Peraturan Berjilbab Dikenakan kpd Non Muslim di Padang

Wawancara dengan Seorang Ibu Wali Murid dan Guru Sekolah di Padang (Beragama Kristen)

Bagaimana renspon ibu sebagai guru SMK umum, wali murid, dan jemaat Protestan terhadap peraturan yang ada di sekolah mengenai pemakaian jilbab? Baca entri selengkapnya »

Facebook dan Kemaksiatan

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu …’siapa calon bapak si jabang bayi?’ Baca entri selengkapnya »

Perpustakaan JFK

Awan gelap praktis menggantung di atas langit Boston, Amerikat Serikat, sejak pagi hari. Hujan rintik-rintik pun tak kunjung reda. Namun, cuaca yang kurang bersahabat itu tak menghalangi niat Presiden SBY mengunjungi John F Kennedy (JFK) Presidential Library and Museum. Baca entri selengkapnya »

Kanselir Jerman Geram dengan Perpustakaan Digital Google

Tempo – Minggu, Oktober 11

TEMPO Interaktif , Frankfurt – Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Sabtu mengkritik upaya Google untuk membangun perpustakaan digital yang besar. Merkel mengatakan, Internet tidak boleh dikecualikan dari undang-undang hak cipta.

Dalam video mingguan Merkel, sebelum hari Selasa, saat pembukaan Frankfurt Book Fair, Merkel menyerukan kerjasama internasional untuk perlindungan hak cipta dan mengatakan dia menentang pemerintah mendorong Google untuk memindai semua buku-buku perpustakaan. Baca entri selengkapnya »

Lebih dari 1 Miliar Orang Kelaparan di 2009

detikcom – Kamis, Oktober 15

Kombinasi antara krisis pangan dan krisis ekonomi dunia telah membawa lebih dari 1 miliar orang menuju bencana kelaparan pada 2009. Angka ini tertinggi dalam 4 dekade terakhir. Baca entri selengkapnya »

Klarifikasi Fatwa DPR kafir oleh Al-Irsyad

PRESS RELEASE PIMPINAN PUSAT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH
ATAS PEMBERITAAN DI TELEVISI TENTANG FATWA PEMILU HARAM DAN
ANGGOTA DPR KAFIR OLEH “PERHIMPUNAN AL-IRSYAD” Baca entri selengkapnya »

TUJUH KARUNIA ALLOH BAGI SYAHID

Oleh : Abdul Rozzaq

Syahid adalah satu gelar yang dikarunikan Alloh swt kepada pengikut Islam berkat menta’ati Alloh dan Rosul-Nya (4:70), Muhammad al-Mushthofa saw yang karena mempertahankan keimanannya dan atau membela agamanya hingga titik darah yang penghabisan (Jadi yang tepat dan paling berhak memberi gelar syahid adalah Allah dan rosul-Nya atau para khalifah rosul-Nya). Di sisi Alloh swt, syahid itu mempunyai kedudukan yang sangat istimewa. Hal ini dapat dilihat dari Hadits Rosululloh swt berikut:

لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سَبْعُ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِّهِ، وَيَرَى مَقْعَدَهُ فِى الْجَنَّةِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ اْلإِيْمَانِ، وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ زَوْجَةً مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيُؤَمَّنُ مِنَ الْفَزْعِ اْلأَكْبَرِ، وَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوِقَارِ، اَلْيَاقُوْتُ مِنْهُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا، وَيَشْفَعُ فِى سَبْعِيْنَ اِنْسَانًا مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ
Orang yang mati syahid mempunyai 7 karunia di sisi Alloh, yaitu: Ia diampuni pada waktu tetesan darah yang pertama, ia dapat melihat kedudukannya di Sorga, ia dihiasi dengan pakaian keimanan, ia dijodohkan dengan 72 istri dari bidadari yang cantik jelita, ia dilindungi dari adzab kubur dan diamankan dari rasa takut yang paling besar dan dipakaikan pada kepalanya mahkota kehormatan, satu mutiara darinya lebih baik daripada dunia dan dari apa yang ada di dalamnya serta ia dapat memberikan syafaat kepada 70 manusia dari ahli baitnya (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, At-Turmudzi, Ibnu Majah dari Al-Miqdam bin Ma’ad Yakrib RA dan Kanzul-Ummal, Juz IV/ 11132)

Komentar:
Dari Hadits tersebut dapat diambil pelajaran sebagai berikut:
1. Meskipun kedudukan dan derajat Syahid di sisi Alloh itu demikian tinggi dan terhormat, tetapi tidak berarti melebihi kedudujkan dan derajat Shiddiq dan Nabi.
2. Ketika Islam sudah datang, maka gelar Syahid itu hanya dikaruniakan kepada orang yang taat kepada Alloh dan Muhammad Rosulullah saw sebagai umat Islam, bukan umat agama yang lain.
3. Orang yang mati Syahid pasti masuk Sorga, karena semua dosanya diampuni Alloh swt.
4. Keluarga Syahid tidak boleh bersedih, karena pada hakikatnya orang yang dibunuh di jalan Alloh swt itu tidak mati, tapi hidup bahkan ia dikaruniai dapat memberikan syafaat kepada 70 anggota keluarganya.

NB: Syahid yang dimaksud disini bukan pelaku bom bunuh diri apa pun alasannya termasuk alasan agama. Islam melarang pemberontakan terhadap pemerintah siapa pun mereka termasuk penjajah, bunuh diri dan juga melarang membunuh org lain tanpa hak (orang yang tdk bersalah). Bunuh-membunuh hanyalah pada peperangan secara resmi.

RAHASIA KEWAJIBAN MEMBACA SURAT AL-FATIHAH DALAM SHALAT

Oleh : Abdul Rozzaq

Shalat adalah salah satu bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhannya. Dalam Islam gerakan dan bacaannya sudah ditentukan, namun pada saat sujud, ia diberi kesempatan untuk berdoa dengan bahasa sendiri tentang apa yang ia inginkan. Doa yang wajib dibaca dalam shalat itu adalah surat Al-Fatihah sebagaimana sabda Nabi suci Muhammad SAW berikut ini:

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَصَاعِدًا
Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Ummul-Kitab dan selanjutnya (Muslim, Abu Daud, An-Nasai dari Ubadah bin Ash-Shamid RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19664)

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُوْرَةٍ فِىْ فَرِيْضَةٍ أَوْ غَيْرِهَا
Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Hamdulillah dalam setiap rakaat dan satu surat dalam shalat Fardhu atau lainnya (Ibnu Majah dari Abu Sa’id RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19666)

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لاَ يَقْرَأُ فِيْهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خُدَاجٌ فَهِيَ خُدَاجٌ فَهِيَ خُدَاجٌ
Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Ummul-Kitab di dalamnya, maka itu adalah premature, maka itu adalah premature, maka itu adalah premature (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Abu Daud, At-Turmudzi, An-Nasai, Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19667)

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ فِيْهَا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul-Kitab di dalamnya (Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya, Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Turmudzi, An-Nasai, Ibnu Majah dari Ubadah RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19669)

لاَ صَلاَةََ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَآيَتَيْنِ مِنَ الْقُرْآنِ مَعَهَا

Tiada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul-Kitab dan dua ayat Al-Quran bersamanya (Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dari Ubadah RA dan Kanzul-Ummal, Juz VII/ 19696)

Dari paparan beberapa Hadits tersebut dapat diambil beberapa pelajaran bahwa:

1. Disaat menunaikan shalat seseorang harus merasa hadir di hadapan Tuhannya dan dengan sadar menyampaikan doa-doa kepada-Nya, baik doa-doa yang sudah dibakukan oleh yang mulia Rasulullah SAW maupun doa yang disusun sendiri dalam bahasanya sendiri.

2. Doa yang harus mendapatkan perhatian istimewa adalah doa yang terdapat dalam surat Al-Fatihah, yaitu: Mohon agar senantiasa dibimbing di jalan yang lurus atau benar, yang dapat mengantarkannya menjadi golongan para Nabi, para Shiddiq, para Syahid dan para Shaleh sebagaimana firman Allah ta’ala dalam Al-Quran berikut:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا
Dan siapa saja ta‘at kepada Allah dan Rasul itu Muhammad shallallahu ‘alaihis salam, maka mereka itulah yang termasuk orang-orang yang telah dikaruniai kenikmatan oleh Allah, yaitu para Nabi, para Shiddiq, para Syahid dan para Shaleh. Mereka itu adalah sebaik-baik kawan. Itulah karunia Allah. Dan cukuplah Allah, Yang Maha mengetahui (An-Nisa, 4:69-70)

Kata MA‘A dalam bahasa Arab mempunyai 2 arti, terkadang berarti MIN artinya termasuk (bagian dari) dan JANIB artinya disisi (beserta). Kata MA‘A pada ayat tersebut harus diterjemahkan dengan MIN, karena Nabi Muhammad SAW, sejenis dengan orang yang ta’at kepadanya, yaitu sama-sama manusia sebagaimana firman Allah ta’ala berikut:
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ
Katakanlah, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, tetapi telah diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa (Al-Kahfi, 18:111)

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ ءَامِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar seorang Penyeru memanggil kami kepada keimanan, seraya berkata, bahwa “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu” maka kami telah beriman. Wahai Tuhan kami, karena itu ampunilah kami dosa-dosa kami, dan singkirkanlah dari kami kejahatan-kejahatan kami dan wafatkanlah kami termasuk golongan orang-orang saleh (Ali Imran, 3:194)
يَامَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Wahai Maryam, patuhilah Tuhan engkau dan sujudlah serta tunduklah hanya kepada Tuhan Yang Esa beserta orang-orang yang tunduk (Ali Imran, 3:44)
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَى أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ يَقُولُونَ رَبَّنَا ءَامَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul ini, engkau lihat mata mereka mencucurkan air mata, disebabkan mereka telah mengenal kebenaran itu. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami beriman, maka catatlah kami di antara orang-orang yang menjadi saksi(Al-Maidah, 5:84)

Dalam ketiga ayat tersebut, kata kami dan orang-orang shaleh adalah sejenis; Maryam dan orang-orang yang tunduk juga sejenis; demikian juga kami dengan orang-orang yang menyaksikan juga sejenis. Oleh karena itu, kata MA‘A dalam setiap ayat tersebut harus dimaknai dengan MIN, artinya termasuk dalam golongan.

Adapun MA‘A yang mempunyai makna JANIB artinya disisi atau bersama adalah MA‘A yang digunakan dengan sesuatu yang tidak sejenis, misalnya Allah dengan manusia, manusia dengan kuda dll. Agar lebih jelas perhatikan ayat berikut :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan dengan sabar dan doa; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Al-Baqarah, 2:154)
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa (At-Taubah, 9:36)

الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا ءَاخَرَ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
Orang-orang yang menganggap ada tuhan lain disisi Allah, maka mereka akan lekas mengetahui (Al-Hijr, 15:97)

Sholat dan Gugurnya Dosa-Dosa

Hadits ke-2 sholat

Dari Abu Dzar r.a. , sesungguhnya Rasulullah saw. Pernah keluar dari rumahnya ketika musim dingin dan daun-daun berguguran. Beliau mengambil setangkai ranting pohon, sehingga daun-daunnya mulai berguguran. Beliau mengambil setangkai ranting pohon, sehingga daun-daunnya mulai berguguran. Beliau bersabda,”wahai Abu Dzar!” Abu Dazar menyahut,”labbaik ya Rasululah!” Sabda beliau,”Sesungguhnya seorang muslim yang menunaikan shalatnya semata-mata karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguguran darinya sebagaimana daun-daun ini gugur dari rantingnya.”(Ahmad-At-Targhib) .

Pada musim dingin, biasanya daun-daun berguguran dari pohonnya, sehingga ada sebagian pohon yang daun-daunnya tidak tersisa sedikitpun. Itulah perumpamaan hasil sholat yang dilakukan dengan ikhlas, yakni segala dosa akan diampuni tanpa satu dosa pun yang tertinggal. Menurut sebagian ulama, dosa-dosa kecil saja yang dapat diampuni melalui sholat, sedangkan dosa-dosa besar tidak dapat diampuni tanpa bertaubat. Oleh karena itu, disamping mengerjakan sholat, hendaknya kita selalu bertaubat dan beristigfar, jangan sampai kita melalaikannya. Sedangkan jika Allah mengampuni dosa-dosa besar karena kemurahan-Nya, itu adalah perkara lain.
susanefatimah@yahoo.com

Provokasi SARA di tengah gempa Minang dibantah tokoh Tionghoa

Hentikan Pembohongan Publik & Provokasi SARA!

Pak, berita2 tsb ga benar dan hanya ingin mengadu domba hubungan Tionghoa dan Minang yg selama ini berjalan dgn bagus dan sangat kondusif.
Kita setiap hari berhubungan langsung dgn perkumpulan2 HBT,HTT DAN St. Yosip. Mereka membantah isu2 tsb ! Baca entri selengkapnya »