Peraturan Berjilbab Dikenakan kpd Non Muslim di Padang

Wawancara dengan Seorang Ibu Wali Murid dan Guru Sekolah di Padang (Beragama Kristen)

Bagaimana renspon ibu sebagai guru SMK umum, wali murid, dan jemaat Protestan terhadap peraturan yang ada di sekolah mengenai pemakaian jilbab? Baca entri selengkapnya »

Provokasi SARA di tengah gempa Minang dibantah tokoh Tionghoa

Hentikan Pembohongan Publik & Provokasi SARA!

Pak, berita2 tsb ga benar dan hanya ingin mengadu domba hubungan Tionghoa dan Minang yg selama ini berjalan dgn bagus dan sangat kondusif.
Kita setiap hari berhubungan langsung dgn perkumpulan2 HBT,HTT DAN St. Yosip. Mereka membantah isu2 tsb ! Baca entri selengkapnya »

Penggerebekan Teroris Saifuddin dan Aing

Keluarga Tahu M Syahrir & Syaifudin Zuhri Digerebek di Ciputat
detikcom
detikcom – Jumat, Oktober 9

Isu penggerebekan buronan teroris M Syahrir dan Syaifudin Zuhri di kawasan Ciputat, Tangerang, sudah sampai ke telinga keluarga. Keluarga kini menanti kepastiannya.

“Saya sudah dengar. Saya dengar dari adik saya. Kami masih menunggu informasi selanjutnya,” kata kakak M Syahrir dan Syaifudin Zuhri, Anugerah, kepada detikcom, Jumat (9/10/2009).

Mantan anggota DPRD Depok dari PKS itu mengaku sudah berulang kali meminta 2 adiknya menyerahkan diri.

“Sudah saya imbau berkali-kali melalui media massa, televisi. Walau kami berbeda, mereka tetap adik saya. Saya juga sudah tidak pernah berkomunikasi lagi,” ujar Anugerah.

Suara rentetan tembakan terdengar di kawasan Ciputat. Beredar isu, M Syahrir dan Syaifudin Zuhri digerebek usai salat Jumat.

Kebutuhan Mendesak Korban Gempa Sumbar

Terus terang, ini soal sulit. Tim kecil sy baru sempat melihat, blm bisa mencatat. Setiap org punya catatan, tetapi catatan mana yg benar, sy blm yakin.

1. Dari Haji Lambau, kawan sy, pengusaha ternak: dia mengatakan beras habis. Dia usahakan membeli beras ke Solok, pakai truknya. Blm ada kabar. Masyarakat membutuhkan beras, krn hampir seluruh pasar hancur. Kalau barang2 kelontong masih mudah ditemukan, dijual di toko2 yg rusak ringan. Selain beras, tentu semua yg terkait beras dan dapur. Biar makanan tersaji agak lengkap. Kalau tukang masak, tdk perlu khawatir, krn semua ibu di Minang bisa memasak. Kompor juga masih bisa dipakai. Mungkin nanti minyak tanah atau gas yg langka. Makan, makan, dan makan, itu yg diperlukan dlm bbrp hari ini.

2. Dokter dan obat2an. Nah, ini susah2 sulit. Knp? Tdk semua tempat ada yg luka atau meninggal. Seorg ibu bercerita ke sy bhw ada neneknya yg butuh bantuan dokter, krn neneknya tdk mungkin dibawa ke kawasan yg ada puskesmasnya. Tinggal di bukit. Ada juga korban patah tulang pergi ke tempat2 pengobatan tradisional. Jadi, kalau ada dokter dan obat: HARUS JELI MENCARI KORBAN. Tdk byk yg benar2 punya informasi spt ini, kecuali kalau tenda kuning sudah berdiri: korbannya meninggal.

3. Relawan. Sy bukan anti relawan. Sampai skrg, ada satu tim relawan yg tlp sy, mrk ada di balaikota. Bukan apa2: sy khawatir mrk tdk bisa berbuat apa2. Scr psikologis, mrk tentu butuh penyesuaian diri. Korban gempa beda dgn tsunami Aceh. Di Aceh, byk mayat harus diangkat. Di Sumbar, puing2pun tdk bisa diangkat pakai tangan, juga batu2 besar, pohon kelapa, apalagi utk mengalirkan air sungai yg terbendung longsor. Jadi, lupakan pengalaman Aceh, krn sy juga dulu kesana. Bayangkan saja kondisi ini: yg luka sedikit, di areal diluar Padang, semua org bisa bekerja, tetapi tdk tahu mengerjakan apa. Bagi sy, relawan yg dibutuhkan adalah yg bisa mengorganisasi massa, menyusun rencana dlm hari2 ke dpn, membuat coretan2 di posko2 mrk, memberikan kemungkinan2 tugas yg harus dilakukan. Organisatoris lbh tepat dibutuhkan, ketimbang relawan yg ikhlas bekerja dgn tangan. Kalaupun ada tim relawan, usahakan memberikan contoh kpd masyarakat yg masih kebingungan: apa rumah harus dirobohkan? Knp dirobohkan? Apa yg pertama perlu dibangun dulu.

4. Insiyur teknik sipil dan arsitek diperlukan. Ya, alumni sekolah2 teknis. Ini kebutuhan terbesar dlm minggu2 dpn. Menyusun kerangka bangunan, memprediksikan kebutuhan bahan, mulai membangun. Kebutuhan peralatan pertukangan, semen, paku, dllnya, ke depan akan semakin meningkat. Juga alat2 penghancur rmh2 yg rusak berat, tapi masih berdiri tdk bisa dihuni. Dulu sy bercita2 menjadi insinyur, kini sy bermimpi byk insiyur yg turun ke lapangan dgn seluruh kegagahan dan peralatan lapangannya.

5. Tenda. Ini kebutuhan besar, sebelum pondok2 derita berdiri. Pergilah ke pedalaman, usahakan jalan kaki dulu, siap2 dgn sepatu bot dan tongkat, lewati tanah2 berlumpur dan kayu2 malang melintang. Byk jalan2 kabupaten dan kecamatan yg tertimbun: oleh rumah yg diseret arus longsor, oleh pohon2 tumbang, oleh batu2 besar. Jangkau rumah2 penduduk yg biasanya berkelompok2, rumah2 kaum, saling berjauhan. Kmrn, ada helikopter Australia yg keliling2, lalu singgah di area yg sulit dijangkau, tapi parah. Sy yakin, mrk adalah pers asing, krn data mrk di pemberitaan luar negeri terbaca lbh akurat, daripada berita lokal. Jmlh korban yg mrk tulis lbh besar dari yg dlm negeri, terutama bagi wartawan yg mungkin masih menulis PERNYATAAN, bukan KENYATAAN.

6. Kondisi jalanan sudah mulai penuh kendaraan. Akibatnya, mungkin, adalah kehausan akan BBM. Akibatnya, mungkin, adalah kendaraan org2 yg benar2 bekerja utk kemanusiaan, akan harus antri berjam2 bersama dgn kendaraan org2 yg ingin wisata bencana. Sy kira harus ada pom bensin khusus utk para petugas lapangan ini yg berbeda dgn pom bensin umum yg macet berjam2 itu. Kendaraan dari JKT dan Bandung sudah masuk, hari ini kendaraan dari Semarang dan Surabaya mungkin juga masuk.

Lubuk Buaya, pagi ini, pukul 8.30. Rombongan JK sudah menuju Pariaman. Sy memutuskan utk istirahat saja, menunggu kalau ada logistik yg bisa diambil nanti dari Hercules, daripada harus hadapi penjagaan ekstra ketat yg biasa dilakukan petugas2 penting lapangan: ” kami mengawal wapres”, kata mrk, sambil cekikikan di tlp, spt yg sy saksikan sering sekali dlm setahun ini.

Indra Jaya Piliang
Berani beda, berani benar, berani pulang

Perjalanan ke Sumbar

RantauNet@googlegro ups.com>; Forahmi; FPK
Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Laporan Hari ke3

Karena baru datang hari ini, laporan ini dinamakan Laporan Hari ke3.

Sebelumnya, saya sedikit “membela” Pemda Sumbar dlm acara SUN TV pd Kamis mlm. Dan saya cabut kembali pernyataan itu. Memang, setahun lalu saya dengar Gamawan Fauzi bicara dlm acara SSM tentang antisipasi gempa, tsunami, dll. Fauzi Bahar juga sudah mengadakan simulasi gempa dan tsunami.

Kenyataannya tdklah begitu. Pas pesawat kami landing di BIM, tdk ada posko gempa di BIM. Tdk terlihat Sumbar adalah wilayah gempa terbesar, 7,9 skala ritcher. Yg ada adalah sopir2 taxy menawarkan diri. Saya beruntung krn rata2 mereka sudah kenal dgn wajah sy, hingga mrk hanya mengajak bersalaman.

Kargo kami dibongkar di anggar kargo. Ada pasukan TNI di sana dan relawan gempa dari Jepang. Saya juga bertemu relawan PMI dan sempat bersalaman dgn Marie Muhammad. Terus terang, saya “kasihan” kpd Ketua PMI itu, tapi juga trenyuh dgn ketidakmauannya utk mempercayakan tugas2 berat PMI kpd org2 yg lbh muda dan segar. Kargo kami, dari Sahabat Muda — dlm pilpres adalah relawan JK-Wiranto, dari pihak keluarga– ada dua truk sedang bak terbuka. Tanda terima dgn petugas bandara dibuat di dgn tulisan tangan. Satu tenda darurat HIPMI, terangkut oleh PMI, krn memang tdk dititipkan ke sy.

Ada bbrp dokter, konseling, dan relawan yg di pesawat. Mrk tdk tahu harus kemana. Sebagian akan langsung lapotr ke Sarkotlak Bencana. Sebagian mau ikut sy, tapi sy mengatakan tdk tahu juga info lapangan. Sempat jumpa dan ngobrol dgn Gubernur Alex Noerdin dan Kapolda Sumsel, sebelum mrk pergi.

Sy bergerak dgn 2 mbl truk dan 1 mbl APV, langsung menuju Kampung Dalam. Rencananya mau dibongkat dulu di Padang, krn ada satu gudang yg sudah disiapkan tim sy di lapangan. Tapi truk sudah mengarah ke Pariaman, jadinya saya ikuti. Sy singgah di Buayan yg dulu pernah jadi posko cabang IJP 09 Center. Dapurnya roboh, tetapi scr umum desa Buayan, kec Batang Anai, selamat.

Bergerak ke Lubuk Alung. Kabarnya pasarnya rusak berat. Tapi bangunan ruko2 baru di jln by pass utuh dan bagus. mungkin pas dibangun diawasi langsung oleh pemiliknya.

Lewat Kec Sintuk Toboh Gadang, Kec Nan Sabaris, Ulakan Tapakis, dll. Sudah mulai byk rumah2 rusak, dari ringan, sedang, berat, sampai rata dgn tanah. Ada tulisan2 di jalan: posko bencana, tapi tdk ada org.

Lewat Pasar Kurai Taji yg rusak berat, serta rumah2 yg rusak dan runtuh. Inilah kawasan Pariaman Selatan. Termasuk parah. Mau lewat by pass di pariaman tengah, macet, krn antre bbm di pom bensin. Balik, lewat kantor walikota baru yg rusak berat atau sedang, lalu ke pariaman tengah. Kondisi juga rusak: ringan sampai berat.

Pariaman Utara lebh baik. Tdk byk kerusakan berarti. Kecuali Naras. Masuk ke Simpang 4 Toboh arah Kampung Dalam, pemandangan gempa mulai merata: air yg mengalir melewati rumah, tenda2 darurat, rmh rubuh dan rusak berat, posko2 di sepanjang jln. Pemandangan ini tdk berhenti di seluruh kawasan Kec V Koto Kampung Dalam: Campago, Pasar Pariaman, Tandikat, Padang Manis. Di sini, satu truk berhenti. Logistik masuk ke sebuah kamar, lalu dikunci. Kunci dipegang Muhardi, tmnku waktu SMA. Besok mau didistribusikan, setelah dimasukkan ke kantong2 plastik. Pesannya 1: berikan ke sebanyak mungkin org atau kepala rumah tangga, walau hanya mendapat 1 buah susu Ultra.

sempat bicara dgn bbrp org, minum, ditraktir malam sama yg bawa mobil. 90 persen rumah rusak, dlm arti hanya 10 persen yg bisa dihuni.

Satu truk pergi ke kawasan tempat tinggal saya, seberang sungai yang menguning — dulu jernih –. Lalu, ditaruh di Pos Pemuda. Disiplin berlaku disini: semua rumah harus dapat. Akhirnya dibagikan, tanpa harus pakai kupon, krn org saling kenal mengenal. Bbrp “pejabat” sy lihat agak masam mukanya, krn cara distribusi itu tdk lwt mrk.

Truk2 itu sempat distop, tmsk oleh tentara. Tapi krn mrk mengenal siapa yg di dlm mbl, tdk jadi distop atau dipaksa utk membongkar sembarangan, apalagi dijarah. Satu kardus yg jatuh, malah diantar naik motor oleh org.

Rmh ayah dan ibu sy rusak berat, oleng, tdk bisa ditinggali. Rmh2 yg lain rata dgn tanah atau rusak berat. Hanya satu rumah baru tetangga sy yg utuh: disanalah kami makan siang, eh, sore, dgn membawa ikan yg dibeli di sebuah kedai. Kami tentu menyeberangi sungai. Kaki sy sudah terbiasa “melihat” dlm air dan gelap, hingga tahu mana air dlm, mana air dangkal, walau warna air kuning atau jlnan gelap mlm2.

Usai sholat, kami langsung bergerak lagi ke seberang, kembali ke arah semula, pergi ke sungai janiah, basung, kampung tanjung, tigo jerong, kampung pauah, kampuang apar, dll. Di beberapa titik, turun, berdiskusi dgn byk org, kadang dgn nada marah. Sy terpaksa turun berkali2, krn tdk enak hati, pas org2 melihat ada sy di mbl.

Di Talau, bertemu dgn 3 wali korong, melihat lokasi longsor. Masih ada 2 mayat tertimbun. Mrk butuh mesin raksasa pengeruk batu dan lumpur, butun sinsaw utk memotong pohon2 kelapa, dll, agar bisa menemukan ke2 mayat itu. Tokoh masyarakatnya menangis minta tolong, krn yg tertimbun saudaranya. Spt biasa, mrk menggunakan bahasa kelas tinggi ke saya: “Ponakan tentu paham apa yg ada di perut Mamak. Mamak tdk perlu keluarkan, karena malu. Kami sudah bekerja, tapi apa daya, kami tdk bisa memindahkan bukit yg longsor itu dgn tangan.” Dll. Dll.

Di titik2 pemberhentian itu, sy lohat ibu2 sedang memasak, krn sudah mlm. Mrk menghuni tenda2 darurat. Dgn bermodal suara, sy jg datangi rmh2 pakai lilin yg keluarga2nya duduk di teras, krn rmh sudh hancur. Ada yg sedang makan, ada yg sedang menerima dunsanak2 yg sudah tiba dari arah Pekanbaru dan Jambi.

Juga sempat jumpa wali nagari dan satu anggota DPRD. Mrk sibuk dgn catatan di tangan. Terlihat sekali ketegangan. Di Marunggi, Pariaman Selatan, jumpa dgn kepala desanya, serta ibu2 yg sudah mulai tidur di teras atau halaman rumah. Gelap gulita, bermodal lilin dan bintang2 di langit.

Sebelumnya makan pecel ayam di rumah makan dpn ktr walikota. 1 dari 2 rmh makan yg buka pakai genset. Rata2 yg makan keluarga2 berpunya, mungkin orang rantau, atau relawan2 pakai seragam. Juga ada wartawan Metro TV.

Sempat juga jadi polisi lalu lintas di simpang 4 toboh, krn mbl macet di pom bensin. Kedua bahu jln dimasukin di satu jalur. Bbrp org sopir bersalaman, krn kenal, juga yg membawa motor. Ada yg tertawa dan berteriak2 memanggil. “Pejabat” nagari yg naik mtr, lalu datangi sy, malah ngajak ngobrol, ngomong pileg, pilpres, pilkada, munas, dll. Tipe yg tdk sy sukai: “Saya tdk paham semua itu. Lbh baik mikirin gempa ini,” kata sy.

Bbrp titik kemacetan lagi bertemu. Pas masuk kota padang, pom bensin sudah mulai sepi. Isi bensin jam 00.30. Listrik menunggu di Padang. Semula dikira genset oleh yg punya mbl dan sekalogus sopir kami dan sekaligus yg punya toko grosir yg sama kami sejak mendarat. Nyatanya: listrik PLN. Alhamdulillah.

Kami tidur di rmh saudaranya. Ketika sy menulis ini, nyamuk2 menghirup darah sy di tangan dan kaki. Nyamuk2 yg lapar krn gempa juga, mungkin.

Yg jelas, dari yg sy lihat, dengar, amati: gempa ini dahsyat. Dahsyat daya rusaknya. Dahsyat dlm menunjukkan kinerja manusia. Dahsyat dlm penyajian lwt TV: yg masih fokus ke satu dan dua titik saja. Dahsyat dlm kesemrawutan dan kebingungan.

Mudah2an, besok gempa bumi ini dahsyat dlm hal kepedulian: peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Selamat mlm. Sy minum sebutir decolsin sblm menulis ini.

Padang, 3 Oktober, pukul 3 pagi.
Indra Jaya Piliang

SBY Ajukan Sembilan Kunci Atasi Konflik Internasional

Date: Wednesday, September 30, 2009, 10:13 PM

http://www.republik a.co.id/berita/ 78829/SBY_ Ajukan_Sembilan_ Kunci_Atasi_ Konflik_Internas ional

BOSTON–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan sembilan usulan untuk membuat tatanan dunia baru. Terutama menyelesaikan konflik yang dicitrakan sebagai konflik antarperadaban dan konflik antaragama.

”Saya percaya kita bisa menyelesaikan konflik-konflik ini. Ini bukan utopia. Saya melihatnya bisa dilakukan di Indonesia dan di sejumlah negara. Tantangannya, apakah ini bisa diterapkan secara internasional, ” kata SBY di depan ratusan civitas akademika universitas tertua di AS, Harvard University, Rabu (30/9).

Usulan pertama adalah menggunakan soft power. Menurut SBY, abad 21 adalah abad soft power. Dunia sudah merasakan hard power pada abad 20. Abad terakhir menciptakan perang dunia I dan II serta perang dingin.

”Soft power sangat efektif atasi konflik,” katanya sembari mengacu pada contoh Indonesia menuntaskan konflik dengan separatis GAM Aceh dengan perundingan.

Kedua adalah menintensifkan proses dialog. SBY menyindir, sudah terlalu banyak dialog perdamaian dilakukan. Ia meminta kualitas dialog diperbaiki.

”Jangan sekedar ada insiatif, tapi harus menghasilkan perubahan,” katanya. Ia kembali mencontohkan kasus Poso dan Maluku yang bisa diselesaikan dengan cara dialog dan penerapannya.

Selanjutnya adalah mengatasi masalah politik negara-negara barat dengan negara-negara muslim. Menurutnya, harus bisa dibedakan antara konflik antarmuslim dan konflik yang menyeret agama versus negara – negara barat. Ia tekankan, dalam kasus Palestina, umat Islam dan pihak Palestina harus bersatu dan jangan mau dipecah belah.

Keempat adalah bangkitnya kaum moderat di masyarakat. Lalu ia menyebut faktor kelima, yaitu multikulturalisme dan toleransi. Ia menegaskan, dua hal ini harus jadi norma internasional. Menurutnya, Presiden AS Barack Obama adalah contoh hidup multikulturalisme dan toleransi.

Keenam, adalah membuat globalisasi bekerja bagi semua pihak. Globalisasi bagi SBY adalah solusi win-win bagi tiap negara. Tidak hanya memenangkan negara tertentu atas negara lain.

Ketujuh, SBY ingin ada reformasi pemerintahan global. Secara khusus SBY menunjuk Dewan Keamanan PBB harus direformasi. Menurutnya, DK PBB masih merefleksikan kepentingan segelintir negara ketimbang seluruh anggotanya. ”Ia harus direstruktursasi, karena sudah tidak sesuai dengan zamannya,”.

Kedelapan, SBY menggarisbawahi pentingnya pendidikan. Pendidikan menjadi pintu masuk mengubah paradigma masyarakat. ”Pendidikan yang moderat, bertoleransi, perdamaian harus menjadi DNA generasi muda dunia,” katanya.

TErakhir, SBY mengingatkan kembali pentingnya kesadaran global. Hal ini sudah terlihat pada bencana tsunami di Aceh, isu nuklir, dan perubahan iklim. Masalahnya, ia akui, belum ada kesadaran yang tinggi pada dua isu terakhir.

Sebelum memaparkan kesembilan poinnya, SBY bergurau, bahwa angka sembilan adalah angka keberuntungannya. evy/taq

Potensi Gempa susulan yg Lebih Besar

VIVAnews – Pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan ada potensi gempa jauh lebih besar dibandingkan gempa yang terjadi di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

“Kekuatan gempa tersebut sebesar 8,8 SR dengan energi 30 kali lipat lebih besar dibandingkan di Padang dengan skala 7,6 SR,” kata Dr Danny Hilman Natawidjaya, pakar gempa LIPI dalam penjelasannya kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat 2 Oktober 2009.

“Posisi pusat gempa berada di segmen Mentawai, Sumatera Barat,” katanya. Sedangkan, gempa yang terjadi di Padang tidak mengurangi potensi pelepasan energi di segmen Mentawai, justru memicu pelepasan energi lebih cepat.

Dia mengatakan Tim Peneliti gempa dari LabEarth LIPI dan Tim Prof. Kerry Sieh dari Earth Observatory of Singapore, NTU sudah mulai meneliti sumber-sumber gempa bumi di Sumatra sejak tahun 1990 sehingga karakteristik kegempaan di Sumatera sudah cukup diketahui.

Menurut dia, dari penelitian itu dapat direkonstruksi siklus gempa besar di (zona subduksi) Mentawai sejak 100 tahun lalu yang menurut rekonstruksi siklus tersebut periode ulangnya sekitar 200 tahunan.

Perioda gempa-gempa besar terakhir terjadi tahun 1797 dan 1833. Menariknya, kata dia, pelepasan akumulasi tektonik di akhir siklus gempa tersebut hampir selalu berupa kejadian gempa besar lebih dari satu kali.

Nah sejak gempa besar kembar tahun 1797 & 1833 tersebut status “zona subduksi (atau biasa disebut juga sebagai “megathrust”) dari segmen Mentawai sudah berada di siklus akhir. Gempa megathrust yang terjadi pada September 2007 bisa dianggap sebagai permulaan periode pelepasan tekanan tektonik tersebut.

“Dari hasil kalkulasi kami gempa 2007 tersebut hanya melepaskan tidak lebih dari 1/3 jumlah energi tekanan tektonik yang terakumulasi di Mentawai,” kata dia.

Artinya, dia mengingatkan masih ada sekitar 2/3 energi lagi yang tersimpan. Apabila 2/3 ini dilepaskan sekaligus maka bisa menghasilkan gempa dengan kekuatan sampai 8,8 SR.

Buronan Teroris Sempat menjadi Kader Partai Keadilan

24/08/2009 – 12:10
[increase] [decrease]
PKS Klarifikasi Soal Eks Kader Teroris
Raden Trimutia Hatta
Achmad Mabruri

INILAH.COM, Jakarta – M Syahrir alias Aing yang kini menjadi buronan polisi karena diduga teroris merupakan mantan kader PKS sewaktu masih bernama Partai Keadilan. PKS pun kini tercoreng, karena sang kakak, Anugerah kini masih menjadi kader PKS.

Menurut Ketua Humas PKS, Achmad Mabruri, untuk menjelaskan posisi PKS dan Syahrir yang terlibat jaringan Noordin M Top itu, pihaknya akan menggelar jumpa pers pada pukul 13.00 WIB di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta. Anugerah, yang merupakan kakah dari Syahrir akan akan menjelaskan langsung soal silsilah keluarga dan kegiatan adiknya.

“Nanti Pak Anugerah, saya dan Tim Advokasi dari PKS yang akan menjelaskan semuanya soal Anugerah dan adiknya. Karena Anugerah fungsionaris PKS di Tanggerang maka kami wajib untuk mengklarifikasi semuanya,” katanya Mabruri kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (24/8).

Mabruri mengakui, sekitar tahun 1998-1999 Syahrir yang kini dicari Polisi sempat menjadi kader PKS yang masih bernama Partai Keadilan. Namun, karena memiliki perbedaan pandangan soal perjuangan partai, akhirnya Syahrir mengundurkan diri dan hanya kakaknya, Anugerah saja yang hingga kini masih di PKS.

Selain Syahrir, Anugerah juga memiliki adik bernama Saifuddin Zuhri yang juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian karan diduga merupakan kaki tangan Noordin. Anugerah yang kini duduk sebagai anggota DPRD Tangerang dari PKS, juga merupakan kakak ipar dari teroris bom Marriott-Carlton yang tewas di Temanggung, Ibrohim. [mut]

Inilah Nama-nama 100 Tokoh Berpengaruh Tahun 2009 Versi Majalah Time

1 Mei lalu majalah Time mengumumkan nama-nama 100 tokoh yang mempengaruhi dunia untuk tahun 2009, salah satunya dari Indonesia yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Baca entri selengkapnya »

SKB Ahmadiyah Salahi Konstitusi

04/05/2008 – 17:38

Windi Widia Ningsih

Massa menuntut pembubaran Ahmadiyah beberapa waktu lalu.
(Istimewa) Baca entri selengkapnya »