Dildaar80's Weblog

Republika, TV One dan Yahudi

Posted on: 21 Maret 2011


From: Ahmadie Thaha
To: Emge Gontor
Sent: Tuesday, June 3, 2008 19:06:25
Subject: [emge] Republika Dijual ke Perusahaan Irlandia, Terindikasi Yahudi?

Ini sungguh berita tak mengenakkan. Harian Umum Republika , koran yang didirikan dengan susah payah oleh ICMI dengan melibatkan ribuan umat Islam melalui pembelian sahamnya, akhirnya harus jatuh ke tangan orang asing. Disinyalir, pembelinya terkait dengan kegiatan orang-orang Yahudi atau setidaknya memiliki afiliasi dengan lembaga-lembaga Yahudi.

Sir Anthony O’Reilly, Chief Executive International News and Media Ltd (INM) yang akan membeli harian Republika, tercamtum di urutan 288 di dalam Daftar Orang Terkaya Yahudi versi Jew Watch . Disebutkan di situ bahwa sebagian besar nama-nama yang tercamtum di dalamnya adalah Yahudi, meskipun sebagian di antaranya bukan Yahudi.

Anthony O’Reilly juga terlibat dalam organisasi-organisasi nirlaba dan lembaga-lembaga pendidikan. Anthony adalah Chairman dan co-founder The Ireland Funds. Di Trinity College, dia menjadi donator O’Reilly Institute, dan mendukung pengembangan Jewish Studies .

Pembelian 20% saham PT Abdi Bangsa diumumkan secara resmi oleh INM di websitenya dan di koran Republika . Disebutkan, bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam right issue PT Abdi Bangsa pada akhir Juni, salah satunya adalah investor asing, Abbey Communications (Netherlands) BV. Abbey merupakan anak perusahaan yang seluruhnya dimiliki oleh Independent News & Media PLC (INM)

Pihak INM ternyata tak hanya menggelontorkan uang begitu saja. Ia tentu akan menempatkan orangnya di PT Abdi Bangsa (Republika). Di ireland.com malah disebutkan , “As part of this transaction, it will be proposed that Gavin O’Reilly, group chief operating officer of INM, be elected to the Abdi Bangsa board.”

Kepada detikFinance, Presiden Direktur PT Abdi Bangsa Erick Thohir menjelaskan , Jumat (30/5/2008), bahwa nilai transaksi tersebut kira-kira Rp 67,5 miliar. Erick menjelaskan, pengambilalihan saham Abdi Bangsa oleh INM tersebut terkait rencana perseroan melakukan penawaran saham terbatas (rights issue) tahap IV yang akan dimintakan persetujuannya dalam RUPSLB 30 Juni 2008 mendatang.

Selain soal Yahudi tadi, ternyata dana tersebut tak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan Republika. Dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi PT Radionet Cipta Karya dan PT Praisindo Teknologi. Nilainya sekitar Rp 30 miliar. Sisa dana rights issue akan digunakan untuk penyertaan modal kerja di PT Avabanindo Perkasa dan PT Republika Media Mandiri. Di Mahaka Billboard (PT Avabanindo Perkasa), Erick berencana menambah titik Billboard.

Adapun “di harian Republika (PT Republika Media Mandiri) akan digunakan untuk menambah permodalan, mungkin untuk menambah mesin dan sebagainya,” kata Erick. Tak jelas, mesin apa yang dimaksudnya. Padahal, satu dari dua mesin cetak yang dimiliki Republika di Pulau Gadung hingga saat ini belum dipakai, masih terbungkus di dalam kotak. Jadi, untuk apa sebenarnya dana tersebut? Sekedar akal-akalan pengusaha?

Sebagian tambahan, melalui Mahaka Group, Erick Thohir mengambil-alih 40% saham PT Abdi Bangsa, penerbit harian Republika, pada November 2000. Adi Sasono-lah yang membawa Erich Thohir ke Republika. Untuk membeli saham sebanyak itu, ternyata Erick hanya mengeluarkan dana Rp. 10 milyar. Kini, dengan kecerdikan bisnisnya, PT Abdi Bangsa (Republika) bisa dikapitalisasi dan diperas untuk menjadi sumber pendanaan bagi bisnis-bisnisnya yang lain.

http://www.opensubscriber.com/message/ekonomi-syariah@yahoogroups.com/9295589.html

Minggu, 20 Juli 2008
Komisaris Harian Republika Seorang Yahudi…?

Akhir Juni 2008,sebuah Harian Umum yang di prakarsai oleh tokoh-tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini di bawah bendera, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

RUPS kemarin menelurkan beberapa wajah baru yang duduk di jajaran Dewan komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan.

Yang mengejutkan, masuknya Gavin O’Reilly di jajaran Dewan Komisaris Harian Umum Republika, Gavin O’Reilly sebenarnya adalah Presiden CEO The Independent News Media Group (INM)

Gavin O’Re adalah keturunan Sir Anthony O’Reilly yang merupakan Miliyader Yahudi berasal dari Irlandia, dan masuk sebagai keturunan yahudi terkaya di peringkat ke 288. versi Jew Watch.

Gavin O’Re sendiri menguasai 20 % Saham di Harian Umum Republika. Di dalam pecaturan perekonomian Global yang bersifat Kapitalis, memang bukan hal yang aneh lagi, siapa saja boleh memiliki saham sebuah perusahaan, tanpa perlu menggenal siapa dan dari mana calon pembeli saham tersebut.

Tapi yang aneh, sebuah Harian Umum yang di miliki oleh mayoritas umat muslim. Dan seharusnya berideologi Dakwah Islam tidak serta merta menerima Gavin O’Re sebagai Dewan Komisaris Harian Umum Republika.Apalagi Gavin O’Re mengguasai 20 % Saham HU Republika.

Pertanyaannya sekarang Apa Apa Dengan HU Republika???
Diposkan oleh Opini Aq di 21:47

http://baru-azwar.blogspot.com/2008/07/komisaris-harian-republika-seorang.html

21/03/2011 22:06
EKONOMI
Wajah Baru tvOne Rp 1,3 Triliun
Asteria
INILAH.COM, Jakarta ” Kondisi ekonomi global boleh ketat, Bakrie Grup tetap mampu menggeliat. Dengan kesiapan dana Rp 1,3 triliun, mereka menyulap Lativi menjadi tvOne. Kamis (14/2) malam, tayangan langsung dan segar tvOne resmi diluncurkan.
Tayangan berbau klenik, erotisme, berita kriminal, dan paket-paket hiburan ringan gaya Lativi sudah tutup buku. Sejak semalam, nama dan logo berubah menjadi tvOne.
Tentu, perubahan tidak berhenti sampai di situ. Segmentasi diubah total. tvOne membidik kalangan premium class. Otomatis, komposisi tayangannya pun dirombak habis. tvOne hadir dengan 70% berita dan 30% tayangan olahraga plus hiburan yang terseleksi.
“Kami tidak hanya mengubah logo dan program, tapi juga target pasar. Dengan konsep berita, olahraga dalam dan luar negeri, serta hiburan yang terseleksi, kami ingin membuat masyarakat Indonesia jadi semakin cerdas,” kata Direktur Utama PT Lativi Mediakarya Erick Thohir.
Erick meyakini perubahan pola siaran ini akan menjadi tren baru industri pertelevisian. Biasanya, perubahan hanya menyangkut nama dan logo. Tapi, stasiun televisi yang dikelolanya berubah seluruhnya, dari nama, logo, konten tayangan sampai target market.

Nama tvOne dipilih sebagai bagian dari strategi manajemen untuk memberikan suguhan baru, lebih segar sekaligus berbeda di industri pertelevisian nasional. “Nama tvOne dipilih karena secara individu dan korporasi stasiun televisi ini diharapkan menjadi nomor satu,” tandas Erick.

Seiring revolusi teknologi penyiaran dan persebaran informasi, korporasi-korporasi media terbentuk dan menjadi besar lewat kepemilikan saham. Sebuah upaya penggabungan berbentuk joint-venture, kerja sama, atau pendirian kartel komunikasi raksasa.

Fenomena ini bukanlah fenomena bisnis semata, melainkan juga menyangkut sisi ekonomi-politik yang melibatkan kekuasaan.

PT Lativi Media Karya didirikan pada 2001 dan dikuasai Alatief Corporation milik Abdul Latief, pengusaha yang pernah diangkat sebagai Menteri Tenaga Kerja.

Sebelumnya, stasiun televisi ini hendak dinamakan Pasaraya Mediakarya untuk keperluan lini bisnis Latief lainnya, yaitu ritel pakaian. Tapi, jelang mengudara, ditetapkan nama perusahaan ini menjadi PT Lativi Mediakarya.

Dalam perkembangannya, dengan alasan ingin fokus pada bisnis inti keluarga (Pasaraya), Latief akhirnya melepas kepemilikan Lativi. Kini, PT Lativi Mediakarya digawangi tiga pengusaha muda.

Ketiga sosok muda itu tengah bergelora di pelataran bisnis nasional. Ketiganya adalah Anindya Bakrie dari Bakrie Grup, Rosan Perkasa Roeslani (Presiden Direktur Recapital), dan Erick Thohir (Mahaka Grup) yang semula komisaris PT Lativi Mediakarya. Ketiganya bergabung lewat sebuah konsorsium.

Ketiganya juga bukan orang baru di bisnis media. Mahaka Grup, misalnya, punya 50% saham Jak-TV melalui PT Metropolis Media Nusantara. Metropolis adalah pemegang saham pengendali PT Abdi Bangsa Tbk (ABBA), di mana Erick menjadi direktur utama.

Sementara Anindya Bakrie, putra pengusaha Aburizal Bakrie yang juga Menko Kesra, memiliki sekaligus mengelola antv di bawah bendera PT Cakrawala Andalas Televisi yang berbagi saham dengan StarTV, raksasa media Hong Kong milik Rupert Murdoch.

Bakrie Grup memang sudah lama mengincar >i>Lativi, terutama sejak kewajiban utang Lativi kepada Bank Mandiri senilai Rp 418 miliar telah dilunasi oleh Konsorsium Capital Managers Asia Pte Ltd (CMA) awal 2007.

Sebagai sebuah institusi jasa keuangan yang berbasis di Singapura, CMA sudah memiliki kedekatan dengan kelompok usaha Bakrie. Pasalnya, CMA menanamkan investasi Rp 250 miliar untuk pengembangan Esia di 2004 dan tercatat pula sebagai pemegang saham minoritas di antv.
Erick menampik rumor yang menyatakan StarTV masuk dalam struktur kepemilikan PT Lativi Mediakarya. Tapi, sebuah sumber mengungkapkan grup media yang berbasis di Hong Kong itu masuk sebagai salah satu pemilik meski saham mayoritas didominasi Bakrie Grup.

Kemungkinan besar siaran tvOne bakal menjadi salah satu konten B-TV, televisi berbayar milik kelompok usaha Bakrie. Mungkin baru mengisi B-TV pertengahan tahun, kata Erick.
Kehadiran tvOne mempertegas kecenderungan konsolidasi bisnis teve yang marak dilakukan pemilik perusahaan untuk menekan biaya operasi.

Kepemilikan media, ternyata, bukan hanya berurusan dengan persoalan produk, tapi berkaitan pula dengan bagaimana kondisi sosial, citra, berita, pesan, dan kata-kata dikontrol dan disosialisasikan kepada masyarakat. Juga tak bisa dilepaskan dari karakteristik institusi bisnis yang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. [E1/I3]

http://m.inilah.com/read/detail/12343/wajah-baru-tvone-rp-13-triliun

2 Tanggapan to "Republika, TV One dan Yahudi"

wah….. sebenernya yg ada yg bisa memastikan hubungan antara tvone dan yahudi

Termasuk antek-antek yahudi mereka,,,,
semua berita tentang islam selalu dislewengkan,,,,,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya.

Maret 2011
M S S R K J S
« Feb   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rated

Tweetku

RSS Berita Detik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: