Dildaar80's Weblog

Dahsyatnya Kegembiraan dan Pahala Memberi makan orang Berpuasa

Posted on: 8 Agustus 2011


DAHSYATNYA PAHALA MEMBERI MAKAN BERBUKA
PUASA

Bulan Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan Ramadhan adalah kesempatan menuai pahala melimpah. Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Dengan memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan.

Inilah janji pahala yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

Al Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air. Sungguh luar biasa pahala yang diiming-imingi.

Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah keutamaan yang diraih dari do’a orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab.

Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo’akan sebagaimana do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan, “Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku

Tak lupa pula, ketika kita memberi makan berbuka, hendaklah memilih orang yang terbaik atau orang yang sholih. Carilah orang-orang yang sholih yang bisa mendo’akan kita ketika mereka berbuka. Karena ingatlah harta terbaik adalah di sisi orang yang sholih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada ‘Amru bin Al ‘Ash, “Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta di tangan hamba yang Shalih.”

Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga. Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

Seorang yang semangat dalam kebaikan pun berujar, “Seandainya saya memiliki kelebihan rizki, di samping puasa, saya pun akan memberi makan berbuka. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Sungguh pahala melimpah seperti ini tidak akan saya sia-siakan. Mudah-mudahan Allah pun memudahkan hal ini.”

Sumber: http://lmimadiun.blogspot.com/2011/08/dahsyatnya-pahala-memberi-makan-berbuka.html

2 Tanggapan to "Dahsyatnya Kegembiraan dan Pahala Memberi makan orang Berpuasa"

mohon maaf, mungkin bagi yang hendak memberi makan orang bagi yang berpuasa di wilayah kota Bandung, katering kami menyediakan nasi kotak/bungkus dan free delivery ke masjid/panti asuhan atau tempat yang ditunjuk. Kontak 0821-32-883377, httpL//catering.wanakalapa.com

Soal: Jika ada yang mengundang kita, misalnya saudara kita untuk berbuka puasa dirumahnya, diluar kota yang berjarak sekitar 40-50 mil, bolehkah kita menghadirinya?

Mufti Silsilah Shahib menjawab: Syariat memerintahkan, jika seseorang yang sedang berpuasa jatuh sakit atau dalam keadaan safar, maka hilanglah perintah untuk berpuasa bagi orang itu. Jika dalam kondisi sakit atau safar kita bersikap tidak taat pada perintah Tuhan dengan terus berpuasa, maka Tuhan tidak akan ridlo dengan kita. Allah Ta’ala akan ridlo dengan kita, jika kita berpuasa atas dasar perintahNya dan kita akan mendapatkan ganjaran, begitu juga sebaliknya. Pergi keluar kota untuk melaksanakan buka puasa bersama atau untuk tujuan lain termasuk kedalam kategori safar, karena itu semestinya jangan pergi.

Oleh karena itu, seyogyanya kita tidak memberikan dukungan terhadap program-program seperti itu, karena waktu diantara ashar dan maghrib merupakan waktu terkabulnya doa-doa. Ketika waktu buka puasa semakin dekat, mulailah waktu pengabulan doa. Walhasil, sangat disayangkan, jika demi untuk makan minum, kita melewatkan kesempatan untuk memanjatkan doa, dzikir Ilahi, tilawat atau mendengarkan daras quran di masjid dan menggantinya dengan safar lalu setibanya di tempat tujuan, biasanya kita disibukkan dengan obrolan yang sia sia. Begitu juga tuan rumah disibukkan dengan melayani para tamu, sehingga merekapun menjadi mahrum dari keberkatan doa-doa, dzikir Ilahi, tilawat dan mendengarkan dars quran.

Alih-alih melewatkan waktu yang sangat berharga itu dengan sibuk berdoa untuk mendapatkan keberkatan ramadhan, justru kita malah menyia-nyiakan keberkatan itu.

Fiqah Masail MTA
Terjemah bebas: Mahmud Wardi
Dalam program khusus MTA, Mufti Silsilah Shahib menjawab pertanyaan senada sbb :

Dalam satu hadits, Hadhrat Rasulullah SAW bersabda :”Orang yang memberi makan orang lain untuk berbuka puasa, maka dia akan mendapatkan ganjaran yang sama seperti yang didapat oleh orang yang berpuasa. Karena keliru dalam memahami hadits tersebut, banyak orang yang terjerumus kedalam adat kebiasaan yang tidak baik. Simpel saja, jika seseorang melaksanakan sahur, tapi dia tidak memiliki sesuatu untuk dimakan pada saat buka puasa, lantas kita sediakan makanan untuk orang itu, maka kita mendapatkan pahalanya. Tapi karena keliru dalam memahami, alih-alih mendapatkan keberkatan dari amal baik tersebut, justru malah menyebabkan dirinya sendiri mahrum dari keberkatan itu.

Sebagaimana hadits mengatakan bahwa waktu berbuka puasa adalah waktu terkabulnya doa-doa bagi orang yang berpuasa, saat itu doa-doa akan dikabulkan.
Ketika mendapatkan undangan untuk buka puasa bersama, alih-alih menyibukkan diri untuk berdoa, dzikir, tilawat atau mendengarkan daras, justru malah disibukkan dengan mempersiapkan keberangkatan, menyetrika baju, menyiapkan kendaraan dll. Begitu juga keluarga yang mengundang disibukkan dengan mempersiapkan segala sesuatu seperti memasang kursi-kursi, karpet, menyiapkan makanan dll, diapun mahrum dari keberkatan doa-doa dan dzikir Ilahi. Kemudian sembari menunggu tibanya waktu berbuka, para tamu biasanya disibukkan dengan obrolan yang laghou.

Walhasil, waktu yang sangat berharga, dimana didalamnya terdapat keberkatan yang tak terhingga, tapi karena salah mengambil faidah dari hadits tersebut, alih-alih meraih keberkatan itu, justru mereka malah memahrumkan dirinya sendiri dari keberkatan itu. Karena itu Hazrat Khalifatul Masih Ar Rabi rh telah melarang acara-acara seperti ini, yakni adat kebiasaan pesta buka puasa bersama, Seyogyanya kita tidak memberikan dukungan terhadap program program seperti ini. Alih alih melakukan itu semua, alangkah baiknya jika kita menyibukkan diri dengan berdoa, dzikir Ilahi, tilawat atau mendengarkan daras.

Satu hal lagi, banyak ahmadi di jemaat kita yang tinggal cukup jauh dari namaz centre atau masjid-masjid. Jika acara buka bersama diadakan dirumah yang jaraknya jauh dari masjid, maka orang yang menghadirinya akan mahrum dari shalat berjamaah di masjid, sebaliknya jika dia ke masjid untuk shalat berjamaah, maka dia akan mahrum dari buka puasa bersama. Untuk itu, jika program buka puasa bersama ini diadakan di masjid (dibagian luar mesjid) maka orang-orang tidak akan mahrum dari keberkatan, begitu juga dia akan mendapatkan pahala shalat berjamaah di mesjid. Hendaknya semua hal ini diperhatikan.

Program khusus Fiqah (Ramadhan) MTA
Terjemah bebas: Mahmud Wardi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya.

Agustus 2011
M S S R K J S
« Jul   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Rated

Tweetku

RSS Berita Detik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: