Dildaar80's Weblog

Ratu Adil Bukan Orang Indonesia

Posted on: 4 Juli 2009


Bismillaahir rohmaanir rohiim

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Ramalan Jayabaya oleh Raden Ngabehi Ranggawarsita dalam buku:

‘Estinen Nurih Kalakon’ Wecan bab perang kolonial dalah kawusanane. Dikeluarkan oleh Ki Tjitrosatmoko, usaha ‘Hanung’ Jalan Kejambon 365, Tegal.

Ramalan Jayabaya, tertera dalam sebagian karangan (mengenai) ramalan, ditulis oleh almarhum Raden Ngabehi Ranggawarsita (1802-1873), Bopati Kliwon, Pujangga di keraton Surakarta. (izin mengambil/mengutip dari kepala Radya-pustaka/perpustakaan istana)

1. Kemudian diganti (zaman) kemuliaan Sri Raja dan kesejahteraan tanah Jawa; sudah hilang penyakitnya dunia, karena datangnya raja yang digaibkan, keturunan golongan mulia, diberi julukan raja semua golongan, karena bermurah hati kepada (golongan) miskin.

2. Terdapatnya kedudukan tidak dengan sarat apa pun, sebagai pemimpin kerokhanianlah kedudukan beliau menjadi raja.

3. (Daerah tempat) mahligainya sedikit sekali penghuninya, tanah warisan, tidak ada perusahaan-perusahaan dan perkumpulan. (gambaran desa kecil Qadian)

4. Selagi masih belum diperkenalkan kepada umum oleh Allah, keadaannya masih seperti orang biasa, banyak orang tidak bisa menduga akan menjadi apa.

5. Kehendak Yang Maha Gaib dijadikan sebaliknya (yang orang tidak bisa mengira)

6. Menjadi Raja Kependetaan, adil ramah tamah, tidak mementingkan harta benda, dijuluki ‘Sultan Herucakra’

7. Bila bertemu musuh datang dari manapun tidak mengajukan bala/tentara manusia, tentaranya hanya yang dikehendaki Allah, yang terpenting zikir.

8. Meskipun begitu musuhnya semuanya agak takut; terhenti semua.

9. Yang hendak memusuhi jatuh.

10. Mati tidak berketurunan, orang yang tidak mau percaya.

11. Karena Raja hanya berusaha supaya Negara (menjadi) tenteram damai (dan) juga makmurnya penduduk dunia seluruhnya.

12. Untuk makannya setiap tahun hanya disediakan dibatasi tujuh ribu reyal tidak boleh lebih.

13. Tanah satu jung pajaknya hanya sedinar dalam setahunnya, sudah bebas tidak ada pajak selainnya.

14. Karena itu hati orang-orang kecil merasa senang karena murah pakaian dan makanan.

15. Tak ada oran gjahat, orang kurangajaran; mereka bertaubat takut hukuman gaib Raja Adil, yang bersemayam di tanah petik, dekat sungai ketangga di hutan Pudak.

16. Sri Raja hanya diganti kedudukannya khusus dua kali.

17. Yang ketiga (sudah) pindah kota di tanah Ketangga Kecepit di Karangbaya (perpindahan pd masa bahaya/peperangan).

18. Sampai putra (lalu) tiada lagi (orangnya yang mempunyai kedudukan khusus), karena (selanjutnya) menurut pertimbangan perorangan (tunduk kepada suara yang terbanyak), sesudah mendoa khusus. (pemilihan Khalifah lewat doa dan pemilihan)

Catatan Penghimpun.

Catatan orang yang mengumpulkan

19. Kata-kata tersebut di atas itu sesuai dengan yang terdapat di Yogyakarta.

20. Bedanya: Hutan Pudak di Yogyakarta dikatakan Alam Pudak. (sebutan Punjab dlm lidah Jawa)

21. Kecuali dari itu dalam ramalan yang tersimpan di Yogyakarta dikatakan begini:

22. Datangnya dengan kapal yang ikut arus (laut), anak janda kasihan, (pantas) dibelas kasihani, hanya sendirian. (Maulana Rahmat Ali rahmatullah ‘alaihi, mubaligh Muslim Ahmadiyah yg diutus Hadhrat Khalifatul Masih II, Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad utk datang ke Indonesia pada 1925)

Teks dalam bahasa Jawa

1. Nuli sinalinan mulyaning panjenengan ing kono harjaning tanah Jawa; wus ilang memalaning bumi, amarga sinapih tekaning Ratu Ginaib, wijiling utama den arani Ratu Amisan, karana luwih dama miskin.

2. Adege tanpa sarat sedawir, ngadam makdum Panjenengan Nata.

3. Kedatone Sonya ruri, tegese sepi tanpa sarana apa-apa ora ana kara-kara.

4. Duk masih kineker dening Pangeran kesampar kesandung akeh wong tetambuhan.

5. Karsane Suksma kinarya buwana balik.

6. Jumenenga Ratu Pinandita, adil paramarta, lumuh mring arta, kasbut ‘Sultan Herucakra’.

7. Ing Nalika ketemu parangmuka teka tanpa sangkan tanna ngadu bala manungsa, prajurite mung sirrullah, tetunggule dikir.

8. Parandene mungsuhe pada rereb sirep kabeh.

9. Kang nedya mungsuh kabarubuh.

10. Tumpes tapis kang amungkir.

11. Karana Ratu mung amrih kartaning nagara, raharjaning jagad kabeh.

12. Dahare ing dalem setahun mung dipinta den wangeni pitung ewu reyal ora kena luwih.

13. Bumi sajung pajege mung sedinar ing dalam setahun, wis bebas tan ana take turun apa-apa.

14. Marmane pada enak atine wong cilik dening murah sandang lan pangan.

15. Tan ana durjana, dursila, pada tobat wedi wilating Ratu Adil kang akekuta ing bumi petik, pareg lawan kali Ketangga ing sajroning alas Pudak.

16. Panjenenganing Nata mung turun pindo.

17. Katelune ngalih kuta maring bumi Ketangga Kecepit ing Karangbaya.

18. Tumeka ing putra sirna, amarga wawan-wawan lawan napsune dewe.

19. Unen-unen kasbut ing duwur iku cocog karo kang tinemu ing Ngayogyakarta.

Catatan Penghimpun.

20. Bedane: Alas Pudak ana ing Ngayogyakarta disebut Alam Pudak (Punjab).

21. Kajaba saka iku ing ramalan kang kasimpen ing Ngayogyakarta disebutake mengkene :

22. Tekane sing prau kentir, anake mbok randa kasihan, melas asih mung priyangga.

Salah seorang leluhur kawan saya, Didit bernama almarhum Ahmad Sarido dari Yogyakarta yg pd tahun 1924-1927 ada di Qadian, India. Dari sana beliau membuktikan genapnya ramalan diatas pada pribadi Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) yang mendapat tugas sebagai Imam Mahdi dari Tuhan. Alm Ahmad Sarido membenarkan pengakuan Mirza Ghulam Ahmad dan mengakuinya sebagai Imam Mahdi atau Ratu Adil.

Teks ramalan diatas adalah berasal dari beliau yg beliau dapat teksnya dari suatu buku mengutip dari teks Perpustakaan Radya Pustaka. Beliau pernah menulis mengenai hal ini bahwa Ratu Adil (dalam bahasa Jawa ratu berarti raja laki-laki adapun istrinya disebut prameswari) adalah person dan bukan orang Indonesia tapi bangsa asing. Beliau berbeda pendapat dng anggapan sebagian orang yg menganggap ratu adil itu sebuah sarana, keadaan, yang menyebabkan timbulnya dan terus meningkatnya kebahagiaan masyarakat/sistem Pancasila.

Menurut pendapat beliau, terkaan seperti itu tidak sesuai dengan bunyi ramalannya karena dalam ramalan itu ada soal-soal :

a. Keturunan

b. Tempat kelahiran dan bagaimana keadaannya di situ.

c. Keadaan hidup Raja Adil dan corak perjuangannya.

d. Perbedaan pendapat antara beliau dan para pemimpin selainnya.

e. Macam pertolongan Tuhan kepada beliau dan bagaimana akibatnya.

f. Beliau menjadi Raja Kependetaan (Nabi, Imam Mahdi)

g. Kepindahan markas beliau di tempat yang semula membahayakan.

h. Pergantian pemimpin gerakannya sesudah beliau wafat.

i. Mata uang2 asing, yaitu reyal dan dinar, yang di Indonesia tidak ada.

j. Datangnya (utusan) beliau dengan kapal.

Di sampul luar buku “Estinen murih kalakon” terdapat gambar seekor banteng laki-laki yang sedang menanduk kaki seekor singa. Kakinya sebelah kiri menginjak perut dan yang sebelah kanan menginjak kaki singa sebelah kiri, kelihatan singanya tidak berdaya, dalam keadaan jatuh terlentang. Dan di sudut kiri di bawah ada tulisan dalam bahasa Jawa :
Si keparat ambekmu kaliwat-liwat.
Dumeh kukumu lancip.
Siung untumu rangah.
Lah mangsa mindowa kardi.
Gelis ayonono.
Tandange banteng kanin.
Dalam bahasa Indonesianya :
Setan, langkahmu keterlaluan.
Karena kukumu runcing.
Taringmu tajam.
Lah, tidak akan sampai bergerak kedua kali
Cepat, hadapilah (balaslah).
Perlawanan banteng yang terluka.

Pada masa perang kolonial melawan tentara Belanda tahun 1950, menurut ‘Sesepuh’ Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia buku ini diedarkan dan dijual murah dengan tujuan, agar masyarakat luas tetap berbesar hati, supaya hati masyarakat tetap tabah, teguh kuat menghadapi tantangan tentara Belanda, agar masyarakat tetap mempunyai keyakinan akan datangnya kemerdekaan. Dan memang begitulah akhirnya, terbukti agresi militer Belanda terjadi hanya dua kali yang kemudian diikuti dengan pengakuan Belanda terhadap Republik Indonesia Serikat.

Jadi berdasarkan hal ini maka suatu pertanyaan mengemuka tentang ramalan Ranggawarsita dalam ‘JAYABAYA’ mengenai siapakah sebenarnya “Ratu Adil Sultan Herucakra”, dan bagaimana Tanah Jawa (Bangsa Indonesia) dapat mengatasi krisis moneter multi dimensi dan kini krisis finansial bahkan dalam beberapa hari ke depan tepatnya tanggal 8 Juli 2009, Kita memilih Pemimpin yang dapat membawa Kita menuju masa depan yang lebih baik sehingga dapat menjadi batu loncatan menuju masyarakat adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi,…(zaman Kencana/kemakmuran).

Buku ini berisi ramalan-ramalan para sesepuh Keraton maupun yang ada di daerah-daerah. Smoga penafsiran dalam buku ini, khususnya yang berisi tentang ramalan Raden Ngabehi Ranggawarsita tentang “Ratu Adil Sultan Herucakra”, dapat memberikan paradigma baru dan semangat dalam mensiasati dakwah bil haq lewat jalur budaya khususnya bagi masyarakat Jawa dan Indonesia pada umumnya. Sehingga tahu apa sebenarnya hakikat dari ramalan ‘orang suci’(Mujaddid) yang menuliskan dalam buku tersebut.

Semoga bermanfaat bagi khalayak umum dan Kami bisa lega, akhirnya review penelitian ini bisa Kami keluarkan ‘just for free, no charges Guys’ sehingga lebih modern bentuknya ; dan hal ini semata-mata karena karunia Allah SWT dan terima-kasih kepada ‘Sesepuh’ Jamaah Muslim Ahmadiyah, yang Kami sayangi karena kearifan, kebijaksanaan, kesederhanaan dan kerendahan hati ‘Beliau’, semata-mata untuk MENDAPATKAN RIDHO ILAHI…Amin Ya Allah.

Dalam khasanah kebudayaan Jawa dan dunia ‘dalam’ orang Jawa, nama Jayabaya telah menjadi semacam’referensi baku’ untuk memandu, mengenali dan menghayati perubahan atau pancaroba zaman,…yang kemudian referensi ini diteruskan pujangga-pujangga mataram dan pujangga Kraton Surakarta Yosodipuro I (kakek Ronggowarsito), dan khususnya Ronggowarsito yang hidup beberapa abad sesudah Raja Kediri, Jawa Timur itu—-dengan menggunakan banyak tetenger alias tanda-tanda Sang Maharaja yang mashur tersebut dalam karya-karyanya.

Menurut pendapat Kami, Karya R. Ngabehi Ranggawarsita khususnya yang berjudul, ‘JANGKA JAYABAYA’ dalam buku :
“Estinen Nurih Kalakon” tentang “Ratu Adil Sultan Herucakra”, dikeluarkan oleh Ki Tjitrosatmoko, usaha “Hanung” Jalan Kejambon 365, Tegal,… merupakan suatu jejak petunjuk akhir khususnya bagi orang Jawa dan orang yang terkena pengaruh kekuasaan, kejayaan mataram di masa-nya (sampai ke daerah Banten & Sunda) untuk memberikan ‘transfer pemahaman’ terkini…apa sebenarnya maksud pesan-pesan leluhur yang pada awalnya ditulis oleh Jayabaya setelah berguru kepada Maulana (Syech) Ali Syamsu Zein.

Merupakan tugas Kita, anggota Jamaah muslim Ahmadiyah yang telah beriman kepada Imam Mahdi Muhammad memberikan pengertian dan pemahaman bahwasanya orang yang telah ditunggu-tunggu kedatangannya baik oleh orang Jawa, Cirebon, Sunda, Bugis Makasar, Banten,…orang beragama dan berkeyakinan tauhid di Indonesia sebenarnya sudah datang sesuai dengan ramalan orang suci-nya masing-masing.

Suatu kenyataan yang bagi Kami sangatlah sulit dipungkiri, semacam adanya keteraturan kejadian yang berturut-turut dan suatu hal yang sangat luar biasa dimana suatu tulisan yang ‘sudah berumur’ atas karunia Allah SWT masih utuh dan memberikan peninggalan kebudayaan yang luar biasa, bahkan berisi tentang Petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa kepada masyarakat tertentu,…jejak tapak kerohanian orang-orang suci jaman dulu, terselamatkan…dari generasi ke generasi…sampai jaman Pujangga Pungkasan, Ranggawarsito,…walaupun ada memberikan kejadian warna, indikasi tertentu yang khas tapi memberikan esensi penguatan pesan yang sama, dengan tanda-tandanya.

Jayabaya, Ranggawarsita jelas bukan Naisbitt (Megatrend 2000) yang terkenal di seluruh dunia dengan pandangan visionernya tentang masa depan ilmu pengetahuan dan peradapan manusia, atau Alvin Toffler (The Third Wave) dengan teori kejutan gelombang perubahan zamannya,…Kenichi Ohmae (The Borderless World) yang meramalkan terjadinya saling ketergantungan global dan Francis Fukuyama (The End of Ideology) tentang berakhirnya era perlombaan ideologi ; dimana Futurolog diatas mendasarkan visinya menjelajah ‘kemungkinan’ masa depan berlandaskan pada data-data empiris, yang dianggap valid untuk science modern dan lebih dapat diterima masyarakat dunia yang rasional.

Harus diakui secara fakta bahwa banyak kejadian atau peristiwa dalam sejarah Indonesia modern secara tersamar, sarat sanepa (ungkapan penuh perlambang) justru telah diungkapkan oleh seorang Raja dari abad XII Masehi dan pujangga Ranggawarsita, pada abad XIX Masehi. Masalahnya adalah apakah ini merupakan tanda dari seorang yang demikian linuwih (mempunyai keunggulan batin dan penglihatan indera diatas rata-rata manusia) ataukah suatu kebetulan (koinsidensi) belaka?? Linuwih ini dalam istilah terminologi Islam modern seperti halnya ‘orang saleh & suci, wali, Mujaddid, bahkan bisa nabi ummati,.’(Q.S. An-Nisaa : 70) karena mengikuti jejak tapak kaki Rasulullah saw,…yang mendapatkan kasyaf, ilham, mimpi, pertanda dari Allah SWT…yang kemudian pengalaman rohani tersebut (‘Time travelling’, hal-hal kejadian yang telah diprogram oleh Allah SWT. Telah diperlihatkan…sebagai hadiah, keridhoan dari Tuhan Yang Maha Kaya,…sehingga kita mengenal istilah ‘Weruh sakdurunge winarah’,…orang-orang suci yang dapat ‘mengetahui’ hal-hal yang belum terjadi,…jadi ramalan itu status-nya ‘fixed’,…tinggal kita mencari hakikat-nya dalam kehidupan sehari-hari) dituangkan dalam catatan-catatan, karya sastra…bahkan dibukukan, dikumpulkan orang lain, pengikutnya untuk dapat diketahui penzahirannya terhadap fungsi waktu dan diyakini kebenarannya karena berasal dari Zat yang Maha menepati janji.

Ramalan (Nubuatan, dalam istilah terminologi Islam modern) ini terdapat dua jenis, yaitu : ada nubuatan yang ‘terselubung’ dan ada nubuatan yang terang-terangan. Nubuatan Ronggowarsito dan Prabu Jayabaya termasuk dalam tipe yang pertama, ‘terselubung’, sehingga untuk mengetahui esensi hakikat-nya haruslah membuka selubungnya dahulu, dimana tidak setiap orang dapat.

Para ahli sejarah kebudayaan Jawa tentu sudah mengenal dan memulyakan Raden Ngabehi Ranggawarsita. Beliau mashur sebagai ahli jiwa dan peramal. Karangan Beliau banyak, diantaranya : Pustaka Raja Purwa, (Serat) Kalatida, (Serat) Jakalodang, Candrasangkala, Sabda Palon, (Serat) Sabda Jati, Sabda Tama, Wedha Yatmoko, Wedha Raga dan masih banyak lagi.

Warisan nenek moyang dalam bidang kebudayaan sangatlah tidak ternilai harganya, antara lain berbentuk karya sastra yang sulit didapatkan. Termasuk buku Ramalan Jangka Jayabaya dalam berbagai versi, Ramalan Ronggawarsita dalam pelbagai karya tembangnya, dan babad Banten.

Sangatlah sayang bila karya sastra yang bermutu itu hilang tanpa bekas hanya dikarenakan banyak yang sudah tidak mengerti arti maksudnya.
Terdapat banyak ‘terkaan’ penafsiran mengenai tulisan Raden Ngabehi Ranggawarsita, tentang “Ratu Adil Sultan Herucakra”, tetapi menurut pendapat Kami kurang tepat jika seperti anggapan orang, Ratu Adil itu bukan manusia, akan tetapi sarana, keadaan, yang menyebabkan timbulnya dan terus meningkatnya kebahagiaan masyarakat Jawa dan Indonesia. Justru dari konsep-konsepnya ‘Raja Adil’, Imam Mahdi Muhammad yang kemudian diteruskan dan dibawa oleh murid-murid, pengikut Beliau-lah yang datang ke segala tempat penjuru arah mata angin (Barat-Timur, Utara-selatan) maka lambat laun kesejahteraan Bangsa & negara Indonesia tercinta, bahkan keamanan dan kedamaian, kesejahteraan negara-negara di seluruh penjuru dunia akan tercapai, InsyaAllah Ta’ala.

Jadi sebenarnya tergenapi secara wujud terlebih dahulu, yang kemudian diikuti dengan konsep-konsep moral, akhlak, sistem, paradigma dan sebagainya. Suatu ‘revolusi sejati, besar & menyeluruh’ harus dimulai dari contoh karakter moral dalam praktek, dengan datangnya pemimpin (orang)-nya terlebih dahulu…baru kemudian diikuti dengan sistem yang akan tumbuh dan terbentuk, dan dimanage, dikontrol dengan baik.

Pendapat kami, penafsiran seperti itu tidak sesuai dengan bunyi ramalannya. Kami berpendapat seperti itu, karena dalam ramalan itu terdapat soal-soal :
1. keturunan.
2. tempat kelahiran dan bagaimana keadaannya di situ.
3. keadaan hidup Raja Adil dan corak perjuangannya.
4. perbedaan pendapat antara beliau dan para pemimpin lainnya.
5. macam pertolongan Tuhan kepada Beliau dan bagaimana akibatnya
6. beliau menjadi’Raja Kerohanian’.
7. kepindahan markas beliau di tempat yang semula membahayakan.
8. adanya pergantian kepemimpinan sesudah Beliau, ‘Ratu Adil’ wafat.
9. uang-uang asing, yaitu real dan dinar, yang di Indonesia tidak ada.
10. datangnya (utusan, perwakilan ‘Gerakan’) Beliau dengan kapal.

Membaca ‘Jangka’ seperti kita membaca puisi ataupun melihat lukisan abstrak, harus dapat menemukan yang tersirat.
“Ingkang bisa nemu iki
Ora saben sok uwonga
Kudu ana pilihane….dstnya.”

Demikian tulis ‘Sang Pujangga Rohani’ yang menunjukkan bahwa membaca karya sastra (lebih-lebih ‘Jangka’) memerlukan ketekunan dan juga do’a. Pada saat, waktu pembuatan ‘Jangka’ tersebut, zaman Ratu Adil Sultan Herucakra belumlah terjadi. Oleh karena itu, menurut hemat kami penafsiran yang lebih modern sangatlah diperlukan untuk mengungkap makna yang tersirat, pada hakikat yang sebenarnya. Sebutir pasirpun (pengertian hakikat) akan berguna bagi pembangunan bangsa, InsyaAllah untuk mewujudkan pembangunan masyarakat yang aman, damai, adil makmur, gemah ripah loh jinawi, kerto raharja pada zaman Kalasuba (zaman peralihan menuju ‘gerbang’ Kala Kencana, setelah Kala Bendu/ kemerdekaan, 1945) menuju zaman dimana akan datang saatnya tanah Jawa (Indonesia) mengalami jaman Kencana (kemakmuran). Kapan? Inilah yang selalu menjadi pertanyaan, senantiasa diteliti dari kata-kata yang tersirat.

Berdasarkan hasil penelitian Kami, maka dapatlah disimpulkan bahwa “Raja Adil Sultan Herucakra” itu adalah seorang bangsa asing, yang ajarannya akan sampai ke Indonesia. Jadi peristiwa-peristiwa yang dalam ramalan digambarkan ‘amat seram’ itu, terjadinya di luar negeri, di negeri “Ratu Adil” sendiri. “Ratu Adil” adalah seorang ‘Pemimpin Rohani’ untuk seluruh dunia, murid & wakilnya Rasulullah saw di ‘akhir zaman’.

Dijangkakan bahwa pada ‘akhir zaman’, dunia akan dilanda wabah penyakit kemerosotan akhlak, sehingga dimana-mana timbul percekcokan yang menelan ribuan nyawa manusia. Untuk mengembalikan keseimbangan tata-hidup umat manusia yang sudah ‘Super Jahiliyah’…, Tuhan mengirimkan Duta-Nya (Imam Mahdi Muhammad, seorang muslim ‘pengikut setia’ Rasulullah saw.), sehingga terbentuklah “THE NEW WORLD ORDER”, “PEMBENTUKAN LANGIT & BUMI YANG BARU” dengan membumikan nilai-nilai, aturan-aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an… akhirnya umat manusia sedunia akan kembali hidup dalam suasana damai, makmur dan bahagia.

Penafsiran dalam penelitian ini InsyaAllah ta’ala akan Kami jadikan ‘kunci tafsir’ dalam memahami ramalan, nubuatan Ronggowarsito yang lain dan Kami sarankan kepada ahli-ahli Sosiolosi, Kejawen dan kebatinan untuk dapat mempertimbangkan penggunaan ‘kunci tafsir’ dalam tulisan ini, sehingga hasilnya lebih mendekati dengan keadaan psikologi, batin Pujangga yang menulis ‘Jangka’ tersebut. Untuk memudahkan ‘transfer pemahaman’ Kami kepada Pembaca yang tercinta maka akan Kami ringkaskan riwayat hidup Raden Ngabehi Ranggawarsita,…’Jangka-Jangka’ tentang ‘Raja Adil Sultan Herucakra’ seluruhnya, …lalu pengertian ramalan-ramalan perjuangannya, sehingga akan terbukti siapakah sebenarnya orangnya, dan baru nama ‘Raja Adil’ yang sesungguhnya. Dan sebagai tambahan, Kami ringkaskan alam fikiran Beliau mengenai Tuhan dan bagaimana hubungannya, kewajiban-kewajiban pengikutnya, dan akhirnya apa jaminan Tuhan terhadap keberhasilan ‘Gerakan’-nya (Jamaahnya, istilah dalam Islam modern) kemudian Siapakah Imam Mahdi Muhammad itu ?,

JANGKA-JANGKA (NUBUATAN-NUBUATAN) RONGGOWARSITO,
LAMPIRAN TAMBAHAN “JANGKA JAYABAYA” & WASIYAT PARA LELUHUR TENTANG TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN DAN KEDATANGAN RATU ADIL SULTAN HERUCAKRA-IMAM MAHDI MUHAMMAD.

RIWAYAT HIDUP RADEN NGABEHI RANGGAWARSITA

Raden Ngabehi Ranggawarsita pada masa kecil Beliau bernama Bagus Burhan. Beliau lahir pada tanggal 15 Maret 1802. Nama ayah Beliau Raden Tumenggung Sastronegoro.Pada masa mudanya Bagus Burhan disekolahkan di pondok pesantren yang mashur di Tegalsari daerah Madiun, di bawah pimpinan Kyai Iman Besari. Semula Beliau tidak mau belajar dengan sungguh-sungguh hati. Kerap kali Beliau diganggu oleh kesenangan kebiasaan di lingkungan hidup Beliau semula, yaitu beradu ayam jantan. Bahkan Beliau sempat beberapa lama meninggalkan Tegalsari, tetapi Beliau dapat dibujuk supaya kembali belajar di pondok.

Kyai Iman Besari adalah orang yang bijaksana, dan mengerti bahwa ayah Bagus Burhan termasuk golongan orang keraton yang kebiasaannya menganut aliran kebatinan. Karena itu Bagus Burhan dididik kearah itu dan untuk memperkuat jiwanya Bagus Burhan pada malam hari disuruh mencelupkan badannya di air yang mengalir, tidak jauh dari pondoknya. Dalam keadaan seperti itu Beliau disuruh mengheningkan cipta kepada Sang Pencipta (bertafakkur, istilah Islam-nya). Melalui didikan seperti ini, Beliau menjadi orang yang gemar belajar dan mencari ilmu. Akhirnya Beliau belajar di Tegalsari sampai ilmunya hampir setinggi ilmu gurunya. Selesai belajar di Tegalsari Bagus Burhan pulang ke Surakarta.

Oleh ayahnya Beliau disuruh meneruskan belajar-nya di Demak, dibawah asuhan Pangeran Kadilangu. Di sini Beliau mendapat pelajaran sastra Arab dan ilmu kebatinan lanjutan. Tamat belajar di Demak, Beliau masih merasa belum puas memiliki ilmu setingkat itu. Karena tiada sekolahnya, Beliau ingin menambah ilmunya dengan banyak membaca buku-buku. Beliau ingin menemukan karangan-karangan dari orang-orang yang kenamaan. Beliau selalu ingin memperluas pandangan hidupnya, keinginan yang kuat untuk meningkatkan ilmu , sehingga hal-hal inilah yang mendorong Beliau untuk mencari ilmu-ilmu diluar daerahnya. Beliau pergi ke Kediri, tempat bekas pemerintahan yang rajanya bernama Prabu Jayabaya. Di situ Beliau membaca tulisan-tulisan kuno dan mempelajari hasil pengalaman-pengalaman hidup para Sesepuh daerah. Beliau juga mempelajari arti tulisan-tulisan di rontal-rontal karangan pujangga-pujangga kuno, yaitu Empu Sedah dan Empu Panuluh. Hal ini menjadikan Beliau lebih termotivasi untuk lebih meluaskan ilmu & pandangan hidup.

Beliau menjelajah tempat-tempat yang bersejarah di luar pula Jawa, yaitu di Bali, Lombok, Ujung Pandang dan Banjarmasin. Pada zaman itu, langkah Beliau sudah tergolong luar biasa, akan tetapi Beliau masih juga belum puas. Beliau masih berkeinginan memetik buah pikiran bangsa-bangsa lain yang perkembangan kebudayaannya mendahului bangsa Jawa. Beliau pergi ke India dan Sri Langka.

Pendapat Kami, di alam perantauan inilah Beliau menemukan Hadits-Hadits Nabi Muhammad saw. yang me’nubuat’kan akan kedatangan Imam Mahdi Muhammad yang kemudian berdasarkan juga vision, kasyaf, ilham, pengalaman rohani, ‘time travelling’ Beliau ramalkan sebagai Raja Adil Sultan Herucakra, yang tujuan penulisan Beliau Kami yakini agar berguna sebagai petunjuk bagi khususnya rakyat Jawa (Bangsa Indonesia di masa sekarang). Jadi menurut hemat Kami berdasarkan hasil penelitian bahwa Beliau ini merupakan salah seorang ‘bintang’, orang suci, mujaddid, orang kesayangan Allah SWT yang telah dibangkitkan di Tanah Jawa (Indonesia), seperti halnya Walisongo dan Jayabaya. Seharusnya Bangsa ini harus banyak “nguri-uri”, bersyukur dan mengamalkan kebaikan, pesan-pesan leluhur…bukan acuh tak acuh, tidak menerima, mongso bodoho.

Sesudah berumur 38 tahun, barulah Bagus Burhan mulai mengeluarkan karangan-karangan. Pada tahun 1844 pihak Keraton mengangkat Beliau menjadi Kliwon Carik dan disahkan menjadi Pujangga Keraton, dan nama Beliau diganti dengan Raden Ngabehi Ranggawarsita. Ciri khas karya Sang Pujangga selain ada “sandi asmo” (nama yang disembunyikan letaknya) juga ikatan bahasanya yang enak didengar dan dihafal sebab selalu ada “purwakanthi swara” (swara yang mengikuti swara yang lain). Contoh sebuah “sandi asmo” adalah: “…boRONG angGAsaWARga meSI marTAya”…Suku kata yang ditulis dengan huruf besar dan tebal itu bila dibaca akan berbunyi RONGGOWARSITO. Salah satu contoh “purwakanthi swara” yang enak didengar dan dihafal sebagai contoh : “…rurah pangrehing ukara”.

Raden Ngabehi Ranggawarsita wafat pada tanggal 5 Dzulkaidah 1802 (Jawa) 24 Desember 1873 (Masehi). Almarhum dikubur di desa Palar, kecamatan Trucuk sebelah Timur Klaten. Dalam karyanya Serat SABDA JATI,…Beliau pada bait-bait terakhirnya berpamitan akan meninggalkan dunia yang fana ini…
“…hamung kurang wolung ari kang kadalu, tamating pati patitis…”
Terjemahannya :
“…Hanya kurang delapan hari lagi sudah terlihat akan datangnya maut”.
Pada ‘pupuh’, bait yang lain tertulis:
“…amarengi ri buda pon ;
Tanggal kaping lima antarane luhur;
Selane tahun Jimakir
Toluhu marhajeng janggur ;
Sengara winduning pati…”
Terjemahannya :
“…Pada hari rabu Pon ;
Tanggal 5 sekitar waktu lohor ;
Bulan Sela (Dulkangidah) tahun Jimakir ;
Wuku Tolu
Dan windunya Sengara…”

Semoga amal-amal, semangat ‘jihad’ Beliau, sebagai seorang yang mencintai ilmu, jujur &‘nasionalis’, cinta kepada Bangsa dan rakyatnya,…(bukan pengkhianat, bekerja untuk ‘setan’ dan ‘iblis’)…bisa ditiru dan dicontoh oleh generasi muda sekarang…dan di masa yang akan datang,…sehingga menjadi beberkat untuk Bangsa & Negara tercinta Indonesia,…yang sedang transisi (dalam masa antara akhir zaman Kalabendu dan sedang menanti kehadiran zaman Kalasuba).,…diperebutkan oleh banyak Bangsa Besar, seperti “Mutiara” mutu manikam yang paling cantik di segala potensi yang ada di dalamnya. Amin…Ya Allah…

JANGKA JAYABAYA
Oleh Raden Ngabehi Ranggawarsita dalam buku :
“Estinen Nurih Kalakon”
Wecan bab perang kolonial dalah kawusanane.
Dikeluarkan oleh Ki Tjitrosatmoko, usaha “Hanung” Jalan Kejambon 365, Tegal.

a. Jangka Jayabaya, kasbut ing petikan laying jangka, tapak astane suwargi R. Ng. Ranggawarsita, Nayaka dalem Kliwon, pujangga ing kraton Surakarta.
a. Nubuatan (ramalan yang sudah pasti akan terjadi di masa yang akan datang) Jayabaya, tertera dalam sebagian karangan (mengenai) ramalan, ditulis oleh almarhum R. Ng. Ranggawarsita, Bupati Kliwon, pujangga di keraton Surakarta.

1. Nuli sinalinan mulyaning panjenengan Nata ing kono harjaning tanah Jawa ; wus ilang memalaning bumi, amarga sinapih tekaning Ratu Ginaib, wijiling utama den arani Ratu Amisan, karana luwih dama miskin.
1. Kemudian diganti (zaman) kemuliaan Sri Raja dan kesejahteraan tanah Jawa ; sudah hilang penyakitnya dunia, karena datangnya Raja yang digaibkan, keturunan golongan mulia, diberi julukan “Raja semua golongan”, karena bermurah hati kepada (golongan) miskin.

2. Adege tanpa sarat sedawir, ngadam makdum Panjenengan Nata.
2. Terdapatnya kedudukan tidak dengan sarat apa pun, sebagai Pemimpin Kerohanian-lah kedudukan Beliau sebagai Raja.

3. Kedatone Sonya ruri, tegese sepi tanpa sarana apa-apa ora ana kara-kara.
3. (Daerah tempat) mahligainya sedikit sekali penghuninya, tanah warisan, tidak ada perusahaan-perusahaan dan perkumpulan-perkumpulan.

4. Duk masih kineker dening Pangeran kesampar kesandung akeh wong ketambuhan.
4. Selagi masih belum diperkenalkan kepada umum oleh Allah, keadaannya masih seperti orang biasa, banyak orang tidak bisa menduga akan menjadi apa.

5. Karsaning Suksma kinarya buwana balik.
5. Kehendak Yang Maha Gaib (Tuhan) dijadikan sebaliknya (yang orang tidak bisa mengira).

6. Jumeneng Ratu Pinandita, adil paramarta, lumuh mring arta, kasbut “Sultan Herucakra”.
6. Menjadi ‘Raja Kerohanian’, adil ramah tamah, tidak mementingkan harta benda, dijuluki “Sultan Herucakra”.

7. Ing nalika ketemu parangmuka teka tanpa sangkan tanna ngadu bala manungsa, prajurite mung sirullah, tetunggule dikir.
7. Bila bertemu musuh datang darimana pun tidak mengajukan bala manusia, tentaranya hanya yang dikehendaki Allah, yang terpenting zikir.

8. Parandene mungsuhe pada rereb sirep kabeh.
8. Meskipun begitu musuhnya semuanya agak takut ; terhenti semua.

9. Kang nedya mungsuh kabarubuh.
9. Yang hendak memusuhi jatuh.

10. Tumpes tapis kang amungkir.
10. Mati tidak berketurunan, orang yang tidak mau percaya.

11. karana Ratu mung amrih kartaning nagara, raharjaning jagad kabeh.
11. Karena Raja hanya berusaha supaya negara (menjadi) tenteram damai (dan) juga makmurnya penduduk dunia seluruhnya.

12. Dahare ing dalem setahun mung dipinta den wangeni pitung ewu reyal ora kena luwih.
12. Untuk makannya setiap tahun hanya disediakan, dibatasi tujuh ribu real tidak boleh lebih.

13. Bumi sajung pajege mung sedinar ing setahun, wis bebas tan ana takee turun apa-apa.
13. Tanah satu jung pajaknya hanya sedinar dalam setahunnya, sudah bebas tidak ada pajak selainnya.

14. Marmane pada enak atine wong cilik dening murah sandang lan pangan.
14. Karena itu hati orang-orang kecil merasa senang karena murah pakaian dan makanan.

15. Tan ana durjana, dursila, pada tobat wedi wilating Ratu Adil kang akekuta ing bumi petik, pareg lawan kali Ketangga ing sajroning alas Pudak.
15. Tak ada orang jahat, orang kurangajar ; mereka bertaubat takut hukuman ghaib Raja Adil, yang bersemayam di tanah petik, dekat sungai Ketangga di hutan Pudak.

16. Panjenenganing Nata mung turun pindo.
16. Sri Raja hanya diganti kedudukannya khusus dua kali.

17. Katelune ngalih kuta maring bumi Ketangga Kecepit ing Karangbaya.
17. Yang ketiga (sudah) pindah kota di tanah ‘Ketangga Kecepit’ di Karangbaya.

18. Tumeka ing putra sirna, amarga wawan-wawan lawan napsune dewe.
18. Sampai putra (lalu) tiada lagi (orangnya yang mempunyai kedudukan khusus), karena (selanjutnya) menurut pertimbangan perorangan (tunduk kepada suara yang terbanyak), sesudah mendo’a khusus.

Catetan penghimpun
Catatan orang yang mengumpulkan

19. Unen-unen kasbut ing duwur iku cocog karo kang tinemu ing Ngayogyakarta.
19. Kata-kata tersebut di atas itu sesuai dengan yang terdapat di Yogyakarta.

20. Bedane : Alas Pudak ana ing Ngayogyakarta disebut Alam Pudak.
20. Bedanya : Hutan Pudak di Yogyakarta dikatakan Alam Pudak.

21. Kajaba saka iku ing ramalan kang kasimpen ing Ngayogyakarta disebutake mengkene :
21. Kecuali dari itu dalam ramalan yang tersimpan di Yogyakarta dikatakan begini :

22. Tekane sing prau kintir, anake mbok randa Kasihan, melas asih mung priyangga.
22. Datangnya dengan kapal yang ikut arus (laut), anak janda kasihan, (pantas) dibelas kasihani, hanya sendirian.

PENJELASAN DETAILS :

SIAPAKAH “RAJA ADIL SULTAN HERUCAKRA” ITU ?
Sebelum Kami menerangkan siapakah orang-nya yang dalam ramalan disebut “Raja Adil Sultan Herucakra” itu, Kami akan menerangkan terlebih dahulu maksud kata-kata : “Jayabaya”.
“Jayabaya” itu rangkaian dua suku kata : Jaya dan baya.
“Jaya” artinya : kejayaan, …kemenangan, bahagia, kemajuan.
“baya” artinya : bahaya, berbahaya.

Pendapat Kami, arti “Jayabaya” yang dipilih dan dimaksudkan oleh R. Ngabehi Ranggawarsita yaitu mudah-mudahan…jadi,mudah-mudahan sesudah terlaksana ‘peristiwa-peristiwa’ yang diramalkan pasti akan terjadi itu nanti, tanah Jawa (Indonesia) akan menjadi jaya. We are very interested with this…website…after searching in “JAYABAYA”…Hopefully My opinion will be helping of greating understanding…to All of You Guys,… …beyond your expectation

Lihat ramalan :
13. Tanah satu jung pajaknya hanya sedinar dalam setahunnya, sudah bebas tidak ada pajak selainnya.
14. Karena itu hati orang-orang kecil merasa senang karena murah pakaian dan makanan.
15. Tak ada orang jahat, orang kurangajar ; mereka bertaubat takut hukuman ghaib ‘Raja Adil’, yang bersemayam di tanah petik, dekat sungai Ketangga di hutan Pudak.

I. RAJA ADIL TINGGAL DI LUAR NEGERI
‘Raja Adil’ adalah seorang bangsa asing dan tinggal di negerinya sendiri. Beliau tidak pernah datang di Indonesia.
Lihat ramalan :
1. ….karena datangnya ‘Raja yang digaibkan’….
22. Datangnya dengan kapal yang ikut arus (laut)…

II. KETURUNAN GOLONGAN APAKAH YANG MENURUNKAN RAJA ADIL??
Di dalam buku karangan Dard M.A, mantan Imam Masjid London, yang berjudul “LIFE of AHMAD”, Founder of The Ahmadiyya Movement, dapatlah Kita ketahui bahwa Beliau itu keturunan keraton, bangsawan Bangsa Parsi yang pernah memerintah Suku Kish selama 200 tahun. Dari keturunannya ada yang pindah ke Hindustan dan menjadi golongan moghul-moghul, Sultan.
Lihat ramalan :

1. …..keturunan golongan mulia….

III. KEADAAN DESA TEMPAT TINGGAL RAJA ADIL.

Calon ‘Raja Adil’ lahir di sebuah desa yang kecil, jauh dari kota manapun (Qadian, India). Penduduknya tidak sebanyak penduduk desa di Jawa. Antara desa yang satu dengan lainnyya jaraknya jauh sekali. Desa tempat rumah Calon ‘Raja Adil’ jauhnya dari stasiun kereta api 11 mil. Daerah itu alamnya kering. Turun hujan dalam satu tahun hanya beberapa kali dan hanya rintik-rintik. Pohon-pohon yang besar sedikit sekali. Kayu bakar hanya ada sedikit, berupa ranting-ranting. Bahan bakar untuk memanaskan masakan digunakan kotoran sapi dan kerbau, dibasahi sehingga berupa bubur kental, dibentuk sebesar dan setebal piring, lalu dijemur sampai kering betul-betul. Ini bisa menyala baik. Sumur kalau ada hanya kepunyaan orang-orang kaya. Rumah pedesaan terbuat dengan dinding bata merah dan atapnya pun dari tanah dicampur dengan potongan-potongan kecil batang padi supaya bisa melekat kuat. Atapnya tidak miring, akan tetapi merata. Seperti ini sudahn cukup, karena jarang hujan dan kalau hujan pun airnya hanya rintik-rintik.

Sekiranya dengan keterangan sesingkat ini sudah dapat dibayangkan keadaan daerah tempat tinggal Calon ‘Raja Adil’. Tentu saja desa tempat Calon ‘Raja Adil’ sendiri keadaannya agak lebih luas dan penduduknya lebih banyak dari selainnya, karena itu adalah desa warisan dari pembesar pedesaan turun menurun. Di situ ada pasar tempat berjual-beli hasil bumi dan kerajinan tangan penduduk pedesaan sekelilingnya. Hewan-hewan diberi makan batang-batang padi yang dipotong kecil-kecil, dikeringkan dan disimpan dalam kain lebar, digantungkan.

Lihat ramalan :
3. (Daerah tempat) mahligainya sedikit sekali penghuninya, tanah warisan, tidak ada perusahaan-perusahaan dan perkumpulan-perkumpulan.

IV. Profile ‘Calon Raja Adil’ dari KECIL sampai REMAJA

Calon ‘Raja Adil’ lahir pada hari Jum’at tanggal 13 Pebruari 1835. Beliau dilahirkan kembar bersamaan dengan seorang puteri yang diberi nama Jannat. Sedari kecil ada orang yang menjadi pelayan bagi pemeliharaannya. Berumur antara 6 – 7 tahun ada setingkat pegawai yang mengajar membaca dan menulis. Berumur 11 tahun Calon Raja Adil belajar bahasa daerah, bahasa umum, membaca dan meng-artikan Al-Qur’an.

Antara umur 17 – 18 tahun Beliau dipondokkan, disantrikan di kecamatan Batala, Beliau mendapat pelajaran dari orang yang pandai bahasa Urdu, Arab dan Parsi. Seterusnya perkembangan ilmu Beliau karena belajar sendiri.

Lihat ramalan :
2. Terdapatnya kedudukan tidak dengan sarat apa pun…
4. Selagi masih belum diperkenalkan kepada umum oleh Tuhan, keadaannya masih seperti orang biasa….

V. PERBEDAAN TUJUAN HIDUP CALON RAJA ADIL DAN AYAH BELIAU

Orang-orang umumnya mengira bahwa Calon ‘Raja Adil’ perkembangan hidupnya menuju ke arah keduniawian seperti saudara-saudaranya sekandung dari golongan Bangsawan keraton. Karena itu para anggota keluarganya merasa aneh, mengapa Beliau ini sehari-hari lebih mementingkan beribadah daripada mencari penghasilan. Sampai ada yang mengatakan bahwa Beliau ini di rumah sikapnya seperti tamu.

Pada waktu Beliau umur 28 tahun pemerintah Penjajah Inggris memerlukan seorang pegawai di kantor kejaksaan. Ayahanda mengajukan Beliau dan diterimanya. Akan tetapi lima tahun kemudian Beliau minta berhenti dengan alasan karena ibunya wafat. Sekali lagi ada kesempatan untuk menjadi pegawai. Karena kecakapannya dalam bahasa Arab, Beliau diminta supaya menjadi dosen di Universitas Punjab. Akan tetapi Beliau menolaknya.
Cita-cita hidup Beliau agar tetap menjadi orang swasta.

Lihat ramalan :
4. Selagi masih belum diperkenalkan kepada umum oleh Allah, keadaannya masih seperti orang biasa, banyak orang tidak bisa menduga akan menjadi apa.
6. ……..tidak mementingkan harta……..

VI. CALON RAJA ADIL MASUK PINTU GERBANG ISTANA TUHAN

Kesenangan “Calon Raja Adil” sehari-hari adalah lebih suka menyendiri, tidak mau berkumpul-kumpul dengan anggota keluarga lainnya, bersendau gurau. Kesenangannya membaca kitab-kitab agama dan mempelajari Al Qur’an. Kerap kali Beliau duduk mendo’a,…wajahnya kelihatan senang, kalau menghadapi orang yang mau mengemukakan persoalan hal kejujuran, kebenaran dan kesucian. Dalam peristiwa seperti itu, Beliau selalu memberi dorongan untuk mengamalkan segala sesuatu yang diridhoi Tuhan.

Beliau sering mengurangi makan,…dengan menjalani kehidupan bertujuan mendekati Tuhan, maka kadang-kadang Beliau dikaruniai Sabda-Nya.
Pada tahun 1874 dalam ‘mimpi rohani’, Beliau melihat seorang pemuda yang dalam hati Beliau terasa sebagai Malaikat. Pemuda ini memberi sepotong roti kepada Beliau, dengan kata-katanya,” Ini untuk kamu dan pengikutmu”.
Tahun 1876, pada suatu hari Beliau dikaruniai Sabda Tuhan, bahwa ayah Beliau akan wafat sesudah matahari terbenam. Beliau merasa sedih, karena akan kehilangan orang yang amat Beliau cintai. Selain itu Juga karena Beliau mengerti bahwa Beliau sendiri tidak mempunyai penghasilan. Pada saat itu Beliau dikaruniai Sabda Tuhan, “Alaysallahu bikafin abdahu,” yang artinya : “Apakah Allah tidak cukup untuk hamba-Nya?”.

Lihat ramalan :
5. Kehendak Yang Maha Gaib (Tuhan) dijadikan sebaliknya (yang orang tidak bisa mengira).

VII. RAJA ADIL SEBAGAI PETUGAS “DUTA TUHAN”, AKAN TETAPI MASIH TARAF PERSIAPAN.

Umur Calon ‘Raja Adil’ sudah cukup untuk menjadi “DUTA TUHAN” atas kehendak Allah. Beliau menerima perintah supaya melaksanakan puasa sembilan bulan. Karena Islam melarang bertapa, maka caranya hanya makan sekali sehari, biasanya makannya pada waktu malam hari. Tetapi jatah makan Beliau sehari semalam dimasak juga. Ini diberikan untuk orang-orang fakir miskin yang datangnya setiap hari, yang Beliau atur bergantian.

Beliau pada saat itu menggunakan bermacam-macam cara untuk memberi penerangan kepada umum bagaimana iman yang sebenarnya dan bagaimana cara mengamalkannya sehingga orang yang melaksanakannya dapat dikaruniai Sabda Tuhan. Beliau menerangkan sebabnya orang yang tidak dikaruniai Sabda Tuhan karena sifat-sifat wujud yang dipercayai sebagai tuhan itu sesungguhnya bukan Sifat Tuhan. Jadi yang disembah dan diseru itu bukan Tuhan yang sesungguhnya.

Pada tanggal 1 desember 1888 atas perintah Tuhan, Beliau mengumumkan, orang-orang yang berkeinginan mengikuti Beliau, supaya bai’at. Adapun caranya, para calon murid itu harus berjanji sanggup mengikuti tata hidup sebagaimana Beliau sendiri mengamalkannya. Terjemahan Sabda Tuhan itu begini :

“Tetapkanlah dalam kalbumu dan serahkanlah dirimu kepada Tuhan, Buatlah sebuah bahtera dibawah di bawah perintah-Ku. Siapa yang mau bai’at di tanganmu, berarti dia bai’at di Tangan Allah. Tangan Allah meliputi tangan mereka”.

Lihat ramalan :
5. Kehendak Yang Maha Gaib (Tuhan) dijadikan sebaliknya (yang orang tidak bisa mengira).

VIII. CALON MENDAKWAKAN DIRI SEBAGAI RAJA ADIL

Pada tahun 1890 Sang Calon mengumumkan, bahwa dirinya diperintah oleh Tuhan supaya menjadi ‘Raja Adil’. Terjemahan Perintah itu begini :
“Saya ulangi lagi bahwa tiada yang bisa memberhentikan saya, bahwa saya itulah orangnya yang diutus untuk mengembalikan lagi agama dan kecintaan umat manusia kepada Tuhan dan menegakkan dan memperbaharui nilai jiwa manusia. Saya itulah yang diutus seperti orang itu yang datang sesudah Nabi Musa a.s. kemudian semangatnya dibawa ke langit dalam masa pemerintahan Herodes, sesudahnya (mengalami) penderitaan yang lama”.

Kami tidak akan menerangkan perjuangan ‘Raja Adil’ seluruhnya, kecuali hanya yang diperlukan untuk bukti-bukti, karena bersesuaian dengan ramalan-ramalan hasil karya Raden Ngabehi Ranggawarsita, sehingga kita bersama bisa menentukan bahwa Beliau itulah orangnya yang dijanjikan.

Lihat ramalan :
6. Menjadi Raja Kerohanian, adil ramah tamah, tidak mementingkan harta benda, dijuluki “Sultan Herucakra”.

IX. RAJA ADIL BERADU DO’A (MUBAHALAH) KEPADA TUHAN MAHA HAKIM.

Pengumuman dan pendakwaan Beliau sebagai “Raja Adil Sultan Herucakra” (IMAM MAHDI MUHAMMAD, ISA ALMASIH, KRISHNA, BUDHA YANG DIJANJIKAN) untuk seluruh dunia mencetuskan tanggapan yang negatif terhadap Beliau. Para pemimpin agama seluruhnya, yang ada di dalam dan di luar negeri, menolaknya. Mereka ini memberi Beliau julukan-julukan bermacam-macam yang tidak baik.

‘Raja Adil’ minta, siapa saja yang menginginkan bukti, supaya memberi tahu Beliau. Kemudian bersama-sama pada waktu yang ditentukan masing-masing mendo’a atas benar atau salahnya masing-masing keyakinan lawannya ; mendo’a kepada Tuhan Maha Hakim, agar menjatuhkan keputusan-Nya.

Seorang bernama Abdul Haq Ghasnawi mempergunakan kesempatan itu. Beliau ini memberi jawaban atas seruan itu. Beliau sanggup bersamaan mendo’a, agar Tuhan menjatuhkan keputusan dengan bukti, pendirian siapakah yang dibenarkan oleh Tuhan Maha Hakim. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1893 dan disaksikan oleh 40 orang. Disetujui, agar keputusan Ilahi tidak akan sampai menyebabkan kematian .

Sesudah terlaksana mendo’a bersamaan, seorang teman Abdul Haq yang bernama Maulvi Muhammad Yaqub mengatakan, bahwa Abdul Haq sesudah mendo’a dalam penglihatan rohani (vision, kasyaf) melihat Sinar Tuhan turun di atas desa “Raja Adil”. “Raja Adil” mendo’a, supaya Tuhan mengaruniai Tanda, akan tetapi jangan sampai Abdul Haq meninggal, sehingga dia dapat menghayati kemajuan Gerakan (Jamaah Muslim) “Raja Adil” terlebih dahulu.

Sesudah peristiwa itu “Raja Adil” masih dikaruniai putra keempat, laki-laki dan setelah turunnya tanda tersebut, beribu-ribu orang yang masuk menjadi anggota Jamaah, Gerakan Beliau. Sebaliknya Abdul Haq namanya dalam masyarakat turun, semula dia dianggap seorang pemimpin, kemudian hanya menjadi orang biasa.

Lihat ramalan :
7. Bila bertemu musuh datang darimana pun tidak mengajukan bala manusia, tentaranya hanya yang dikehendaki Allah, yang terpenting zikir.
8. Meskipun begitu musuhnya semuanya agak takut ; terhenti semua.
9. Yang hendak memusuhi jatuh.

X. YANG MEMUSUHI “RAJA ADIL” JATUH.

Pada tahun 1893 seorang yang bernama Athim mengajak dialog dengan Raja Adil. Dia ini akan mengemukakan kebenaran Yesus sebagai Tuhan. Raja Adil akan mengemukakan kebenarannya sebagai Almasih yang dijanjikan sederajat dengan Yesus, ditandai oleh mukjizat. Athim disertai dengan ahli-ahli (Penginjil) bangsa Inggris.

Athim, bila didesak dengan dalil-dalil berdasarkan akal fikir (logika), dia kelihatan tersudutkan. Lebih-lebih bila dimintai bukti-bukti “Ketuhanan Yesus”, supaya disertai bukti-bukti alamiah, dan supaya diperlihatkan kenyataannya, Beliau terpaksa mengakui tidak bisa memperlihatkannya.

Pada waktu ‘Raja Adil’ menerangkan kebenaran Beliau sebagai “Masih Yang dijanjikan”, sebagai “DUTA TUHAN” seperti halnya Yesus, Athim minta supaya “Raja Adil” bisa membuktikan kecakapannya sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci Kristen, karena Yesus sebagai mukjizat, bisa mengobati orang-orang cacat,…buta, lumpuh dan bisu sehingga mereka sembuh sama sekali. Untuk keperluan ini Athim sudah membawa tiga orang yang masing-masing menderita cacat .

Mengenai hal ini “Raja Adil” menjawab, bahwa mukjizat-mukjizat Yesus itu tertulis dalam Kitab Suci Athim sendiri yang tidak dipercayai oleh pemeluk agama lain. Soal ini dikembalikan kepada Athim, ditambah tuntutan “Raja Adil”, supaya Athim-lah yang bisa membuktikannhya. Karena tertulis dalam Kitab Suci Athim, seorang Kristen yang mempunyai iman sebiji sawi pun, tentu bisa membuktikan kecakapannya, bisa menyembuhkan orang-orang cacat yang dibawanya tersebut. Athim terpaksa malu. Pada waktu perdebatan dua orang luar masuk menjadi anggota Gerakan “Raja Adil”. Lama perdebatan 15 hari. Kalau Athim tidak maju ke muka, yang mengganti orang Inggris, nama-nya Dr. Clark. Terjadilah suatu peristiwa yang akan Kami tulis di bawah ini.

Athim dan “Raja Adil” keduanya menandatangani suatu perjanjian : Athim akan masuk Islam, bila bisa dibuktikan kebenaran Al-Qur’an berdasarkan amalan Tuhan sendiri, berupa pernyataan Tuhan sebagai mukjizat. Sebaliknya ‘Raja Adil’ juga berjanji kalau Beliau sendiri ternyata seorang pendusta, Beliau bersedia menyerahkan diri untuk dibunuh. Dan bila ada larangan pemerintah untuk membunuh orang seperti itu, maka Beliau meng-ikhlaskan semua harta kekayaan Beliau menjadi milik Athim. ‘Raja Adil’ dengan sungguh-sungguh mendo’a, agar Tuhan mengaruniai keputusan atas benar atau salahnya pengakuan masing-masing agar Tuhan mengaruniai hukuman neraka kepada siapa yang merendahkan sifat-sifat Tuhan. ‘Raja Adil’ pernah membaca buku karangan Athim, bernama “ Andruni Bible”, di situ tertulis bahwa Nabi Muhammad saw itu anti-Christ atau Dajjal.

‘Raja Adil’ mendo’a,…untuk mengimbangi lama debat, yaitu 15 hari, Beliau memohon, supaya jarak waktu turunnya keputusan Tuhan juga 15 bulan. Mendengar bunyi do’a ini Athim badannya bergetar. Dia memegang kupingnya seraya mengucap otomatis : “Saya menyesal. Saya menyesal. Saya tidak ingin merendahkan Nabi seperti itu.!” Athim tidak mengikuti ‘Raja Adil’ mendo’a seperti itu.

Dalam waktu menunggu saat turunnya keputusan Tuhan, ‘Raja Adil’ mengajak, suapaya Athim mengakui kebenaran, demi untuk menyelamatkan dirinya. Athim diam saja. Tuhan memperpanjang masa keputusan-Nya. Hal ini dianggap, kalau do’a ‘Raja Adil’ akibatnya kosong saja. Beberapa propagandis Kristen menyebar-luaskan pendapatnya, bahwa ‘Raja Adil’ akibat do’anya kosong saja. Tetapi akhirnya terbukti juga, Athim meninggal dunia pada tanggal 27 July 1895.

Lihat ramalan :
7. Bila bertemu musuh datang darimana pun tidak mengajukan bala manusia, tentaranya hanya yang dikehendaki Allah, yang terpenting zikir.
8. Meskipun begitu musuhnya semuanya agak takut ; terhenti semua.
9. Yang hendak memusuhi jatuh.

XI. HUKUMAN YANG DAHSYAT

Pendeta agama Hindu yang bernama Lekh Ram, semula menjadi polisi kolonial pemerintah Inggris, kemudian menjadi Pendiri agama Hindu aliran Aria Samaj. Dia juga menjadi redaktur harian “Aria Gazette” tahun 1881. Dia ini amat memusuhi agama Islam, tidak hanya agamanya, akan tetapi juga pribadi pendirinya, yaitu Nabi Muhammad saw.

Sebaliknya ‘Raja Adil’ selalu menghormati Pendiri agama apa pun. Karena Beliau mempercayai, bahwa Pendiri agama yang asli dari Tuhan, tentu seorang Utusan. Jadi kalau Beliau menyalahkan, yang dianggap salah itu faham orang mengenai agama yang asalnya dari Tuhan itu, bukannya agamanya asli. Penilaian Beliau mengenai sesuatu agama didasarkan atas akal, pemahaman dan perbandingan. Orang yang berdiskusi dengan Beliau, Beliau anggap sebagai kawan, sahabat. Walaupun mengenai faham ada perbedaan, akan tetapi sebagai orang, adalah sesamanya. Macam hubungannya seperti kawan sama kawan.

Pada tahun 1886 ‘Raja Adil’ mengeluarkan surat selebaran berisikan, bahwa agama Islam akan mengalami kemajuan. Itulah menurut wahyu yang dikaruniakan kepada Beliau. Sebelum itu sesuatu hal akan terjadi yang mengakibatkan kesengsaraan orang yang memusuhinya. Surat selebaran itu dikirimkan kepada orang-orang yang memusuhi agama Islam, kepada Pendeta Lekh Ram.

Pendeta Lekhram mengirim kartu pos yang isinya, dia minta supaya diumumkan, apa yang akan terjadi mengenai dirinya. ‘Raja Adil’ menyiarkan, bahwa Pendeta Lekh Ram akan diberi hukuman oleh Allah sebagai balasan penghinaan kepada Pribadi Nabi Muhammad saw. Jangka waktu dari saat pengumumannya 6 tahun. Orang umumnya tidak memperhatikannya. Banyak orang yang tidak mempercayainya, meskipun ‘Raja Adil’ mengatakan, bahwa kejadian itu nanti akan hebat sekali. Raja Adil mengatakan, bahwa dalam penglihatan rohani (vision, kasyaf) Beliau melihat seseorang yang wujudnya amat menakutkan, dan dia ini sedang mencari Pendeta Lekh Ram.

Sebaliknya Pendeta Lekh Ram menyiarkan, bahwa beliau ini tidak gentar atas kabar yang amat menakutkan itu. Beliau ini sebagai jawaban menyiarkan, bahwa beliau dikaruniai wahyu, bahwa ‘Raja Adil’ akan meninggal dalam mas 3 tahun, karena kena penyakit kolera. Dari kedua belah pihak ramalan-ramalan itu disiarkan pada tahun 1893.

Pada tahun 1897 jatuhlah keputusan Allah Ta’ala. Pendeta Lekh Ram dibunuh oleh Malaikat tanggal 6 Maret 1897, sehari sesudah Hari Raya Islam. Pembunuhnya semula terlihat seperti orang yang mau belajar agama dari Pendeta Lekh Ram. Akan tetapi lalu membunuhnya dengan pisau golok. Lalu orangnya menghilang, dicari tidak ketemu.

Peristiwa ini segera tersiar, tertulis dalam surat-surat kaba harian. Maka ramailah keadaan kaum Hindu. Di mana- mana diadakan pertemuan-pertemuan yang menentukan resolusi-resolusi anti ‘Raja Adil’. Ancaman-ancaman datang dari segala penjuru. Kaum Hindu menjanjikan uang dana yang jumlahnya tidak sedikit, yang akan diberikan kepada siapa pun yang bisa menemukan pembunuh Pendeta Lekh Ram. ‘Raja Adil’ dikaruniai Allah kabar, supaya jangan merasa takut. Beliau memberi nasehat kepada umum, jangan sampai ada orang yang di kemudian hari menghina Pendiri sesuatu agama dari Tuhan, salah satunya agama Islam. Pemimpin-Pemimpin Islam yang tidak percaya bahwa Beliau sebagai Imam Mahdi Muhammad diharap supaya memperlihatkan tanda bukti eratnya hubungan Allah kepada mereka masing-masing, sebagaimana Allah menghubungi Beliau.

‘Raja Adil’ mengumumkan, siapa saja yang mau mendakwa Beliau sebagai pembunuh Pendeta Lekh Ram langsung atau tidak langsung, bila mau menguatkan dakwaannya dengan sumpah, kalau kemudian dalam waktu yang ditentukan tidak mendapat hukuman dari Tuhan, Beliau akan menyerahkan diri untuk dihukum. Akhirnya seruan itu tidak mendapat jawaban yang positif dari siapapun.

Pada tanggal 8 April 1897 rumah ‘Raja Adil’ diperiksa polisi Inggris. Dan juga rumah-rumah pengikut Beliau yang berdekatan. Akan tetapi tidak terdapat sesuatu yang bisa menjadi alasan untuk menentukan, bahwa ‘Raja Adil’ salah.

Lihat ramalan :
7. Bila bertemu musuh datang darimana pun tidak mengajukan bala manusia, tentaranya hanya yang dikehendaki Allah, yang terpenting zikir.
8. Meskipun begitu musuhnya semuanya agak takut ; terhenti semua.
9. Yang hendak memusuhi jatuh.

XII. MUSUH RAJA ADIL YANG MENINGGAL TERPUTUS KETURUNANNYA

Seorang Hindu yang sudah masuk Islam menjadi kepala sekolah mission Kristen di Ludhiana. Namanya Islam Sa’adullah. Dia selalu menyerang pendirian ‘Raja Adil’. Pada tanggal 16 September 1894 dia mengeluarkan buku yang isinya mencela ramalan ‘Raja Adil’ mengenai Athim. Nama bukunya Sihab Saqi. Dalam buku itu Sa’adullah meramalkan, bahwa ‘Raja Adil’ akan meninggal dalam keadaan memalukan di hadapannya. Juga pergerakannya akan mati, karena tidak akan ada yang mau meneruskan.

Pada tanggal 29 September 1894 Tuhan mengaruniai wahyu kepada ‘Raja Adil’, bahwa Sa’adullah tidak akan mempunyai anak lagi dan akhirnya akan meninggal terputus keturunannya. Sa’adullah meninggal pada minggu pertama bulan Januari 1907. Anaknya laki-laki kawin dan meninggal tanggal 12 Juli 1926 di Ludhiana tanpa keturunan.

Lihat ramalan :
9. Yang hendak memusuhi jatuh.
10. Mati tidak berketurunan orang yang tidak mau percaya.

XII. RAJA ADIL WAFAT

‘Raja Adil’ wafat pada tanggal 26 Mei 1908. Jauh sebelum datang saat wafatnya, Beliau sudah dikaruniai kabar Ilahi mengenai apa yang akan terjadi. Di sini hanya akan Kami tulis terjemahan kata-kata Beliau sebelum wafat. Dalam buku Al-Wassiyat yang ditulis tidak lama sebelum wafat, Beliau mengatakan :
“ Dan sesudah itu, karena Allah Ta’ala secara berturut-turut memberitahukan kepada-ku dengan wahyu, bahwa wafatku telah dekat, bertubi-tubi Wahyu-Nya itu, sehingga hidupku ini digoncangkan dari dasarnya dan penghidupan ini menjadi dinginlah bagi-ku. Sebab itu kurasa patut menuliskan beberapa nasehat bagi sahabat-sahabatku dan bagi orang-orang yang ingin mengambil faedah dari perkataanku.

Di bawah ini Wahyu Tuhan : “ Ajal engkau telah dekat. Dan tidak Kami tinggalkan sesuatu sebutan yang akan menghinakan engkau. Tinggal sedikit lagi jangka waktu yang ditetapkan Tuhan tentang engkau. Akan Kami jauhkan dan hindarkan semua celaan, diantaranya satu pun tidak Kami biarkan yang dengan menyebutkannya bertujuan sengaja hendak menghinakan engkau, sebagaimana Kami perlihatkan di masa hidup engkau. Engkau akan wafat dalam keadaan Aku senang kepada engkau. Kami selamanya menyediakan tanda-tanda yang nyata untuk kebenaran engkau. Yang dijanjikan telah dekat. Segala ni’mat yang dianugerahkan Tuhan kepada engkau, ceritakanlah kepada manusia. Barang siapa menjalankan taqwa dan sabar, maka Allah sekali-kali tidak akan menghilangkan ganjaran untuk orang-orang yang berbuat baik ini.”

Dari wahyu yang tertulis di atas ini orang bisa berkeyakinan, bahwa di daerah ‘Raja Adil’ pada masa akhir hidup beliau keadaannya sudah tentram, damai dan makmur. Penduduknya tidak hanya orang-orang penduduk asli, akan tetapi juga orang-orang pindahan dari kota-kota dan negeri-negeri lain. Menurut sesepuh Jemaat (Ahmadiyah), pada tahun 1924 baik di Lahore dan Qadian, pada saat itu di sana sudah ada sekolah-sekolah dasar, sekolah menengah dan menengah atas. Juga ada sekolah khusus untuk mencapai tingkat sarjana dalam bahasa Arab, sekolah mubaligh dan sekolah menghafal Al-Qur’an.

Pasar, perindustrian kecil dan kantor pos pembantu juga sudah ada. Masjid yang besar sudah ada dua buah. Karena menjadi Pusat Pergerakan, jadi selalu berdatangan tamu-tamu. Jadi di kota ‘Raja Adil’ sendiri pada waktu itu sudah menjadi bukti kebenaran janji-janji Tuhan kepada Beliau.

Pada saat itu, jalannya masih satu, kendaraan sedikit sekali, hanya ada dokar roda dua ditarik oleh kuda seekor, dan rodanya tidak pakai besi. Dari Stasiun kereta api sampai kota jauhnya 11 mil, biasanya orang-orang hanya berjalan ; kalau pada musim panas, malahan pada waktu malam. Kesenangan orang-orang di kota itu, kalau musim panas mandi di sungai yang airnya selalu dingin, karena itu cairan dari salju gunung-gunung tidak jauh dari situ, yang tingginya setingkat gunung Himalaya.

Lihat ramalan :
11. Karena Raja hanya berusaha supaya negara (menjadi) tentram, damai, (dan) juga makmurnya penduduk dunia seluruhnya.
14. Karena itu hati orang-orang kecil merasa senang, karena murah pakaian dan makanan.
15. Tak ada orang jahat, orang kurang ajar, mereka bertaubat, takut hukuman gaib Raja Adil, yang bersemayam di tanah Petik dekat sungai Ketangga di dalam hutan Pudak.

XIII. DASAR KEPERCAYAAN RAJA ADIL SEHINGGA BISA BERHUBUNGAN ERAT DENGAN ALLAH SWT.

‘Raja Adil’ berkata : “ Untuk mengikuti ajaranku, hendaknya mereka harus meyakini hal-hal berikut ini, bahwa mereka mempunyai satu tuhan Yang Qadir (Maha Kuasa), Qayyum (Berdiri Sendiri dan segala sesuatu bergantung pada-Nya), dan Khalikul Kul (Pencipta segala sesuatu yang ada) ; Yang sifat-sifat-Nya kekal abadi dan tidak pernah berubah. Dia bukan anak seseorang dan Dia tidak mempunyai anak. Dia bersih dari penanggungan derita dan dinaikkan ke tiang salib dan dari kematian. Dia adalah demikian rupa keadaan-Nya, walaupun jauh namun dekat. Dan, meskipun Dia dekat namun jauh. Walaupun Tunggal namun penempakan-Nya beraneka ragam. Manakala di dalam diri manusia terjadi suatu perubahan baru, maka Dia memperlakukannya dengan penampakan-Nya yang baru pula. Orang itu melihat suatu perubahan di dalam Wujud Tuhan, menurut kadar atau proporsi perubahan yang terjadi atas dirinya, tetapi hal ini tidak berarti bahwa ada perubahan terjadi dalam wujud Tuhan. Kebalikannya, semenjak azali Dia tidak pernah mengalami perubahan, dan wujud-Nya paripurna. Akan tetapi pada waktu terjadi perubahan-perubahan di dalam diri manusia yang menuju kebaikan, Tuhan pun menampakkan diri-Nya kepada orang itu dengan penampakan baru. Dan pada setiap kemajuan yang dicapai manusia, penampakan kekuasaan Tuhan pun terjadi lebih meningkat. Dia memperlihatkan kekuasaan-Nya yang luar biasa manakala terjadi perubahan luar biasa. Inilah pangkal keajaiban-keajaiban serta mukjizat-mukjizat. Itulah Tuhan Yang merupakan syarat bagi Jamaah kita. Berimanlah kepada-Nya dan hendaklah mengutamakan Dia lebih dari dirimu, kesenangan-kesenanganmu, dan segala perhubungan-perhubunganmu. Dengan perbuatan-perbuatan nyata disertai keberanian, perlihatkanlah kesetiaan dengan sejujur-jujurnya.
Orang kebanyakan di dunia ini tidak mengutamakan Dia dari harta- benda mereka dan karib-kerabat mereka ; akan tetapi kamu sekalian hendaknya mengutamakan Dia agar kamu sekalian di langit akan dituliskan di dalam daftar Jemaat-Nya.
Memperlihatkan tanda-tanda kasih sayang merupakan sunnah Ilahi semenjak jaman bahari. Akan tetapi kamu sekalian baru akan dapat memperoleh bagian dalam sunnah itu, apabila di antara kamu sekalian dan Dia tidak ada jarak pemisah sedikit-pun. Keinginan-keinginanmu menjadi keinginan-Nya, dan kedambaanmu menjadi kedambaan-Nya, dan selama-lamanya—baik dalam suasana keberhasilan maupun dalam suasana kegagalan—kepalamu rebah di hadapan istana-Nya, agar Dia boleh berbuat apa saja yang Dia kehendaki.
Apabila kamu sekalian hendak berbuat serupa itu, maka didalam dirimu akan nampak Wujud Tuhan, yang telah semenjak lama menyembunyikan Wajah-Nya itu. Apakah ada di antaramu sekalian orang yang mengamalkan hal serupa itu dan mencari keridhaan-Nya tanpa berkeluh kesah atas Qadla dan Qadar-Nya ?
Maka, meskipun kamu melihat suatu musibah, kamu harus melangkahkan kakimu terus ke muka, sebab inilah sarana kemajuanmu. Berusahalah dengan segenap kemampuanmu untuk menyebarluaskan ketauhidan (Ke-Maha Esa-an-Nya Allah) Ilahi di permukaan bumi ini.
Berbelas-kasihanlah kepada sesama hamba-Nya. Janganlah berbuat aniaya terhadap mereka, baik dengan mulutmu atau dengan tanganmu, maupun dengan cara-cara lain.
Hendaklah kamu selamanya berusaha menyampaikan kebaikan bagi sesama makhluk. Janganlah berlaku sombong terhadap siapa pun, sekalipun terhadap bawahanmu juga.
Janganlah mencaci-maki orang lain, sekalipun ia mencaci-makimu. Hendaklah bersikap merendah-rendah, lemah-lembut, berniatan suci, kasih-sayang terhadap sesama makhluk, sehingga kamu dihargai Allah.
Banyak orang menampakkan perangai lemah-lembut, akan tetapi didalam dirinya ia tak ubahnya seperti serigala tabiatnya. Banyak orang pada penampakan lahirnya bersih, namun di dalam hati mereka didapat ular-ular berbisa. Maka, kamu tidak akan dapat diterima di hadirat Allah selamanya bila keadaan lahir dan keadaan batinmu tidak sama. Seandainya kamu jadi orang besar, berbelas kasihanlah terhadap orang-orang kecil, dan janganlah menghina mereka. Seandainya kamu orang berilmu, berilah orang-orang yang tidak berpengetahuan nasehat, dan janganlah merendahkan mereka dengan menonjolkan kepandaianmu. Andaikan kamu hartawan, maka berbaktilah kepada orang-orang miskin, dan janganlah takabur dengan menunjukkan sikap ke-aku-akuan. Takutilah langkah-langkah yang dapat membawa kebinasaan.
Hendaklah takut kepada Tuhan, dan tempuhlah jalan ketakwaan. Janganlah menyembah makhluk. Berpasrah dirilah kepada Tuhanmu, dan berpalinglah dari dunia. Jadilah kepunyaan Dia, sebab Dia adalah Wujud yang suci. Hendaklah tiap-tiap hari bilamana fajar menyingsing memberi kesaksian, bahwa kamu telah melewatkan malam dengan penuh ketakwaan, dan tiap-tiap petang hendaklah menjadi saksi, bahwa kamu menjalani siang hari dengan hatimu merasa takut terhadapo Allah.

Lihat ramalan :
11. Karena Raja hanya berusaha supaya negara (menjadi) tentram, damai, (dan) juga makmurnya penduduk dunia seluruhnya.

XIV. PUSAT PERGERAKAN (JAMAAH) PINDAH KE KETANGGA KECEPIT.

Sesudah ‘Raja Adil’ wafat berdasarkan atas pilihan yang didahului oleh do’a yang mendalam oleh seluruh pengikutnya yang hadir di kota, dipilihnya sebagai Pengganti, orang yang menjadi pengikut pertama kali, yaitu Hadhrat Maulwi Noorud-din. Beliau memegang Pucuk Pimpinan tidak lama, dari tahun 1908 sampai tahun 1914.

Sesudah Pengganti ke I wafat, maka Pengganti (Khalifah) ke dua terpilih, yaitu Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, putera laki-laki ‘Raja Adil’ sendiri ; dimana ‘Raja Adil’ telah mendapatkan berita dari Allah SWT, bahwa putera Beliau ini oleh Allah Ta’ala dikaruniai tugas khusus yang terjemahannya : “ Pendamai telah dijanjikan”. Memang, sejak perang dunia ke satu dan dan kedua maka timbullah dasar-dasar politik kemasyarakatan yang baru, yang mengakibatkan pertengkaran dimana-mana ; dan saat itu timbullah rasa perjuangan satu kebangsaan untuk melawan kolonialisme.

Dunia dalam kondisi perang seperti itu, dan Khalifah ke dua hafrus melaksanakan tugas yang dipikulkan oleh Allah SWT ke pundaknya, yaitu :

1. melaksanakan ‘berita-berita’ Allah Ta’ala, sebagai Petunjuk untuk segala gerak langkah Beliau mengemudikan Pergerakan (Jamaah)-nya ke dalam dan keluar.
2. Pada masa Beliau, mulai dikirimkan propagandis-propagandis (mubaligh markazi) perintis menguatkan agama Islam ke negara-negara lain : Inggris, Jerman, Negara-negara di Afrika, Amerika, …juga ke Unisovyet (Rusia) dan juga Indonesia pada tahun 1924.

Pada tahun 1947 negara jajahan Inggris India menjadi merdeka dan pada tahun 1948 dibelah menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan. India menjadi negara orang-orang yang beragama Hindu dan Pakistan bagi orang-orang yang beragama Islam.

Desa ‘Ketangga’ tempat Pusat Pergerakan (Jamaah) ‘Raja Adil’ tergolong daerah yang penduduknya terbanyak kaum Hindu, karena itu mau tidak mau harus pindah ke Pakistan. Atas perintah Khalifah kedua, sebanyak 313 sukarelawan anggota Pergerakan ‘Raja Adil’ yang siap mengurbankan dirinya sendiri, jauh dari sanak keluarga, menjaga dan mempertahankan tempat suci Qadian, pusat Pergerakan (Jamaah) yang pertama. Jumlah ini mengingatkan Kami pada jumlah prajurit Islam masa awal yang bertempur di Badar.

Pertama kali pindahnya Pusat Jamaah ke Lahore, sambil menunggu Khalifah kedua mencari tempat atas petunjuk Allah Ta’ala. Ditemani beberapa sahabat, Beliau mencari tempat di daerah Pakistan. Dalam kasyaf (vision, dalam kondisi sadar diperlihatkan Allah Ta’ala suatu keadaan dan kejadian tertentu menyangkut masa depan) Beliau melihat sesuatu daerah, …kemudian didatangilah daerah tersebut dan masih kosong, tak ada penduduknya. Tanahnya pasir dan kering, pepohonan tidak ada. Sesudah ditanyakan kepada yang berwenang, mendapat jawaban, kalau tanah disitu pernah diselidiki oleh ahli-ahli Bangsa Inggris, Perancis dan Jerman. Hasilnya bahwa di situ tidak bisa ditemukan mata air.

Khalifah kedua, Pengganti ‘Raja Adil’ dan sahabat-sahabatnya yang ikut serta dalam perjalanannya berdiam di sana beberapa minggu, tinggal di kemah. Mereka beribadah dan berdo’a agar Allah Yang Maha Kaya, Maha Kuasa menolongnya. Akhirnya Khalifah ke dua dikaruniai ‘berita’ bahwa di bawah telapak kakinya ada mata air.

Tanah di situ seluas 4 x 7 km2 lalu dibeli dengan harga yang murah sekali. Dengan segera disitu didirikan rumah-rumah untuk kepentingan Pergerakan, Jamaah Pusat. Anggota-anggota yang menaruh minat bisa mendirikan rumah di situ. Air ada dan cukup untuk segala keperluan hidup.

Namanya Rabwah, yang artinya tanah tinggi, dimana pada tahun 1979 berdasarkan ‘sesepuh jemaat’ yang mengunjungi konggres sedunia pergerakan (Jalsah Internasional), yang datang 200.000 pengunjung, tidak hanya orang-orang Pakistan, akan tetapi juga dari negara yang jauh-jauh, seperti Amerika, Australia, Eropa, Afrika, Indonesia dll. Yang memimpin Kongres sudah Khalifah ketiga Hz. Mirza Nasir Ahmad, karena Khalifah kedua Hz. Basyiruddin Mahmud Ahmad sudah wafat tahun 1965.

Pengganti ‘Raja Adil’ ketiga (Khalifah ketiga) ini dipilih dengan cara seperti biasa, menurut suara yang terbanyak yang pada waktu.

Lihat ramalan :
16. ‘Panjenenganing Nata’ mung turun pindo.
16. ‘Sri Raja’ hanya diganti kedudukannya khusus dua kali.

17. Katelune ngalih kuta maring bumi Ketangga Kecepit ing Karangbaya.
17. Yang ketiga (sudah) pindah kota di tanah Ketangga Kecepit di Karangbaya.

18. Tumeka ing putra sirna, amarga wawan-wawan lawan napsune dewe.
18. Sampai putra (lalu) tiada lagi (orangnya yang mempunyai kedudukan khusus), karena (selanjutnya) menurut pertimbangan perorangan (tunduk kepada suara yang terbanyak), sesudah mendo’a khusus.

XV. CABANG PERGERAKAN (JAMAAH) RAJA ADIL BERDIRI DI INDONESIA

Pada tahun 1924 ‘Pengganti Raja Adil’ ke dua (Khalifah kedua Jamaah Muslim Internasional Ahmadiyah) mengirim Mubaligh Markazi-nya ke Indonesia. Ini, atas permohonan pemuda-pemuda Indonesia dari Sumatera yang beberapa tahun sebelumnya sudah ada di ‘Ketangga’ untuk mempelajari agama Islam dengan keterangan-keterangan ilmiah, yang logis, masuk akal
Memang, didikan agama di Pusat Pergerakannya ‘Raja Adil’ membuahkan orang-orang yang jiwanya kuat. Mereka ini mempunyai mempunyai kesanggupan untuk dikirim ke negara-negara lain untuk menyebarkan ajaran ‘Raja Adil’, yaitu agama Islam ilmiah, sesuai dengan pemahaman Nabi Muhammad saw sendiri dan para sahabat Beliau.

Untuk perbekalannya para petugas sukarela ini cukup diberi emas yang sekiranya di negeri yang didatangi itu cukup untuk hidup dalam masa enam bulan. Mereka mempunyai keyakinan yang sempurna bahwa Allah Ta’ala tentu akan mengaruniai pertolongan dan perlindungan dalam melaksanakan pertablighan di negara yang ditugaskan Khalifatul Mu’minin.

Di Indonesia, Bapak Maulwi Rahmat Ali H.A.O.T., Beliau pertama datang di Tapak Tuan Aceh,…kemudian pindah di Padang dan yang terakhir di Batavia (Jakarta).

Pengganti ‘Raja Adil’ yang mengirimkan Bpk Rahmat Ali itu memang putera janda,…dan pada masa itu semua kekayaan Pergerakan dan milik Beliau (Khalifah kedua Hz. Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad) digunakan untuk membiayai mubaligh-mubaligh di luar negeri (luar Pakistan).

Pada masa perang dunia kedua Maulwi rahmat Ali masih ada di Jakarta. Jumlah anggota Pergerakan belum banyak dan rumah mereka berjauhan, sehingga dapat dikatakan bahwa Pergerakan dimulai dari nol, dengan dana yang sangat-sangat kurang untuk menunjang segala keperluan dakwah Islam, kebenaran datanganya Imam Mahdi Muhammad.

Lihat ramalan :
22. Datangnya dengan kapal yang ikut arus (laut), anak janda kasihan, (pantas) dibelas kasihani, hanya sendirian.

XVI. PERISTIWA YANG TERJADI DI INDONESIA. PERGERAKAN (JAMAAH MUSLIM) RAJA ADIL DALAM MASA PERJUANGAN KEMERDEKAAN RI

Mubaligh markazi lain yang dikirim oleh ‘Pengganti Raja Adil’ ke 2 (Khalifah kedua) mempunyai hubungan yang erat dengan Presiden ke I Republik Indonesia. Nama Beliau Sayyid Shah Muhammad. Memang perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda sudah mendapat dukungan kuat dari Khalifah kedua. Anggota-anggota Pergerakan Raja Adil pada masa itu dengan izin Khalifah kedua ikut berjuang. Pada masa klas ke satu Bapak Sayyid Shah Muhammad melalui pemancar radio Yogyakarta menyiarkan perjuangan Republik Indonesia dengan bahasa Inggris dan Urdu. Hubungan Beliau dengan Bapak Presiden Sukarno begitu eratnya dan perjuangan Beliau dianggapnya begitu pentingnya sehingga pada akhir perjuangan meskipun Beliau seorang Pakistan, akan tetapi diminta supaya menjadi warga negara Indonesia, dan Beliau menerimanya. Beliau wafat pada bulan Juni 1984 di Bandung sebagai seorang veteran.

Ketua Pengurus Besar Pergerakan ‘Raja Adil’ yang pertama Bapak Muhyidin diculik dan dibunuh oleh tentara Belanda. Hubungan Bapak Presiden Sukarno dengan Khalifah kedua juga baik, sehingga pada tahun 1957 Bapak Presiden memerintahkan, supaya Duta Besar Republik Indonesia mengunjungi ‘Ketangga’. Keadaan ini menjadi bukti yang nyata, bahwa Bapak Presiden Sukarno yang dalam ramalan dijuluki ‘Sri Raja’ sangat menghargai Pengganti kedua (Khalifah kedua, Hz. Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad) sebagai ‘Raja Ginaib’, yang memberikan dukungan Republik Indonesia ikut perang kolonial melawan penjajahan

Lihat ramalan :
1. Kemudian diganti (zaman) kemuliaan Sri Raja dan kesejahteraan tanah Jawa ; sudah hilang penyakitnya dunia, karena datangnya Raja yang digaibkan, keturunan golongan mulia, diberi julukan “Raja semua golongan”, karena bermurah hati kepada (golongan) miskin.

XVII. RAMALAN-RAMALAN YANG TIDAK PERLU BUKTI
Ramalan-ramalan yang tidak perlu bukti, karena sesungguhnya ‘bukan ramalan’ akan tetapi ‘hanya keterangan’, yaitu :

Lihat ramalan :
19. Unen-unen kasbut ing duwur iku cocog karo kang tinemu ing Ngayogyakarta.
19. Kata-kata tersebut di atas itu sesuai dengan yang terdapat di Yogyakarta.
20. Bedane : Alas Pudak ana ing Ngayogyakarta disebut Alam Pudak.
20. Bedanya : Hutan Pudak di Yogyakarta dikatakan Alam Pudak.
21. Kajaba saka iku ing ramalan kang kasimpen ing Ngayogyakarta disebutake mengkene :
21. Kecuali dari itu dalam ramalan yang tersimpan di Yogyakarta dikatakan begini :

XVIII. RAMALAN-RAMALAN YANG KENYATAANNYA MASIH MENUNGGU WAKTU

Ada ramalan-ramalan yang belum terbukti kenyataannya, karena lahirnya bukti, kalau sudah banyak orang yang menganut ajaran Raja Adil, yaitu :

Lihat ramalan :
12. Dahare ing dalem setahun mung dipinta den wangeni pitung ewu reyal ora kena luwih.
12. Untuk makannya setiap tahun hanya disediakan, dibatasi tujuh ribu real tidak boleh lebih.
13. Bumi sajung pajege mung sedinar ing setahun, wis bebas tan ana takee turun apa-apa.
13. Tanah satu jung pajaknya hanya sedinar dalam setahunnya, sudah bebas tidak ada pajak selainnya.
14. Marmane pada enak atine wong cilik dening murah sandang lan pangan.
14. Karena itu hati orang-orang kecil merasa senang karena murah pakaian dan makanan.
15. Tan ana durjana, dursila, pada tobat wedi wilating Ratu Adil kang akekuta ing bumi petik, pareg lawan kali Ketangga ing sajroning alas Pudak.
15. Tak ada orang jahat, orang kurangajar ; mereka bertaubat takut hukuman ghaib Raja Adil, yang bersemayam di tanah petik, dekat sungai Ketangga di hutan Pudak.

XIX. NILAI RAMALAN RADEN NGABEHI RANGGAWARSITA

Berdasarkan apa yang Kami uraikan tersebut di atas maka terbuktilah tinggi nilai ramalan R. Ngabehi Ranggawarsita yang berjudul “JAYABAYA” itu.Terbukti nyata bahwa orang-orang yang diramalkan dan macam perjuangan mereka sesuai dengan yang Beliau ramalkan. Karena itu adanya hal-hal yang masih belum terjadi sesuai yang diramalkan oleh orang suci, tetaplah akan Kita yakini pada waktunya semuanya akan zahir seperti apa yang telah diramalkan, tinggal menunggu waktunya saja.

Semoga walaupun apa yang sudah terjadi memberikan gambaran yang tidak baik kondisi Bangsa dan negara Indonesia, Kita tetaplah berharap pada akhirnya,…mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi, pada akhirnya akan terjadi keadaan yang adil, makmur, damai, dan sejahtera sebagaimana telah diramalkan dalam “JayaBaya” tersebut.

Semoga menggugah semangat Bangsa Kita Indonesia, khususnya anggota-anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah dalam memperjuangkan dan mempertahankan kebenaran hakikat Raja Adil, yaitu tidak lain adalah Imam Mahdi Muhammad.

Wassalamu… ‘alaa manittabaalhuda…Selamat-lah bagi yang mendapatkan dan mengikuti petunjuk-petunjuk zaman, Ronggowarsita…& Imam Mahdi Muhammad.

Note :
1. ‘Ratu Adil’ diterjemahkan ‘Raja Adil’, karena dalam Islam ‘Pemimpin kerohanian’ pastilah seorang laki-laki,…Ratu itu pengertiannya hanyalah kiasan,…halus budinya, yang artinya Sang Raja Rohani yang adil itu (dalam bahasa terminologi Islam modern yaitu Hakaman adalan…sebagai Pemimpin, Hakim yang adil, representasi qudrat Allah SWT…memberikan fatwa-fatwa yang memberikan solusi hakikat, berdasarkan Al-Qur’an, Sunnah & Hadits) tugasnya salah satunya …meniadakan pajak & peperangan, dalam dakwahnya dengan jalan halus Ratu, penuh kedamaian, tanpa paksaan,…dengan menunjukkan keutamaan-keutamaan, hikmah-hikmah Al-Qur’an dan betapa Al-Qur’an itu mengandung petunjuk-petunjuk yang tidak pernah lekang oleh waktu,…dan sifatnya Rahmatal lil’alamiin, bagi setiap orang, di alam semesta ini.

2. Tulisan ini merupakan Edisi peluncuran pertama, selesai sebelum pemilihan langsung Presiden pada tanggal 8 Juli 2009.

3. Untuk menambah wawasan tentang Pergerakan, Jamaah-nya ‘Raja Adil’ browsing-lah ke website, link dibawah :

http://www.ahmadiyya.or.id/…indonesian language dan
– lihatlah the official website of the Ahmadiyya muslim community at : http://www.alislam.org./ agar wawasan ‘agama’ & Islam Kita bertambah luas ternyata Islam itu terbagi 3 sekarang : Syiah, Ahlu sunnah wal jamaah & Ahmadiyah yang mempunyai satu Khalifah internasional (‘Sunnah’ Islam terbesar, sedang sunnah yang kedua adalah adanya pengorbanan mandiri anggota-anggotanya, secara dawam, terus menerus…dimana sekarang ini telah dilupakan oleh kebanyakan golongan Islam lainnya)…Walisongo telah menuntaskan tugasnya sehingga nuswantara ini penghuninya sebagian besar telah menerima agama Islam secara damai tanpa huru hara dan pemaksaan ; …Pengikut Pergerakan (Jamaah) Internasional ‘Raja Adil’ ini dimanapun berada senantiasa menjunjung tinggi Rasa Nasionalisme (cinta tanah air, sebagian dari iman Islam), Rasa keadilan-persamaan hak-kesetaraan dalam hukum dan pemerintahan dan menjunjung tinggi akhlak, moral & HAM (Hak asasi manusia, sesuai dengan Piagam PBB dan amanat Pembukaan UUD 1945) ; yang berpegang teguh pada “TRISULA WEDA” (Tiga pilar penopang demokrasi RI : Pancasila, UUD’1945 & Bhinneka Tunggal Ika) yang bersumber pada “Sabdopalon & Noyogenggong” (AlQur’an suci dan Sunnah Yang Mulia Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya), dimana urusan pemerintahan tidak boleh dicampurkan dengan keyakinan masing-masing warga negaranya, sehingga untuk efisiensi pemerintahan maka sebaiknya departemen agama sudah tidak diperlukan lagi, untuk mengatur agama & keyakinan warga negaranya.

4. Silahkan kirimkan juga ke email Kami, Pengikut Pergerakan ‘Raja Adil’ Sultan Herucakra : satriopiningitimammahdimuhammad@yahoo.co.id (jika ada pertanyaan & referensi yang berhubungan dengan “Jangka Jayabaya”, Kami dengan senang hati akan sangat berterima kasih,…jika Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Mbak-Mbak & Mas-Mas sekalian mau turut serta memberikan masukan referensi,…contoh : tentang buku Babad Banten, tulisan lengkapnya buku terbitan tahun 1932, Kitab Djojobojo, tulisan Haroemdjadi, terbitan TERMINUS, Semarang, tolong di kirimkan ke email ini jika ada, …dll.

5. Konsep ‘Imam Mahdi’ ada terdapat di dalam Al-Qur’an, Para Nabi seperti Ibrahim, Luth, Ishaq, dan Ya’kub disebut oleh Allah Ta’ala sebagai para Imam Mahdi (Al-Anbiya 21 : 52 – 74), karena mereka itu mendapat tugas untuk memimpin umatnya pada jalan yang benar. Jadi, ‘Imam Mahdi’ itu julukan lain bagi seorang ‘DUTA’ Allah SWT. Allah berfirman dalam Alqur’an berikut ini :

Wa ja’alnaahum aimmatayyahduuna bi amrinaa wa au haynaa ilaihim fi’lal khayraati…
Dan mereka ‘para Nabi’ Kami jadikan ‘para pemimpin’ (Imam) yang memberi petunjuk (memimpin) umat dengan perintah Kami ; dan Kami wahyukan kepada mereka supaya berbuat baik…(Al-Anbiya 21 : 74)

Katakanlah Jika kalian cinta kepada Allah, ikutilah aku ; Allah akan mencintai kalian dan melindungi kalian dari dosa. Dan Allah itu Yang Maha Pengampun, Yang Maha Pengasih (Ali Imran 3 : 32). Ayat ini memberikan pemahaman bahwa jika orang Islam ingin dicintai Allah Ta’ala seperti Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, Isa danNabi Muhammad saw. Hendaknya ia mengikuti Beliau saw. Jika tidak dapat menjadi Nabi seperti mereka (karena kriterianya pastilah berat), hendaknya ia menjadi Shiddiq atau syahid atau shalih (minimal). Jadi macam pengikut Islam yang sebenarnya itu adalah para Nabi, Shiddiq, Syahid atau Shalih, karena hanya golongan inilah yang dikaruniai kenikmatan oleh Allah Ta’ala, tidak mungkin yang dikarunia kenikmatan adalah golongan Islam yang dzalim, suka berbuat aniaya, suka melakukan pembunuhan atas nama agama, suka korupsi…dll, apalagi golongan mereka yang dimurkai Allah dan yang sesat. Hal ini sebagaimana doa permohonan setiap orang Islam ketika membaca surat Al-Fatihah yang diwajibkan dalam setiap rakaat dalam shalatnya…
Ihdinashshiraathol mustaqiima…
Pimpinlah kami pada jalan yang benar ; jalan orang-orang yang telah Engkau beri kenikmatan, bukan jalan orang-orang yang terkena murka, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat ( Al-Fatihah 1 : 6 – 7 )

KARYA-KARYA RONGGOWARSITO :
1. SERAT JOKO LODANG
“RONGeh jleg tumiBA ;
GAgaran santoSA ;
WARtane meh teKA ;
SIkara karoDA ;
TAtage tan kaTON ;
BArang-barang ngeRONG ;
SAguh tanpa raGA ;
KAtali kawaWAR ;
DAdal amekaSI ;
TONda murang taTA”

GAMBUH :
A. Jaka Lodang gumandhul ;
Praptaningpang ngethengkrang sru muwus ;
Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi ;
Gunung mendhak jurang mbrenjul ;
Ingusir praja prang kasor ;
B. Nanging away kaliru ;
Sumurupa kanda kang tinamtu ;
Nadyan mendak mendaking gunung wus pasti ;
Maksih katon tabetipun ;
Beda lawan jurang gesong ;
C. Nadyan bisa mbarenjul ;
Tanpa tawing enggal jugrugipun ;
Kalakone karsaning Hyang wus pinasti ;
Yen ngidak sangkalanipun ;
Sirna tata estining wong.

SINOM :
A. Sasedyane tanpa dadya ;
Sacipta-cipta tan polih ;
Kang reraton-raton rantas ;
Mrih luhur asor pinanggih ;
Bebendu gung nekani ;
Kongas ing kanistanipun ;
Wong agung nis gungira ;
Sudireng wirang jrih lalis ;
Ingkang cilik tan tolih ring cilikira ;
B. Wong alim-alim pulasan ;
Njaba putih njero kuning ;
Ngulama mangsah maksiat ;
Madat madon minum main ;
Kaji-kaji ambanting ;
Dulban kethu putih mamprung ;
Wadon nir wadonira ;
Prabaweng salaka rukmi ;
Kabeh-kabeh mung marono tingalira ;
C. Para sudagar ingargya ;
Jroning jaman keneng sarik ;
Marmane saisiningrat ;
Sangsarane saya mencit ;
Nir sad estining urip ;
Iku ta sengkalanipun ;
Pantoging nandang sudra ;
Yen wus tobat tanpa mosik ;
Sru nalangsa narima ngandel ing suksma.

MEGATRUH
A. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu ;
Jaka Lodang nabda malih ;
Nanging ana marmanipun ;
Ing weca kang wus pinesthi ;
Estinen murih kelakon ;
B. Sangkalane maksih nunggal jamanipun ;
Neng sajroning madya akir ;
Wiku Sapta ngesthi Ratu ;
Adil parimarmeng dasih ;
Ing kono kersaning Manon ;
C. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk ;
Malenuk samargi-margi ;
Marmane bungah kang nemu ;
Marga jroning kethuk isi ;
Kencana sesotya abyor ;

Terjemahan :
Tembang GAMBUH :
A. Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras. Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil ke permukaan (akan terjadi wolak waliking jaman), karena kalah perang maka akan diusir dari negaranya.
B. Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini. Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya. Lain sekali dengan jurang yang curam.
C. Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung, namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. (Keterangan : karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi.

Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan YM Kuasa akan terjadi pada tahun 1850. (Sirna=0, Tata=5, Esthi=8 dan wong=1). Tahun Masehi kurang lebih 1919 – 1920.

Tembang SINOM :
A. Waktu itu seluruh kehendak tidak ada yang terwujud, apa yang dicita-citakan buyar, apa yang dirancang berantakan, segalanya salah perhitungan, ingin menang malah kalah, karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan. Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela. Orang besar kehilangan kebesarannya, lebih baik tercemar nama daripada mati, sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya.
B. Banyak orang yang tampaknya alim, tetapi hanyalah semu belaka. Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak. Banyak ulama berbuat maksiat. Mengerjakan madat, madon, minum dan berjudi. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya. Orang wanita hilang kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. Semuanya saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan (sangat cinta duniawi).
C. Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. Oleh karena itu seluruh isi dunia…penderitaan…kesengsaraannya makin menjadi-jadi. Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir = 0, Sad = 6, Esthining = 8 Urip = 1). Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan Seru Sekalian Alam.

MEGATRUH :
A. Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih. Kemudian Joko Lodang berkata lagi : “ Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab, didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat terjadi (terwujud).
B. Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. Tahun Jawa 1877 (Wiku = 7; Sapta = 7; Ngesthi= 8; Ratu= 1). Bertepatan dengan tahun Masehi 1945. Akan ada keadilan antara sesama manusia. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
C. Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong kecil) yang berada banyak di jalan. Yang mendapat gembira hatinya sebab di dalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana.

2. SERAT SABDA JATI
MEGATRUH :
A. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu ;
MarGAne suka basuki ;
Dimen luWAR kang kinayun ;
Kalising panggawe SIsip ;
Ingkang TAberi prihatos.
B. Ulatna kang nganti bisane kepangguh ;
Galedahen kang sayekti ;
Talitinen away kleru ;
Larasen sajroning ati ;
Tumanggap dimen tumanggon ;
C. Pamanggone aneng pangesti rahayu ;
Angayomi ing tyas wening ;
Eninging ati kang suwung ;
Nanging sejatining isi ;
Isine cipta sayektos ;
D. Lakonana klawan sabaraning kalbu ;
Lamun obah niniwasi ;
Kasusupan ‘setan gundhul’ ;
Ambebidung nggawa kendhi ;
Isine rupiah kethon ;
E. Lamun nganti korup mring panggawe dudu ;
Dadi panggonaning ‘iblis’ ;
Mlebu mring alam pakewuh ;
Ewuh mring pananing ati ;
Temah wuru kabesturon ;
F. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu ;
Hayuning tyas sipat kuping ;
Kinepung panggawe rusuh ;
Lali pasihaning Gusti ;
Ginuntingan kaya mrenos ;
G. Parandene kabeh kang samya andulu ;
Ulap kalilipen wedhi ;
Akeh ingkang padha sujut ;
Kinira yen ‘Jabarail’ ;
Kautus dening ‘Hyang Manon’ ;
H. Yen kang uning marang sejatining dawuh ;
Kewuhan sajroning ati ;
Yen tiniru ora urus ;
Uripe kaesi-esi ;
Yen niruwa dadi asor ;
I. Nora ngandel marang gaibing ‘Hyang Agung’ ;
Anggelar sakalir-kalir ;
Kalamun temen tinemu ;
Kabegjane anekani ;
Kamurahane Hyang Manon ;
J. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun ;
Yen temen-temen sayekti ;
‘Dewa’ aparing pitulung ;
Nora kurang sandhang bukti ;
Saciptanira kelakon ;
K. ‘Ki Pujangga’ nyambi paraweh pitutur ;
Saka pehgunahing ‘Widi’ ;
Ambuka warananipun ;
Aling-aling kang ngalingi ;
Angilang satemah katon ;
L. Para jalma sajroning jaman Pakewuh ;
Sudranira andadi ;
Rahurune saya ndarung ;
Keh tyas mirong murang margi ;
Kasekten wus nora katon ;
M. Katuwane winawas dahat matrenyuh ;
Kenyaming sasmita yekti ;
Sanityasa tyas malatkung ;
Kongas welase kepati ;
Sulaking jaman prihatos ;
N. Waluyane benjang lamun ana wiku,
Memuji ngesthi sawiji ;
Sabuk tebu lir majenun ;
Galibedan tudang-tuding ;
Anacahken sakehing wong ;
O. Iku lagi sirep jaman Kala Bendu ;
Kala Suba kang gumanti ;
Wong cilik bisa gumuyu ;
Nora kurang sandhang bukti ;
Sedyane kabeh kelakon.
P. Pandulune Ki Pujangga durung kemput ;
Mulur lir benang tinarik ;
Nanging kaseranging ngumur ;
Andungkap kadidan jati ;
Mulih mring jatining enggon ;
Q. Amung kurang wolung ari kang kadulu ;
Tamating pati patitis ;
Wus katon neng lokil makpul ;
Angumpul ing madya ari ;
Amerengi Sri Budha Pon.
R. Tanggal kaping lima antarane luhur ;
Selaning tahun Jimakir ;
Toluhu marjayeng janggur ;
Sengara winduning pati ;
Netepi ngumpul sak-enggon.
S. Cinitra ri budha kaping wolulikur ;
Sawal ing tahun Jimakir ;
Candraning warsa pinetung ;
Sembah mukswa pujangga ji ;
Ki Pujangga pamit layon.

Terjemahan Megatruh :
A. Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan, agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita, terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin.
B. Dalam hidup keprihatinan itu pandanglah dengan seksama, intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan di dalam hati, agar mudah menanggapi sesuatu.
C. Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan, mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang asli.
D. Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. Kemasukan ‘setan gundul’, yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak.
E. Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan, sudah jelas akan menjadi ‘sarang iblis’, senantiasa mendapatkan kesulitan-kesulitan, ‘masalah-masalah’, tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik, seolah-olah mabuk kepayang.
F. Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. Segala yang baik-baik lari dari dirinya, sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. Sudah melupakan Tuhannya. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping.
G. Namun demikian yang melihat, bagaikan matanya kemasukan pasir, tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan.
H. Namun bagi yang bijaksana, sebenarnya ‘masalah’ di dalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara.
I. Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan YME, yang menitahkan bumi dan langit ; siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya.
J. Segala permintaan umat-Nya akan selalu diberi, bila dilakukan dengan setulus hati. Tuhan akan selalu memberi pertolongan, sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai.
K. Sambil memberi petuah ‘Ki Pujangga’ juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan, sehingga dapat diketahui.
L. Manusia-manusia yang hidup di dalam jaman ‘banyak masalah’, cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela, makin menjadi-jadi, banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas rel kebenaran, keagungan jiwa sudah tidak nampak.
M. Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin, merasakan ramalan (nubuatan) tersebut, senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut.
N. Jaman yang ‘banyak masalah’ itu akan selesai kelak bila sudah mencapai tahun 1877 (Wiku = 7; Memuji = 7; Ngesthi = 8; Sawiji = 1. Itu bertepatan dengan tahun Masehi 1945). Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila, hilir mudik menunjuk kian kemari, menghitung banyaknya orang.
O. Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. Diganti dengan jaman Kala Suba. Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria, tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai.
P. Sayang sekali pengawasan/penelitian ‘Sang Pujangga’ belum sampai selesai, bagaikan menarik benang dari ikalannya. Namun karena umur sudah tua…sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini.
Q. Yang terlihat hanya kurang 8 hari lagi, sudah sampai waktunya, kembali menghadap Tuhannya. Tepatnya pada hari Rabu Pon.
R. Tanggal 5 bulan Sela (Dzulkaidah) tahun Jimakir Wuku Tolu, Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873) kira-kira waktu Lohor, itulah saat yang ditentukan ‘Sang Pujangga’ kembali menghadap Tuhan.
S. Karya ini ditulis di hari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802. (Sembah = 2; Muswa = 0; Pujangga = 8; Ji = 1 bertepatan dengan tahun masehi 1873)

3. SERAT KALATIDA
SINOM
A. Mangkya darajating praja ;
Kawuryan wus sunyaruri ;
Rurah pangrehing ukara ;
Karana tanpa palupi ;
Atilar silastuti ;
Sujana sarjana kelu ;
Kalulun Kala tida ;
Tidhem tandhaning dumadi,
Ardayengrat dene karoban rubeda.
B. Ratune ratu utama,
Patihe patih linuwih,
Pra nayaka tyas raharja.
Panekare becik-becik,
Parandene tan dadi,
Paliyasing Kala Bendu,
Mandar mangkin andadra,
Rubeda angreribedi,
Beda-beda ardaning wong saknegara.
C. Katetangi tangisira ;
Sira sang paramengkawi,
Kawileting tyas duhkita,
Kataman ing reh wirangi,
Dening upaya sandi,
Sumaruna anerawung,
Mangimur manuhara,
Met pamrih melik pakolih,
Temah suka ing karsa tanpa wiweka.
D. Dasar karoban pawarta,
Bebaratan ujar lamis,
Pinudya dadya pangarsa,
Wekasan malah kawuri,
Yen pinikir sayekti,
Mundhak apa aneng ngayun,
Andhedher kaluputan,
Siniraman banyu lali,
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka.
E. Ujaring Panitisastra,
Awewarah asung peling,
Ing jaman keneng musibat,
Wong ambeg jatmika kontit,
Mengkono yen niteni,
Pedah apa amituhu,
Pawarta lolawara,
Mundhak angreranta ati,
Angurbaya angiket cariteng kuna.
F. Keni kinarya darsana,
Panglimbang ala lan becik,
Sayekti akeh kewala,
Lelakon kang dadi tamsil,
Masalahing ngaurip,
Wahaninira tinemu,
Temahan anarima,
Mupus pepesthening takdir,
Puluh-puluh anglakoni kaeokan.
G. Amenangi jaman edan,
Ewuh aya ing pambudi,
Milu edan nora tahan,
Yen tan milu anglakoni,
Boya kaduman melik,
Kaliren wekasanipun,
Ndilalah karsa Allah SWT,
Begja-begjane kang lali,
Luwih begja kang eling lawan waspada.
H. Semono iku bebasan,
Padu-padune kepengin,
Enggih mekoten man Doblang,
Bener ingkang angarani,
Nanging sajroning batin,
Sejatine nyamut-nyamut,
Wis tuwa arep apa,
Muhung mahas ing asepi,
Supayantuk npangaksamaning Hyang Suksma.
I. Beda lan kang wus santosa,
Kinarilan ing Hyang Widhi,
Satiba malanganeya,
Tan susah ngupaya kasil,
Saking mangunah prapti,
Pangeran paring pitulung,
Marga samaning titah,
Rupa sabarang pakolih,
Parandene maksih taberi ichtiyar.
J. Sakadare linakonan,
Mung tumindak mara ati,
Angger tan dadi prakara,
Karana wirayat muni,
Ichtiyar iku yekti,
Pamilihing reh rahayu,
Sinambi budidaya,
Kanthi awas lawan eling,
Kang kaesthi antuka parmaning Suksma.
K. Ya Allah ya Rasulullah,
Kang sipat murah lan asih,
Mugi-mugi aparinga,
Pitulung ingkang martani,
Ing alam awal akhir,
Dumununging gesang ulun,
Mangkya sampun awredha,
Ing wekasan kadi pundi,
Mula mugi wontena pitulung Tuwan.
L. Sageda sabar santosa,
Mati sajroning ngaurip,
Kalis ing reh aruhara,
Murka angkara sumingkir,
Tarlen meleng malat sih,
Sanityaseng tyas mematuh,
Badharing sapudhendha,
Antuk mayar sawetawis,
BoRONG angGA saWARga meSI marTAya.

TERJEMAHAN SINOM :
A. Keadaan negara waktu sekarang (?), sudah semakin merosot. Situasi (keadaan tata negara) telah rusak, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan). Suasananya mencekam. Karena dunia penuh dengan ‘banyak masalah’.
B. Sebenarnya Rajanya termasuk raja yang baik, Patihnya juga cerdik, semua anak buah…hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik, namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Oleh karena daya jaman Kala Bendu. Bahkan ‘banyak masalah-masalah’ makin menjadi-jadi. Lain orang lain pikiran dan maksudnya.
C. Waktu itulah perasaan ‘Sang Pujangga’ menangis, penuh kesedihan, mendapatkan hinaan dan malu, akibat dari perbuatan seseorang. Tampaknya orang tersebut memberi harapan, menghibur sehingga ‘Sang Pujangga’ karena gembira hatinya… dan tidak waspada.?
D. Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Sebenarnya kalau direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Lebih-lebih bila semakin lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah ‘banyak masalah (dosa)’.
E. Menurut buku ‘Panitisastra (ahli sastra)’, sebenarnya sudah ada peringatan. Di dalam jaman yang penuh ‘masalah pelanggaran & dosa’ dan kebatilan ini, orang yang berbudi tidak terpakai. Demikianlah jika kita meneliti. Apakah gunanya meyakini kabar angin…akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala.
F. Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala, guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul. Sebenarnya banyak sekali contoh-contoh dalam kisah-kisah lama, mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati, akhirnya “nrima” dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh.
G. Hidup di dalam zaman edan, memang ‘repot (banyak masalah)’. Akan mengikuti…tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya (kecenderungan) jaman tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia…namun masih lebih berbahagia orang yang senantiasa ingat dan waspada.
H. Yah…segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Betul bukan? Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian. Namun sebenarnya di dalam hati ‘banyak penyakit rohani, dosa’ juga. Sekarang sudah tua, apa pula yang dicari. Lebih baik ‘menyepi diri’ agar mendapat ampunan dari Tuhan.
I. Lain lagi bagi yang sudah kuat. Mendapat rahmat Tuhan. Bagaimanapun nasibnya selalu baik. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. Namun demikian masih juga berikhtiar.
J. Apapun dilaksanakan. Hanya membuat kesenangan… pokoknya tidak menimbulkan persoalan. Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar, hanya harus memilih jalan yang baik. Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus ‘awas dan waspada’ agar mendapat rahmat Tuhan.
K. Ya Allah ya Rasulullah, yang bersifat murah dan asih, mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu di saat-saat menjelang akhir ini. Sekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana. Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami.
L. Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentausa, seolah-olah dapat ‘mati’ di dalam hidup (tawar terhadap gemerlap duniawi, memilih kerohanian). Lepas dari ‘dosa’ serta jauh dari keangkara-murkaan (kedzaliman). Biarkanlah kami hanya memohon karunia padaMU agar mendapat ‘ampunan sekedarnya’ (dimaafkan segala dosa). Kemudian kami serahkan jiwa dan raga kami.

4. SABDATAMA
GAMBUH
A. Rasaning tyas kayungyun,
Angayomi lukitaning kalbu,
Gambir wanakalawan hening ing ati,
Kabekta kudu pitutur,
Sumingkiring reh tyas mirong.
B. Den samya amituhu,
Ing sajroning Jaman Kala Bendu,
Yogya samyanyenyuda hardaning ati,
Kang anuntun mring pakewuh,
Uwohing panggawe awon.
C. Ngajapa tyas rahayu,
Ngayomana sasameng tumuwuh,
Wahanane ngendhakke angkara klindhih,
Ngendhangken pakarti dudu,
Dinulu luwar tibeng doh.
D. Beda kang ngaji pumpung,
Nir waspada rubedane tutut,
Kakinthilan manggon anggung atut wuri,
Tyas riwut-ruwet dahuru,
Korup sinerung agoroh.
E. Ilang budayanipun,
Tanpa bayu weyane ngalumpuk,
Sakciptane wardaya ambebayani,
Ubayane nora payu,
Kari ketaman pakewoh.
F. Rong asta wus katekuk,
Kari ura-ura kang pakantuk,
Dandanggula lagu palaran sayekti,
Ngleluri para leluhur,
Abot ing sih swami karo.
G. Galak gangsuling tembung,
Ki Pujangga panggupitanipun,
Rangu-rangu pamanguning reh harjanti,
Tinanggap prana tumambuh,
Katenta nawung prihatos.
H. Wartine para jamhur,
Pamawasing warsita datan wus,
Wahanane apan owah angowahi,
Yeku sansaya pakewuh,
Ewuh aya kang linakon.
I. Sidining Kala Bendu,
Saya ndadra hardaning tyas limut,
Nora kena sinirep limpating budi,
Lamun durung mangsanipun,
Malah sumuke angradon.
J. Ing antara sapangu,
Pangungaking kahanan wus mirud,
Morat-marit panguripaning sesami,
Sirna katentremanipun,
Wong udrasa sak-nggon-enggon.
K. Kemat isarat lebur,
Bubar tanpa daya kabarubuh,
Paribasan tidhem tandhaning dumadi,
Begjane ula dahulu,
Cangkem silite anyaplok.
L. Ndhungkari gunung-gunung,
Kang geneng-geneng padha jinugrug,
Parandene tan ana kang nanggulangi,
Wedi kalamun sinembur,
Upase lir wedang umob.
M. Kalonganing kaluwung,
Prabanira kuning abang biru,
Sumurupa iku mung soroting warih,
Wewarahe para Rasul,
Dudu jatining Hyang Manon.
N. Supaya pada emut,
Amawasa benjang jroning tahun,
Windu kuning kono ana ‘wewe putih’,
Gegamane ‘tebu wulung’,
Arsa angrebaseng ‘wedhon’,
O. Rasane wus karasuk,
Kesuk lawan kala mangsanipun,
Kawisesa kawasanira Hyang Widhi,
Cahyaning wahyu tumelung,
Tulus tan kena tinegor.
P. Karkating tyas katuju,
Jibar jibur adus banyu wayu,
Yuwanane turun-temurun tan enting,
Liyan praja samya sayuk,
Keringan saenggon-enggon.
Q. Tatune kabeh tuntum,
Lelarane waluya sadarum,
Tyas prihatin ginantun suka mrepeki,
Wong ngantuk anemu kethuk,
Isine dinar sabokor.
R. Amung padha tinumpuk,
Nora ana rusuh colong jupuk,
Raja kaya cinancangan aneng nyawi,
Tan ana nganggo tinunggu,
Parandene tan cinolong,
S. Diraning durta katut,
Anglakoni ing panggawe runtut,
Tyase katrem kayoman hayuning budi,
Budyarja marjayeng limut,
Amawas pangesthi awon.
T. Ninggal pakarti dudu,
Pradapaning parentah ginugu,
Mring pakaryan saregep tetep nastiti,
Ngisor ndhuwur tyase jumbuh,
Tan ana wahon winahon.
U. Ngratani sapraja agung,
Keh sarjana sujana ing kewuh,
Nora kewran mring caraka agal alit,
Pulih duk jaman runuhun
Tyase teteg teguh tanggon.

Terjemahan Gambuh :
A. Tumbuhla suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening ..disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah.
B. Diharap semuanya maklum bahwa di jaman Kala Bendu sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada ‘kedzaliman’. Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk.
C. Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan (hal yang sia-sia)…dan terbuang jauh.
D. Hal ini memang lain dengan yang ‘ngaji pumpung’. Hilang kewaspadaannya dan ‘masalah’-lah yang selalu dijumpaI, selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta.
E. Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya. Sumpah dan janji hanyalah di bibir belaka…tidak seorangpun mempercayainya. Akhirnya hanyalah ‘membuat masalah’ saja.
F. Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang. Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang di madu saja.
G. ‘Ki Pujangga’ di dalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Oleh karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan/kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin.
H. Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaannya selalu berubah-ubah. Meningkatkan ‘masalah’…apa pula yang hendak dijalankan.
I. Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. Bila belum sampai saatnya…akibatnya bahkan makin luar biasa.
J. Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuan, penghidupan semakin morat-marit, tiada ketentraman lagi, kesedihan di sana-sini.
K. Segala doa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan.
L. Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan…meskipun demikian…tidak ada yang berani melawan. Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa. Bisa racun ular itu bagaikan air panas.
M. Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. Menurut ajaran Nabi…itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya.
N. Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning (Kencana) akan ada ‘wewe putih’ , yang bersenjatakan ‘tebu hitam’ akan menghancurkan ‘wedhon’ (pocongan setan)…?
O. Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang…jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi.
P. Kehendak hati pada waktu tersebut hanya ditujukan pada ketentraman sampai ke anak cucu. Negara-negara lain rukun sentausa dan dihormati di mana-mana.
Q. Segala luka-luka (penderitaan) sudah hilang. Perasaan prihatin berubah menjadi gembira ria. Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil) yang berisi emas kencana sebesar bokor.
R. Semua itu hanya ditumpuk saja, tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil. Hewan peliharaan diikat di luar tanpa ditunggu namun tidak ada yang dicuri.
S. Yang tadinya berbuat angkara…sekarang ikut pula berbuat yang baik=baik. Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi. Yang baik dapat menghancurkan yang jelek.
T. Banyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Mengikuti peraturan-peraturan Pemerintah. Semuanya rajin mengerjakan tugasnya masing-masing. Yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. Tidak ada yang saling mencela.
U. Keadaan seperti itu terjadi di seluruh negeri. Banyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat. Kembali seperti di jaman dahulu kala. Semuanya berhati baja.

PENELAAHAN LANJUTAN…

Siapakah ‘Imam Mahdi Muhammad’ itu ?

Rasulullah saw. Bersabda :
“Apabila kamu melihatnya (Sang Mahdi), maka berbai’atlah kepadanya, walaupun harus merangkak di atas (gunung) salju, karena dia adalah Khalifah Allah dan Al Mahdi (hadis Musnad Ahmad dan Sunan Ibnu Majah, hal.315)
Ciri-ciri ‘Imam Mahdi Muhammad’ :

1. Nama dirinya “Ahmad” (riwayat Bukhari dalam tarihnya) yaitu dari nama Rasulullah saw. Dalam hadist riwayat Abu Nu’aim disebutkan Rasulullah saw. Bersabda “Namanya namaku”.

2. Keturunan “Persia” (Surah Al-Jum’ah ayat 4 (62:4) dengan tafsirnya dalam Hadist Bukhari jilid III hal.135), tanda keturunan Persia ada predikat “Mirza” (anak keturunan raja-raja Persia).

…Wa aakhariina minhum…
Artinya : Dan (Dia mengutus pula) kepada golongan lain dari antara mereka.

Tafsir ayat ini ada pada Hadits, bahwa orang itu akan datang dari Bangsa Persia dengan tugas membawa kembali iman yang telah terbang ke bintang tsuraya. Di hadits lain disebut pula sebagai ahli bait Rasulullah saw. Sendiri (jadi orang itu adalah perpaduan ahli bait dan bangsawan Persia). Pada ayat 3 surah Al Jum’ah diterangkan diutusnya Rasulullah saw., sedangkan pada ayat 4 diutusnya Imam Mahdi Muhammad atau Isa yang dijanjikan (sebagai wakil Rasulullah saw.).

Kedua-duanya mendirikan sistem Khilafat ala min hajinnubuwah (Khalifah yang diawali oleh kenabian yaitu sebagaimana Khalifah Rasyidah terbentuk setelah kenabian Rasulullah saw., demikian juga sistem Khalifah di akhir zaman ini terbentuk dengan diawali oleh kenabian Isa yang dijanjikan). Janji diberikan kembali sistem Khalifah ini telah difirmankan pula oleh Allah SWT. Pada Surah An-Nur ayat 56 (24:56). Nilai huruf dalam kata ليستخلفنهم dalam ayat tersebut berjumlah 1305 yang menandakan tahun hijriah waktu berdirinya sistem khilafat itu.

3. Tempat lahirnya Kar’ah (riwayat Abu Nu’aim dan Abu Bakar bin Al-Muqri). Kata Kar’ah asalnya dari Qad’ah atau Qadi (hakim yang adil), Qadian artinya Hakim Adil yang paling hebat. Jadi tempat lahirnya saja telah menunjukkan sifat dan tugas orang itu.

4. Keturunan Ahli Baith (Ibnu Majah) artinya dari trah Rasulullah saw. Sedangkan sebagian lagi dari bangsawan Persia (dari sayyidina Zainal Abidin putera dari Sayidina Husen dengan puteri bangsawan Persia yang bernama Syahbano), satu trah dengan wali-wali di Indonesia (di antaranya Sunan Gunung Jati).

5. Tugasnya menghidupkan agama dan menegakkan syari’at Islam, artinya membantu Nabi Muhammad saw.,oleh karena itu ada predikat “Ghulam” artinya orang kepercayaan atau tangan kanan Rasulullah saw.

Untuk mengenal Imam Mahdi Muhammad yang benar (karena banyak orang yang telah mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi,…dan gagal di tengah jalan), maka sesuai dengan sabda Rasulullah saw.

Alam secara khusus juga akan mendukung Sang Kebenaran, dan itu telah terjadi thn 1884 (untuk belahan bumi bagian timur) & 1885 (belahan bumi bagian barat) ; ini dapat ditanyakan Pakar-pakar astronomi di Lembang Bandung (ITB) yaitu terjadinya Gerhana Bulan dan Matahari di satu bulan Ramadhon, dan itu hanya terjadi sekali selama langit & bumi ini diciptakan !! Hal ini terdapat dalam Hadits Ad Daru-Quthni Jilid I hl.188

” Sungguh Mahdi kita mempunyai dua tanda yang belum pernah terjadi semenjak terciptanya langit dan bumi ; yaitu, gerhana bulan di malam pertama (dari malam-malam gerhana, tanggal 13-14-15) dari bulan Ramadhan dan gerhana matahari di hari pertengahan (dari antara tanggal-tanggal gerhana matahari, tanggal 27-28-29) dari (bulan Ramadhan) itu.

Yang mendapatkan kesaksian alam ini hanya Mirza Ghulam Ahmad, Qadian, karena kesaksian ini muncul setelah beliau mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi Muhammad pada tahun 1890. Jadi Mahdi Kita (yang benar) hanya Beliau. Siapa saja boleh meneliti kejadian gerhana ini pada lembaga meteorologi dimana saja di seluruh dunia. Nama pergerakan ‘Raja Adil’ ini berdasarkan perintah Allah Ta’ala & diambil dari nama sifat Rasulullah saw., yaitu Ahmad yang menggambarkan ciri perjuangan untuk kemenangan Islam di akhir zaman melalui keindahan. Sedang nama Muhammad sebagai nama diri Rasulullah saw. Menggambarkan kegagahan dan sekaligus keindahan dan oleh karena itu di dalam nama diri Muhammad saw. Telah tersirat nama sifat “Ahmad”.

Kalian diperintahkan dengan lima perkara : Allah memerintahku dalam lima perkara yaitu berjamaah,mendengar, taat, hijrah dan jihad, pada jalan Allah. Maka barangsiapa yang keluar dari jamaah satu jengkal saja, berarti dia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya. Mereka (para sahabat) bertanya : Hai Rasulullah, meskipun dia itu shalat, dan shaum ? Rasul menjawab : Ya, meskipun dia itu shaum, shalat, dan mengaku sebagai muslim !”
(HR. Abu Dawud 3/322)

Saya (Rasul Suci Muhammad saw.) meninggalkan dua hal bagimu. Apabila kamu berpegang teguh padanya kamu tidak akan pernah sesat. Yaitu Al-Qur’an dan Sunnah dari Rasul-Nya. (Al Muwaththa Imam Malik).
Ketika Saya membaca Hadits ini, maka Allah memberikan gambaran Islam yang hakiki tergambar di depan mata bahwa antara Al Qur’an dan Sunnah itu merupakan jalinan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, dan itu adalah fakta real, nyata. Sunnah terbesar, utama yang ditunjukkan, diperagakan oleh Rasul Suci saw. Yaitu bahwa sangat pentingnya adanya eksistensi kontinuitas kepemimpinan ruhani “Islam yang satu”(Ke-khalifahan)dalam rangka uswah hasanah dakwah rahmatallil’aalamin. Adanya koridor utama ini akan membuat aturan-aturan lainnya menjadi kokoh dalam kerangka menegakkan Islam sejati, dan benar adanya.

Bagaimana mungkin konsep-konsep “Islam yang satu” kita benar dalam pandangan Allah SWT bila Kita sendiri tidak berada dalam suatu lingkup jamaah “Islam yang satu” yang telah ditakdirkan Allah sebagai Jamaah akhir zaman, penerus untaian kepemimpinan ruhani Islam dari masa awal Rasulullah saw dan Khulafaur Rasyidin, Khilafat masa awal yang berumur 32 tahun saja??…alih-alih bahkan kita malah membuat suatu konsep-konsep kemenangan Islam yang penuh dengan bid’ah-bid’ah politik, tanpa moral dan penuh aturan-aturan keserakahan duniawi tanpa kita sadari justru bertentangan dengan Al Qur’an & Sunnah,…Rasul Suci.

…dan mengikuti Imam Mahdi Muhammad dan bergabung dengan jamaah-nya yang satu, hukumnya adalah wajib…, ” Barangsiapa meninggal di lehernya tidak ada bai’at maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah (bodoh rohaninya, seperti orang yang tidak mengerti/tuna ilmu & ketaatan kepada Allah & Rasulullah saw)(HR. Muslim 3/1478).

Bai’at menjadi suatu parameter yang dibutuhkan dalam menentukan suatu pergerakan adalah benar-benar merupakan “Revolusi Sejati”
“Tidak ada Islam (yang satu) kecuali harus ada Jamaah-nya, tidak ada Jamaah kecuali harus ada Imam-nya, tidak ada Imam kecuali harus ada baiat, tidak ada baiat kecuali harus ada itaat.” Sabda Khalifah Umar bin Khatab r.a.
Jadi hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, Hindustan, yang berasal dari keturunan raja-raja Persia, pendiri Jamaah Muslim Internasional Ahmadiyah yang memenuhi syarat-syarat identitas di atas. Orang-orang lain yang telah mengaku sebagai Imam Mahdi tidak ada dan tidak akan pernah ada yang memenuhi syarat-syarat identitas tersebut, bahkan sekarang telah lewat dari abad XIV.

LAMPIRAN TAMBAHAN

‘Jangka Jayabaya’ (Prabu Jayabaya, Raja Kediri thn-1135 M) adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kediri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa.

Sebenarnya ‘Jangka Jayabaya’ ini adalah ‘Jangka’ lanjutan dan karya-karya beliau juga ada yang berupa ‘hasil terjemahan’ Pujangga besar, Wali, yaitu Raden Ngabehi Ranggawarsita ( 1804-1873 M, Mujaddid, sastrawan, dan juga ahli kebatinan) dari hasil karya-karya ramalan Prabu Jayabaya yang telah dikumpulkan pustaka kraton Surakarta, sehingga yang digunakan adalah bahasa jawa sekarang, bukan aslinya Bahasa Jawa Kuno.

Di bawah ini adalah “Ramalan-Ramalan Jayabaya (bagian akhir)” yang menunjukkan bahwa zaman sekarang ini telah masuk ‘akhir zaman’ :

Petikan Terjemahan :

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa turangga — Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda ( tafsir= Mobil, kereta api).

2. Tanah Jawa kalungan wesi — Pulau Jawa berkalung besi. ( tafsir= Rel Kereta api)

3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang — Perahu berjalan di angkasa. ( tafsir= pesawat terbang , pswt luar angkasa)

4. Kali gedhe ilang kedhunge — Sungai kehilangan lubuk, mata air-nya. (tafsir = adanya sungai buatan)

5. Pasar ilang kumandhange — Pasar kehilangan suara. (adanya supermarket dll)

6. hiya iku pertandhane tekane zaman kababare jangka Jayabaya wus amrepeki, — Itulah pertanda ‘zaman Jayabaya’ telah mendekat, mendekati kenyataan.

7. Bumi saya suwe saya mengkeret — Bumi semakin lama semakin mengerut.

8. Sekilan bumi dipajeki — Sejengkal tanah (1 m2 -nya )dikenai pajak.

9. Jaran doyan mangan sambel — Kuda suka makan sambal.

10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang — Orang perempuan berpakaian lelaki.

11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman— Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik

12. Akeh janji ora ditetepi — Banyak janji tidak ditepati.

13. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe— Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
Manungsa padha seneng nyalah— Orang-orang saling lempar kesalahan.
14. Ora ngendahake hukum Allah— Tak peduli akan hukum Allah.

15. Barang jahat diangkat-angkat- — Yang jahat dijunjung-junjung.

16. Barang suci dibenci— Yang suci (justru) dibenci.

17. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit— Banyak orang hanya mementingkan uang.

18. Lali kamanungsan- — Lupa jati kemanusiaan.

19. Lali kabecikan— Lupa hikmah kebaikan.

20. Lali sanak lali kadang— Lupa sanak lupa saudara.

21. Akeh bapa lali anak— Banyak ayah lupa anak.

22. Akeh anak wani nglawan ibu— Banyak anak berani melawan ibu.

23. Nantang bapa— Menantang ayah.

24. Sedulur padha cidra— Saudara dan saudara saling khianat.

25. Kulawarga padha curiga— Keluarga saling curiga.

26. Kanca dadi mungsuh — Kawan menjadi lawan.

27. Akeh manungsa lali asale — Banyak orang lupa asal-usul.

28. Ukuman Ratu ora adil — Hukuman Raja tidak adil

29. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil— Banyak pejabat jahat dan ganjil

30. Akeh kelakuan sing ganjil — Banyak ulah-tabiat ganjil

31. Wong apik-apik padha kapencil — Orang yang baik justru tersisih.

32. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin — Banyak orang kerja halal justru merasa malu.

33. Luwih utama ngapusi — Lebih mengutamakan menipu.

34. Wegah nyambut gawe — Malas untuk bekerja.

35. Kepingin urip mewah — Inginnya hidup mewah.

36. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka — Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.

37. Wong bener thenger-thenger — Orang (yang) benar termangu-mangu.

38. Wong salah bungah — Orang (yang) salah gembira ria.

39. Wong apik ditampik-tampik- — Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong) .

40. Wong jahat munggah pangkat— Orang (yang) jahat naik pangkat.

41. Wong agung kasinggung– – Orang (yang) mulia dilecehkan

42. Wong ala kapuja— Orang (yang) jahat dipuji-puji.

43. Wong wadon ilang kawirangane- — perempuan hilang malu.

44. Wong lanang ilang kaprawirane- — Laki-laki hilang perwira/kejantanan

45. Akeh wong lanang ora duwe bojo— Banyak laki-laki tak mau beristri.

46. Akeh wong wadon ora setya marang bojone— Banyak perempuan ingkar pada suami.

47. Akeh ibu padha ngedol anake— Banyak ibu menjual anak.

48. Akeh wong wadon ngedol awake— Banyak perempuan menjual diri.

49. Akeh wong ijol bebojo— Banyak orang tukar istri/suami.

50. Wong wadon nunggang jaran— Perempuan menunggang kuda.

51. Wong lanang linggih plangki— Laki-laki naik tandu.?

52. Randha seuang loro— Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).

53. Prawan seaga lima— Lima perawan lima picis.

54. Dhudha pincang laku sembilan uang— Duda pincang laku sembilan uang.

55. Akeh wong ngedol ngelmu— Banyak orang berdagang ilmu.

56. Akeh wong ngaku-aku— Banyak orang mengaku diri.

57. Njabane putih njerone dhadhu— Di luar putih di dalam jingga.

58. Ngakune suci, nanging sucine palsu— Mengaku suci, tapi palsu belaka.

59. Akeh bujuk akeh lojo— Banyak tipu banyak muslihat.

60. Akeh udan salah mangsa— Banyak hujan salah musim.

61. Akeh prawan tuwa— Banyak perawan tua.

62. Akeh randha nglairake anak— Banyak janda melahirkan bayi.

63. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne— Banyak anak lahir mencari bapaknya.

64. Agama akeh sing nantang— Agama banyak ditentang.

65. Prikamanungsan saya ilang— Perikemanusiaan semakin hilang.

66. Omah suci dibenci— Rumah suci dijauhi.

67. Omah ala saya dipuja— Rumah maksiat makin dipuja.

68. Wong wadon lacur ing ngendi-endi- — Perempuan lacur dimana-mana.

69. Akeh laknat— Banyak kutukan

70. Akeh pengkianat– – Banyak pengkhianat.

71. Anak mangan bapak—Anak makan bapak.

72. Sedulur mangan sedulur—Saudara makan saudara.

73. Kanca dadi mungsuh—Kawan menjadi lawan.

74. Guru disatru—Guru dimusuhi.

75. Tangga padha curiga—Tetangga saling curiga.

76. Kana-kene saya angkara murka — Angkara murka semakin menjadi-jadi.

77. Sing weruh kebubuhan— Barangsiapa tahu terkena beban.

78. Sing ora weruh ketutuh—Sedang yang tak tahu disalahkan.

79. Besuk yen ana peperangan– -Kelak jika terjadi perang.

80. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor—Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.

81. Akeh wong becik saya sengsara— Banyak orang baik makin sengsara.

82. Wong jahat saya seneng— Sedang yang jahat makin bahagia.

83. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul— Ketika itu burung gagak dibilang bangau.

84. Wong salah dianggep bener—Orang salah dipandang benar.

85. Pengkhianat nikmat—Pengkhianat nikmat.

86. Durjana saya sempurna— Durjana semakin sempurna.

87. Wong jahat munggah pangkat— Orang jahat naik pangkat.

88. Wong lugu kebelenggu– – Orang yang lugu dibelenggu.

89. Wong mulya dikunjara— Orang yang mulia dipenjara.

90. Sing curang garang— Yang curang berkuasa.

91. Sing jujur kojur— Yang jujur sengsara.

92. Pedagang akeh sing keplarang— Pedagang banyak yang tenggelam.

93. Wong main akeh sing ndadi—Penjudi banyak merajalela.

94. Akeh barang haram—Banyak barang haram.

95. Akeh anak haram—Banyak anak haram.

96. Wong wadon nglamar wong lanang—Perempuan melamar laki-laki.

97. Wong lanang ngasorake drajate dhewe—Laki- laki memperhina derajat sendiri.

98. Akeh barang-barang mlebu luang—Banyak barang terbuang-buang.

99. Akeh wong kaliren lan wuda—Banyak orang lapar dan telanjang.

100. Wong tuku ngglenik sing dodol—Pembeli membujuk penjual.

101. Sing dodol akal okol—Si penjual bermain siasat.

102. Wong golek pangan kaya gabah diinteri—Mencari rizki ibarat gabah ditampi.

103. Sing kebat kliwat—Yang tangkas lepas.

104. Sing telah sambat—Yang terlanjur menggerutu.

105. Sing gedhe kesasar—Yang besar tersasar.

106. Sing cilik kepleset—Yang kecil terpeleset.

107. Sing anggak ketunggak— Yang congkak terbentur.

108. Sing wedi mati—Yang takut mati.

109. Sing nekat mbrekat—Yang nekat mendapat berkat.

110. Sing jerih ketindhih— Yang hati kecil tertindih

111. Sing ngawur makmur—Yang ngawur makmur

112. Sing ngati-ati ngrintih—Yang berhati-hati merintih.

113. Sing ngedan keduman—Yang main gila menerima bagian.

114. Sing waras nggagas—Yang sehat pikiran berpikir.

115. Wong tani ditaleni—Orang (yang) bertani diikat.

116. Wong dora ura-ura—Orang (yang) bohong berdendang.

117. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane- –Raja ingkar janji, hilang wibawanya.

118. Bupati dadi rakyat—Pegawai tinggi menjadi rakyat.

119. Wong cilik dadi priyayi—Rakyat kecil jadi priyayi.

120. Sing mendele dadi gedhe—Yang curang jadi besar.

121. Sing jujur kojur—Yang jujur celaka.

122. Akeh omah ing ndhuwur jaran—Banyak rumah di punggung kuda.

123. Wong mangan wong—Orang makan sesamanya.

124. Anak lali bapak—Anak lupa bapa.

125. Wong tuwa lali tuwane—Orang tua lupa ketuaan mereka.

126. Pedagang adol barang saya laris—Jualan pedagang semakin laris.

127. Bandhane saya ludhes—Namun harta mereka makin habis.

128. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan—Banyak orang mati lapar di samping makanan.

129. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara—Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.

130. Sing edan bisa dandan—Yang gila bisa bersolek.

131. Sing bengkong bisa nggalang gedhong—Si bengkok membangun mahligai.

132. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil—Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.

133. Ana peperangan ing njero—Terjadi perang di dalam.

134. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham—Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.

135. Durjana saya ngambra-ambra- –Kejahatan makin merajalela.

136. Penjahat saya tambah—Penjahat makin banyak.

137. Wong apik saya sengsara—Yang baik makin sengsara.

138. Akeh wong mati jalaran saka peperangan– -Banyak orang mati karena perang.

139. Kebingungan lan kobongan—Karena bingung dan kebakaran.

140. Wong bener saya thenger-thenger- –Si benar makin tertegun.

141. Wong salah saya bungah-bungah- –Si salah makin sorak sorai.

142. Akeh bandha musna ora karuan lungane—Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe Banyak harta hilang entah ke mana, Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.

143. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram—Banyak barang haram, banyak anak haram.

144. Bejane sing lali, bejane sing eling—Beruntungla h si lupa, beruntunglah si sadar.

145. Nanging sauntung-untunge sing lali—Tapi betapapun beruntung si lupa.

146. Isih untung sing waspada—Masih lebih beruntung si waspada.

147. Angkara murka saya ndadi—Angkara murka semakin menjadi.

148. Kana-kene saya bingung—Di sana-sini makin bingung.

149. Pedagang akeh alangane—Pedagang banyak rintangan.

150. Akeh buruh nantang juragan—Banyak buruh melawan majikan.

151. Juragan dadi umpan—Majikan menjadi umpan.

152. Sing suwarane seru oleh pengaruh—Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.

153. Wong pinter diingar-ingar- –Si pandai direcoki.

154. Wong ala diuja—Si jahat dimanjakan.

155. Wong ngerti mangan ati—Orang yang mengerti makan hati.

156. Bandha dadi memala—Hartabenda menjadi penyakit

157. Pangkat dadi pemikat—Pangkat menjadi pemukau.

158. Sing sawenang-wenang rumangsa menang — Yang sewenang-wenang merasa menang

159. Sing ngalah rumangsa kabeh salah—Yang mengalah merasa serba salah.

160. Ana Bupati saka wong sing asor imane—Ada raja berasal orang beriman rendah.

161. Patihe kepala judhi—Maha menterinya benggol judi

162. Wong sing atine suci dibenci—Yang berhati suci dibenci

163. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat—Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.

164. Pemerasan saya ndadra—Pemerasan merajalela.

165. Maling lungguh wetenge mblenduk — Pencuri duduk berperut gendut.

166. Pitik angrem saduwure pikulan—Ayam mengeram di atas pikulan.

167. Maling wani nantang sing duwe omah—Pencuri menantang si empunya rumah.

168. Begal pada ndhugal—Penyamun semakin kurang ajar.

169. Rampok padha keplok-keplok- –Perampok semua bersorak-sorai.

170. Wong momong mitenah sing diemong—Si pengasuh memfitnah yang diasuh

171. Wong jaga nyolong sing dijaga—Si penjaga mencuri yang dijaga.

172. Wong njamin njaluk dijamin—Si penjamin minta dijamin.

173. Akeh wong mendem donga—Banyak orang mabuk doa.

174. Kana-kene rebutan unggul—Di mana-mana berebut menang.

175. Angkara murka ngombro-ombro- –Angkara murka menjadi-jadi.

176. Agama ditantang— Agama ditantang.

177. Akeh wong angkara murka—Banyak orang angkara murka.

178. Nggedhekake duraka—Membesar- besarkan durhaka.

179. Ukum agama dilanggar— Hukum agama dilanggar.

180. Prikamanungsan di-iles-iles- –Perikemanusiaa n diinjak-injak.

181. Kasusilan ditinggal— Tata susila diabaikan

182. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi—Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.

183. Wong cilik akeh sing kepencil—Rakyat kecil banyak tersingkir.

184. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil—Karena menjadi kurban si jahat si laknat.

185. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit—Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.

186. Lan duwe prajurit—Dan punya prajurit.

187. Negarane ambane saprawolon– -Lebar negeri seperdelapan dunia.

188. Tukang mangan suap saya ndadra—Pemakan suap semakin merajalela.

189. Wong jahat ditampa—Orang jahat diterima.

190. Wong suci dibenci—Orang suci dibenci.

191. Timah dianggep perak—Timah dianggap perak.

192. Emas diarani tembaga—Emas dibilang tembaga

193. Dandang dikandakake kuntul—Gagak disebut bangau.

194. Wong dosa sentosa—Orang berdosa sentosa.

195. Wong cilik disalahake– -Rakyat jelata dipersalahkan.

196. Wong nganggur kesungkur— Si penganggur tersungkur.

197. Wong sregep krungkep—Si tekun terjerembab.

198. Wong nyengit kesengit—Orang busuk hati dibenci.

199. Buruh mangluh—Buruh menangis.

200. Wong sugih krasa wedi—Orang kaya ketakutan.

201. Wong wedi dadi priyayi—Orang takut jadi priyayi.

202. Senenge wong jahat—Berbahagial ah si jahat.

203. Susahe wong cilik—Bersusahlah rakyat kecil.

204. Akeh wong dakwa dinakwa—Banyak orang saling tuduh.

205. Tindake manungsa saya kuciwa—Ulah manusia semakin tercela.

206. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi— Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.

207. Wong Jawa kari separo—Orang Jawa tinggal separo.

208. Landa-Cina kari sejodho — Belanda-Cina tinggal sepasang.

209. Akeh wong ijir, akeh wong cethil—Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.

210. Sing eman ora keduman—Si hemat tidak mendapat bagian.

211. Sing keduman ora eman—Yang mendapat bagian tidak berhemat.

212. Akeh wong mbambung—Banyak orang berulah dungu.

213. Akeh wong limbung—Banyak orang limbung.

214. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka—Lambat- laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

WASIYAT PARA LELUHUR TENTANG TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN DAN KEDATANGAN RATU ADIL SULTAN HERUCAKRA-IMAM MAHDI MUHAMMAD

Wasiyat-wasiat ini sudah jelas, zahir di masa sekarang sehingga sesuai dengan wasiat-wasiat itu sekarang sudah akhir zaman dan Imam Mahdi Muhammad sudah datang. Maka seharusnya masyarakat yang diberi wasiyat haruslah bersujud dan banyak-banyak bersyukur, misal : Masyarakat Banten mengenal buku wasiyat, yaitu “Babad Banten” yang merupakan harta pusaka yang paling berharga yang diwariskan oleh para leluhur, yaitu orang-orang suci Banten masa lampau untuk keselamatan anak cucunya dan masyarakat Banten. Isi wasiyat itu adalah ilham dari Allah SWT kepada para Aulia dan orang-orang suci yang menggambarkan tanda-tanda akhir zaman dan saat kedatangan Imam Mahdi Muhammad—Ratu Adil yang dijanjikan.

Adanya “Peristiwa Besar” ?? yaitu terjadinya berbagai rentetan peristiwa besar baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain di seluruh dunia yang berupa bencana-bencana alam, pergolakan sosial, politik, krisis ekonomi, moral dan akhlak, berbagai macam wabah penyakit baik pada manusia maupun hewan dan tanaman, dll. Dalam tahun 1998 terjadi peristiwa besar di Indonesia, masyarakat menuntut pembersihan negeri ini dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), perlu reformasi total di segala bidang kehidupan. Reformasi itu harus dimulai dari reformasi moral/akhlak karena segala kerusakan itu bersumber dari kerusakan moral agama.

Semua orang mengatakan berbagai bencana ini adalah AZAB TUHAN. Itu benar. Apa sebabnya? Karena mereka telah banyak berbuat dosa dan belum menerima Imam Mahdi Muhammad, termasuk konsep-konsep untuk memanage, mengatur alam dan seisi-nya. Selama mereka belum menerima Beliau, bencana-bencana akan datang seakan-akan yang mengirim adalah Allah SWT, bahkan akan terjadi bencana demi bencana yang lebih luar biasa menghancurkan dan membawa kesengsaraan bagi umat manusia. Mengapa ?? karena manusia telah berbuat dhalim dan mengingkari aturan-aturan yang ditetapkan Allah SWT. Yang diingatkan kembali oleh Reformer Besar, Mujaddid Besar, muridnya Nabi paling Agung dan mulia, Khatamannabiyyin, YM. Rasulullah saw.

Diantara wasiyat-wasiat-nya :
1. Wasiyat di Jawa Tengah
“Kalau Imam Mahdi datang, tentaranya Malaikat (Sirullah/tentara Allah). Ngluruk tanpa bolo (menyerang tanpa bala tentara). Menang tanpa ngasorake (kalau menang tidak akan menghinakan lawan). Masuk zaman ke-5 yang disebut zaman kalasuba (zaman kegembiraan), sebab waktu itu hanya kegembiraan yang dijumpai di mana-mana. Tampak keadilan, rakyat kecil gembira dan tertawa, tidak ada pencuri dan penjahat. Ini bersamaan dengan turunnya RATU GINAIB (Gaib) yang bernama RAJA AMISAN, juga disebut SULTAN HERUCOKRO YANG ADIL. Zaman ini mulai tahun 1801 – 1900.”

Keterangan :
Wasiyat ini diceritakan oleh Bp. Muhammad Ahmad, di keraton Solo tahun 1998 yang bersumber dari buku “Rahasia Ramalan Djojobojo Ronggowarsito & Sabdopalon” oleh Anjar Ani 1996. Raja Amisan itu kata yang bersumber dari bahasa Persia yang maksudnya Al Masih. Herocokro berarti pemimpin dunia rohani berbudi luhur. Sesuai wasiyat memang waktu kedatangan Imam Mahdi Muhammad persis seperti diwasiatkan dan situasi damai dan gembira telah tercipta di dalam kalangan Jamaahnya Imam Mahdi Muhammad (Jamaah Ahmadiyah).

2. Wasiyat di Tegal, Jawa Tengah dan Cirebon.

Bapak Kusadi tanggal 4 Januari 1999 menceritakan wasiat dari kakeknya Bp. Kantab yang diceritakan oleh uyutnya “Buyut Dawen” (pasukan Sultan Agung yang menyerang VOC di Jakarta) asal Tegal, Jawa Tengah. Wasiyat itu persis yang diceritakan oleh guru sekolah Perpoleg School di Ciledug, Cirebon (yang bernama Suwartaatmadja) waktu beliau kelas 4 Sekolah Rakyat (SR) sebagai berikut :

“Eh Barudak, engke maraneh lamun panjang umur, bapa pesan amanat soal Kahuripan ; Maraneh lamun geus imah-imah ulah boga imah di sisi jalan gede deukeut tangkal gede, deukeut cai gede. Leu mah aya ciri, pangkulu ilang destare, wanita ilang wirange. Leu ciri dongkapna Ratu Adil – Imam Mahdi.”

Artinya :
Wahai anak-anak, nanti kalau kalian panjang umur, bapak pesan amanat soal kehidupan ; kalian kalau mendirikan rumah jangan di pinggir jalan besar, di dekat pohon besar, dekat sungai besar. Ini untuk kehidupan dunia. Untuk kehidupan agama dan ada tanda-tanda yaitu para pimpinan akan hilang mahkota (kebesaran/harga dirinya), wanita hilang malunya. Ini tanda-tanda telah datangnya Ratu Adil – Imam Mahdi Muhammad.

3. Wasiyat di Cirebon.
Pada tanggal 28 April 2000, Bp. Walid bin Ahmad (keturunan ke 14 dari Sunan Gunung Jati di Cirebon yang uyutnya bernama Mbah Mukayim, pendiri Pesantren BUNTET) diundang datang shalat Jum’at di Mesjid Jamaah Muslim Ahmadiyah(Pergerakannya Raja Adil) di Kebayoran oleh oleh Sdri. Sidrah Nur Saddiqa. Ba’da Shalat Jum’at beliau yang datang bersama Bp. Faisal putera dari Maulana Saleh A. Nahdi (alm.) memberi penjelasan tentang wasiyat kedatangan Imam Mahdi Muhammad di Cirebon sebagai berikut :

“Syeikh Gagak Lumajang datang ke Cirebon akan menjadi tokoh kebangkitan Islam di Indonesia”. Bapak Walid menjelaskan lebih jauh bahwa yang dimaksud dalam wasiyat ini secara hakekatnya adalah Ratu Adil – Imam Mahdi Muhammad yang datang ke Cirebon naik angkutan udara (gagak = burung, Lumajang = terbang). Kejadian ini secara syariatnya adalah kedatangan Khalifah Jamaah Ahmadiyah yang ke IV, Hz. Mirza Tahir Ahmad atba., cucunda Hz. Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi Muhammad) yang akan mengumandangkan suara reformasi (tajdid) rohani dari Imam Mahdi Muhammad di Indonesia dalam tahun 2000 ini. Bapak Walid bilang : Saya telah memperjuangkan dengan istiqamah kedatangan Khalifah dengan teman-teman dan bersama Bp. Prof. M. Dawam Rahardjo SE, di Lembaga CIDES dan syukur Alhamdulillah Bp. Presiden Gus Dur serta para pejabat lembaga-lembaga Tinggi Negara merestui kedatangan wujud yang membawa suara kebangkitan besar Islam di Indonesia di zaman akhir ini.

Bp. Miskah Ahmadi bin Kanta Asman ketika kelas III SR (th. 1952) mendapat wasiyat untuk kedatangan Imam Mahdi Muhammad dari kakek misan Bp. Raksa yang harus dihafal dalam bentuk petakonan sebagai berikut :

Asal ti mana maneh? Asal ti kudratullah! Saha Imam maneh? Ratu Adil-Imam Mahdi asal ti mana Imam Mahdi? Asalna ti gunung cemara putih! Lamun tiasa jawab, salamat. Lamun henteu, bakal cacag bolong ku Imam Mahdi.
Engke maneh percuma berguru ka kiyai. Lamun aya Haji datang ka Manislor eta agama anu benar. Engke ti Manislor aya pasar rame dikunjungi orang-orang dari semua pelosok dunia.

KETERANGAN :
Apa yang diwasiyatkan ternyata benar, yaitu Imam Mahdi Muhammad datang dari kaki gunung salju (pegunungan Himalaya). Th. 1954 Bp. H. Basari (alm.) dari Singaparna datang ke Manislor membawa cerita bahwa Imam Mahdi Muhammad telah datang, maka seluruh kampung Manislor bai’at. Setelah itu memang Manislor selalu ramai dikunjungi tamu-tamu.

SERUAN:
Wahai umat Islam, tak ada kurangnya firman Allah SWT., sabda Rasulullah saw., wasiat para Mujaddid seperti Syech Abdul Qadir Jaelani, para Waliyullah dan leluhur kita,…mari kita mengikuti wasiyat-wasiyat itu, supaya kita selamat.

4. Wasiat Banten.
Wasiat ini merupakan harta pusaka terpendam yang paling berharga bagi generasi zaman sekarang & dibukakan oleh para tokoh-tokoh atau tetua di berbagai tempat sewaktu team tabligh Jemaat Ahmadiyah Kebayoran mengadakan ekspedisi Tabligh (penyampaian amanat) keliling Banten sejak tahun 1992.

Adapun wasiyat-wasiyat tersebut diantaranya sebagai berikut :
“Nanti pantai di daerah Banten akan menjadi ramai. ‘Hutan Panimbang akan menjadi kota. Ini tanda-tanda akhir zaman. Pada waktu itu akan datang rombongan dari utara ke selatan membawa tujuh bendera. Semua orang Banten yang dilewati, mengikuti rombongan itu. Yang sedang bekerja meninggalkan pekerjaannya, yang sedang makan meninggalkan makanannya, yang sedang menyusui meninggalkan anak susuannya. Di antara tujuh bendera itu ada satu bendera hitam dan ada tulisan arabnya. Itulah bendera IMAM MAHDI—RATU ADIL. Orang-orang banten diwasiyatkan supaya ‘selamat rohani’ harus mengikuti bendera hitam itu.”

Keterangan :
Bapak Sanusi, mantan Kepala Desa Namprak, Kecamatan Cibaliung (Ujung Kulon), Kabupaten Pandeglang, sehari sebelum bulan Ramadhan tahun 1992. Beliau mengatakan sekarang pantai di Banten telah ramai seperti pantai Carita, hutan Panimbang sekarang telah jadi kota Kecamatan. Bapak Sanusi kemudian bai’at (menyatakan diri masuk) ke dalam Jema’at Ahmadiyah setelah mendapatkan penjelasan bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah Jemaat, jamaah, pergerakan yang didirikan oleh Imam Mahdi Muhammad.

Bendera Jema’at Ahmadiyah memang berwarna hitam dengan tulisan ayat Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 124 (3 : 124):
ولقد نصركم الله ببد روانتم اﺫلة
Yang artinya : “ Dan sesungguhnya Allah menolong kamu dengan Badrin ketika kamu dalam keadaan lemah.”

Yang dimaksud dengan BADRIN adalah perang Badar (ketika Islam awal di zaman Rasulullah masih lemah) dan Badrin berarti pula Bulan Purnama/lambang Imam Mahdi Muhammad karena fungsi kemunculannya seperti Bulan Purnama yaitu menerangi kegelapan rohani dan waktu. Kedatangan Imam Mahdi Muhammad seperti bulan pada hari ke 14 yang mengisyaratkan abad ke -14 Hijriah. Tugas kedatangannya untuk memperkuat Islam yang telah melemah di akhir zaman.

Wasiyat Kedua, …
“ Bismillahirrahmanirrahim
Ratu Adil alam arta
Pangeran Teteg agama
Ti lahir datang ka bathin
Ti dunia manjing akhirat
Purba Kawasa, Purba Wisesa”
Keterangan :
Wasiyat ini diungkapkan oleh Drs. Usman Jayaprawira yang bersumber dari Abah Ismail (Jawara terkenal) di Cikeusik, Banten Selatan tanggal 9 Pebruari 1992. Abah Ismail mendapat wasiyat ini dari almarhum H. Koyang, seorang tokoh dan ulama besar terkenal di Kadu Pinang (buyut dari Drs. Usman J), Mengger, Pandeglang, buyut dari Buya Naufal seorang tokoh terkenal yang sekarang bertempat tinggal di Labuan pantai Barat Banten. Setelah memahami Jemaat Ahmadiyah ini adalah Jemaat yang didirikan oleh Imam Mahdi dan Imam Mahdi itu adalah Ratu Adil yang dijanjikan kedatangannya, pada bulan Juli 1992 beliau dan keluarganya serta banyak familinya kemudian bai’at ke dalam Jemaat Ahmadiyah. Mengapa mereka bai’at? Karena mereka yakin dari bunyi wasiyat tersebut bahwa Ratu Adil itu Pangeran teteg (Penegak) agama yang serba kuasa dan gagah perkasa, mengisi alam dengan harta lahir dan natin di dunia sampai akherat.

Wasiat ketiga, “Nanti bila Mesjid Munjul selesai dibangun bakal turun Imam Mahdi. Pada tahun 2000 Imam Mahdi akan datang ke mana-mana.
Keterangan :
Wasiyat ini diungkapkan oleh Bapak Ustaz, Rahmani (alumni Perguruan Mathlaul Anwar) Menes Banten. Ustadz Rahmani ini menantu Abah Sa’i, mantan Kepala Desa Angsana, pewaris silsilah Munjul. Mesjid Munjul itu adalah mesjid ke-2 setelah Mesjid Banten Lama, dibangun sudah lebih dari 400 tahun tidak selesai-selesai pembangunannya. Selesainya tahun 1992, itupun belum selesai pagar dan sumurnya. Peresmian selesainya pembangunan mesjid ini dipimpin oleh Buya Naufal-Labuan (alm).
Ustadz Rahmani dengan rombongan yang datang ke Pusat Jemaat Ahmadiyah di Parung-Bogor sebagai utusan Abah Sa’I, dan setelah mengetahui Jemaat Ahmadiyah ini adalah Jemaat Imam Mahdi, sesuai wasiyat leluhur, mereka semua bai’at.
Abah Sa’I yang telah lima tahun berpuasa sunat nafal dan berdoa kepada Tuhan untuk bisa menemukan jalan yang benar (karena melihat telah terjadi berbagai macam kerusakan) juga telah bai’at beserta banyak famili-familinya.

Wasiat keempat,
Nanti di Kole-Pamarayan akan dibangun mesjid, bendungan Pamarayan akan dipindahkan ke tempat asalnya. Waktu itu dipesankan oleh para leluhur supaya orang Pamarayan tidak ikut kerja di bendungan itu. Itulah tanda-tanda akhir zaman dan waktu itulah Imam Mahdi datang. Orang yang boleh lewat di jembatan di atas bendungan dari Barat ke Timur hanya yang yang lulus ujian screening (saringan).
Keterangan :
Wasiat ini diungkapkan oleh Abah H.M. Rafei, mantan Kepala Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten. Beliau telah berumur 104 tahun (tahun 1992) namun fisik masih kuat. Bendungan Pamarayan itu terbesar dulu di Jawa Barat waktu zaman Belanda. Tahun 1992 mulai dipindahkan ke tempat asalnya di sebelah Barat dengan Mega Proyek, dan sesuai wasiyat leluhur anehnya memang orang Pamarayan tidak ada yang ikut kerja di proyek tersebut.
Mesjid di Kole telah dibangun. Jadi semua wasiyat telah terwujud dengan sempurna. Berarti sekarang telah terwujud dengan sempurna. Berarti sekarang telah akhir zaman dan Imam Mahdi Muhammad telah datang.
Murid-murid Imam Mahdi Muhammad juga telah datang ke Pamarayan yaitu mulai tanggal 14 Oktober 1992 ; setelah diperlihatkan foto Imam Mahdi Muhammad kepada Abah H.M. Rafei, beliau mengomentarinya bahwa orang di foto itu adalah Guru Tasawuf namanya ‘Nabi Ahmad’.
Ketika ditanya lebih lanjut, darimana sumber nama ‘Nabi Ahmad’ itu, beliau menjawab dari kitab dan pelajaran turun-temurun. Beliau membuka kitab tuanya dan menunjukkan silsilah leluhurnya dari Sultan Ageng Tirtayasa yaitu dari turunan Sunan Gunung Jati. Jadi ajaran bahwa Imam Mahdi Muhammad itu bernama ‘Nabi Ahmad’ berasal dari ajaran para Walisongo.
Bendungan Pamarayan menurut wasiyat dikenal pula sebagai Bendungan Para Wali. Ternyata menurut Abah H.M. Rafei, yang merupakan pewaris silsilah Pamarayan, di Pamarayan inilah tempat tinggal pertama kali Sunan Gunung Jati waktu datang ke Banten dan orang-orang Banten sampai ke Ujungkulon semua datang belajar agama di situ. Makam-makam tua para santri yang berangka tahun 1500-an masih terpelihara di tempat ziarah Kole Pamarayan. Bendera hitam Imam Mahdi Muhammad telah diserahkan ke Abah H.M. Rafei dan sekarang disimpan di rumahnya untuk kemudian nanti di arak ke seluruh Banten sesuai wasiat leluhur. Nama Pamarayan artinya “Penyaringan”. Sesuai wasiyat, di situ di-screening (disaring) orang-orang yang akan bisa melewati jembatan (artinya jembatan hidayat) menjadi murid-murid Imam Mahdi Muhammad melalui saringan syarat-syarat bai’at.
Abah H.M. Rafei kemudian bai’at ke dalam Jemaat Ahmadiyah tanggal 30 Mei 1997 bersama famili-familinya, yaitu satu bulan setelah bendungan yang baru dipakai dan bendungan lama ditutup.

Wasiat kelima,
“Engkau awas, nanti apabila tahun akan mendatang 2000 kamu harus ikut ke Imam Mahdi, karena Imam Mahdi itu tahun 2000 dia bakal turun karena dia menuntut kemenangannya. Kita terus jangan ketinggalan, harus masuk semua.
Keterangan :
Wasiat ini diungkapkan oleh seorang tokoh masyarakat Desa Pacar, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Ketika beliau ditanya mengapa beliau bai’at ke dalam Jemaat Ahmadiyah tanpa banyak menyelidiki dulu, tokoh tersebut dengan panggilan akrabnya Bapak Jenggot menerangkan bahwa wasiyat itu sangat jelas. Saya dapatkan dari guru saya Bapak Elang Angkawijayakusuma, Imam Mesjid Raya Cirebon (“Elang” adalah predikat anak cucu Sunan Gunung Jati di Cirebon) di masa saya masih muda. Wasiyat ini diberikan tengah malam bersama 4 orang murid lainnya (mungkin juga murid-murid yang lain lagi diberi wasiyat pada malam-malam yang berbeda). Saya tanya lagi ke orang tua kandung di desa Jatisura, Kecamatan Cikades, Indramayu ; dijawabnya “Iya benar”. Saya tanya lagi ke bapak Wali Suta, desa Gunung Ciwaliwis, kecamatan Sumedang, Kabupaten Sumedang. Beliau menjawab: “Iya, jelas, tak mungkin dipungkiri lagi”. Bapak Jenggot bai’at tahun 1994 bersama 16 (enam belas) kepala keluarga di Desa Pacar.
Himbauan :
Kepada seluruh masyarakat, terutama masyarakat Banten dan Cirebon, perhatikanlah tanda-tanda akhir zaman ini. Para Wali dan orang-orang suci zaman dulu telah berdoa kepada Allah SWT. Untuk keselamatan umat di zaman akhir ini. Doa itu telah dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan memberikan tanda-tanda seperti yang diwasiyatkan turun-temurun di atas. Siapa yang patuh dan taat pada wasiyat ia akan diselamatkan oleh Tuhan, siapa yang menolak wasiyat dia tidak akan selamat. Perhatikanlah berbagai azab dan bencana yang sedang melanda di zaman ini. Mari kita selamatkan diri kita (di dunia ini juga dan u8ntuk akhirat nanti) Semoga Allah SWT memberikan pertolongan-Nya, Amin.
….
Wasiat lainnya, Bapak Ahmad Sayuti, Talang Padang, Kota Baru, Lampung, pada bulan Juli 1998 menceritakan wasiyat para leluhur Banten, demikian :
“Nanti pada akhir zaman antara Sumatera dan Jawa akan dibuat jembatan.”
…menurut Beliau bahwa masa itu adalah zaman sekarang dan jembatan yang dimaksud adalah kapal-kapal angkut besar seperti yang sekarang ditumpangi dari Bakauni ke Merak. Arti ini ada benarnya tapi menurut Kami penzahiran yang sebenarnya secara nyata dalam bentuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Sumatera dan Jawa InsyaAllah pasti akan terbukti juga nantinya,…seperti halnya ‘jembatan SuraMadu’ tinggal menunggu waktu. Hal ini menurut Kami ada hikmahnya…mengapa belum zahir juga, sedang waktu sekarang berdasarkan kebutuhan seharusnya sudah terealisasi.
Kemudian, Bapak H. Halimi, dengan nama panggilan Tb. H. Entoes Sahal (mantan ABRI) di Temu Putih, Mancak Cilegon (saudaranya Bapak Ahmad Sayuti), keponakan Bpk Tb. K.H. Ahmad Chatib (alm), mantan Residen Banten di zaman Belanda dan pejuang kemerdekaan. Menurut puterinya, Ny. Hj. Ratu Tinty, Tb. K.H. Ahmad Chatib bahkan pernah dibuang ke Digul ; alamat jelasnya : Jl. Kedung Kemiri I No. 86 Telp (0254)393832 Cilegon, Banten.
“Nanti air dari Cidanau (sungai besar yang mengalir ke pantai barat Banten) akan disalurkan.”
Wasiyat ini telah menjadi kenyataan, yaitu air dari Cidanau telah disalurkan melalui pipa besar ke Cilegon.
Ada lagi wasiyat lain :
“Nanti akan ada lampu-lampu di Merak berkelap-kelip seperti gemerlapnya bintang-bintang di langit.”
Apa yang diwasiyatkan ini juga sudah menjadi kenyataan.
Pada tanggal 18 September 1999 beliau bai’at menjadi murid Imam Mahdi Muhammad, setelah bai’at beliau lebih lanjut berkomentar :
“Dulu waktu saya kecil, buyut saya (yang bernama H. Aliman, orang terkemuka agama di kampung Curug Barang, Kecamatan Mancak, Cilegon) menceritakan kepada saya, kalau di zaman akhir nanti di Gardu Dekan (simpang jalan ke Merak dan Labuan) itu akan menjadi kota dan banyak bintang gemerlapan. Orang-orang dari seluruh daerah tumplek ke situ mencari ronggeng yang namanya Nyi Dayang Sumbi. Kemudian air dari Cidanau dialirkan ke Cilegon. Bilamana orang-orang itu minum air di Cilegon, akan timbul kerusuhan kecil-kecilan dan kemudian Arun dari Cirebon sampai ke Cilegon, seolah-olah kawin dengan air dari Cidanau (inilah yang menjadi kenyataan sekarang, pipa air dari Cidanau bertemu dengan pipa gas dari Cirebon). Saat itu akan timbul kerusuhan-kerusuhan di daerah-daerah. Kalau kamu masih ada umur akan menemukan kesejahteraan hidup tapi tidak akan lama. Selanjutnya banyak sekali sengketa-sengketa di tiap-tiap daerah karena orang berebut kedudukan”.

Beliau masih mencari buku Babad Banten itu, bahkan sampai ke Madura, Bengkulu, Jambi dan Riau. Namun buku itu belum juga ditemukan. Pentingnya buku itu karena isinya harus diceritakan kepada masyarakat Banten supaya dengan itu mereka menyadari bahwa ada wasiyat untuk keselamatan mereka, bahwa berdasarkan tanda-tanda yang diwasiyatkan itu sekarang sudah akhir zaman dan Imam Mahdi Muhammad yang ditunggu-tunggu telah datang.

Kemudian, Tanggal 16 Maret 2000, Bp. Muhammad Saleh, Ciputat, Jakarta Selatan mengemukakan sebuah wasiyat yang didengarnya dari Bp. Marzuki karyawan Perhutani, Kp. Babakan, Cibaliung. Bp. Marzuki waktu menjadi murid pesantren “Mega Cemara” Cigeulis, Pandeglang-Banten, pada tahun 1959 mendengar langsung wasiyat pimpinan pesantrennya yang bernama Abuya Surya (alm. Th.1971) sebagai berikut :
Ada wasiyat turun temurun bahwa Bangsa Indonesia pertama-tama dipimpin oleh seorang nenek-nenek, kemudian oleh seorang Mantri, kemudian oleh seorang Santri. Pada saat dipimpin seorang Mantri terjadi kemajuan besar, perhubungan mudah, rumah tinggi-tinggi. Pada saat dipimpin Santri Bangsa Indonesia mengalami keributan dan yang diributkan masalah SARA. Yang mendamaikan keributan itu nanti adalah Ratu Adil Imam Mahdi Muhammad. Pada saat Ratu Adil Imam Mahdi Muhammad datang kalian harus ikut supaya selamat.
Keterangan :
Nenek (Ratu Wilhelmina), Kakek (Bung Karno), Mantri (Soeharto), Santri (Gus Dur), perhatikan tanda-tanda tersebut, semua sudah terjadi. Oleh karena itu cari Imam Mahdi Muhammad dan ikuti supaya selamat.

Jadi Sekarang masyarakat (Banten khususnya) tinggal mencari Imam Mahdi Muhammad dan menguji kebenarannya. Menguji kebenaran tidak sulit sebab kebenaran itu nyata bedanya dengan kepalsuan. Kalo sudah menemukan Imam Mahdi Muhammad dan teruji kebenarannya (dengan berbagai alat uji), maka tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut bergabung (bai’at). Kalau tetap masih ragu-ragu, lakukan shalat istikharah meminta petunjuk langsung Allah SWT.

5. Wasiyat di Jabar.
Pada tanggal 2 Desember 1993, Ny. St. Hanifah Anwar, Terogong Raya No.35, Jakarta Selatan melagukan dalam senandung, cacandran sebagai berikut :

CACANDRAN PARA LULUHUR,
CIRI BUMI DAYEUH PANCA TENGAH,
CIRI DAYEUH PANCA TENGAH,
LEMAH LUHURNA,
LEMAH LENGKOBNA,
LEMAH PADATARANANA,
TITISAN PARA BUJANGGA,
TEU SULAYA TINYATANA.

Maknanya secara bebas :
Pesan-pesan atau wasiyat turun-temurun para leluhur (ini harus terus diwaspadai dan dicermati karena sangat penting). Perhatikan tanda-tanda alam di bumi, nanti suatu saat akan ada kota-kota besar yang akan menjadi pusat segala aktifitas dari segala penjuru dan pelosok yang sangat mempengaruhi warna kehidupan.
Pada saat itu bangunan di kota-kota serba beratapkan bahan dari tanah (genteng, semen), begitu juga dinding-dinding yang berlorong-lorong dibuat dari bahan tanah (bata, semen), begitu juga lantainya (dahuli dibuat dari kayu/bambu).
Demikian wasiyat ini di’titis’kan turun-temurun sebagai pertanda dan tidak ada satupun yang meleset dari kenyataannya.

Keterangan :
Cacandran ini merupakan wasiyat di Jawa Barat yang dilagukan sebagai bait pertama yang kemudian diikuti cacandran/wasiyat-wasiyat lainnya yang menggambarkan tanda-tanda akhir zaman dan kedatangan Imam Mahdi Muhammad.
Di Tasikmalaya
Ny. Yuyu Ali Mukhayat, Sindangwangi, Kecamatan Kawalu pada tanggal 29 Mei 2000 mengungkapkan pesan-pesan leluhur di Tasikmalaya sebagai berikut :
a. Saya waktu kecil mendapat cerita dari Ibu kandung Ny. H. Zulaeha:
“Jaga lamun Imam Mahdi datang zaman bakal tibalik nyaeta jelema miskin bakal muruhkeun nutu kanu beunghar” (artinya: Kelak bila Imam Mahdi Muhammad datang zaman bakal terbalik yaitu orang miskin akan menyuruh numbuk padi kepada orang kaya).
Keterangan :
Zaman yang dimaksud adalah zaman sekarang karena benar-benar sudah terbalik. Tak ada lagi orang miskin yang menumbuk padi seperti dulu, justru mereka menyuruh orang kaya (pemilik mesin giling) menumbuk (menggilingkan) padinya.

b. Disamping itu dari kakek kandung Bp. Madharpi menceritakan :
“Yen engke di akhir zaman lamun Imam Mahdi datang jelema bakal ngalalempor”. (artinya: bahwa nanti di akhir zaman bila Imam Mahdi Muhammad datang orang-orang akan ngesot/tidak mau jalan).
Keterangan :
Jaman itu adalah zaman sekarang, karena banyak sarana angkutan yang serba cepat, orang-orang tidak mau jalan kaki lagi walaupun dalam jarak yang dekat.

c. Ibu H. Uha Enong, Tolenjeng, Kecamatan Indihiang, Tasikmalaya, menceritakan pada tahun 1985, wasiyat leluhur “ Engke upami Imam Mahdi sumping bakal aya kereta api ka Galunggung”
Keterangan :
Wasiyat ini telah terjadi yaitu setelah gunung Galunggung meletus tahun 1982 dibuat jalan kereta api ke Gunung Galunggung untuk ngangkut pasir.

Bp. Henda, asal Kampung Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, Ciamis, Jabar, pada tanggal 4 Januari 1999 menceritakan wasiyat kakeknya “Aki Atma” waktu beliau berumur 10 tahun sebagai berikut :
“Lamun jalan gede geus nembus Gudawang, Gunung Rompe boneas ngajadi lembur, eta tandana kasumpingan Ratu Adil-Imam Mahdi. Kaajaibanbeusi koneng di zaman eta, disudukkeun kana gunung runtuh, kana sagara bisa saat. Engke ujang bakal jadi muridna anu bakal unggah ka unggal golodog.”
Artinya :
Bila jalan besar duah tembus Gudawang, gunung Rompe jadi kampung/pemukiman, itu tanda-tanda kedatangan Ratu Adil – Imam Mahdi Muhammad. Keajaiban besi kuning bisa meruntuhkan gunung, mengeringkan danau. Nanti kamu bakal jadi muridnya yang akan berkunjung dari rumah ke rumah.
Keterangan :
Apa yang diwasiyatkan semua telah terjadi. Lima tahun yang lalu jalan di Gudawang sudah tembus, gunung Rompe sudah ditebang dijadikan desa. Besi kuning (buldozer karena selalu dicat kuning) dipakai menghancurkan gunung-gunung, mengeringkan rawa dan danau untuk kepentingan pembangunan. Bp. Henda pun dengan keluarga-keluarganya telah bai’at menjadi murid-murid Imam Mahdi Muhammad. Dan sesuai wasiyat, Bp. Henda selalu berkunjung dari rumah ke rumah menyampaikan amanat bahwa Imam Mahdi Muhammad telah datang.

6. Wasiyat di Bima.
K.H. Usman Abidin (alm.), pendiri Partai Ikatan Kaum Muslimin (IKAM) di Bima pada umur 28 tahun dan Ketua Partai Masyumi yang pertama di Bima, sekaligus waktu itu Ketua DPRD Bima dan juga Ketua Badan Mahkamah Assariah (yang mengurus masalah keagamaan) di Bima, Imam Masjid Raya Bima dan Ulama Istana Bima, pindah ke Jakarta tahun 1957 dan aktif di NU pada kegiatan-kegiatan pendidikan (4 buah pesantren dan 5 buah Mesjid Jami’), didatangi tanggal 14 Pebruari 1994 di rumahnya di Petamburan – Jakarta.
Ketika ditanya bagaimana ceritanya sehingga orang-orang di Bima sekalipun mereka itu hidup terpencil sampai jauh ke gunung-gunung tidak ada yang tidak tahu cerita Imam Mahdi Muhammad, beliau menjelaskan sebagai berikut :
Pada waktu zaman penjajahan dulu, umat Islam mendapat tekanan dan serangan yang luar biasa dari penjajah, sehingga pada waktu itu umat Islam hampir-hampir putus asa. Di masa itu Imam Masjidil Haram di Mekkah menyampaikan seruan kepada seluruh Ulama Islam di seluruh dunia supaya mengajarkan tentang Imam Mahdi Muhammad karena hanya Imam Mahdi Muhammad satu-satunya harapan yang dapat menolong Islam saat itu. Oleh karena itu terjadilah pengajaran Imam Mahdi Muhammad yang meluas sampai ke kampung-kampung.
Ketika ditanya lebih lanjut, dimana ada cerita Imam Mahdi Muhammad dalam Al-Quran? Beliau menjawab :
Pada surah Ash-Shaf yang bunyinya, “min ba’dismuhu Ahmad”. Ahmad itulah nama Imam Mahdi Muhammad. Nama itu adalah nama Nabi Muhammad yang disimpan di langit. Ketika Imam Mahdi Muhammad datang, maka nama itu diambil dan diberikan kepada Imam Mahdi Muhammad.
Ketika ditanya lagi, apakah orang-orang tua dulu suka baca surah As-Sajdah waktu shalat subuh di hari Jum’at. Beliau menjelaskan…waktu sebelum Perang Dunia ke-2, semua Imam Shalat membaca surah As-Sajdah waktu shalat subuh hari Jum’at. Itu hobi mereka. Suatu aib bagi Imam apabila tidak bisa membaca surah ini.

Keterangan :
H. Usman menjelaskan bahwa leluhurnya berasal dari Baghdad, pendiri pesantren pertama yang bertempat di Jadu, Dompu-Bima yang kemudian menjadi cikal bakal pesantren di Madura, Jawa dan lain-lainnya.
Jadi orang tua-tua dulu memahami hakikat Imam Mahdi Muhammad, yaitu “Ahmad” dalam surah Ash-Shaf. Kapan datangnya, yaitu pada awal abad ke 14 H., sebagaimana diisyaratkan dalam surah As-Sajdah. Oleh karena itulah sehingga mereka membaca surah As-Sajdah waktu shalat Subuh hari Jum’at (waktu shalat Subuh Allah SWT. Sangat dekat dan hari Jum’at doa paling makbul). Dan mereka semua sebelum P.D II sudah mencari dimana itu Imam Mahdi Muhammad. Sampai hari ini (saat itu tahun 2000) mereka masih mencari juga. Walaupun Jamaah Imam Mahdi Muhammad telah menggema ke seluruh dunia dan sepak terjangnya tak ada organisasi manapun yang dapat menandinginya, Islam yang hakiki telah dihidupkan dan syariat telah ditegakkannya kembali di tengah-tengah puncak kemerosotan Islam saat ini, mereka masih belum juga menyadari bahwa Hz. Mirza Ghulam Ahmad, yang lahir di Qadian, Hindustan itulah Imam Mahdi Muhammad yang mereka cari-cari. Mereka kesasar karena kena fitnah ‘ulamauhum’, bahkan istilah Qadian mereka perolok-olok. Mereka tidak menyadari kata Qadian itu Bahasa Arab yang artinya “HAKIM YANG ADIL…YANG PALING HEBAT”,…yang tidak ada tandingannya di kolong langit di akhir zaman ini).
Apa yang diterangkan oleh Bp. KH. Usman Abidin di atas sama dengan yang diwasiyatkan oleh Sayyid Syech Abdul Qadir Jaelani dalam buku “Umdatus – Salik Fi Khairil Musalik” atau buku Murakabah. Ada 20 butir amanat Syech Abdul Qadir Jaelani (Mujadid abad ke-6 H). Pada butir ke-13, disebutkan Tarekatul/Hakikatul Muhammadiyah, sedang pada butir ke-14 diwasiyatkan: Tarekatul/Hakikatul Ahmadiyah karena pangandika (firman) Allah SWT. “Wa Mubasyiran bi rasuulin ya’ti min ba’dis-muhu Ahmad”. (Sumber: Bp. Memed, Bandung).
Kemudian, Orang-orang tua pada tahun 1998, di Pardo Rato, Bima-NTB menceritakan wasiat leluhur orang Bima tentang akhir zaman dan kedatangan Imam Mahdi Muhammad sebagai berikut :
Dou na ngaha ufa, na ngaha haju, na ngaha dana, na ngaha sarae ro wadu. Kantu dei sori na tendo mpoi. Besi na loa karente, na loa ngemo.
Artinya :
Orang-orang akan makan gaji/upah, makan kayu (hasil jualan), makan tanah (tanah dijual), makan pasir dan batu (pasir dan batu dijual). Tempat-tempat yang dalam di sungai akan dangkal semuanya. Besi akan bisa mengapung (angkutan kapal modern) dan bisa terbang (pesawat terbang).
Keterangan :
Semua yang diwasiatkan itu telah terjadi, berarti sekarang telah akhir zaman dan Imam Mahdi Muhammad telah datang.

7. Wasiyat di Sumatera Barat.
Tanggal 16 Mei 1997 Bp. Riznal S.E. pemilik rumah Makan “Dewi Minang” di samping terminal bus Leuwipanjang – Bandung mengemukakan wasiyat leluhur di kampungnya “Sungai Sari”, Kecamatan Tujuh Koto, Kabupaten Padang Pariaman (dekat Ulakan/tempat keramat Waliullah Syech Burhanuddin). Wasiyat itu diajarkan oleh para orang tua-tua/guru ngaji pada murid-murid setiap habis ngaji dan dihafal dalam bentuk tembang (bahaba) sebagai berikut :
“Kalaulah tibo kurun ampek baleh.
Sadanyo akan berubah, laki-laki jadi padusi, Padusi jadi laki-laki,
Matorai tabik di Barat,
Gunuang-gunuang mangguluang
Aia lauik kariang
Itu tando kiamaek akan tibo.

Artinya : Kalaulah tiba abad empat belas (Hijriah). Semuanya akan berubah. Laki-laki jadi perempuan, perempuan jadi laki-laki (zaman terbalik/zaman edan), matahari terbit di Barat, Gunung-gunung menggulung Air laut mengering. Itu tanda kiamat akan tiba.

Keterangan :
Persis seperti diwasiyatkan, pada awal abad ke-14 H mulai terjadi ‘puncak kemerosotan umat Islam’. Seolah-olah dunia terbalik. Laki-laki pakai anting, wanita berpakaian laki-laki. Matahari Islam (siaran Islam) datang dari barat melalui Muslim Television Ahmadiyah. Gunung-gunung meletus dan diruntuhkan serta longsor, terumbu karang dibom sehingga sarang ikan hancur seolah-olah air laut kering. Ini tanda kiamat sughra (kecil) dan datangnya Imam Mahdi Muhammad.

REFERENSI :
1. Al Wassiyat, PB. Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Jakarta.
2. Estinen Murih Kalakon, Hanung, Tegal, Ki Citrasatmaka
3. Ramalan Jayabaya, NN.
4. Rahasia Ramalan Jayabaya, Ranggawarsita & Sabdapalon, Andjar Any, Penerbit Aneka Ilmu Semarang, 1996.
5. Ramalan Jayabaya (Bagian Akhir) Indonesia Masa Lampau, Masa Kini dan Masa Depan, Suwidi Tono, Vision 03, Cetakan I, September, 2003.
6. Life of Ahmad, Dard M.A.
7. Rahasia Satrio Piningit –Awal Zaman Renaissance di Indonesia, Sony Adier Wajendra, 2007.
8. Ramalan Joyoboyo tentang Citra Pemimpin Bangsa, Drs. Adhi Soetardjo ML, MM., Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1999.
9. Relevansi Ramalan Jayabaya dengan INDONESIA ABAD XXI, Hidayat Yoedoprawiro, Balai Pustaka, Jakarta, 2000.
10. http://pusatbahasa,diknas.go.id/ ; http://kamus.kapanlagi.com/
11. http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=3695…
Tentang : Mengintip beberapa Ramalan Prabu Jayabaya.
12. Brosur-Brosur Wasiyat Leluhur, Disusun Drh. Anwar H.M. Saleh, diterbitkan oleh Panitia Jalsah Salanah 2001, 2002…& Jemaat Ahmadiyah Indonesia Kebayoran.
13. …dll.

28 Tanggapan to "Ratu Adil Bukan Orang Indonesia"

Walah… Tulisan ga jelas blas….

wkwkwkwk… mohon dibaca ulang lagi…hehehe

KIAMAT BUKAN RAHASIA ALLAH ( KIAMAT BERSAMA RATU ADIL / WALI ALLAH )

Tentu Ratu Adil adalah Wali Allah, Ratu Adil sudah ada sejak lebih dua puluh tahun silam menyampaikan wahyu – wahyu yang diturunkan Allah dengan tuntunan Al Qur’an ( ayat2 Al Qur’an yang haq / benar ) tetapi penyampaiannya hanya dianggp angin lalu dan penolakan Mahkamah Konstitusi ( MK ) atas tulisan saya ( wahyu – wahyu yang saya sampaikan ), akan tetapi saya tidak akan pernah surut untuk menyampaikan risalah – risalah ( wahyu) Allah demi dunia, khususnya Indonesia terlepas dari kehancuran. Lelah memang beban yang dipikul oleh Ratu adil sebagai Wali Allah, tetapi Allah terus memberi jawaban dengan alam yang semakin hancur.

Para utusan Allah / Wali Allah ( nabi / Rasul ) pun berjuang dengan proses, waktu yang sangat panjang, tidak langsung dapat diterima oleh masyarakatnya, hujatan, cacian yang diterima para Wali Allah ( utusan Allah / nabi / Rasul), tapi Allah terus memberi keyakinan kepada para WaliNya dengan segala macam cara. Kenapa Allah tidak mensegerakan apa yang Dia kehendaki ?, Allah Maha Adil dan Bijaksana kepada seluruh ciptaanNya juga adil terhadap Iblis yang selalu membantah kehendakNya. Oleh sebab itu kebangkitan ummat manusia beragama harus dengan perjuangan sebagaimana Iblis menghancurkan alam dengan kesabarannya.Kita harus sadar bahwa tidak ada yang dapat menandingi kekuatan dan kekuasaan Allah karena Dia pemilik alam semesta ini. Wali Allah tentu akan memenangkan pertarungan ini, karena Ratu Adil ( Wali Allah ) adalah pesuruh Allah untuk mengembalikan alam ini kembali kepadaNya seperti semula ( aman, damai dan sejahtera )

Ratu Adil hanyalah utusan Allah segalanya tetap Allah punya kuasa. Ratu Adil ( wali Allah ) hanya menyampaikan ayat2 Al Qur’an yang benar dengan tujuan menyelamatkan ummat manusia, khususnya ummat islam di Indonesia, karena Indonesia saat ini muslim terbesar didunia.
Bermacam bencana dan musibah yang berdampak pada kemiskinan dan kemelaratan adalah suatu bukti yang tidak dapat disangkal, bahwa terjadinya bermacam bencana dan musibah disebabkan ummat muslim telah menyimpang dari sunnahNya yang tetap berlaku dalam riwayat ( sejarah ) dunia.
Ratu Adil ( Wali Allah ) diutus Allah untuk membawa seluruh ummat manusia, khususnya ummat muslim kembali pada sunnahNya yang dituliskan nabi Muhammad dalam Al Qur’an.
Al Qur’an yang ada saat ini sudah bercampur dengan kepalsuan, sebagian ayat – ayatnya dicampur aduk, disembunyikan dan diputar balik pengertiannya kepada pengertian yang menyimpang dari tujuan yang sebenarnya yang menyebabkan dunia terpuruk.Mengembalikan keaslian Al Qur’an tentu dengan wahyuNya.
Ratu Adil ( Wali Allah ) terus berjuang mengajak bangsa Indonesia MEMBACA DUNIA DENGAN AL QUR’AN karena hanya kembali pada ayat2 Al Qur’an yang haq Indonesia khususnya akan terlepas dari segala macam bencana dan musibah. Lapindo, Tsunami, banjir dls, adalah azab yang diturunkan Allah sebagai peringatan.
Ratu Adil yang diutus Allah menjadi waliNya, membawa bangsa Indonesia terlepas dari kegelapan dunia. Ratu Adil untuk bangsa Indo nesia sedang wali Allah utnuk seluruh dunia.
Al Qur’an dan Pancasila dua sisi yang tidak bisa dipisahkan, karena Al Qur’an dan Pancasila nafas kehidupan bagi bangsa Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar dunia saat ini. Pancasila pedoman hidup bagi bangsa Indonesia, sedang Al Qur’an pedoman hidup bagi seluruh ummat muslim didunia.

Kiamat ( kebangkitan) disebut juga REVOLUSI oleh masyarakat jawa khususnya, perubahan dalam segala sector Politik, Sosial, Eklonomi, Budaya peribadatan dls, .Mereka bertanya : Bilakah hari kiamat ( kebangkitan ) itu ?. Pada hari kiamat pemandangan kacau balau.QS AL QIAMAH 6 & 7. Pada hari kiamat ( kebangkitan ) mereka ( manusia ) bergolong – golongan. QS. AR RUM 14. Pemandangan kacau balau itulah yang telah terjadi, kacau balau baik dalam bidang Politik, Sosial, Eklonomi, Budaya peribadatan dls, serta ummat manusia, khususnya ummat Muslim terpecah belah menjadi beberapa golongan / kelompok / Ormas, menandakan bahwa inilah hari kiamat / akhir zaman ( hari kebangkitan ) bagi ummat islam khususnya.“Dia telah menetapkan agama kepadamu yang telah diperintahkanNya kepada Nuh dan apa yang Kami wahyukan kepadamu dan yang Kami perintahkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa serupa pula, bahwa : Tegakkanlah agama! Dan janganlah kamu berpecah belah didalamnya. Berat bagi orang – orang musryk (orang- orang yang menyekutukan Allah itu ) mendengar seruanmu Allah memilih siapa yang Dia kehendaki kembali kepadaNya “.Q.S. ASY SYURA 13 . “Kembalilah kepadaNya, bertakwalah kepadaNya dan tetaplah mengerjakan sembahyang dan janganlah kamu termasuk orang – orang musryk ( orang yangmenyekutukan Allah ) “. “Yaitu orang – orang yang memecah belah agamanya menjadi beberapa golongan.. Tiap – tiap golongan bangga dengan apa yang ada pada golongannya “.Q.S AR RUM 31 & 32.. Mereka mencerai beraikan urusan mereka sesamanya., tetapi semuanya akan kembali kepada Kami.QS. AL ANBIA 93.
“Dan tiadalah suatu bencana yang terjadi dibumi, maupun pada diri kamu sendiri, melainkan itu ada dalam Kitab (Al qur’an) sebelum Kami laksanakan terjadinya. Sesungguhnya hal itu bagi Allah sangatlah mudah “.Q.S AL HADID 22.. Kiamat / kehancuran suatu ummat ( bangsa ) bukan rahasia Allah karena nabi Muhammad telah berulang kali menjelskan dan memberi contoh dalam Al Qur’an agar ummatnya mengambil pelajaran dari ummat – ummat dahulu, mengapa mereka terpuruk dan bagaimana bangkit dari keterpurukan.

SAATNYA KEADILAN ALLAH DIBENTANGKAN SELUAS – LUASNYA BAGI SELURUH UMMAT TIDAK MEMANDANG GOLONGAN, PANGKAT, DRAJAT, SUKU BANGSA MAUPUN AGAMA : Sesungguhnya Al Qur’an itu peringatan bagi seluruh ummat ( di dunia ). QS. AL QALAM 58. Bumi itu terang menderang dengan cahaya ( keadilan ) Tuhannya. Kitab ( Al Qur’an ) Diletakkan dimuka. Utusan dan saksi – saksi didatangkan, perkara diantara mereka diputuskan dengan adil dan mereka tidak ada yang dirugikan. QS. AZ ZUMAR 69.

Menyelamatkan bangsa dan Negara dari kehancuran hak semua bangsa Indonesia, dari itu saya pun mempunyai hak yang sama untuk menyelamatkan bangsa dan Negara saya dari kehancuran.
Saya, Gad’han Thalib ( Utusan Allah / Wali Allah / Ratu Adil yang membawa keadilan dari sisi Allah ) menyampaikan kabar gembira bagi bangsa Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar dunia saat ini, bahwa Indonesia akan bangkit dari keterpurkan dan akan memimpin dunia dengan Al Qur’an sebagaimana nabi Muhammad memimpin dunia dengan Al Qur’an. Kebnagkitan Indonesia menunggu ummat islam bersatu kembali dalam iman dan islam ( Asyhadu allailla ha illallah wa asyhadu anna Muhammad darasulullah tidak ada Tuhan selain Allah, tidak satu ummat pun boleh menyekutukan Allah dengan apapun, siapapun dan dengan cara apapun, Muhammad tetap utusan Allah) maka dengan hati dan ucapan kembali bersatu dalam iman dan islam, syari’at Allah ( hukum allah ) akan kembali tegak dibumi ini.
Ratu Adil akan menyelamatkan negeri ini dari azabNya dengan tuntunan Al Qur’an, karena hanya dengan tuntunan Al Qur’an ( ayat – ayat Al Qur’an yang haq ) Indonesia akan terlepas dari segala keterpurukan ( kehancuran), Ratu Adil akan menghentikan semburan Lapindo, Tsunami dan segala macam bencana atas kehendakNya, terntu jika bangsa Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar didunia mau segera kembali pada hukumNya yang tetap berlaku dalam riwayat dunia.
Kedatangan Ratu Adil ( Wali Allah) sangat ditunggu – tunggu masyarakat jawa khususnya, mereka yakin bahwa Ratu Adil pasti datang atas kehendak Allah. Melihat dan merasakan perubahan dalam segala sektor dan perubahan cuaca semakin kuat keyakinan orang – orang jawa, khususnya saya sebagai wali Allah ( Ratu Adil ) Allah telah memberikan keyakinan yang sangat kuat dengan iawaban – jawaban dari keadaan alam seisinya saat ini.
Saya ( Ratu Adil ) sang pembebas.akan membebeaskan bangsa dan Negara saya dari kehancuran tentu dengan tuntunan Al Qur’an karena tidak akan terjadi kebangkitan bagi bangsa Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar didunia saat ini kecuali kembali pada ayat – ayat Al Qur’an yang haq ( benar ) / hokum Allah yang tetap berlaku dalam riwayat dunia.

Sabda Rasulullah diantaranya : Sesungguhnya agama itu mudah, jika suatu kaum ( bangsa ) memberatkan agamanya, maka agama itu akan menyiksanya. HR DAWUD. Jauhilah dirimu dari berlebihan dalam beragama ( ibadah ) karena umat dahulu binasa ( terpuruk ) akibat berlebihan dalam beragama. HR AKHMAD. Jangan kau lihat siapa yang membawanya tapi lihatlah apa yang dibawanya. HR Bukhari & Muslim.

Saudara – saudara ku, seagama, sebangsa dan setanah air, mari kita intropeksi diri, hentikan saling salah menyalahkan, fitnah memfitnah, tuduh menuduh sesat, kafir, Musryk terhadap pihak – pihak lain ( golongan lain, kelompok lain, bangsa lain maupun agama lain ), untuk bangkit dari keterpurukan bagi bangsa Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar didunia saat ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah ( Presiden ) yang mempunyai rakyat, tapi juga tanggung jawab kita semua sebagai ummat beragama, berbangsa dan bernegara.

Sekali lagi, Kebnagkitan Indonesia menunggu ummat islam bersatu kembali dalam iman dan islam ( Asyhadu allailla ha illallah wa asyhadu anna Muhammad darasulullah tidak ada Tuhan selain Allah, tidak satu ummat pun boleh menyekutukan Allah dengan apapun, siapapun dan dengan cara apapun, Muhammad tetap utusan Allah) maka dengan hati dan ucapan kembali bersatu dalam iman dan islam, syari’at Allah ( hukum allah ) akan kembali tegak dibumi ini.

Salammun qaullamm mirr rabbi rahim ( salam damai dan bahagia dari Allah ditujukan kepada orang – orang yang kembali pada sunnahNya yang tetap berlaku dalam riwayat dunia).

Catatan : Baca di Blog : ( Tulisan ini hanya sebagian kecil yang saya sampaikan )

1. INDONESIA DIAMBANG KIAMAT
2. SAATNYA AL QUR’AN KEMBALI MENJADI CHILFAH / PEMIMPIN UMMAT.
Gad’han Thalib ( Wali Allah / Ratu Adil ) lahir dimalang ( jawa Timur) dengan nenek keturunan raja Kutai dan Pangeran Antasari dan Kakek keduannya keturunan Timur Tengah ( Arab) Gad’han Thalib anak dari seorang salah satu pejuang Indonesia (peteran) Bibit, bobot dan bebet tidak terlepas dari kehidupan ummat manusia beragama, berbangsa dan bernegara.
Dengan keadaan Indonesia khususnya yang semakin semrawut baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, peribadatan serta cuaca alam semakin tidak menentu, Gad’han Thalib yakin bahwa apa yang di diterima dari Allah adalah benar hanya tinggal menunggu waktu kesadaran masyarakat Indonesia untuk bangkit dari kehancuran bersama saya Wali Allah.

RATU ADIL adalah WALI ALLAH yang dapat membaca DUNIA DENGAN AL QUR’AN karena hanya DENGAN MEMBACA DUNIA DENGAN AL QUR’AN RATU ADIL dapat menjawab sebab akibat terjadinya bermacam bencana dan bagaimana bangkit dari kehancuran.
Ramalan Pangeran JAYABAYA dan apa yang dituliskan nabi Muhammad dalam AL QUR’AN menjadi kenyataan. .Hanya RATU ADIL sebagai Wali Allah dengan tuntunan AL QUR’AN yang dapat membawa bangsa ini dari kehancuran.
Semoga bangsa Indonesia yang sedang menunggu RATU ADIL mau menerima apa yang dibawa RATU ADIL, karena kebangkitan Indonesia menunggu bangsa Indonesia menerima yang dibawa RATU ADIL / WALI ALLAH.

Terima kasih telah memberikan komentar.

new world order bukannya = freemanson & illuminati?

kerjaannya orang bule? konon obama adalah salah seorang tokoh yang dibentuk untuk menjadi leadernya?

logonya segitiga piramid dengan mata diatasnya, salah satu penerapan di indonesia adalah dengan memberlakukan e-ktp? dengan chip?

ratu adil telah muncul dan bergelaran Raden Mas Prabhu Gusti Agung Ki Asmoro Wijoyo…….Kursinya telah kosong di atas,,,,,bermaksud telah turun ke bumi

pada pandangan saya, besar kemungkinan kemunculan Ratu Adil daripada Malaysia. Beliau seorang perempuan dan memilikki ciri-ciri yang diperkatakan tentang Ratu Adil.

Ratu Adil jelas laki-laki.

Kata Ratu dalam bahasa Jawa halus berbeda dengan kata Ratu dlm bahs Melayu. Ratu itu laki-laki.

SISTEM RATU ADIL EKONOMI SUNDA GLOBAL STAMO~3012
—————————————————–-
MANDALAJATI NISKALA Seorang Filsuf Sunda Abad 21
Menjelaskan Dalam Buku SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
Mengenai Ekonomi Global Stamo~2013
Dan Kesejahteraan Umat Manusia
—————————————————–
Inilah cuplikannya:
—————————————————–
Kelengkapan pemahaman dalam berbagai cabang ilmu hanyalah merupakan dampak logis dari pendalaman filsafat yang fitrah dan wiwitan. Demikian sebuah istilah “Weruh disewu anu saestu” merupakan kompetensi yang digambarkan Sang Prabu Siliwangi terhadap manusia yang dikaruniai aneka macam kecerdasan alam .
Kondisi seperti itu hampir melekat pada sosok Mandalajati Niskala .
Sebuah teori ekonomi Sunda “STAMO 2013” ditemukan dan digali oleh beliau pada tahun 2002. Ini tak lain berupa sistem ekonomi global yang akan dihadirkan bagi peruntukan abad 21 ke depan.
Digali oleh Mandalajati Niskala untuk dipersembahkan kepada “Sang Khalifah Ratu Adil” dalam mewujudkan kesejahteraan umat manusia diseluruh Dunia.
Lagi-lagi ini bisa membuat para ekonom tercengang, karena beliau begitu cemerlang merekonstruksi kesalahan cara berfikir. Melalui Stamo 2013 nampaknya Mandalajati Niskala akan membatalkan seluruh teori ekonomi yang saat ini berjalan dipermukaan Bumi.
Stamo 2013 yang tadinya sangat dirahasiakan karena waktunya belum tiba, di tahun 2008 beliau memprintout dalam jumlah cukup, berupa Selayang Pandang STAMO 2013 dan menyebarkannya kepada banyak pihak, dengan maksud, beliau hendak mengecek kepekaan para tokoh dan para akhli, yang skaligus beliau menghadirkan stimulasi kearah berfikir mendeka.
Sayang para tokoh Sunda, yang notabene banyak para akhli tak mampu mengejar ketertinggalan dari melesatnya sulur buah fikiran Mandalajati Niskala.
Jujur saja saat ini banyak yang mencuplik Stamo 2013 dan ada indikasi dijalankan orang, namun nampaknya pada takut karena Mandalajati Niskala mengeluarkan peringatan keras berupa ancaman Tuhan.
STAMO 2013 merupakan Sistem Ekonomi Global yang dilahirkan oleh Sunda bagi kepentingan umat manusia.
Banyak hal yang mendasari dilahirkannya system ekonomi ini, sebab system ekonomi baik kapitalis maupun sosialis telah gagal mewujudkan amanah kehidupan dalam menghadirkan keadilan ekonomi yang mengakomodir semua kepentingan terutama masyarakat dunia.
STAMO 2013 disusun berdasarkan rasa kemanusiaan dengan mempertimbangkan hal yang fitrah dan sangat esensi dalam tuntutan kehidupan manusia itu sendiri. Banyak faktor yang menjadikan pertimbangan logis bahwa STAMO 2013 tersebut harus dilahirkan oleh Sunda, untuk kepentingan seluruh umat manusia.
Dibawah ini adalah cuplikan dari Selayang Pandang STAMO 2013 yang dikeluarkan oleh Mandalajati Niskala tahun 2009:
………………………………………………………………………
……………………………………………………………………dst.
Pertama: Manusia Sunda menyadari; bahwa dirinya diberkati cara berfikir benar yang terpatri pada setiap diri; bahwa Tuhan YMK-lah yang menjadi penyebab segala sesuatu menjadi ada. Demikian pula menjadi tujuan Sang Pencipta; keberadaan, kesetimbangan, keadilan dan kesejahteraan kehidupan Bumi dapat terwujud. Manusia sebagai khalifah diberi mandat untuk mengelola keberadaan kesetimbangan, keadilan dan kesejahteraan Bumi sesuai dengan tujuan Tuhan YMK menciptakannya.
Semuanya dimaksudkan agar seluruh kehidupan di Bumi ini, menghamba dan bersyukur kepadaNya.
Kedua: Sunda menyadari bahwa dalam mengelola kehidupan selalu mengawali dengan cara berfikir filosofi sampai pada titik akar masalah. Cara berfikir yang demikian akan menemukan sesuatu, mencapai titik fitrah sesuai dengan yang ditetapkan Tuhan YMK. Cara berfikir fitrah seperti ini dipandang oleh Sunda; Bahwa segala sesuatu itu, telah melalui ”pertimbangan hakekat” hingga mencapai titik benar sebagai sebuah keputusan yang maslahat bagi kehidupan seluruh manusia dan alam sekitarnya.
Ketiga: Pada prinsipnya bahwa Tuhan YMK memberikan segala kekayaan yang ada di Bumi ini untuk seluruh manusia. Para pemimpin dimanapun di Bumi ini memiliki tugas memberdayakan dan mengatur sistem keadilan dan kesejahteraan untuk dinikmati oleh seluruh manusia sesuai keinginan Sang Pencipta. Sunda memiliki akar filsafat yang mengacu pada prinsif ini.
STAMO 2013 singkatan dari ”Sistim Tribanda Aset Masyarakat Otomatis 2013”. Merupakan sebuah sistem keadilan ekonomi yang disusun berdasarkan hal-hal di atas.
Kita semua mengetahui, walaupun secara hakekat bahwa seluruh kekayaan bumi diperuntukan dan menjadi milik seluruh masyarakat atau seluruh manusia, namun secara syariat dibutuhkan sebuah Sistem pemanfaatan yang mendekati rasa keadilan.
STAMO 2013 melahirkan sebuah sistem keadilan dengan membagi aset ekonomi kepada tiga pihak secara otomatis dengan pembagian aset yang sama besar. Seluruh ketentuan dan rincian yang mengatur ketiga pihak ini tertuang dalam KITAB STAMO 2013.
……………………………………………………………………
……………………………………………………………………dst.
Kegiatan ekonomi tidak bisa terlepas dari kebutuhan yang menjadi tuntutan kehidupan manusia; STAMO 2013 akan menimbulkan loyalitas pasar dan Solidaritas pasar yang datang dengan sendirinya; sebab sistem ini dianggap oleh masyarakat Dunia merupakan sebuah sistem keadilan ekonomi yang akan memberi jaminan kasetimbangan kekayaan kepada seluruh manusia di bumi ini.
Sisi lain bangkitnya sentimen pasar seperti ini tidak akan bisa dicegah, sebab seluruh manusia menyadari bahwa haknya terfasilitasi oleh STAMO 2013. Ini menjadi alasan logis bahwa seluruh produk yang menggunakan lebel STAMO 2013, akan dikonsumsi oleh masyarakat Dunia, sebab masyarakat menyadari bahwa pada produk-produk tersebut terdapat sepertiga aset yang menjadi milik masyarakat.
Walaupun STAMO 2013 tidak akan mengatur sebuah sistem pasar, namun sentimen pasar yang berpihak kepada STAMO 2013 akan tercipta dengan sendirinya dan STAMO 2013 otomatis akan menjadi ”Brand Image” atau ”Legal Brand” milik pasar atau milik masyarakat yang tidak akan tergoyahkan oleh sistem pasar manapun.
Beberapa pihak mencoba menterjemahkan Ratu Adil namun tidak pernah berhasil. Sistem sosialis pasca Kemerdekaan RI tidak berhasil menterjemahkan makna Ratu Adil, sekalipun Soekarno sebagai Presiden pertama sering mendengungkannya; Demikian pula bersamaan dengan itu sistem kapitalis melalui Westerling merebut gelar Ratu Adil dengan mendeklarasikan Angkatan Perang Ratu Adil; Juga tidak berhasil. Sebab kesemuanya menterjemahkan Ratu Adil dalam kepentingan politik dan kekuasaan, yang saling menghancurkan antara Kapitalisme dan Sosialisme.
Ratu Adil yang benar adalah sebuah sistem yang mampu memfasilitasi atau mengakomodir seluruh kepentingan bagi keadilan yang tidak ada batas. Itulah yang dimaksud oleh KITAB STAMO 2013.
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………dst.
Kendati kita memahami bahwa Sunda dengan Sistem Tri Tangtu Di Buana yang merupakan Tatanan Fitrah telah menemukan titik akhir dari tiga cita-cita perjalanan hidup manusia di alam Dunia, yaitu:
Keluhuran Derajat Kehidupan sebagai wujud dari nilai-nilai LOGIKA ,
Kelungguhan Martabat Kemanusiaan sebagai wujud dari nilai-nilai ETIKA dan
Keluhungan Adat Budaya sebagai wujud dari nilai-nilai ESTETIKA .
Kini semua itu hanya menyisakan cerita dan manuskrif-manuskrif yang sarat akan Sandi Rahasia dan tidak gampang untuk dibaca serta dipetakan kembali dalam kehidupan (Sunda = Sandi yang terpetakan).
Kunci kunci untuk melakukan pemetaan atau merekonstruksi ketiga nilai di atas diselimuti oleh Rahasia Rasa yang terpetakan dalam Filsafat Puragabasa, yang senantiasa hidup pada fitrah setiap diri manusia namun sulit untuk disadari.
Ini menjadi sebuah keunikan tersendiri dimana Sunda yang sangat fitrah ini, secara system memiliki apa yang disebut Logika Rasa .
Sangat dibutuhkan beberapa aspek penting dan kompetensi khusus dimana seseorang mampu menyeruak Sandi Rahasia dan menemukan apa yang menjadi hasanah kekayaan Sunda; Selain dibutuhkan kecukupan waktu, pemahaman Filsafat Puragabasa, juga metoda lainnya yang berhubungan dengan Logika Rasa mutlak dibutuhkan.
Disiplin ini sangat berbeda dengan metodologi umum lainnya yang kita kenal sebagai metoda ilmiah seperti yang sekarang banyak dilakukan orang.
Esensi dari STAMO 2013 merupakan hasil penjelajahan memasuki Rahasia Rasa yang merupakan hasanah kekayaan Sunda yang ditemukan kembali; yang sebelumnya diawali dengan sebuah statement diri bahwa: Segala temuan hasanah kekayaan Sunda, bagi para pelaku penjelajah Rahasia Rasa seperti saya, tidak boleh memiliki niatan apa yang ditemukannya itu untuk dikuasainya.
Untuk hal tersebut di atas sejak tahun 2002, temuan STAMO 2013 saya selamatkan sebagai amanah Sunda dan tidak tergiur dengan bujukan uang puluhan miliar untuk dijual ke Negara Tetangga. Di sisi lain sayapun tidak khawatir muatan-muatan STAMO 2013 akan dijiplak Negara lain; karena ternyata berbagai system yang dimiliki oleh Sunda telah dilengkapi oleh sebuah Proteksi Rahasia yang Sakral dan sangat ampuh, yaitu yang namanya Supata Sunda atau Supata Indung.
Kesimpulannya siapapun yang menjiplak STAMO 2013 untuk kepentingan sendiri dan keserakan, pasti tidak akan bisa mulus, karena Sistem ekonomi ini sangat fitrah mengikuti hukum-hukum alam yang mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
STAMO 2013 adalah sebuah hasanah kekayaan Sunda, yang merupakan Sistem Ekonomi Fitrah; memiliki kesanggupan untuk mewujudkan keadilan ekonomi Dunia, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di seluruh Dunia.
Keadilan yang “maha besar” ini dilakukan serta merta secara otomatis, dan hanya merupakan dampak dari keadaan bahwa Sistem Sunda hakekatnya; MENGGUMULUNG dalam KOKOPAN sifat-sifat Sang Pencipta Yang Maha Besar dan Maha Adil.
Dari keadaan seperti ini tak heran manusia Sunda berenang-renang dalam hasanah kekayaan filsafat kehidupan, kemudian yang ditemukannya juga selalu orsinil pada kadar yang sangat esensial, integral, universal dan sistemik yang holistik mengikuti sifat-sifat Qudrat dan Irodat Tuhan.
………………………………………………………………
………………………………………………………………dst.
—————————————————–
Naskah ini dicuplik dari Editing Penulis.
Judul Buku: SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21
Sub Judul: “SERIBU JABANGTUTUKA SUNDA”
Serial: “Jabangtutuka 1 Mandalajati Niskala”
Tebal Buku 200 Halaman, Jilid Lux, Harga Rp 30.000,-
Mulai beredar di toko buku bulan Maret 201
—————————————————–
Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Naskah ini dikirim oleh : Kalfatar

Salaam….aneh kita ummat Islam kini…Al-Qur’an tidak dibaca dan tidak diambil pengajaran….hanya berdebu digobok terabai. Namun bilamana orang Amerika lantas membakarnya….sentimen marah2 se dunia mahu membalas perbuatan itu….tertinggal zaman rupanya kita…tidakkah malu pada Allah swt diperkotak-katikkan sebegitu? .wasSalaam.

Karna calon ratu adil tu banyak bagaimana kalau kita mengadakan kontes ratu adil di muka umum kalau stuju telp aku di nmr91871179

IBUNDA RATU ADIL DAN KESEMBILAN PUTRA2 WALI ALVATARNYA SETITIK KOMAPUN TIDAK MERASA BERSALAH KARNA IBUNDA KAMI HANYA INGIN MENJAWAB DARI SEGALA TRIAKAN HATI NURANI DIMANAKAH IBUNDA RATU ADIL KINI.
JIKALAU IBUNDA KAMI DIAM SAJA BUKANKAH IBUNDA KAMI SEPERTI BURUNG BEO DIDALAM SANGKAR ISTANA GUBUKNYA YG BERCAHAYA PUJI SYUKUR LAGI SEHAT2 SELAMAT DAN BAHAGIA .
YG MANA KEBAHAGIAAN YG ADA DIDIRI IBU KAMI YG KINI DISAMPING KAMI YG SEDANG TURUT MENYUARAKAN ISI ARTIKEL YG DIBACA ANAK2 BANGSA KINI .
KAMI MEMANG AL-FAKIR MURNI .
TERKADANG KAMI HERAN DAN TAKJUB KPADA IBUNDA RATU ADIL KAMI YG SLALU MENOLAK PEMBERIAN HADIAH ATAU SEDEKAH YG BERLEBIHAN SEPERTI RUMAH ,MOBIL,ATAU INGIN MEMBAWA IBUNDA RATU ADIL KE LUAR NEGRI/MEKAH.
TETAPI BILA DIBERI BAKSO, PISANG GORENG, SECANGKIR KOPI,DAN SEBATANG ROKOK JISAMSOE DI TRIMA IBUKU DGN RASA CINTA UNTUK BERBAGI RASA CERIA INDAHNYA HIDUP DIBUMI BAGAIKAN DI SYURGA .
KINI AKU ANAK YG TERTUA TURUT MENSUPORT IBUKU KARNA TUHAN ALLAH TUHAN SEMESTA ALAM YG MAHA BERKEHENDAK.
LAGI MAHA MENENTUKAN.IBUKU TIDAK MEMILIKI SEORANG MUSUHPUN SEBAB IA MURAHMELUPAKAN KESALAHAN 2 YG BERLALU BEGITU SAJA .KINI AKU SI SULUNG MERASA TERGUGAH HERAN .APASIH YG DIMAUI UMAT MANUSIA INI ???
MENGAPA HANYA BISA MENCIPTAKAN KEDURHAKAAN2 SEBAGAI PENGISI LEGENDA 2 SEJARAH PARA UTUSAN ALLAH YG DENGAN BER ASAH,ASIH, ASUH DGN PROSES BABAK BELUR LAHIR BATIN IBUNDA RATU ADIL YG DIRIDAKAN ALLAH (AFRIDA WATI BIN YUSUF DAUD AL WAHABY/PEMBERI NASEHAT DARI ALLAH YG BAKAL DIMUSUHI SAUDARA SAUDARA SEBANGSA DAN SETANAH AIR .
LAGIAN UNTUK APA KAMI BERBOHONG. MAU TOP ??
MAIN FILM AJA .MAU KAYA ???MELIHARA TUYUL AJA .INIKAN SESUATU YG BERAT UNTUK MENGAKUI SESUATU YG DITUNGGU2 UMAT DIKARNAKAN RAMALAN2 DARI ALLAH YG DI ILHAMKAN KEPADA HAMBA2 YG DIPERCAYA ALLAH(JAYA BAYA).
DAN BAGAIMANA DGN RAMALAN 2 GURU SEKOLAH ,TMAN2 IBUKU DI WAKTU REMAJA YG MENYEBUTKAN IBUKU MAHLUK YANG TURUN DARI PLANET /SUPER WOMEN/WONDER WOMEN ,DAN MACAM2 NAMA YG DITUJUKAN KEPADA IBUKU YG PADA SAAT ITU IBUKU MENANGGAPINYA SEPERTI DIRAYU OLEH PRIA2 /TEMAN2 YG DIKARNAKAN SUKA SAJA KEPADANYA .
SEKARANG BILA MASYARAKAT TIDAK PERCAYA SYUKURLAH BAGI KAMI SEHINGGA KAMI BISA TERBEBAS DARI TANGGUNG JAWAB IBUKU YANG AKAN MENCERAHKAN INDONESIA KEDEPAN HARI ,TAPI KAMI BERSAKSI ATAS KALIAN SEMUA SEMENTARA WAKTU DALAM PENANTIAN MENYAMBUT IBUNDA SANG SURYA MATAHARI PAGI YG MENYINARI DUNIA .YG KALIAN TURUT BERGADANG MEMPERLAMBAT MALAM SEMOGA KALIAN MENEMUKAN IBUNDA RATU /RAJA PILIHAN 2KALIAN SENDIRI .
SEMOGA KALIAN BERHASIL MENEMUKAN LAGI MENCIPTAKAN IBUNDA YG KALIAN INGINKAN .
KAMI MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA HAMBA2 ALLAH YG HAUS AKAN SEGALA JENIS MINUMAN .AIR SUSU IBUADA YG DARI KOTAK STROBERI ,MANGGA ,PISANG, JAMBU DIBAWA2 PEDAGANG DARI PASAR SENEN ,RABU,DAN MINGGU .SEMOGA MANUSIA YG KALIAN SUKA SECEPATNYA BERTEMU DGN KALIAN YG MEMILIKI ISTANA MAUPUN STUDIO LAGI BANYAK BODY GUARDNYA KALAU AQU SIH CUKUP PARA SUPERMAN (MALAIKAT -MALAIKAT)YG MENGAWAL DENGAN KETAT DI SELURUH PENJURU BUMI PERSADA .
TERMASUK MALAIKAT YG DIKIRI KANAN KALIAN SUNGGUHLAH LEBIH MENYAYANGI AKU DARI PADA DIRI KALIAN SENDIRI YG MENDUSTAKAN KEBENARAN YG HAK NYATA DALAM REALITA PADA ZAMAN MODERN YG INDAH INI NAMUN VIRUS-VIRUS IBLIS KEDENGKIANLAH YANG TELAH MENGUASAI MENGGELAPI WARNA JIWA YG MENJADI BUTEK AGAR TELIHAT MANUSIA ITU BERWAJAH KELAM LAGI KERAS DAN HAUS PERANG DARAH SAUDARA SENDIRI KEPADA SELURUH UMAT DIMUKA BUMI INI INDONESIA KINI MARI BERSAMA 2 KITA MUNCULKAN RATU2 IMITASI DI NEGRI INI ADAKAN TURNAMEN MEREKA SECARA ADIL PENDAFTARAN DIMULAI DGN SYARAT YG TAK BERSYARAT AGAR TERSIRAT UNTUK SEGALA HATI.
MERDEKA BERKARYA SUARA JIWA NAN JAYA RASA CINTA SESAMA .AQU IBUNDA RATU ADIL SENDIRI NANTI AKAN TURUN SEBAGAI JURI DARI APA YG KALIAN PILIKAN DEMI KEADILAN ALLAH.
AQU IBUNDA KALIAN RATU MASJIDIL ISTANA GUBUK RUMAH TANGGA CAHAYA CAHAYA AMPUNAN ALLAH DARI SEGALA KERIDHAAN ALLAH MEMBERI KESEMPATAN KEPADA ANAK2 BANGSA AGAR DAPAT MEMENANGKAN PERLOMBAAN2 IBUNDA RATU ADIL DI MIMBAR AKBAR YG INDAH DENGAN SLURUH INTER TIMEN DIKRAHKAN SBAGAI PENGHIAS MALAM ILMU SEJARAH PENGETAHUAN AWAL2 BUMI SAMPAI KE NEGRI SURGA SEMUA PELAJARAN2 PENGALAMAN2 DIMASA SEKOLAH DIJABARKAN DI ATAS PENTAS AKBAR AGAR DAPAT DI PANUTI LAGI DI PERMAISURI TAULADANI SAMPAI DIAKUI OLEH WARGA BELAHAN BUMI INI,SELURUH MAHLUK DIMUKA BUMI INI BERSAKSI LAGI MENYAKSIKAN DILAYAR KACA /CERMIN (ASALKU PANTAI CERMIN )DIHAMILKAN OLEH SEORANG IBU YG SUDAH BERUBAN /HAMIL DIATAS USIA 50TAHUNAN.
DIMEDIA LAYAR KACA TV KEDEPAN HARI MENURUT YG ALLAH BERIKAN PENGLIHATAN 2YG ALLAH RIDHAKAN KEPADAKU YG KUBACAKAN APA YG TUHAN PRINTAHKAN .
ADAKAN KONTES YG DIMULIAKAN ALLAH TERSEBUT.
NANTI AKAN KALIAN SAKSIKAN BAGAIMANA UMAT YG MANA YG AKAN MENDURHAKAI IBUNYA SENDIRI SEMOGA WARGA KERAJAAN ALLAH TURUT BERSABAR DEMI MENAHAN MURKANYA KEPADA ANAK2 BANGSA AGAR LEBIH SABAR MENDENGAR LAGI MENCERNA DENGAN JERNIH LAKSANA IBU YG SABAR MENGHADAPI SEGALA WARNA JIWA 2GARUDA AL-VATAR YG BEBAS BERMAHAKARYA.AAAMIIIIIN
EVERITING WILL TO BE ALL RIGHT GOOD BLASHING YOU!!!

Ibunda Ratu Adil Sedari usia4 THN selalu dikejar mahkota diatas awan yg terbang dari langit menujunya,sehingga ia lari takut tertimpa timbunan awan tersebut .
Semasa sekolah SDnya ia berpredikat Juara Ranking kelas(Juara1) slalu,di sekolah yg bernama (GURU PATIMPUS )SUMATRA UTARA,BILA DAHULU YG TERKENAL IBUNDA RATU KIDUL DARI PANTAI SELATAN. INSYA ALLAH Ratu Adil penutup kutub ,Dari Sumatra Utara (Pantai Cermin) Sebab dikabarkan ada 2 wanita bagaikan cermin yg kelak muncul sebagai duo ratu adil ….
Sedari kecil beliau sudah merasa aneh dilahirkan dimuka bumi ini beliau merasa manusia disekelilingnya slalu bertindak batil tidak adil .
Ratu Adil slalu bertemu orang yg slalu meramalan nasib beliau akan terkenal ditanah JAWA .Dahulunya ia fikir semua ramalan itu bisa terjadi dikarnakan ia sangat suka bernyanyi ,dan menari, serta olah raga,ataupun berakting didepan kamera juga ia suka dalam ilmu bela diri. Ia merasa sluruh manusia yg ia temui adalah anak cucunya maka rasa cinta kasihnya memenuhi segenap jiwanya yg sealam semesta. Ia sangat gemar berada ditengah2 masyarakat Al -Fakir Miskin dan menyanyikan lagu2 untuk menghibur penghilan luka lara,dan menciptakan suasana gembira….
Di masa remajanya ia berkecimpung disetiap warna jiwa untuk ia pelajari sebagai bahan Dakwah /Nasehat yg Tajam lagi Jelas antara yg Hitam dan Putih.
Beliau tidak BerDakwah di Masjid sebab ia fikir orang yg mau ke masjid itu sudah baik dan BerDakwah itu sungguh sangat salah bila di bayar dengan uang(amplop).
Ratu Adil berdakwah di plataran parkir dihalte bus,diangkot ,dipasar,dan diamanapun beliau berada slalu Nasehat 2 pencerahan hati bernuasansa surga agar sehat gembira ..
Apa yg manusia cari slama ini ???
Keridha’an allah..
Ibunda Ratu Adil..
Bernama AF RIDHA WATI BIN YUSUF DAUD AL WAHAB.
(Yusuf Adalah Nabi yg dimusuhi seluruh saudaranya)
(Nabi Daud Adalah Hakim keraja’an yg adil)
(Al Wahab Adalah pemberi).
Di waktu ia masih memiliki putra nya yg ke5 ia bertanya kepada putranya yg per1 dan ke2 yg pada saat itu putranya bisa melihat sesuatu yg ghoib ,Siapakat diri ibundanya yg slalu dilanda Hal- Hal Mistery sedari kecil ???
Putra2nya memejamkan mata seraya Membaca (Subahanallah) Berulang2 lalu menunjuk ibunya adalah Ratu Adil,ia terkejut Sehingga fikirannya menerawang mengingat segala pristiwa demi pristiwa ,ramalan demi ramalan ,dari guru sekolahnya (Kelas 5 SD)dan ramalan2 ,dan dari yg lainnya….
Kini ibunda Ratu Adil tlah memiliki sembilan orang putra yg memiliki nama2 dari Ilham pesan Sang Pencipta untuk kaum Adam dibumi ini.Adapun kesedihan2 Ratu Adil melihat kaum Hawa yg sangat pembangkang Di Zaman kini terhadap takdir,kodrat iradatnya .Menciptakan lahirnya anak2 durhaka.Puncaknya kini Ibunda Ratu Adil yg tlah lama dikejar -kejar oleh Ramalan.Membuang mimpi….
Kini mulai terbangun dari tidurnya dikarnakan sudah merasa resah dan malu kepada TUHAN Y.M.E. yg slalu menghubungi mata hatinya melalu petunjuk2NYA dalam Ilmu Tatanan JIWA yg perlu di Renovasi GLobal bagi umat terutama kaum Hawa.Perlu diketahui bahwa Ratu Adil melahirkan putra2nya dngan tanpa bantuan siapapun .Ialah yg membidani /yg memutus tali ari2 bayinya sendiri Disaksikan oleh suaminya di tunggui para tetangganya dihalaman rumah sampai hal tersebut ramai diperbincangkan orang sebagai manusia ,kluarga aneh Fenomenal di Cawang Kali Ciliwung,Mt,Haryono (Rumah dipinggiran kali ciliwung yg paling surut /kali kecil) Disamping CARRE FOUR)Bayi Terakhirnya adalah sepasang bayi kembar.
Perihal ini ada Ramalan berita Ratu Adil .
Ibunda Ratu Adil saat ini tidak memiliki umat sebab orang2 slalu membenarkan nasehatnya yg bertalenta sinar kebenaran lagi menyehatkan juga membahagiakan. namun di saat ia menyatakan tentang berita RAtu Adil semua pendengar meremehkan kemiskinannya dan banyak yg menyatakan ia gila bermimpi setinggi langit.
namun dgn hatinya super tabah ia tersenyum tnpa letih dalam pencerahan Demi ALLAH Karna ALLAH .Ia kembalikan kepada ALLAH.Ibunda RAtu Adil kini berusia 39thn bulan kelahirannya di bulan april (sama dengan Nabi MUHAMMAD)bedanya Nabi Muhammad hari senin Ibunda Ratu Adil lahir di hari kamis diwaktu menjelang mahgribi(Malam jum’at)
Kini banyak calon2 ratu adil lainnya Semoga Rakyat Indonesia lebih Sidiq dalam menanggapi hal2 lainnya .Semoga ALLAH DIKEBENARAN DEMI KEBENARAN AGAR CEPATLAH BERSINAR CAHAYA KEPULAUAN INDONESIA YG DIRAHMATI LAGI DI RIDHAI TUHAN SANG MAHA PRODUSER YG BERHAK AKAN SEGALA SKENARIONYA .
AMIIIIN YA ROBBAL ALAMIIN.TAUBATAN NASUHA!!!
Ratu Adil Saat ini dgn memberanikan Diri bersama Putra Pertamanya menuliskan hal ini diwebsite ini, Semoga ini semua disaksikan oleh TUHAN ALLAH YANG MAHA AGUNG,LAGI PERKASA SEGALA KEHENDAKNYA …
MY PHONE NUMBER IS(021 91871179).

AUZUBILLAAH ALLAH BILLAAH HI QU LLAAOVEME LAAOVE YOU AND LLAAOVE UNIVERSAALL ATLANTICK ALL PLANETS OF PARADISE .THE POWERS OF LIGHT LOVERS ALLAAMIAA .
I AM,IS IBUNDA AFRIDA WATY BIN YUSUF DAUD AL WAHABY MENYATAKAN DENGAN TEGAS BAHWASANYA DIDADAKU BERCERMINKAN KEKUATAN IKATAN CINTA DARI SEGALA JENIS AIR, SAMPAI KE AIR MATA SAMUDRA ,AIR MATA CINTAKU KUTITIPKAN CERMIN PUSAKA YANG MESTI DIJAGA PARA HAMBA ALLAH YANG DIKARNAKAN CINTA SUJUD KITA PADA SANG MAHA PENCIPTA YANG BERSINAR AGUNG YANG MEMULIAKAN SEGALA WARNA JIWA HASIL CIPTA MAHA KARYA SANG PENGUASA YANG NILAI KUASANYA TAK SEDEBU MAHLUKPUN YANG DAPAT MENGATUR TUHANNYA YANG BERTINDAK ATAS SEGALA CINTA KEADILANNYA AMIIN.
I’AM SANG IBUNDA AFRIDA AL-FAKIR YANG SEDANG DI AL-VATARKAN KE BUMI OLEH YANG MENG ALFATIRKAN KUDITITIPKAN ,DILAHIRKAN DIBUMI INDONESIA UTARA SUMATRA .YANG KINI BERDOMISILI JAKARTA DISISI SUAMIKU YG BERSUKU BERRAASSS SUMATRA ,PADANG ,HINDUSTAN,JAWA(PURWAKARTA) YG SAMA SAMA KAMI ADALAH PUTRA PUTRI PARA TENTARA NASIONAL INDONESIA RAYA MERDEKA JIWA KITA .
YANG MANA MISIKU DARI ILLAAHIAH
1.BERSINARLAH JIWA BAGAIKAN BERLIAN2 CINTA YANG SALING MENYINARI AGAR SALING MENGASIHI LAGI BERBAGI RASA DAN KARYA DGN TUJUAN SELAMAT2 DAN BAHAGIAA .AQ YANG TELAH LAMA MENELAN AIR MATA RINDU DAN CINTA DAN JANGAN LAGI KUMOHON MELIHAT AIR MATA DUNIAAA…LAMBANGKU PENUH SYUKUUUR…
KESEMUANYA HARUS KUTEMUKAN REONI CINTA DARI SEGALA MANUSIA YG MENGINGINKAN DAN MERASAKAN APA YANG ALLAH SUKAKAN(RIDHAKAN) PADA KITA SEMUA.
2.NEGRI INI DIJAGA KETAT OLEH SELURUH PASUKAN MALAIKAT 2 YG DIPIMPIN OLEH SANG JIBRIL YANG MULIA DERAJATNYA DISISI TUHAN YG MAHA PERKASA.
3.SEGALA SESUATU BICARAKANLAH DGN PENUH RASA CINTA DEMI TERWUJUDNYA IMPIAN FILM TERAWANGAN ALAM FIKIRAN SANG PEMIMPIN YG BERBUDI LUHUR PRABU JAYA BAYA YG DIPERCAYA ALLAH ATAS ILHAM/PETUNJUK YG DIWAHYUKAN JUA KEPADA SANG AULIA TUHAN PRESIDEN BUNGKARNO SANG PROKLAMATOR .

DEMI ALLAAH DEMII IMPIAN SELURUH MAHLUK !!!!.INI ADALAH GERAKAN CINTA HATI ,BODY ,SPORTY, BUSANA MODELING,SENI DARI SEGALA SENI YG MEMBUAT KITA FITRAH YG MENJADIKAN FITRI DEMI MASA DEPAN ANAK2 YG BERJIWA /BERHATI RATU ADIL YG NYAMAN DILINDUNGI DALAM PELUKAN SAYAP2 GARUDA BANGSA YG PENUH WELAS ASIIH…ASAAAH…ALLAAMIAH .
JANGAN PERNAH LAGI IBLIS2 KEDENGKIAN YANG MENYELIMUTI SEGALA WARNA JIWA DIHATI BILA BANYAK PIHAK YG MASIH BERKLAMBU KLABU PERBANYAKLAH ISTIGFAR !!! DIKARENAKAN AQ IBUNDA YG BERPREDIKAT SANG BUNGSU .YG GAMPANG MERAJUK!!!! BILA KU MERAJUK TENTULAH TAK SEORANG MANUSIAPUN YG DAPAT MEMBUJUKKU .AQ SANG PUSAKA KARYA CINTA ALLAH YANG TIDAK SUKA MENDENGAR MAUPUN MELIHAT KEKERASAN SESAMA MANUSIA DIDEPAN MATA CINTAKU ….DAN AQ HANYA MENYERAHKAN DIRIKU HANYA KEPADA ALLAH SEMATA HATI JIWA CINTA KAMI ATAS SEGALA MAHLUKNYA …
SEMOGA SELURUH ANAK BANGSA MEMAHAMI LAGI MEMAAFI DAN SALING BERJABAT CAHAYA PELUK MESRA DEMI MEBANGUNKAN KITA DARI MIMPI YG INDAH MENUJU INDAHNYA SUARA JIWA ALLAAMIAAH .JANGAN ADA AIR MATA APAPUN JUA.
AMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN YAROBAAAAAL AAAAA LAMIIIIIIIIIIIIIIIIN

AQ IBUNDA AFRIDA RATU RUMAH TANGGA..YG BRTINGKAT DUA INDAHNYA CINTA DR SUAMI.LG DSAYANG PARA PUTRA2 BRJIWA DEWA.MALAIKAT.NABI SMPAI.PNJAPA NERAKA SYURGA MNGASIHIKU.SANG RATU TNP TRSAINGI DR AWAL BUMI SMPAI AHIR NNTI.JAMINAN ITU KT SMUA SDH TAHU..LUPA?DHATIKU MEMERI 99 ASMA ASMINDAH QU ALLAH PRKASAKAN BAGIKU YG DSAYANG ALLAH.BILA IBUNDA KALIAN TRPELESETKAN SEYTAN KRN TROBSESI BC WIHANA KBUN BINATANG YG MNGAUM..BUNDA TURUT MNGAUM..ITULAH SEORANG BUNDA SJATI LG PRKASA LG SJUTA BNTANG DR RAHIMNYA….NASEHATI IBU BL DARAH TINGGINYA LAKSANA GUNUNG MAU MLETUS…SERAM SKALI ZAMAN KINI..UDAH GAK BS BRKARYA.RAME2 NGANCURI HATI IBUNYA..SKALI TAMPARAN TANGANKU KPIPIMU..MMBUAT KAU DIAMPUNI.TAMPARANKU SJ ADALAH KBRKAHAN BUAT KLIAN.YG SOPAN YAA.KLIAN FIKIR AQ SUKA DNGN TGS2 DR ILLAHIYAH KINI…APA HARUS KUPANGGIL UVO SKARANG KUPERGI BRANGKAT KAMI SKLUARGA KSURGA..!!SAYANGI IBU..IBU LAKSANA MADU..MADU ITU SEHAT..RACUN BS DBUANG…IBU?..DIINGATKAN DNGN PNUH HORMAT.SBB IBU ITU AGUUUNG …USIAKU 39 TAHUN..PNUH EMOTIONAL CINTA.MARAH.BRCINA.LETIHPUN BRCINTA.ISENG BRCANDAPUN.BRCINA.DLM TIDURPUN BRCINTA…JD AQ HRUS NINGGALIN KALIAN BUAT SYEITAN PD TRTAWA MNANG…SYEITAN!IBLIS DMIT .KAN DAH PD BRTOBAT KABARNYA..MUNGKAR LG SM MAMI MONSTER AFRICA JULUKAN INDAH DR KALIAN.DAH SIAP MLAWAN IBU?KOK LG2..LG2..BAIK KUJADIKAN MRK SUKSES KALIAN BW KENERAKA..MANUSIA2 DNGN SJNGKAL2 FIKIRANNYA…APA KT HRUS SLURUHNY GAK DSAYANG ALLAH LG.HAAH..DAH JLAS BUNDANYA BLAKANGAN KURANG TIDUR.BUKANNYA SUPORT IBU ..MALAH SBALIKNYA.HARGAI SMANGAT SUCI SSAMA.YOK KT SM2 ISTIGFAR…MAAFKAN IBU YA ANAK2 BANGSA..IBU JANJI.SMPAI MATI.IBU TTAP SBGAI PNGUASA HNY TRHADAP RUMAH TANGGANYA SJ…AQ BRSUKUR PD PARA SETAN JG BUATKU KMBALI AWAL.ISTR4 YG DIPINGIT DPLUKAN SUAMI DOOOAAAANG..INI KBNARAN KBRSAMAAN DIDUNIA MAYE2MAY2..BLAJAR SMBIL MNGAJAR..TRIMAKASIH SMUAA….EMMM…MUCH…

Ibunda Ratu Adil
Memang dengan cara memakai nama Ibunda Ratu Adil ditambah bicara yang engga keruan, TUGAS ANDA SEBAGAI INTELEJEN SANGAT SEMPURNA MELAKUKAN PENYAMARAN.

Sip saya doakan, berhasil Bung….!

HaRatu Adil itu muncul setelah Budak Angon / Satrio Piningit muncul. Sudah pasti di tanah Jawa karena yang meramalkan Prabu Jayabaya, Prabu Brawijaya dan Prabu Siliwangi adalah para raja Jawa pada masa lalu yang mana ramalannya untuk penduduk Jawa. Ramalan ini bukan ramalan mbah Dukun, jadi umat Islam sah-sah saja untuk mempercayainya, apalagi fakta yang telah terjadi membuktikan kebenarannya. Sedang Imam Mahdi dinubuatkan oleh Nabi Muhammad SAW dan jelas sekali adalah orang Arab bukan orang India. Nubuat tentang Ratu Adil dari Jawa ini oleh Nabi Muhammad S AW sedikit sekali yaitu tentang Khalifah Allah SWT , Khalifah al Mahdi.,

Progress kemunculan Ratu Adil di tanah Jawa sekarang sampai pada penggunaan sambaran petir / halilintar bagi orang-orang yang menentang kemunculannya. Tidak lama lagi akan berdiri Pajajaran Baru: Daulah Khilafah Islam pasca tenggelamnya negeri Indonesia karena sunatullah / hukum alam kota / negeri yang banyak dosanya dibinasakan oleh Tuhan.

KALAU KAU BETUL-BETUL MAHU CARI RATU ADIL PERGILAH KE MESJID AGUNG YANG DIDIRIKAN OLEH WALI-WALI SERTA PENDIRI-PENDIRI ISLAM NUSANTARA DI SITU NANTI KAMU PASTI AKAN DAPAT JAWAPANNYA.

GUNUNG GEDE BITU
ATAU TELAGA BEDAH
ADALAH TERUNGKAPNYA RAHASIA
█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
█▀▀║█║║║█▀█║█▀█║█▀█║█
█║█║█║║║█║█║█▀█║█▄█║█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀▀
▀▀█║█▀█║█║▀▀█
█▀▀║█║█║█║▀▀█
▀▀▀║▀▀▀║▀║▀▀▀
PERHATIKAN TRISULAKATA DENGAN 9
HURUF YG TDK SALING MENGHILANGKAN
INSOEN~DIA (Hubungan Diri Dengan Tuhan)
INI~SOENDA (Kehidupan Ini Namanya Sunda)
IN~DONESIA (Dalam Kelimpahan Rahmat Tuhan)
█║█▀█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█║█▀█
█║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀
█║█▀█║█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
█║█║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
█║█▀█║█▀▄║█▀█║█▀█║█▀║█▀▀║█║█▀█
█║█║█║█║█║█║█║█║█║█▀║▀▀█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀
Sunda sesungguhnya Global BUKAN ETNIS
Etnis berasal dari kata Et~Nusa atau Pulau
Tidak pernah ada Pulau Sunda,
Karena Sunda NAMA DUNIA.
SUNDA MILIK KITA SEMUA
Berpusat di PARAHYANGAN TENGAH,
Disebut juga SUNDAPURA SURALAYA.
SUNDA ADALAH FITRAH
DAN JANGAN COBA DIPUNGKIRI
KARENA SELURUH ASET DUNIA MILIK SUNDA
(Sumber: Buku Sunda Menbedah Zaman,
Karangan: Mandalajati Niskala berikut
penjelasan dlm Cuplikan Buka
SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21 &
dari berbagai sumber lainnya)

::EMBAH JAMBRONG

“Lah iku timbuling Buda Wekasan, denen sinebut buda wiwitan iya iku ratu majapahit, iya timbuling buda wekasan iku paribasane bakal ana: sileme prau gabus, kumambanging watu item, mungguhing jumeneng nging sang ratu adil, aneng kraton katangga, pasare ana ing lurah binatu, hiya Herucakra, iya Tunjung Putih, iya Pudhak Sinumpet, jumeneng Imam Mahdi, yaiku kanjeng Nabi Isa Roh Allah” – Jangka Jayabaya Catur Sabda.
Yang disebut Buddha akhir jaman kegelapan (bukan metteyabuddha) ya itulah raja majapahit dulu. Kelak ia akan berkraton di hutan Ketonggo. Ya itulah senjata cakra Dewa Vishnu, ya itulah ketua aliran teratai putih, ya itulah satria piningit. Semua julukan berkumpul di satu kedaton yaitu Imam Mahdi Nabi Isa Roh Allah. Ratu Adil belum Buddha, tapi orangjawa saat itu meramalnya sebagai Buddha karena baiknya.

‎”Sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa. ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener.” – Jayabaya 160.
Jauh sebelum kejadian itu sebelumnya ada komet paling bercahaya di abad 21 yang disebut Komet Kohoutek lewat pada tahun kelahiran Ki Agung Gledek Sayuto. Komet Kohoutek datang dari selatan lenyap di timur seperti kata ramalan.

“Momongane padha dadi nayaka perang. perange tanpa bala. sakti mandraguna tanpa aji-aji” – Jayabaya 162.
Murid-muridnya cuma mengarah menjadi tentara. Jika berperang memakai ilmu praktis tanpa terlalu banyak ajian. Jika berperang tidak butuh kawan.

“Apeparap pangeraning prang. tan pokro anggoning nyandhang. ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. sing padha nyembah reca ndhaplang” – Jayabaya 163.
Bergelar pangeran perang, meski tak berbaju jendral. Tapi bisa menyempurnakan agama besar yang menyembah patung jesus.

“Mumpuni sakabehing laku. nugel tanah Jawa kaping pindho. ngerahake jin setan kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo.” – Jayabaya 164.
Sudah menguasai semua ilmu gaib, membagi pulau jawa jadi tiga provinsi saja, dengan mengerahkan jin setan dan semua teman halusnya. Semua makhluk halus bersatu dibawah perintahnya.

‎”Pendhak Sura nguntapa kumara. kang wus katon nembus dosane. kadhepake ngarsaning sang kuasa. isih timur kaceluk wong tuwa. paringane Gatotkaca sayuta” – Jayabaya 165.
Selesai suro 2012 sambutlah kehadirannya di Indonesia, dia baru selesai menebus dosa, sudah dihadapkan ke mahakuasa. Masih muda sudah dipanggil Ki. Andalannya Ilmu Satujuta Gatotkaca, ilmu mahaguru khodam versi india warisan eyangnya.

“Idune idu geni, sabdane malati, sing mbregendhul mesti mati. ora tuwo, enom padha dene bayi. wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. garis sabda ora gentalan dina, beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. nanging inung pilih-pilih sapa” – Jayabaya 166.
Ilmunya adalah pedang bodhidhamma yang bisa memancarkan listrik api, yang membangkang harus mampus, gak peduli berapapun umur dia. Sabdanya cepat terbukti, beruntunglah bagi yang percaya. Sangat pemilih dalam mengambil bawahan.

‎”waskita pindha dewa. bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira. pindha lahir bareng sadina. ora bisa diapusi marga bisa maca ati. wasis, wegig, waskita, ngerti sakdurunge winarah. bisa pirsa mbah-mbahira. angawuningani jantraning zaman Jawa. ngerti garise siji-sijining umat. Tan kewran sasuruping zaman” – Jayabaya 167.
Jika meramal seperti dewa. Juga tahu apasaja kelahirankembali Anda sampai tujuh kali kelahirankembali. Bijak Cermat Sakti, tahu sebelum terjadi. Tahu putaran roda jaman, tahu setiap agama matinya kapan. karena itu tak takut kalah dijaman itu.

‎”Awus aputus weda Jawa, mung angandelake trisula. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda” – Jayabaya 168.
Sudah selesai menerapkan kejawen, sekarang cuma mengandalkan ilmu trisula veda. Makna trisula ini berpindah-pindah antar bait ramalan jayabaya. Salahsatu maknanya adalah seperti diatas itu melambangkan dua orang sahabat satria piningit yang selalu bersama satria piningit. Dimana Satria Piningitnya pantang merugikan oranglain, sedangkan dua temannya menolak pencurian dan kejahatan. Dimanapun saya berada, saya selalu ada dua orang yang dekat dengan saya.

“Sirik den wenehi, ati malati bisa kesiku. senenge anggodha anjejaluk cara nistha. ngertiyo yen iku coba, aja kaino. ana beja-bejane sing den pundhuti. ateges jantrane kaemong sira sebrayat.” – Jangka Jayabaya 169.
Tidak mau jika diberi, sukanya mengambil paksa. Tapi tidak usah dihina, itu tandanya anda sekeluarga akan dijaga.

‎”Ing ngarsa Begawan dudu pandhita sinebut pandhita. dudu dewa sinebut dewa. kaya dene manungsa, dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh. gawang-gawang terang ndrandhang” – Jayabaya 170.
Didepan para pertapa alim, bukan pendeta dipanggil pendeta. bukan dewa dipanggil dewa. Tapi dengan memakai rasio manusia semua hal dijelaskan secara rinci. Yang dianggap tahyul kini menjadi jelas.

“Aja gumun aja ngungun, hiya iku putrane bethara indra kang pembayun. Ana manungso kaiden ketemu, uga ana jalma sing durung mangsane. aja sirik aja gela, iku dudu wektunira. Nganggo simbol ratu tanpa makutha.” – Jayabaya 171.
Ada orang mau ketemu dengannya, tapi belum bisa. Tidak usah kecewa, memang belum waktu anda. Ia sering membawa logo ratu tanpa mahkota. “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. “The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism’s earliest texts,and he is known to be cognate with Rudra-Shiva which confirms these” – kutipan dari situs ini. Adam adalah Jesus.

Semoga Allah SWT merahmati Anda semuanya….

Aku maafkan kamu
Tak perlu kita bertemu
Cukup kau tahu
Yang aku
Maafkan kamu
Tolong teruskan hidup
Jangan sebut namaku

Saya enggak ngerti maksud tulisan ditas..

….. RATU ADIL – DIALAH SEBENER2NYA IMAM MAHDI AS …..
Leluhur Ratu Adil / Imam Mahdi AS asal Ahlulbait dari bumi Mekah,
Berhijrah belayar keNusantara diJawa Indonesia bukanlah mudah,
Menyebar ajaran suci Islam ditentang Raja Hindu tapi dia yg padah.
Terbukti Keramatnya raja dan rakyat terima ajarannya dgn mudah..
Setelah bermukim nikah dgn warga tempatan Nasabnya bertambah,
Selepas 11 keturunan ujud Sang Saka Merah Puteh mula menyerlah.
Si-Merah ditanah Jawa Si-Puteh entah kemana hilang mula berpisah.
Dinegara mana pergi berpindah Si-Puteh mencarinya amatlah susah.
Benerkah Ratu Adil / Imam Mahdi yg dinanti2 bukan dari Indonesia.?
Tok Prabu Siliwangi sebelum ghoib berpesan cari dulu Bocah Angon,
Ratusan tahun menghilang diLebak Cawene dimanakah gerangan?
Tunggulah gemparan kemunculannya Musim Haji diKota Suci Mekah.
Nanti ketahuan Imam Mahdi AS dari mana Dunia Islam usah gundah…

“Lah iku timbuling Buda Wekasan, denen sinebut buda wiwitan iya iku ratu majapahit, iya timbuling buda wekasan iku paribasane bakal ana: sileme prau gabus, kumambanging watu item, mungguhing jumeneng nging sang ratu adil, aneng kraton katangga, pasare ana ing lurah binatu, hiya Herucakra, iya Tunjung Putih, iya Pudhak Sinumpet, jumeneng Imam Mahdi, yaiku kanjeng Nabi Isa Roh Allah” – Jangka Jayabaya Catur Sabda.

“Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism’s earliest texts,and he is known to be cognate with Rudra-Shiva which confirms these.

Jatidiri Ratu Adil: Orang yang pernah hidup sebagai Damarwulan, Nabi Isa, Horus, Karna, dan Parikesit.
Sabdo Palon berkata pada Prabu Brawijaya V (Damarwulan), “saya sedih paduka masuk Islam. 2000 tahun lagi (500 X 4 jaman) saya akan kembali dan menyebar Agama Buddha.”
Brawijaya V lalu memberi isyarat pada Sabdo Palon agar bisa menemukan dirinya kembali dimasadepan, “baiklah. Jika nanti dimasadepan ada pemuda yang suka memakai nama sepuh Jawa (ki agung, dsb) itulah yang akan diasuh Sabdo Palon.”

“Putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu. Hiya yayi bethara mukti, hiya krisna, hiya herumukti. Kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong”
(Prabu Brawijaya V yang dijaga Sunan Lawu. Disebut juga batara kala, asisten Dewa Vishnu. Didampingi Sabdo Palon dan Naya Genggong).

“Aja-aja kleru pandhita samudra larinen pandhita asenjata trisula wedha.” (Bukan sembarang biksu bumi mekkah, cari biksu bumi mekkah yang bersenjata trisula veda.)
“Kapan anak gembala muncul, nanti, disuatu daerah yang dikirim tentara oleh pemuda gendut gusdur. tempat ribut tanah senusantara. dimana mereka mendirikan sebuah negara tapi dalam negara oranglain. negara fiktif.” – Uga Wangsit Siliwangi.

“Paringane Gatotkaca Sayuta.” Kelebihan senjata Kuntha, tidak berhenti sebelum menemui sasaran. Setelah Gatotkaca mati, Kuntha yang telah berisi tenaga satujuta gatotkaca terus memburu lawannya.

kalau bener mirza gulam imah mahdi mana pasukan yang bisa ngalahin musuh-musuhnya diseluruh dunia buktinya bangsa barat masih menguasai negeri arab, yang ada malah pengikutnya diobrak abrig…….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya.

Juli 2009
M S S R K J S
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Top Rated

Tweetku

RSS Berita Detik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: