<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dildaar80&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://dildaar80.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dildaar80.wordpress.com</link>
	<description>Blog berita selektif dan artikel menarik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Dec 2009 15:37:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dildaar80.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e48c504ae91d4f0aa2e602481d9ea0dc?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dildaar80&#039;s Weblog</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Dua Hari Raya berkumpul pada hari Jumat</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/27/dua-hari-raya-berkumpul-pada-hari-jumat/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/27/dua-hari-raya-berkumpul-pada-hari-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 04:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keislaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Opini &#8211; Artikel
AZHARI AKMAL TARIGAN
Pada tahun ini, insya Allah hari raya Idul Adha jatuh pada hari Jumat tanggal 27 November 2009. Artinya, pada hari Jumat akan ada dua shalat Idul Adha dan shalat Jumat. Penyebutan hari Jumat sebagai hari raya mungkin bagi sebagian orang masih terasa aneh.
Namun jika dilihat konteks historis dan nash-nash yang ada, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=403&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Opini &#8211; Artikel<br />
AZHARI AKMAL TARIGAN</p>
<p>Pada tahun ini, insya Allah hari raya Idul Adha jatuh pada hari Jumat tanggal 27 November 2009. Artinya, pada hari Jumat akan ada dua shalat Idul Adha dan shalat Jumat. Penyebutan hari Jumat sebagai hari raya mungkin bagi sebagian orang masih terasa aneh.</p>
<p>Namun jika dilihat konteks historis dan nash-nash yang ada, jelas terlihat bahwa hari Jum’at sebagai sayyid al-ayyam (penghulu hari) adalah hari berkumpulnya umat Islam. Berkumpul untuk bersilaturrahim, saling berbagi makanan, sadaqah, dan hadiah, sesungguhnya adaah inti dari hari raya.</p>
<p>Dengan demikian tidaklah salah jika disebutkan bahwa hari Jumat adalah hari raya dan untuk itu kita harus melaksanakan shalat ‘Id. Untuk lebih jelasnya bahwa Jum’at adalah hari raya dapat dilihat di dalam kitab Sunan Ibn Majah pada hadis nomor 1310. Diriwayatkan oleh Iyas bin Abi Ramlah al-Syamyberkata, “Aku mendengar Mu’awwiyah bin Abi Sufyan bertanya kepada Zaid bin Arqam.”</p>
<p>Apakah Anda mengalami dua hari raya (Id dan Jumat) dalam satu hari bersama Rasulullah?. Zaid menjawab, “Ya, saya pernah mengalami hal itu.” Mu’awwiyah kembali bertanya, “ Lalu apa yang dilakukan Rasulullah ?” Zaid Menjawab, “Beliau melaksanakan shalat ‘Id dan memberikan rukhsah (dispensasi) tentang shalat Jumat. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Siapa yang ingin melaksanakan shalat Jumat silakan melaksanakannya.”</p>
<p>Melalui hadis di atas tampak bahwa hari Jumat dipahami sebagai hari raya umat Islam. Di beberapa sekolah tradisional Islam sejak dahulu bahkan ada yang sampai sekarang meliburkan santrinya pada hari Jumat. Bagi mereka, hari Jumat adalah hari libur dan bukan hari minggu. Hari Minggu tetap digunakan untuk segala aktivitas belajar dan mengajar.</p>
<p>Beberapa riwayat disamping Al-Quran sendiri yang memuat surah Al-Jumu’ah, telah menjelaskan keutamaan hari Jumat. Syekh Mutawalli Sya’rawi di dalam bukunya, Anta Tas’al wa Al-Islamu Yujibu, menuliskan tentang lima kebaikan hari Jumat. Menurutnya ketika Rasul ditanya tentang kebaikan hari Jumat, Rasul menjawab, ada lima hal.</p>
<p>Pertama, pada hari Jumat Adam diciptakan oleh Allah. Kedua, Adam diturunkan ke bumi. Ketiga, Jum’at adalah hari wafatnya Nabi Adam. Keempat,  pada Jumat doa hamba Allah dikabulkan selama doa tidak mengarah kepada dosa atau memutus tali kekeluargaan. Kelima, pada hari itu juga kiamat datang.” Para Malaikat, langit, bumi, gunung, batu, semuanya menyayangi hari Jumat. (HR. Ahmad).</p>
<p>Pada bagian lain, Syekh Mutawalli juga menuliskan hikmah diwajibkan shalat Jumat karena Allah menginginkan adanya pernyataan kesetiaan bersama yang dilangsungkan<br />
secara bersama dalam bentuk yang massif (missal), sehingga muncul rasa persaudaraan, saling menguatkan, dan hilangnya sifat-sifat individualistis.</p>
<p>Pada gilirannya shalat Jumat adalah momentum konferensi umat Islam untuk menguatkan sendi-sendi kehidupan umat baik dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, politik terlebih dalam hal agama. Tentu saja sepanjang hari Jumat sebagai hari berkumpul itu dimanfaatkan semaksimal mungkin.</p>
<p>Berangkat dari penjelasan diatas, dapat dipahami mengapa Al-Quran sangat menekankan kewajiban shalat Jumat, sampai sampai kita diperintahkan untuk meninggalkan praktik jual beli dan aktivitas lainnya. Shalat Jumat apabila waktunya sudah masuk harus mendapatkan prioritas (yang paling utama) dari segala aktivitas apapun di muka bumi.</p>
<p>Setelah selesai shalat Jumat kita diperkenankan Allah untuk kembali mencari karunia (rizki) Allah di muka bumi yang luas ini. Persoalannya adalah bagaimana jika hari raya Idul Fitri atau Idul Adha jatuh pada hari Jumat? Apakah kita masih melaksanakan shalat Jumat setelah melaksanakan shalat ‘Id atau tidak ?</p>
<p>Hadis yang telah penulis kutip di atas menjelaskan tentang adanya keringanan (rukhsah) bagi umat Islam untuk tidak melaksanakan shalat Jumat. Tegasnya, jika pada hari Jumat “biasa”, shalat Jumat wajib, namun jika bertemu dengan hari raya, shalat Jumat tidak lagi diwajibkan (namun tetap wajib shalat Zuhur) sebagai dispensasi.</p>
<p>Di dalam hadis lain, ada diriwayatkan bahwa Rasul SAW melaksanakan shalat Idul Fitri kemudian memberi keringanan bagi umat Islam untuk tidak melaksanakan shalat Jumat. Seraya berkata, “Siapa yang ingin melaksanakan shalat Jumat, silakan kerjakan.”(H.R.Bukhari,Muslim,At-Tirmizi, An-Nasai dan Abu Daud).</p>
<p>Pada riwayat yang lain dikatakan, Sesungguhnya Rasul bersabda, “Pada hari ini telah berkumpul bagi kalian dua hari raya (Id dan Jumat), maka siapa yang telah melaksanakan shalat ‘Id, maka shalat ‘Id itu mencukupinya untuk tidak melaksanakan shalat Jumat. Saya sendiri melaksanakan shalat Jumat. insya Allah.” (H.R. Abu Daud).</p>
<p>Berbeda dengan hadis-hadis diatas, pada hadis ini, Rasul menegaskan sikapnya. Kendati ada keringanan, tetapi Rasul tetap melaksanakan shalat Jumat.Dari sinilah,  para ulama mengatakan bahwa rukhsah tidak berlaku bagi para imam dan khatib. Bahkan Sayyid Sabiq ahli Fikih dari Arab Saudi yang menulis Fikih Sunnah menjadikan hadis tersebut sebagai dalil (dasar) untuk mengatakan bahwa para Imam (Khatib) tetap harus melaksanakan shalat Jum’at.</p>
<p>Sebabnya, jika tidak ada imam atau khatib, maka umat Islam yang ingin melaksanakan shalat Jum’at tentu tidak dapat melaksanakannya. Penjelasan di atas setidaknya memberikan dua perspektif yang berbeda. Pertama, jika berkumpul dua hari raya, maka diberi keringanan kepada kita untuk tidak melaksanakanshalatJumat.Kendatidemikian, kita tetap diwajibkan melaksanakan shalat zuhur.</p>
<p>Shalat ‘Id yang hukumnya sunnah tidak bisa menggantikan shalat yang wajib. Kita hanya diberi keringanan, boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh pula meninggalkannya.  Ada sebagian orang yang malah mengkhususkan keringanan ini hanya bagi orang yang tempat tinggalnya berjauhan dari masjid tempat terselenggaranya shalat Jumat.</p>
<p>Tentu saja pesannya di sini agar tidak menyusahkan sehingga ia tidak harus bolak-balik dari rumah ke masjid. Khalifah Usman bin Affan ketika di Madinah pernah berkata, Bagi Penduduk ‘Aliyah, (daerah pinggiranMadinah) yang ingin menunggu shalat  Jumat silahkan menunggu. Dan Siapa ingin pulang, silahkan pulang.” (Ya’kub: 144).</p>
<p>Kedua, bagi orang yang ingin tetap melaksanakan shalat Jumat diperbolehkan untuk tidak mengatakan sangat dianjurkan. Memang ada juga ulama yang menafikan rukhsah bagi orang yang tinggalnya berdekatan denganmasjid.Artinya,sebagaimana yang telah disebut di muka, keringana hanya untuk orang yang jauh.</p>
<p>Namun bagi saya, rukhsah tetap diberikan. Namun bagi yang ingin shalat Jumat maka ia akan mendapatkan ganjaran yang lebih dari orang yang tidak melaksanakannya. Di dalam kaidah fikih ada penjelasan, ma kastura fi’luhu kastura ajruhu, Siapa yang banyak amalnya tentu lebih banyak ganjarannya.</p>
<p>Oleh sebab itu, bagi orang-orang yang ingin mendapatkan pahala lebih banyak plus dengan silaturrahim yang terus berlanjut, maka shalat Jumat menjadi lebih baik. Lagi pula, jika kita tidak melakukan aktifitas yang penting pada hari Jum’at, bukankah shalat Jumat jauh lebih baik.</p>
<p>Bagi orang yang kebetulan pada hari Jumat ini melakukan perjalanan ke berbagai tempat, misalnya mengunjungi sanak famili, maka kepadanya diberikan alternatif, memilih apakah akan tetap melaksanakan shalat Jumat atau memanfaatkan rukhsah(keringanan) yangdiberikanAllah.</p>
<p>Semuanya tetap membawa maslahat karena sesungguhnya syariat Allah apapun bentuknya pasti mengandung kebaikankebaikan di dalamnya? Wallau a’lam bi alshawab.</p>
<p>http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=69362:dua-hari-raya-berkumpul-pada-hari-jumat&amp;catid=25:artikel&amp;Itemid=44</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=403&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/27/dua-hari-raya-berkumpul-pada-hari-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kritik terhadap Film &#8216;2012&#8242;</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/21/kritik-terhadap-film-2012/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/21/kritik-terhadap-film-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 09:07:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iptek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Namun pribadi saya sendiri (yang amat lemah) sering tergoda untuk menonton film2 fiksi ilmiah seperti Jurasic Park, dentis peak, deep core, volcano, dsb, yang terkadang bisa memberi gambaran lebih jelas (daripada sekedar membaca) tentang proses2 alam. Dan saya sering mendiskusikan/ bedah film tersebut dengan mahasiswa saya, sebagai bagian dari proses belajar mengajar di kampus.
Film 2012 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=400&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Namun pribadi saya sendiri (yang amat lemah) sering tergoda untuk menonton film2 fiksi ilmiah seperti Jurasic Park, dentis peak, deep core, volcano, dsb, yang terkadang bisa memberi gambaran lebih jelas (daripada sekedar membaca) tentang proses2 alam. Dan saya sering mendiskusikan/ bedah film tersebut dengan mahasiswa saya, sebagai bagian dari proses belajar mengajar di kampus.</p>
<p>Film 2012 sendiri menjadi menarik buat saya terutama setelah saya mendengar fatwa haram dari MUI (Amidhan) karena film ini menceritakan kiamat, and bla bla (metro TV senin 16 Nov malam). Sehingga besok sorenya langsung saya tonton. Kesan saya setelah menonton, film ini walau mengangkat issue ilmiah, namun justru banyak hal yang terasa kurang ilmiah.</p>
<p>Berikut ini beberapa kupasan ilmiah yang menjelaskan kekurang ilmiahan film tersebut:<br />
- Pertama; kehancuran dunia itu dipicu oleh ketidakstabilan inti akibat gaya tarik matahari dan inti galaksi, yang seakan memiliki periode ulang tiap 70 jt tahun (jurasic). Setahu saya, 70 jt tahun yll, memang terjadi laut naik maksimum (maximum sea level rise) namun tidak disertai dengan pergeseran lempeng secara cepat sebagaimana ditampilkan dalam film 2012.</p>
<p>- Kedua: Terbentuknya patahan besar di amerika bagian barat ( 600 an km relatif utara selatan) dalam waktu 2 jam, berarti rekahan itu membuka dengan kecepatan rata2 300 km/ jam. Namun dalam adegan mobil (yang disupiri oleh aktor utama) berlari berkejaran dengan rekahan nampaknya si mobil berhasil melewati/ menyamai kecepatan rekahan. Agak mengherankan di tengah2 lalulintas yang padat, sebuah mobil dapat melaju lebih dari 300 km/ jam.</p>
<p>- Ketiga: Dalam adegan pesawat yang berkejaran dengan abu gunung api (pyroclastic ash) tampak pesawat sempat masuk ke dalam badai abu namun akhirnya keluar dengan selamat. Apabila kita ingat kejadian pesawat garuda yang mesinnya mati akibat kemasukan abu vulkanik gunung galunggung di tahun 1983 an (padahal tidak disaat meletus), dan berbagai pesawat jatuh akibat kemasukan abu vulkanik lainnya, nampaknya adegan ketika sang aktor utama dengan pesawat berbaling-baling (propeler) dapat keluar dari abu sangatlah mengherankan.</p>
<p>- Keempat: perlu pula diketahui, semburan pyroclastic ash dari gunung yang baru meletus itu suhunya sekitar 600 derajat celcius, harusnya orang2 yg didalam pesawat akan termasak hidup2 ketika pesawatnya masuk ke dalam abu tersebut.</p>
<p>- Kelima: Ketika pesawat Antonov yang dinaiki sang aktor melewati Hawai yang sudah porak poranda karena gunungnya meletus, pesawat tersebut dapat terbang dengan normal-normal saja.</p>
<p>- Keenam; ketiga kutub utara bumi berubah menjadi kutub barat dan timur, lalu bagaimana bumi bisa berotasi? Sedangkan kehidupan pada waktu itu masih lancar2 saja kecuali pada daerah yang sudah mengalami tsunami dan gempa.</p>
<p>- Ketujuh: inti bumi itu sebenarnya padat, namun dalam film tersebut ditampilkan bahwa dibawah permukaan seperti ruang kosong dimana bangunan, gedung2 bertingkat dapat masuk/ terjun ke bawah.</p>
<p>-Kedelapan: tidak semua bagian bawah bumi itu ada magma, karena magma hanya berada pada jalur subduksi (volcanic arc) saja. Namun tampaknya di dalam film di setiap rekahan yang terbentuk nampak ada magma yang mengalir (sangat tidak logis).</p>
<p>-Kesembilan : Ketika pesawat antonov yang dinaiki sang aktor kehabisan bahan bakar padahal tujuannya China, seharusnya mereka mendarat di laut namun ternyata mereka mendarat di daratan China. Dalam film itu dikisahkan bahwa dataran China bergeser menuju Hawai (lebih dari 8000 km) dalam waktu kurang dari 10 jam. Artinya dataran itu bergerak dengan kecepatan lebih dari 800 km/ jam (mirip pesawat terbang). Sedangkan pegunungan himalaya dan suku Tibet di atasnya digambarkan baik2 saja. Bahkan helicopter (yang kecepatannya hanya 300 km/ jam) pun dapat berlalu-lalang dengan enaknya di pegunungan himalaya. Apabila datarannya bergerak dengan kecepatan 800 km/jam, bagaimana helicopter di atasnya bisa bergerak dengan mudah take off dan landing dengan santainya??</p>
<p>&gt; -Kesepuluh : dalam zaman akhir Kapur, seluruh es pernah mencair, kandungan uap air menurun, sehingga muka air laut naik (tertinggi). Ternyata jumlah volume air bila seluruh air dijatuhkan ke laut hanyalah akan mengangkat muka laut hingga 200 an meter dari sekarang. Nah dalam film itu, air laut naik hingga mencapai 29.000 feet&#8230;&#8230; atau hampir 10 km&#8230;10.000 m??? Bagimana bisa?? dari mana air itu berasal???</p>
<p>&gt; -Kesebelas: dalam film itu digambarkan bahwa Pegunungan Himalaya adalah daerah yang hancur belakangan, karena merupakan daerah tinggian (terakhir tenggelam). Padahal sesungguhnya daerah Himalaya adalah daerah collision (tumbukan) dari 2 lempeng yang bersifat tektonik aktif. Lalu bagaimana Himalaya justru hancur belakangan??</p>
<p>&gt; -Keduabelas : ah&#8230; didit_ndut udah ngantuk &#8230; dongengnya dicukupkan dulu aja.<br />
&gt;<br />
&gt; Salam<br />
&gt;<br />
&gt; Didit_ndut<br />
&gt; Staff pengajar Sejarah Bumi (Geologic History).<br />
&gt; Lab of Paleontology and Stratigraphy.<br />
&gt; Gadjah Mada University.<br />
&gt; Indonesia </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=400&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/21/kritik-terhadap-film-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CONTROVERSY: Crime in the name of conspiracy</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/14/controversy-crime-in-the-name-of-conspiracy/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/14/controversy-crime-in-the-name-of-conspiracy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 16:17:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadies]]></category>
		<category><![CDATA[conspiracy]]></category>
		<category><![CDATA[Pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[persecution]]></category>
		<category><![CDATA[theory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[by Mehmal Sarfraz
Conspiracy theory is the only industry in Pakistan that runs round the clock and the production quality as well as product variety are absolutely out of this world
Conspiracy theory is the only industry in Pakistan that runs round the clock and the production quality as well as product variety are absolutely out of [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=397&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>by Mehmal Sarfraz</p>
<p>Conspiracy theory is the only industry in Pakistan that runs round the clock and the production quality as well as product variety are absolutely out of this world</p>
<p>Conspiracy theory is the only industry in Pakistan that runs round the clock and the production quality as well as product variety are absolutely out of this world. The whole school of conspiracy theory reflects a certain mindset, which comes up with half-baked stories based on little or no evidence.</p>
<p>Just like former US President George W Bush had his axis of evil, a lot of Pakistanis have their own axis of evil &#8211; India, Israel and the US. If anybody so much as sneezes in the land of the pure, any one of these three countries or all of them are behind it. This is exactly what Mr Ijazul Haq did in his two articles, &#8216;A criminal conspiracy&#8217; and &#8216;Punish the Bahawalpur conspirators&#8217; published in this newspaper on September 8 and 9, 2009.</p>
<p>He has not only blamed Pakistan&#8217;s own &#8216;axis of evil&#8217; but he has blamed everyone and his uncle for General Ziaul Haq&#8217;s death: Russia, Afghanistan, Al-Zulfiqar, the Pakistani military and many others.</p>
<p>First, let us examine why the Russians may not be responsible for this misadventure. The Soviets had signed the Geneva Accords in Spring 1988 and were engaged in pulling out their troops from Afghanistan. That they were earnest in their commitment was borne out by their scrupulous adherence to the pullout schedule. It would have been nothing but an act of petulance on their part if they were involved in the plane crash. If it is ever proved that the Soviets were involved in this conspiracy, it would greatly affect their credibility. Further, what material evidence can Mr Haq or anyone for that matter adduce to substantiate his allegation? Blaming this on the Soviets takes us away from the real truth.</p>
<p>Al-Zulfiqar too had almost abandoned its operations after the murder of Shahnawaz Bhutto in 1985; so to lay the blame at its doorstep is too far-fetched. Al-Zulfiqar did not have any sympathisers in the Pakistani military and therefore it could not have pulled off such an enormous coup, the logistics as well as actual conduct of which would have required an outlay that was definitely beyond the resources of a hounded and battered outfit like Al-Zulfiqar. Again, the question remains what material evidence can Mr Ijazul Haq show to prove the complicity of Al-Zulfiqar in the crash at Bahawalpur? But then, empirical evidence probably is not what Mr Haq is after. It is fine to spout a few trite albeit patently flimsy statements as long as the same sit well with a heavily indoctrinated public.</p>
<p>Israel would not have gained much from Zia&#8217;s death either. After the release of the much-touted book &#8216;Charlie Wilson&#8217;s War&#8217; by George Crile, it is no secret that Israel helped General Zia in the Afghan war. Had Zia remained alive, things might have improved between Israel and Pakistan, much to the chagrin of the Arabs and most Pakistanis, but since the General had no one to answer to, this could have been achieved. Even in General Musharraf&#8217;s time, there were backdoor channels working on improving relations between Israel and Pakistan. It was the Lebanon war in 2006 that placed a few spanners in the wheels of these back-channel negotiations.</p>
<p>As for India, killing Zia and Pakistan&#8217;s top military brass would have been an open invitation to war. Had India actually been involved, our military would have done everything to prove this to the world and launched a military offensive with international support. Further, Pak-India relations had been rather smooth under Zia as well as Musharraf. It is the political leadership that fails to deliver vis-à-vis relations with India because their decision-making space is severely limited. India would have relished Zia&#8217;s longevity rather than cut the chord that held things in balance.</p>
<p>Mr Ijazul Haq has wagged a finger of suspicion at the Americans too for good measure, again without an iota of proof. Some people are of the view that after the end of the Cold War, the world wanted Pakistan to move forward, which meant getting rid of the military dictatorship and bringing in its place a genuine democratic government. It is also said in some quarters that Zia&#8217;s pan-Islamic ambitions were not approved of by the US. Twenty years down the road, we Pakistanis know only too well how robust were the democratic governments in the decade that followed Zia&#8217;s death. Further, Charlie and his aunt in Pakistan never get tired of blaming the US for abandoning the region after 1989 and thus allowing Islamic jihad to flourish. Strange that the Americans were so naïve as to kill Zia for the imaginary proliferation of jihad and not stir a finger while jihad descended from the mountains of Afghanistan till a brace of planes struck a pair of towers in New York.</p>
<p>When scrutinising the death of General Zia and the top military brass, with the exception of General Beg, one cannot stop wondering whether there was an internal motivation behind this. Who would benefit the most from the elimination of Zia and his entire coterie of military officers? Without local collaboration at the highest echelons of power, this could not have been pulled off. It has been rumoured that General Beg met with resistance from the Corps Commanders in Rawalpindi after Zia&#8217;s death, but we have no evidence of this as General Beg completed his tenure without any problems.</p>
<p>The Shafiur Rahman Commission report on the plane crash has never been made public, like so many such sensitive reports in our history.</p>
<p>One would like to ask Ijazul Haq why he never tried to reopen his father&#8217;s case when he was in power during Nawaz Sharif&#8217;s time or during Musharraf&#8217;s regime. Mr Haq is a former federal minister. He failed as a politician when he tried to follow in his father&#8217;s footsteps by supporting jihadi elements. Chaudhry Shujaat is on record as saying that it was because of Ijazul Haq that Maulana Aziz of Lal Masjid was given a safe passage.</p>
<p>People of my generation are often called &#8216;Zia&#8217;s children&#8217; because we were born during General Ziaul Haq&#8217;s era &#8211; the darkest period in the history of Pakistan. Military dictatorship is inherently bad for a country but General Zia proved to be a particularly rotten specimen of military dictator. In his article titled &#8216;Punish the Bahawalpur conspirators&#8217; (Daily Times, September 9, 2009), Ijazul Haq writes, &#8220;&#8230;he [Zia] was a benign dictator. He ruled not only Pakistanis but also their hearts and minds. He worked very hard for the betterment of his people.&#8221;</p>
<p>On the contrary, General Ziaul Haq was undoubtedly one of the most hated men in Pakistan. He only ruled the &#8216;hearts and minds&#8217; of those who wreaked havoc with the country&#8217;s polity. When Mr Ijazul Haq wrote that &#8220;ever since his [Zia's] departure, the country has been in a constant state of crisis&#8221;, he should have realised that Zia&#8217;s legacy is haunting Pakistan and that is why the country has not been able to get out of the quagmire he left behind even though more than two decades have passed since he died. Pakistan is in this whole mess because of General Zia who stoked sectarianism in Pakistan; who persecuted the Ahmadis to the extent that there was a mass exodus of Ahmadis from Pakistan; who introduced the Blasphemy Law, which to date is misused against the religious minorities; who promulgated the Hudood Ordinance, an outright anti-women legislation. His myopic shot at piety led to the death of the political discourse, cultural diversity and economic potential of this country.</p>
<p>Mehmal Sarfraz is a freelance journalist and Joint Secretary South Asian Women in Media (SAWM). She can be reached at mehmal.s@gmail. com<br />
www.dailytimes.com.pk</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/397/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=397&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/14/controversy-crime-in-the-name-of-conspiracy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FPI Terkalahkan?</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/13/fpi-terkalahkan/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/13/fpi-terkalahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 15:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Muslim Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;Semua itu, yang terjadi di dunia maya maupun di dunia nyata, persaingan antara kubu pendukung Cicak dan kubu pendukung Buaya telah membuka peluang terjadinya konflik horizontal antar dua kubu itu.
Berkait dengan itu, jika menilik pada beberapa peristiwa yang telah lampau, diantaranya seperti pada kasus Ahmadiyah, dimana juga terdapat dua kubu, yaitu kubu pendukung Ahmadiyah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=394&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8230;Semua itu, yang terjadi di dunia maya maupun di dunia nyata, persaingan antara kubu pendukung Cicak dan kubu pendukung Buaya telah membuka peluang terjadinya konflik horizontal antar dua kubu itu.</p>
<p>Berkait dengan itu, jika menilik pada beberapa peristiwa yang telah lampau, diantaranya seperti pada kasus Ahmadiyah, dimana juga terdapat dua kubu, yaitu kubu pendukung Ahmadiyah dan kubu penentang Ahmadiyah.</p>
<p>Dimana pada akhirnya, kubu penentang Ahmadiyah menjadi terkalahkan, dan salah satu kelompok dalam kubu itu, yaitu FPI, berhasil dijerat dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan dan kriminal.</p>
<p>Hal mana, itu menjadikan para pemimpin FPI sebagai pesakitan tindak kriminal kekerasan dan penganiayaan sehingga meringkuk di penjara sampai dengan saat ini.</p>
<p>Itu semua harus dipikirkan secara matang, agar para pendukung KPK atau biasa disebut kelompok Cicak tidak bernasib seperti para pemimpin FPI, yaitu ditangkap Polisi selanjutnya dituntut oleh Jaksa yang berakhir dengan vonis Hakim sebagai pelaku tindak pidana kriminal.</p>
<p>Apakah kemudian kubu Cicak, yang menentang upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK dan upaya perlemahan KPK, sebaiknya menyerah saja ?.</p>
<p>Mengingat melawan kehendak pemerintah yang berkuasa itu mempunyai konsekuensi dan resiko yang sungguh tak kecil, bahkan penjara bisa menjadi ganjaran akhirnya.</p>
<p>Segala resiko harus diperhitungkan. Oleh sebab itu bagi para facebooker dan netter serta blogger dan milliser yang ada di dunia maya juga para aktivis gerakan yang bergiat di dunia nyata, mulailah menimbang dengan matang dan berfikir ulang sejuta kali untuk tetap keukeuh berani menyatakan diri sebagai pendukungnya Kubu Cicak.</p>
<p>Mengingat yang dihadapi oleh para pendukungnya Kubu Cicak adalah pemerintah yang berkuasa serta mempunyai wewenang ditangannya untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban masyarakat serta stabilitas negara. Hal mana, menentang pemerintah yang berkuasa tentu ada konsekuensi dan resiko yang mungkin harus ditanggung oleh para penentangnya.</p>
<p>Sudah siapkah para pendukungnya Kubu Cicak untuk menanggung resiko yang kemungkinan bisa di-Prita Mulayasari-kan dan di-FPI-kan ?.</p>
<p>Wallahualambishshawab.</p>
<p>http://politikana.com/baca/2009/11/13/cicak-akan-di-fpi-kan.html</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=394&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/13/fpi-terkalahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Ramalan-Ramalan Kiamat yang Meleset</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/12/daftar-44-ramalan-kiamat-yang-gagal/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/12/daftar-44-ramalan-kiamat-yang-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 17:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kristen Internasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah daftar Ramalan Kiamat atau Ramalan Akhir Zaman, atau biasa disebut Hari Kedatangan Kristus Yang Kedua Kali (Second Coming) yang udah terbukti meleset alias tidak tepat.
1919-DEC-17: Meteorologist Albert Porta
1936: Herbert W Armstrong
1953-Agustus: David Davidson
1960: Piazzi Smyth
1981: Pendeta Sun Myung Moon
1982-Musim gugur: Pat Robertson
1993: Moses David
1988-OCT-11: Edgar Whisenaut
1990-an: Peter Ruckman
1992-OCT-28: Pdt. Lee Jang Rim
dst.
Untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=390&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut ini adalah daftar Ramalan Kiamat atau Ramalan Akhir Zaman, atau biasa disebut Hari Kedatangan Kristus Yang Kedua Kali (Second Coming) yang udah terbukti meleset alias tidak tepat.</p>
<p>1919-DEC-17: Meteorologist Albert Porta<br />
1936: Herbert W Armstrong<br />
1953-Agustus: David Davidson<br />
1960: Piazzi Smyth<br />
1981: Pendeta Sun Myung Moon<br />
1982-Musim gugur: Pat Robertson<br />
1993: Moses David<br />
1988-OCT-11: Edgar Whisenaut<br />
1990-an: Peter Ruckman<br />
1992-OCT-28: Pdt. Lee Jang Rim<br />
dst.</p>
<p>Untuk lengkapnya silakan kunjungi link ini.</p>
<p>http://www.religioustolerance.org/end_wrl2.htm</p>
<p>diambil dari  http://keywordpopuler.blogspot.com/2009/09/ramalan-ramalan-kiamat-yang-terbukti.html</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=390&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/12/daftar-44-ramalan-kiamat-yang-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pidato Bung Tomo November 1945</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/10/pidato-bung-tomo-november-1945/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/10/pidato-bung-tomo-november-1945/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 03:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim…
Merdeka!!!
Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja&#8230; Baca Selengkapnya
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.
Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=382&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bismillahirrahmanirrahim…<br />
Merdeka!!!</p>
<p>Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,<br />
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja<span id="more-382"></span>&#8230; Baca Selengkapnya<br />
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.<br />
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.</p>
<p>Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.<br />
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.</p>
<p>Saoedara-saoedara,<br />
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa<br />
ra’jat Indonesia di Soerabaja<br />
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,<br />
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,<br />
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,<br />
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,<br />
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,<br />
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli &amp; seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,</p>
<p>didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,<br />
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,<br />
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana</p>
<p>Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara<br />
Dengan mendatangkan presiden &amp; pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.<br />
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.</p>
<p>Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.<br />
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,<br />
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini<br />
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,<br />
ini djawaban ra’jat Soerabaja<br />
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian</p>
<p>Hai tentara Inggris!,<br />
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,<br />
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,<br />
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe</p>
<p>Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,<br />
Tetapi inilah djawaban kita:<br />
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah &amp; putih,<br />
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!</p>
<p>Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,<br />
siaplah keadaan genting<br />
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,<br />
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.</p>
<p>Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.<br />
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.<br />
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.</p>
<p>Dan kita jakin, saoedara-saoedara,<br />
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita<br />
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar<br />
pertjajalah saoedara-saoedara,<br />
Toehan akan melindungi kita sekalian</p>
<p>Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!<br />
MERDEKA!!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=382&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/10/pidato-bung-tomo-november-1945/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepercayaan Tak Bisa Kiamat</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/kepercayaan-tak-bisa-kiamat/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/kepercayaan-tak-bisa-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 01:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Muslim Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 06-05-2008 13:40:33 oleh: Binsar Antoni Hutabarat
Kanal: Opini
Janji pemerintah untuk melindungi warga Ahmadiyah lagi-lagi tak menjadi kenyataan, tanggal 28 April dini hari, aksi massa sekitar 400 orang berhasil membakar dan merusak masjid dan fasilitas Madrasah Al Furqon, milik anggota Ahmadiyah di kampung Parakan Salak RT/RW 02/02, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Massa baru meninggalkan tempat kejadian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=380&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selasa, 06-05-2008 13:40:33 oleh: Binsar Antoni Hutabarat<br />
Kanal: Opini</p>
<p>Janji pemerintah untuk melindungi warga Ahmadiyah lagi-lagi tak menjadi kenyataan, tanggal 28 April dini hari, aksi massa sekitar 400 orang berhasil membakar dan merusak masjid dan fasilitas Madrasah Al Furqon, milik anggota Ahmadiyah di kampung Parakan Salak RT/RW 02/02, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Massa baru meninggalkan tempat kejadian setelah masjid benar-benar terbakar.</p>
<p>Meski tak ada korban jiwa, Jemaat Ahmadiyah kembali harus tunggang langgang menyelamatkan diri dari amuk massa yang kedatangannya sebenarnya telah diketahui, namun tak mendapat antisipasi dari pihak kepolisian. Peristiwa seperti ini bukan hal baru di negeri ini. Terlalu banyak kekerasan massa terjadi di negeri ini yang tampaknya<span id="more-380"></span> mendapatkan pembiaran dari pemerintah, entah apa yang menjadi alasan, masih menjadi teka-teki yang tak pernah terkuak hingga hari ini.</p>
<p>Sungguh mencengangkan, tindakan kriminal seperti itu tak pernah membawa seorang pun ke dalam penjara, akibatnya kejadian seperti itu terus berulang. Yang lebih memprihatinkan adalah, kekerasan di negeri ini tumbuh subur di atas pemahaman bahwa kekerasan massa bisa membuat suatu keyakinan atau kepercayaan mengalami kiamat.</p>
<p>Padahal, sampai hari ini pandangan itu tak pernah terbukti. Pandangan itu bisa tumbuh subur bukan hanya karena indoktrinasi yang tak bertanggung jawab, tetapi juga karena masyarakat tampaknya kurang belajar mengenai sejarah. Seandainya rakyat di negeri ini mau belajar dengan teliti tentang sejarah, pastilah kita akan paham, mengapa keyakinan tak pernah bisa dikiamatkan dengan menggunakan kekerasan, baik melalui kekerasan massa, maupun melalui tangan pemerintah yang berkuasa.</p>
<p>Bahkan terhadap kepercayaan yang disebut bidat sekalipun, seperti Yearn For Zion misalnya.  Mengamati sejarah lahirnya Sekte Yearn For Zion (YFZ), sekte poligami pimpinan Warren Zeffs di Eldorado, Amerika Serikat akan sangat bermanfaat untuk memahami betapa pembelengguan keyakinan tak pernah membuahkan hasil, apalagi mengkiamatkannya.</p>
<p>YFZ adalah pengikut mormon fanatik, dengan nabinya Joseph Smith muncul pertama kali pada tahun 1847. Karena tekanan pemerintah, Gereja Mormon ini melepaskan paham poligami pada tahun 1890. Namun, pengikut mormon fanatik itu diam-diam membentuk sekte yang mempertahankan poligami, seperti YFZ.</p>
<p>Pihak berwajib di Amerika pada tanggal 3 April 2008 menggerebek kompleks sekte tersebut karena laporan tindak kriminal, yaitu penyiksaan terhadap seorang gadis berumur 16 tahun yang dipaksa menjadi istri ketujuh dari seorang pria berusia 49 tahun. Tindakan penggrebekan pemerintah itu menimbulkan kekecewaan para pengikut sekte, karena mereka telah ada di sana bertahun-tahun dan tak pernah ada persoalan. Oleh pengikut sekte itu pemerintah dianggap telah melangkah di luar kewenangannya karena tindakan kriminal oknum pengikut sekte tidak bisa dijadikan dasar untuk pemasungan kebebasan keyakinan, apalagi laporan tindak kriminal itu disanggah bukan hanya pengikut sekte laki-laki, tetapi juga kaum perempuan.</p>
<p>Pemberangusan sekte poligami di Amerika juga pernah terjadi pada tahun 1935, 1944 dan 1953. Meski demikian, pengacara dan sejarah poligami dari Atlanta, Ken Driggs berkomentar bahwa pemberangusan itu tidak akan pernah bisa memunahkan sekte poligami, bahkan dikuatirkan penampakannya akan semakin ekstrim. Kiamat untuk bidat tak akan pernah terjadi, meski dengan cara kekerasan sekalipun. Jelaslah, kebenaran bahwa kepercayaan tak pernah bisa dipunahkan meski dengan cara kekerasan sekalipun terbukti lewat pengalaman sejarah sekte poligami di Amerika yang berkali-kali mengalami tekanan pemerintah, namun tetap saja tak pernah mengalami kiamat.</p>
<p>Indonesia dapat mengambil pelajaran itu dalam bersikap dengan berbagai keyakinan yang ada di negeri ini, apalagi terhadap mereka yang tak melakukan tindakan kriminal seperti dengan kelompok Ahmadiyah yang dikenal taat dengan pemerintah yang berkuasa, meski harus mengalami banyak penderitaan karena didiskriminasikan, bahkan sering kali mengalami ancaman kematian.</p>
<p>Kebebasan berkeyakinan</p>
<p>Sangat jelas, Konstitusi di negeri ini memberikan jaminan terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan, yang juga ditegaskan dalam Deklarasi Universal HAM, khususnya pasal 1 dan 18. Pemilihan keyakinan adalah hak bebas semua manusia yang memiliki hati nurani. Bahkan, negara hanya dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik apabila memiliki toleransi terhadap Religious Pluralism, dan untuk bisa melakukan hal itu jaminan terhadap kedaulatan individu (Sovereignty of individual person) syarat mutlak yang mesti dipenuhi.</p>
<p>Abraham Kuyper benar ketika mengatakan, “Setiap individu berkedudukan sebagai seorang raja dalam hati nuraninya, kecuali dari semua kewajiban-kewajibannya.” Manusia memiliki “Absolud Liberty of Conscience” baik untuk beragama maupun tidak sebagaimana dinyatakan dalam Deklarasi Universal HAM. Dan pengakuan adanya kedaulatan individu ini merupakan hak asasi yang paling utama dan negara harus menjaga hak-hak ini, barulah dapat dikatakan, ada proteksi HAM dalam suatu negara.</p>
<p>Kemerdekaan hati nurani ini merupakan akar dari “Civil Rights”. Dengan demikian jelaslah, setiap usaha untuk membelenggu suatu keyakinan dengan cara kekerasan tak pernah membuahkan hasil, dan melestarikan tindak kekerasan untuk mengiamatkan keyakinan adalah usaha memboroskan waktu dan tenaga tanpa manfaat sedikitpun, sebaliknya bisa menimbulkan balas dendam agama yang tak ada habis-habisnya.</p>
<p>Kebebasan berkeyakinan itu sesungguhnya tak bisa dikurangi oleh siapapun, karena itu adalah pemberian sang Pencipta, karena itu perlindungan terhadap jemaat Ahmadiyah seharusnya dilakukan dengan lebih serius oleh pemerintah. Bisa jadi, kegagalan pemerintah memberikan perlindungan terhadap Ahmadiyah akan menjadi preseden buruk bagi negeri ini, yang akan melahirkan gejolak agama yang tak akan pernah selesai.</p>
<p>Binsar A. Hutabarat</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=380&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/kepercayaan-tak-bisa-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Toleransi Terhadap Ahmadiyah</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/toleransi-terhadap-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/toleransi-terhadap-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 01:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Muslim Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 23-04-2008 13:56:41 oleh: Binsar Antoni Hutabarat
Kanal: Opini
Melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) yang terdiri dari unsur kejaksaan, kepolisian, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Agama, dalam rapat di kejaksaaan Agung, Rabu (16/4), yang merupakan kelanjutan dari rapat 15 Januari 2008, mengusulkan kepada pemerintah agar memberi peringatan keras untuk menghentikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=378&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rabu, 23-04-2008 13:56:41 oleh: Binsar Antoni Hutabarat<br />
Kanal: Opini</p>
<p>Melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) yang terdiri dari unsur kejaksaan, kepolisian, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Agama, dalam rapat di kejaksaaan Agung, Rabu (16/4), yang merupakan kelanjutan dari rapat 15 Januari 2008, mengusulkan kepada pemerintah agar memberi peringatan keras untuk menghentikan semua kegiatan jemaah Ahmadiyah, dan jika tak mematuhi rekomendasi itu, tak ada lagi toleransi, pemerintah diminta<span id="more-378"></span> untuk membubarkan Ahmadiyah.</p>
<p>Alasannya adalah “Ahmadiyah menyimpang dari ajaran pokok (agama Islam). Ahmadiyah telah melakukan kegiatan dan penafsiran keagamaan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran yang dianut di Indonesia dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Itu terbukti berdasarkan hasil pantauan tiga bulan terakhir Bakorpakem yang dilakukan di 33 Kabupaten, terhadap 55 Komunitas jemaat dan bertemu dengan 227 warga Ahmadiyah. Pemantau dalam hal ini Bakorpakem menyimpulkan, Ahmadiyah tidak melaksanakan 12 butir kesepakatan yang dibuat pada 15 Januari 2008.</p>
<p>Meski mendapatkan penolakan dari berbagai kelompok, rekomendasi Bakorpakem ini akan dituangkan dalam surat keputusan bersama (SKB) antara Jaksa Agung, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama. SKB ini sesungguhnya tidak memiliki hierarkhi dalam perundang-undangan di Indonesia, namun, celakanya ini bisa dijadikan instrumen untuk pembubaran Ahmadiyah. Pasalnya, setelah lahirnya SKB itu kegiatan Ahmadiyah dapat dikenakan delik penodaan agama.</p>
<p>Ahmadiyah telah hadir di Indonesia sejak tahun 1924 di Yogyakarta, dan tahun 1928 Ahmadiyah Lahore mendapat pengakuan pemerintah Hindia Belanda, dan Qadian pada tahun 1929. Di masa pemerintahan Indonesia, keduanya memiliki status badan hukum pada tahun 1953, namun kini terancam dibubarkan karena rekomendasi Bakorpakem.</p>
<p>Pembubaran Ahmadiyah menimbulkan pro kontra, Din Syamsudin, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, berkomentar, “pembubaran Ahmadiyah bukanlah solusi. Kepercayaan dan keyakinan seseorang tidak bisa dihilangkan begitu saja, meskipun organisasinya bubar. Justru itu akan menimbulkan resistensi bagi mereka”. Din Syamsuddin mengusulkan perlunya mengembangkan dialog dengan Ahmadiyah, ketimbang membubarkannya.</p>
<p>Usulan Dim Syamsuddin tepat sekali, dan itu tentunya membutuhkan toleransi yang tinggi. Terindikasi, toleransi yang menjadi ciri Indonesia sebagai bangsa yang amat beragam dan mampu hidup berdamai di bawah Pancasila kini mulai memudar. Pemberian toleransi terhadap Ahmadiyah sebenarnya bukan kekhususan, tetapi telah menjadi pengalaman dalam ke-Indonesiaan kita. Pemberian toleransi terhadap Ahmadiyah semestinya bisa kita lakukan, jika semangat toleransi itu masih terpelihara baik dalam ke-Indonesiaan kita.</p>
<p>Tentang toleransi. Toleransi berasal dari kata “toleran” kata itu sendiri berarti bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan), pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dan sebagainya) yang berbeda dan atau yang bertentangan dengan pendiriannya (Kamus Umum Bahasa Indonesia). Jadi, dalam hubungannya dengan agama dan kepercayaan, toleransi berarti menghargai, membiarkan, membolehkan kepercayaan, agama yang berbeda itu tetap ada, walaupun berbeda dengan agama dan kepercayaan seseorang.</p>
<p>Toleransi tidak berarti bahwa seseorang harus melepaskan kepercayaannya atau ajaran agamanya karena berbeda dengan yang lain, tetapi mengizinkan perbedaan itu tetap ada. Toleransi seperti ini, menjadi jalan bagi terciptanya kebebasan beragama, apabila kata tersebut diterapkan pada orang pertama kepada orang kedua, ketiga dan seterusnya. Artinya, pada waktu seseorang ingin menggunakan hak kebebasannya, ia harus terlebih dulu bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya telah melaksanakan kewajiban untuk menghormati kebebasan orang lain?” Dengan demikian, setiap orang akan melaksanakan kebebasannya dengan bertanggung jawab, dan toleransi jauh dari sikap pasif yang menerima apa adanya tanpa perjuangan. Toleransi dalam arti ini juga bukanlah didasarkan pada adanya kesepakatan total terhadap kepercayaa-kepercayaan, karena pluralitas adalah fakta yang tak terbantahkan, karena itu, toleransi tidak akan memaksa seseorang untuk merelatifkan kepercayaan-kepercayaan, apalagi terjebak dalam penjara relativisme.</p>
<p>Benarlah apa yang dikatakan oleh David Little, “jika ada kesepakatan total, seluruh ide toleransi sesungguhnya telah tiada” Toleransi memungkinkan orang dapat belajar tentang kepercayaan-kepercayaan lain, mendengarkannya dengan terbuka, tanpa harus memeluk kepercayaan itu. Sikap aktif dari toleransi juga terlihat ketika harus menahan “rasa sakit” yang muncul ketika menghadapi kepercayaan-kepercayaan yang tidak bisa diterima atau menyimpang (bidat), atau dengan kritik yang “membuat menderita,” yang kemudian justru menghasilkan manfaat besar, karena di dalam proses itu wawasan-wawasan menjadi tajam, orang menjadi lebih jujur dan lebih kritis terhadap diri sendiri, semuanya di dalam kerangka yang tidak menggunakan kekerasan.</p>
<p>Seperti halnya latihan tubuh, ada manfaat dari rasa sakit. Dalam bahasa yang lebih tegas, sikap toleransi sebagaimana dijelaskan David Little didefinisikan oleh Hollenbach sebagai “solidaritas intelektual”, “suatu orientasi yang mengarahkan seseorang untuk melihat perbedaan-perbedaan secara positif dan bukannya dengan pola pikir yang ditandai oleh kecurigaan atau ketakutan.” Hollenbach berujar, “Solidaritas intelektual sebuah sikap yang didasarkan pada harapan bahwa kita benar-benar bisa mencapai suatu titik dimana jika kita memutuskan untuk mendengarkan mengenai apa yang dipikirkan oleh orang-orang lain tentang seperti apa kebaikan bersama itu dan pada gilirannya menceritakan kepada mereka mengapa kita melihat kehidupan yang baik itu sebagaimana kita melihatnya.”</p>
<p>Toleransi terhadap Ahmadiyah. Sebagai organisasi yang berbadan hukum sewajarnyalah Ahmadiyah memiliki hak-hak yang sama dengan semua kelompok yang ada di negeri ini. Tafsiran Ahmadiyah yang berbeda dengan pokok-pokok Islam arus utama tidak boleh diartikan bahwa Ahmadiyah sama sekali tak memiliki kebenaran. Dan jika kita mengakui tak ada satu komunitas yang boleh mengklaim dirinya memiliki kebenaran mutlak, maka kehadiran Ahmadiyah, pastilah memiliki kontribusi positif, apalagi itu sudah terbukti dalam sejarah republik ini. Perbedaan-perbedaan yang ada semestinya bisa dibawa dalam dialog yang jujur dan terbuka, di sanalah perbedaan dapat dimengerti, bukan dicurigai. Apalagi perbedaan tafsir memang sesuatu yang pasti ada. Karena itu memaksakan tafsiran pastilah bukan solusi terbaik untuk memusnahkan tafsiran yang dianggap salah, sebaliknya dialog justru akan membawa pada adanya saling pengertian. Jadi, pemberian toleransi terhadap Ahmadiyah sesuatu yang mesti diberikan jika memang kita memiliki toleransi yang kuat, atau solidaritas intelektual.</p>
<p> Binsar A. Hutabarat</p>
<p>http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=7818</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=378&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/toleransi-terhadap-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasusnya Diberitakan, Ahmadiyah Diuntungkan?</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/kasusnya-diberitakan-ahmadiyah-diuntungkan/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/kasusnya-diberitakan-ahmadiyah-diuntungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 01:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Muslim Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti berita di media massa akhir-akhir ini, kasus Ahmadiyah bisa jadi masuk jajaran top news. Dari mulai kasus penolakan masyarakat terhadap komunitasnya di beberapa daerah, tuntutan pembubaran dari beberapa ormas Islam, pembelaan dari pihak yang lain sampai pada keputusan Bakorpakem Kejagung yang ‘memberi kesempatan&#8217; pada mereka untuk ‘bertobat&#8217;.
Yang saya amati, kok berita-berita itu malah kesannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=376&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengikuti berita di media massa akhir-akhir ini, kasus Ahmadiyah bisa jadi masuk jajaran top news. Dari mulai kasus penolakan masyarakat terhadap komunitasnya di beberapa daerah, tuntutan pembubaran dari beberapa ormas Islam, pembelaan dari pihak yang lain sampai pada keputusan Bakorpakem Kejagung yang ‘memberi kesempatan&#8217; pada mereka untuk ‘bertobat&#8217;.</p>
<p>Yang saya amati, kok berita-berita itu malah kesannya jadi promosi gratis buat mereka ya? Mereka jadi kelihatan besar. Semua orang sekarang jadi tahu Ahmadiyah. Padahal sebelum-sebelumnya<span id="more-376"></span> kan mereka itu boleh dibilang komunitas yang ga penting di negeri ini. Memang sih, ada informasi yang mengatakan kalau Ahmadiyah Internasional berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat gerakan mereka se-dunia.</p>
<p>Mengutip pendapat guru besar UIN Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap, MA di situs berita Antara, sebenarnya Ahmadiyah tidak berkembang di Indonesia. Masyarakat kita sulit menerima ajaran mereka yang memang melenceng jauh dari ajaran Islam itu.</p>
<p>Sayangnya, Bakorpakem tidak bisa bersikap tegas pada rapatnya selasa (15/1) kemarin. Sudah dapat promosi gratis dari media massa ditambah lagi dipersilahkan pemerintah untuk tetap ‘hidup&#8217; di negeri ini, apa Ahmadiyah tidak dapat untung dobel?</p>
<p>Jumat, 18-01-2008 09:07:08 oleh: Ihsanul Muttaqien<br />
Kanal: Opini</p>
<p>http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=5946</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=376&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/08/kasusnya-diberitakan-ahmadiyah-diuntungkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Ruh itu Kekal?</title>
		<link>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/07/apakah-ruh-itu-kekal/</link>
		<comments>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/07/apakah-ruh-itu-kekal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 23:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dildaar80</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Keislaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dildaar80.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Soal: Apakah ruh itu fana (tidak kekal) atau tidak fana?
Jawab: segala sesuatu itu fana dlm pengertian, bahwa segala sesuatu tidak dpt mempertahankan wujudnya dngn sendirinya. Hanya Zat Allah s.w.t. sajalah yg bisa mempertahankan keadaannya. Ruh pun berdiri di atas dasar pengertian itu. 
Ruh-ruh selain ruh manusia yg Allah tidak mengadakan hubungan dengannya, semuanya itu pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=374&subd=dildaar80&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Soal: Apakah ruh itu fana (tidak kekal) atau tidak fana?<br />
Jawab: segala sesuatu itu fana dlm pengertian, bahwa segala sesuatu tidak dpt mempertahankan wujudnya dngn sendirinya. Hanya Zat Allah s.w.t. sajalah yg bisa mempertahankan keadaannya. Ruh pun berdiri di atas dasar pengertian itu. <span id="more-374"></span></p>
<p>Ruh-ruh selain ruh manusia yg Allah tidak mengadakan hubungan dengannya, semuanya itu pasti akan musnah dan fana. Tetapi manusia &#8211; zat yg bisa memperoleh wahyu dan ilham, dan jg mereka memperoleh/memiliki kemampuan utk dpt berbicara dengan Allah &#8211; keberlangsungan hidupnya tidak bergantung kpd badan jasmaninya, sebab sekali pun sudah berpisah dengan badan jasmaninya, ia masih tetap dpt bertahan.</p>
<p>Timbul satu pertanyaan, yaitu berapa lamakah ida dpt bertahan dalam keadaan seperti itu? Keputusannya hanya Allah sajalah yg tahu.<br />
Menurut pendptku, ruh itu dari derajat yg satu bisa terus maju meningkat kpd derajat yg lebih tinggi, dan begitu pula dngn adanya berkat nusrat dan pertolongan Ilahi, keadaannya akan meingkat semakin baik dan secara mutawatir (berkesinambungan) akan terus menempuh safar (perjalanan) menuju Tuhannya. Safar tersebut merupakan perjalanan yg tidak ada hiingganya.</p>
<p>Untuk hal itu kita tidak bisa menggunakan kata &#8216;abadi&#8217; (langgeng). Ukuran kelanggengan menurut kita tdk bisa kita terapkan kpd hal tersebut. Pada kenyataannya manusia itu tdk bs hidup abadi, akan tetapi setelah ia mati , ia tetap &#8216;hidup&#8217;.</p>
<p>Jadi, apakah sebenarnya &#8216;maut&#8217; atau kematian itu? Maut adalah berobahnya satu keadaan kpd keadaan yg lain. Oleh karena itu, apabila dlm kenyataannya ruh pun menempuh tingkatan perobahan yg berbeda-beda, maka menurut keadaan itu sesungguhnya banyak macam kematian yg dialami. Sebab, manakala ruh menempuh kemajuan yg lebih tinggi, maka di puncak penghabisan martabat yg dicapainya itu &#8211; setelah ia berhenti utk beberapa lama &#8211; kemudian ia akan meningkat naik lagi. Hal itu berarti, bahwa di satu pihak ada kematian sedangkan di lain pihak timbul kelahiran baru.</p>
<p>Dengan berpedoman kpd beberapa ayat suci Al-Quran, saya bisa mengatakan, bahwa ruh itu langgeng, dalam pengertian ruh itu tidak akan mati, akan tetapi di pihak lain, ruh iru tdk dpt bertahan selamanya (tidak abadi), sebab ia (ruh) itu mutawatir (berkesinambungan) dan akan terus menempuh martabai-martabat serta derajat-derajat rohani yg berbeda-beda. Hal itu berarti keadaannya akan selalu berobah-obah.</p>
<p>Apabila surga dan neraka dijadikan obyek (misal), maka haikat di atas akan semakin jelas. Sebab, gamberan dan kesan yg ditampilkan oleh Al-Quran bhwa surga itu tdk pernah habis dan berakhir.</p>
<p>Banyak yg berpendapat bahwa puncak maqam/kedudukan ornag-orang suci hanya sampai di surga, akan tetapi saya kira pendapat itu tidak abenar, sebab menurut Al-Quran, sebagian manusia akan hidup selamanya di surga.</p>
<p>Atas dasar itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ruh manusia dlm menempuh derajat-derajat rohaninya itu akan memperolah maqam dimana ia akan tinggal untuk selama-lamanya.</p>
<p>Majlis Irfan/Tanya Jawab dng Mirza Tahir Ahmad, Imam Ahmadiyah 1982-2003 tgl 24 April 1987 di London, Inggris.<br />
Peringkas: Ny. Surayya Ghazmi Sahibah, London<br />
Penerjemah: Mlv. Munirul Islam Yusuf Sy.<br />
diambil dari Darsus no 04/88 22 Januari 1988<!--more--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dildaar80.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dildaar80.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dildaar80.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dildaar80.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dildaar80.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dildaar80.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dildaar80.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dildaar80.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dildaar80.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dildaar80.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dildaar80.wordpress.com&blog=4001414&post=374&subd=dildaar80&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dildaar80.wordpress.com/2009/11/07/apakah-ruh-itu-kekal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dildaar80</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>