mempunyai kedudukan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari Hadits Rosululloh swt berikut:
لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سَبْعُ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِّهِ، وَيَرَى مَقْعَدَهُ فِى الْجَنَّةِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ اْلإِيْمَانِ، وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ زَوْجَةً مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيُؤَمَّنُ مِنَ الْفَزْعِ اْلأَكْبَرِ، وَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوِقَارِ، اَلْيَاقُوْتُ مِنْهُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا، وَيَشْفَعُ فِى سَبْعِيْنَ اِنْسَانًا مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ
Orang yang mati syahid mempunyai 7 karunia di sisi Alloh, yaitu: Ia diampuni pada waktu tetesan darah yang pertama, ia dapat melihat kedudukannya di Sorga, ia dihiasi dengan pakaian keimanan, ia dijodohkan dengan 72 istri dari bidadari yang cantik jelita, ia dilindungi dari adzab kubur dan diamankan dari rasa takut yang paling besar dan dipakaikan pada kepalanya mahkota kehormatan, satu mutiara darinya lebih baik daripada dunia dan dari apa yang ada di dalamnya serta ia dapat memberikan syafaat kepada 70 manusia dari ahli baitnya (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, At-Turmudzi, Ibnu Majah dari Al-Miqdam bin Ma’ad Yakrib RA dan Kanzul-Ummal, Juz IV/ 11132)
Komentar:
Dari Hadits tersebut dapat diambil pelajaran sebagai berikut:
1. Meskipun kedudukan dan derajat Syahid di sisi Alloh itu demikian tinggi dan terhormat, tetapi tidak berarti melebihi kedudujkan dan derajat Shiddiq dan Nabi.
2. Ketika Islam sudah datang, maka gelar Syahid itu hanya dikaruniakan kepada orang yang taat kepada Alloh dan Muhammad Rosulullah saw sebagai umat Islam, bukan umat agama yang lain.
3. Orang yang mati Syahid pasti masuk Sorga, karena semua dosanya diampuni Alloh swt.
4. Keluarga Syahid tidak boleh bersedih, karena pada hakikatnya orang yang dibunuh di jalan Alloh swt itu tidak mati, tapi hidup bahkan ia dikaruniai dapat memberikan syafaat kepada 70 anggota keluarganya.
NB: Syahid yang dimaksud disini bukan pelaku bom bunuh diri apa pun alasannya termasuk alasan agama. Islam melarang pemberontakan terhadap pemerintah siapa pun mereka termasuk penjajah, bunuh diri dan juga melarang membunuh org lain tanpa hak (orang yang tdk bersalah). Bunuh-membunuh hanyalah pada peperangan secara resmi.