Mengikuti berita di media massa akhir-akhir ini, kasus Ahmadiyah bisa jadi masuk jajaran top news. Dari mulai kasus penolakan masyarakat terhadap komunitasnya di beberapa daerah, tuntutan pembubaran dari beberapa ormas Islam, pembelaan dari pihak yang lain sampai pada keputusan Bakorpakem Kejagung yang ‘memberi kesempatan’ pada mereka untuk ‘bertobat’.
Yang saya amati, kok berita-berita itu malah kesannya jadi promosi gratis buat mereka ya? Mereka jadi kelihatan besar. Semua orang sekarang jadi tahu Ahmadiyah. Padahal sebelum-sebelumnya kan mereka itu boleh dibilang komunitas yang ga penting di negeri ini. Memang sih, ada informasi yang mengatakan kalau Ahmadiyah Internasional berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat gerakan mereka se-dunia.
Mengutip pendapat guru besar UIN Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap, MA di situs berita Antara, sebenarnya Ahmadiyah tidak berkembang di Indonesia. Masyarakat kita sulit menerima ajaran mereka yang memang melenceng jauh dari ajaran Islam itu.
Sayangnya, Bakorpakem tidak bisa bersikap tegas pada rapatnya selasa (15/1) kemarin. Sudah dapat promosi gratis dari media massa ditambah lagi dipersilahkan pemerintah untuk tetap ‘hidup’ di negeri ini, apa Ahmadiyah tidak dapat untung dobel?
Jumat, 18-01-2008 09:07:08 oleh: Ihsanul Muttaqien
Kanal: Opini
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=5946